
PERINGATAN ! : Mengandung guyonan nyeleneh. Maaf jika tidak sopan dan kurang berkenan.
Sean mengambil pisau dapur lalu menyerahkannya kepada Asisten Kim. Tanpa berpikir panjang Asisten Kim memotong kue bercorak pink dengan gambar barbie diatasnya. Dokter Juna nampak menahan tawa karena menertawakan kue tersebut.
"Kau jadi cewek, Kim? Lihat kelaminmu masih utuh atau tidak?" ucap Dokter Juna mengejek.
"Semua gara-gara toko online sialan. Aku memesan kue coklat malah yang dikirimkan kue ini. Apalagi mendadak, huh... maaf ya Kak Kim," ucap Mauren.
"Tidak apa-apa, Nona. Seperti ini saja sudah membuat saya senang"
Asisten Kim memotong kue itu dengan hati-hati, setelah itu memberikan potongan pertama untuk Sean tetapi Sean menolak. Dokter Juna merebutnya lalu dengan cepat melahapnya.
"Kuenya tidak seburuk itu kok. Rasanya enak," ucap Dokter Juna.
Mauren lalu meminta potongan kue kepada Asisten Kim, Asisten Kim memberikan potongan besar untuk Mauren. Mauren melahapnya seperti anak kecil yang sedang kelaparan.
"Rakus sekali kau, Oren," ucap Sean.
Setelah itu Mauren memberikan hadiah kado untuk Asisten Kim. Dia yang membeli hadiahnya dan Sean yang membantu membungkusnya dengan sangat rapi.
"Ini hadiah untuk Kak Kim spesial dariku, bukanya nanti saja jika aku sudah keluar dari apartemen Kak Kim," ucap Mauren dengan wajah imutnya.
Sean memalingkan wajah karena cemburu. Asisten Kim yang mengetahui sang tuan cemburu segera mengembalikan hadiah ke Mauren.
"Terima saja, Kim! Sok sekali kau," ucap Sean ketus.
"Iya terima saja Kak Kim. Ini spesial buat Kak Kim," ucap Mauren.
Asisten Kim tersenyum, ia menerima kado itu dengan senang hati.
Setelah itu Asisten Kim menyuruh mereka duduk lalu memesankan makanan dan minuman.
"Hadiahku menyusul ya, Kim? Mau hadiah apa dariku? Rumah-rumahan barbie?" ucap Dokter Juna.
"Tidak perlu, Dok. Anda saja yang membeli rumah supaya tidak numpang disini terus," ejek Asisten Kim karena ingin balas dendam kepada Dokter Juna sedari tadi mengejeknya.
"Sialan kau! Tidak ikhlas kau menerimaku disini," jawab Dokter Juna.
Mauren lalu melerai mereka, ia melirik sang suami yang pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu.
Sean memandang Mauren, Mauren mengedipkan mata berkali-kali.
__ADS_1
"Kenapa kau?" tanya Sean.
"Oppa katanya mau memberi kado untuk Kak Kim?"
"Oh...," ucap Sean singkat sambil mengambil selembar tisu lalu memberikannya kepada Asisten Kim, "Selamat ulang tahun," ucap Sean dengan nada malas.
Dokter Juna tersenyum kecut melihat seorang presdir kaya raya hanya memberikan selembar tisu kepada sang asisten yang sudah mengabdi 11 tahun untuknya.
Asisten Kim menerimanya dengan senang hati, ia juga tidak meminta apa-apa dari sang tuan.
"Selembar tisu? Cih... Oppa pelit sekali"
"Aku tidak punya uang. Uangku ku tabung untuk masa depanku nanti," jawab Sean santai.
Pelit sekali Oppa ini. Batin Mauren.
Setelah itu makanan datang, mereka segera memakannya. Perasaan Asisten Kim sangat senang, walau pesta sangat sederhana tetapi ia bersyukur masih ada orang yang peduli dan sayang kepadanya walau ia tidak yakin jika hari ini adalah ulang tahunnya. Karena pihak panti asuhannya dulu memutuskan untuk menetapkan jika tanggal dirinya ditemukan saat bayi di depan gedung panti asuhan adalah tanggal ulang tahunnya.
"Oppa jika kita punya anak nanti jangan pelit-pelit dengan anak kita," ucap Mauren sambil mengunyah makanan.
"Tidak akan pelit. Jika mereka sekolah akan ku beri uang saku 5 ribu sehari. Sisanya bawa bekal dari rumah," jawab Sean.
"Itu namanya pelit, Oppa. 5 ribu dapat apa?"
Mauren mendengus kesal sedangkan Dokter Juna dan Asisten Kim menahan tawa.
Setelah mereka selesai makan. Sean dan Mauren kembali ke apartemennya.
Asisten Kim sangat berterima kasih kepada mereka yang ingat akan ulang tahunnya.
Setelah mereka keluar, Asisten Kim menutup pintu dan mendapati Dokter Juna yang sudah merebahkan diri di ranjang.
Asisten Kim teringat kado dari Mauren, ia segera membukanya.
Asisten Kim merobek kertas bercorak kartun upin-ipin itu dengan hati-hati.
Ternyata masih ada kertas lagi dengan motif princess disney, ia mengerutkan kening dan bergumam, "Aku pria matang 26 tahun diberi bungkus kado seperti anak kecil?"
Tetapi Asisten Kim membuang pikiran negatifnya lalu mulai merobek lapis kertas ketiga yang ternyata bercorak motif doraemon.
Asisten Kim mendengus, ia berpikir jika kertas lapis 4 selanjutnya adalah gambar kartun lagi tetapi dugaannya salah. Matanya terbelalak saat mengetahui kertas lapis 4 adalah gambar majalah dewasa yang menampilkan gadis seksi beserta bikini yang membalut tubuhnya.
__ADS_1
"Astaga aku tidak melihatnya, Tuhan," ucap Asisten Kim sambil menutup matanya.
Dokter Juna yang kepo lalu merebut kado itu, ia tertawa terbahak-bahak melihat sampul gadis dewasa nangkring di kado pemberian Mauren.
"Cepat lepaskan itu, Dokter. Saya tidak sanggup melihatnya," ucap Asisten Kim sambil menutup matanya.
"Gaya sekali kau, Kim. Kenapa? Si Joni terbangun?" tanya Dokter Juna.
"Jangan bawa-bawa si Joni, dokter! Biarkan dia tidur," ucap Asisten Kim tidak ingin sang ular terbangun.
"Hey Kim. Sini ku dongengkan sesuatu. Pada suatu hari, ada seseorang melihat gambar ini. Dia langsung menutup mata dan tidak mau melihatnya, dalam hati ia ingin menikmati gambar ini tetapi ia sangat malu dengan temannya. Lalu ia berkata dengan si Joni 'Wahai Joniku, kau jangan terbangun! Kau membuatku malu dengan dirimu yang tiba-tiba terbangun tanpa izinku' ucap pria itu dan si Joni menjawab 'Wahai kisanak, jangan khawatir! Tutup matamu lalu aku akan tertidur lagi itu semua untuk masa depan bangsa dan negara ini' ucap si Joni dan akhirnya mereka hidup bahagia. Tamat," jelas Dokter Juna dengan nada mendongeng.
Asisten Kim tertawa mendengar ucapan Dokter Juna yang nyeleneh. Dia membuka matanya lalu melihat kado itu dan segera merobek sampul dewasa tersebut.
"Kenapa kau robek, Kim? Kau bisa menempelkannya di kamar mandi untuk menyenangkan si Joni dan jangan lupa bilang 'aah... aah... aah... Maurenku' hahahaha," ucap Dokter Juna nyeleneh.
"Saya tidak seperti itu, Dokter. Huh... Dokter Juna membuatku kesal saja, berarti anda sering membayangkan begitu dengan Nona Mauren?" tanya Asisten Kim.
"Sedikit. Dia tipeku sekali. Jika aku belum nikah sudah ku embat itu Mauren. Hahaha"
"Akan ku laporkan anda kepada Tuan Sean," ucap Asisten Kim kesal.
"Hoi... aku hanya bercanda. Baper sekali dirimu"
Asisten Kim berdecih, ia segera membuka kotak itu tetapi matanya terbelalak ketika tahu isinya adalah celana dalam laki-laki beserta pembalut wanita. Asisten Kim dan Dokter Juna hanya saling memandang.
Asisten Kim lalu membaca kertas yang berada didalam kotak.
Hbd Kak Kim.
Semoga panjang umur sehat selalu.
Aku memberikan hadiah spesial untukmu. Jangan lupa di pakai di tangan ya! Lalu pamerin ke orang lain yang lewat di depan Kak Kim. Aku sayang Kak Kim sebagai teman. Love you.
Dokter Juna tertawa terbahak-bahak membaca surat itu. Asisten Kim hanya terdiam. Celana dalam disuruh dipakai di tangan? Lalu memamerkannya kepada setiap orang yang lewat?
"Cepat gantungkan di tangan, Kim! Pamerkan ke semua orang bahwa itu pemberian Mauren, buahahahaha," ucap Dokter Juna tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.
Sedangkan di apartemen Sean.
Mauren melihat benda tak asing di mejanya. Dia mendekatinya lalu terkejut melihat sebuah jam tangan mewah tergeletak di sana.
__ADS_1
"Ini 'kan kado untuk Kak Kim? Terus yang di bungkuskan Oppa itu isinya apa?" gumam Mauren sambil melirik suaminya yang pura-pura tidur.