
"Bawa pergi kucing sialan itu!" bentak Sean.
Mauren memeluk tubuh kucing yang masih basah itu, ia melototi Sean yang marah.
Asisten Kim hanya jadi penonton antara pasangan suami istri yang bertengkar karena seekor kucing.
"Oppa... kucing ini sangat lucu. Aku ingin merawatnya, Oppa"
"Tidak boleh! Aku bisa membelikanmu kucing persia atau anggora untukmu tetapi jangan kucing kampungan itu!"
Mauren merasa sakit hati oleh ucapannya Sean. Secara tidak langsung ia merasa direndahkan oleh suaminya.
"Hiks hiks... kelasku memang kampungan seperti kucingku ini sedangkan Oppa sekelas dengan kucing Persia... Hiks hiks... Aku memang rendahan," ucap Mauren sambil menangis.
Sean mengusap wajahnya kebingungan, ia tidak tega melihat Mauren menangis sesegukan. Dia melirik Asisten Kim tetapi pria itu mengangkat bahu seolah tidak tahu.
"Maksudku bukan begitu, Oren"
"Hiks hiks hiks... Oppa sudah menghinaku"
Sean menghela nafas panjang, ia tidak tega melihat Mauren menangis. Dia lalu memperbolehkan Mauren memelihara kucing itu tetapi dengan syarat harus diberi kandang supaya tidak buang air sembarangan.
Mauren mengusap air matanya, ia tersenyum ceria dan menciumi kucing oren itu.
Sean menggeleng-gelengkan kepala lalu berjalan menuju kearah kolam renang dan Asisten Kim mengikutinya.
Sean mencoba memandang harta karun itu, ia masih kesal tetapi tidak mungkin ia memarahi lagi sang istri.
"Kau kuras kolam renang ini Kim! Bersihkan sebersih mungkin!" pinta Sean.
"Padahal baru 2 hari yang lalu dibersihkan Tuan"
"Kau tidak lihat ada emas mengambang di atasnya?"
Asisten Kim mengernyitkan dahi, ia kebingungan dengan ucapan Sean.
Dia melihat kolam renang itu bersih tidak ada sesuatu yang mengambang diatasnya.
Sean mulai bingung, ia heran emas itu sudah hilang padahal baru di tinggal 15 menit.
"Kim! Emas itu dimana Kim? ucap Sean panik.
Sean berlari mengelilingi kolam renang dan matanya sangat awas melihat kondisi kolam renang itu tetapi emas itu sudah hilang.
Dia sampai melihat di dasar kolam renang tetapi tidak terlihat emas itu.
"Cari emas itu Kim! Sepertinya tenggelam di dasar kolam"
Asisten Kim masih kebingungan, ia pikir adalah emas perhiasan milik Sean jatuh di kolam renang. Tanpa pikir panjang ia melepas kaos yang di kenakan tetapi sebelum melepas Sean sudah mendorongnya masuk ke kolam renang.
"Sialan kau! Mau pamer tubuhmu kau ya," ucap Sean sambil mendorong Asisten Kim ke kolam renang.
Byuuuuur.
Asisten Kim kaget karena didorong oleh sang tuan. Asisten Kim ingin marah tetapi ia tahan karena tidak mungkin mengajak bertengkar sang tuan.
Dia segera menyelami dasar kolam renang, matanya awas mencari emas yang Sean maksud.
15 menit kemudian.
Dia sudah lelah menyelam dan akhirnya kembali ke permukaan. Dia tidak menemukan emas itu, ia melihat sang tuan kecewa sambil menggigit jari.
"Maaf Tuan tetapi emas itu tidak ada," ucap Asisten Kim yang masih berada di kolam renang dengan pakaian basah kuyup.
"Cari lagi sampai ketemu Kim! Jika tidak akan ku potong gaji kau"
__ADS_1
Asisten Kim segera menyelami kolam renang itu lagi. Kali ini dia lebih fokus mencari emas itu. Dia berenang ke sana kemari cukup lama hingga ia merasa kelelahan dan memutuskan kembali ke permukaan lagi.
Nafas Asisten Kim terengah-engah, ia mengambil nafas sedalam-dalamnya.
"Sudah ketemu, Kim?" tanya Sean yang masih berdiri dipinggir kolam renang.
"Emas yang Tuan maksud itu cincin atau kalung, Tuan?"
"Sialan kau Kim! Aku sudah berdiri disini setengah jam dan kau mencari benda yang tidak kau ketahui?" ucap Sean Marah.
Wajah Asisten Kim mulai kebingunan, ia sabar mendengar setiap umpatan yang Sean katakan kepadanya. Jemarinya sudah mulai berkeriput karena terlalu lama menyelam.
Sean yang kesal menyiprati wajah Asisten Kim dengan air kolam. Sedangkan Asisten Kim memalingkan muka dan pasrah.
"Dasar tidak becus kau, Kim! Katanya kau asisten terpandai di negeri ini tetapi mencari e'ek kucing saja tidak bisa," ucap Sean yang masih menyiprati wajah sang asisten.
E'ek kucing? Batin Asisten Kim.
"Tunggu Tuan! Jadi anda sedari tadi menyuruh saya menyelami kolam renang setengah jam hanya untuk mencari kotoran kucing?"
"Iya. Kenapa?" ucap Sean melotot.
"Ayo bertengkar Tuan!" ucap Asisten Kim kesal.
"Sialan kau beraninya menantangku. Ayo kita bertengkar, aku tidak takut denganmu," ucap Sean sambil melompat ke kolam renang.
Sean memukuli Asisten Kim tanpa ampun sedangkan sang asisten juga melayangkan pukulannya. Pergulatan mereka sangat hebat sehingga wajah mereka mulai memar dan mengeluarkan darah. Mereka bertengkar seperti hidup dan mati karena masalah kotoran kucing.
"Akan kubunuh kau, Kim!"
"Aku akan membunuhmu duluan, Tuan"
Mereka saling adu jotos, mereka mengeluarkan jurus mereka masing-masing.
Tetapi semua itu hanyalah bayangan para pembaca 'Mendadak Menikah' saja.
Dan Sean dengan iseng mencubit p*ting susu Asisten Kim membuat lelaki itu berteriak kesakitan.
"Aaaaaarrrgggh. Sakit sekali Tuan"
"Buahahaha. Dasar cengeng!"
Asisten Kim meringis kesakitan, ia menatap tajam Sean lalu menggigit dadanya.
"Aaaah... aaaarggghhh... aaaaaarggghhh," teriak Sean.
Disisi lain Mauren yang sambil menggendong kucing oren dan Dokter Juna yang ternyata sedari tadi sudah datang hanya saling menatap heran melihat kedua pria aneh bertengkar di kolam renang.
Mata mereka terbelalak dan bibir mereka ternganga melihat kedua pria aneh itu saling menggigit bagian dada.
"Kau bisa tahan dengan dua pria mesum itu, Mauren?" tanya Dokter Juna heran.
Mauren hanya menggelengkan kepala dan masih menatap mereka bertengkar.
"Hey kalian! Masih pagi sudah mesum saja di kolam renang," teriak Dokter Juna.
Sean dan Asisten Kim berhenti bertengkar lalu mereka menatap tajam Dokter Juna.
Mereka kembali saling menatap dan tersenyum menyeringai.
Dokter Juna seakan tau maksud mereka segera mundur perlahan tetapi dengan cepat Sean dan Asisten Kim naik dari kolam renang lalu menarik Dokter Juna untuk masuk ke kolam renang.
Byuuuuur
"Hah! Aku ada meeting pagi ini. Sialan basah semua bajuku," ucap Dokter Juna melihat pakaian ala dokternya yang basah.
__ADS_1
Sean dan Asisten Kim dengan iseng menyiprati wajah Dokter Juna mereka tertawa bersama sedangkan Dokter Juna mulai kesal.
"Kalian kurang ajar dengan orang lebih tua dari kalian!"
"Ayo bertengkar Juna!" ucap Sean mengejek.
Mauren terheran-heran dengan pria bodoh yang kini bertengkar tidak penting sampai Sean tersadar jika tujuannya mencari emas itu.
"Oren. Kau tau kotoran kucing itu?"
"Oh sudah aku buang"
"Hutf... syukurlah. Kau buang dimana?" tanya Sean berusaha keluar dari kolam renang.
"Ku lempar dari gedung ini," jawab Mauren santai.
"Jiaaaah... sinting kau! Jika terkena orang dibawah bagaimana?"
"Hmmm... rezeki orang itu lah"
Sean menatap sinis Mauren yang kelewat bodoh tapi itu semua membuat Sean semakin menyukainya.
Ketiga pria itu mengambil handuk lalu mengeringkan tubuh mereka yang basah kuyup, sedangkan Mauren membuatkan kopi untuk mereka.
"Yang kau maksud kotoran itu apa dek Sean?" tanya Dokter Juna.
"Sialan kau! Jijik sekali kau panggil aku adek. Lihat ular kau menjiplak di celana! Mikirin apa kau?"
"Istrimu yang cantik"
"Bangs*t kau Juna! Ayo bertengkar!"
Asisten Kim hanya tersenyum melihat dua orang sinting itu melanjutkan pertengkaran mereka. Dia melirik Mauren yang membawakan kopi, Mauren sangat cantik walaupun saat tanpa make up.
"Minumlah dulu! Aku mau mandi, mau berangkat kerja," ucap Mauren.
"Tuan Sean. Saya pamit kembali ke apartemen saya dulu. Saya akan menyuruh orang untuk menguras kolam renang dan menyuruh mengurus kucing Nona Mauren," ucap Asisten Kim.
Sean menganggukan kepala lalu terduduk untuk menikmati sebelas kopi bersama Dokter Juna. Dia sebelumnya meminjami dokter itu baju miliknya, ia tidak tega jika temannya masuk angin.
"Untuk apa kau pagi-pagi datang kesini?" tanya Sean.
"Untuk memeriksa luka istrimu sepertinya bekasnya sudah memudar," jawab Dokter Juna sambil menyeruput kopinya.
"Alasan kau!"
"Oh ya Alana akan ulang tahun. Kau akan datang?"
"Tentu saja"
"Kau akan menikahinya?"
Sean terdiam dan termenung sedangkan Dokter Juna seolah menunggu jawabannya.
___________________________
Hai ini author.
jika gak pelit Vote, like dan komen maka aku akan keluarin 1 bab lagi malam ini. Tetapi jika memang sepi maka bab itu akan ku keluarin besok pagi/siang... dan berlaku untuk seterusnya.
kalian disini komen 1 kata doang gpp. dan komen sebanyak banyaknya.. karena itu bisa ningkatin lambang api yang berada di beranda saat kalian buka novel ini. perhitungannya yaitu jumlah view + like + komen maka jadilah angka pada yg kulingkari.
mohon dukungannya gaesss.
tamatnya novel ini tergantung pembaca ya.
__ADS_1
Jangan lupa VOTE GAESSSS