Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 75 : Pertemuan denganmu 4


__ADS_3

Hari ini Sean melajukan motornya menuju ke dealer motor. Dia ingin membeli sebuah motor matic yang sama dengan milik Mauren yang dirusaknya saat itu.


Para karyawan dealer menunduk hormat saat mengetahui Arsean William mendatangi tempat kerjanya.


"Selamat pagi Tuan, ada yang bisa kami bantu?"


"Aku ingin membeli motor yang seperti ini," ucap Sean sambil menyodorkan ponsel yang berisi gambar motor yang diambilnya dari internet.


"Tapi mohon maaf Tuan, perusahaan kami sudah tidak memproduksi motor itu, tetapi kami mempunyai motor yang sama seperti itu dengan kualitas dan permorfanya jauh lebih baik"


"Bolehkah aku melihatnya?"


Pegawai itu menunjukan motor tersebut, setelah Sean melihatnya, ia segera membeli motor itu.


Sean menyuruh mengirim motor itu ke tempat kos Mauren.


Sean sangat menyukai Mauren hingga sifatnya yang dingin dan cuek kini mulai meleleh.


5 jam kemudian


Sepulang dari sekolah Mauren dikejutkan dengan motor baru yang dikirimkan oleh dealer menggunakan atas namanya. Dia bingung padahal ia tidak merasa membeli motor itu.


"Katanya motor itu dari orang yang menabrakmu waktu itu," ucap Ibu Kos.


"Benarkah? Apakah tidak ada surat yang dititipkan untukku?"


"Tidak ada. Bahkan yang mengirimkan motor ini hanya mas-mas dealer"


Mauren kebingungan, jika memang benar orang itu yang mengirim motor ini maka Mauren harus berterima kasih karena telah mengganti motornya yang rusak.


Siapa ya orang itu? Aku tidak mengingat wajahnya dengan baik.


Orang kaya di kota ini 'kan banyak, masak aku harus kutelusuri satu persatu.


Mauren menghela nafas lalu memasukan motornya ke garasi tetapi ponselnya berdering menerima sebuah telepon nomor yang tidak di kenal.


"Hallo?" ucap Mauren.


"Kau sudah menerima motornya? Aku meminta maaf karena waktu itu aku malah kabur," ucap pria misterius itu.


"Jadi kau yang waktu itu?"


"Benar. Aku meminta maaf"


Mauren belum menjawab ucapan dari pria itu tetapi telpon itu sudah ditutup dan tidak bisa dihubungi lagi membuat Mauren semakin kebingungan.


Aku tidak bisa menerima motor ini.


Aku harus mengembalikannya.


Tetapi tiba-tiba ponselnya berdering lagi yang ternyata dari ibunya. Beliau mengabarkan jika bapak Mauren dilarikan ke rumah sakit dan harus segera di operasi pengangkatan batu ginjal.


Dan saat itu juga Mauren pulang ke kota asalnya menggunakan motor baru itu.


Sesampainya dirumah sakit.


Mauren melihat ibunya tengah berdiri kebingungan menunggu Mauren didepan rumah sakit.


Ibunya terkejut saat Mauren berjalan pincang dan kakinya bengkak.


"Kenapa dengan kaki mu Mauren?"

__ADS_1


"Hanya terjatuh, Mak. Tapi bapak bagaimana?"


"Jatuh dimana? Bapak sedang dirawat oleh dokter, tapi ibu bingung, ibu tidak punya biaya untuk operasi bapakmu. Bagaimana jika motormu dijual dulu Nak? Untuk biaya operasi bapakmu"


Mauren terkejut mendengar ucapan sang ibu. Ibunya tidak tau jika motornya masih baru dan beliau juga tidak tau jika motor miliknya telah remuk karena menabrak sebuah mobil.


"Apa tidak ada uang sama sekali, Mak? Itu kan satu-satunya motor kita. Bagaimana jika jual mobil pick up bapak?"


Plaaaak


Sang Ibu memukul bahu Mauren, gadis itu terkejut lalu mengusap bahunya.


"Pikiranmu bagaimana sih Mauren? Mobil pick up 'kan untuk berjualan di pasar, kok malah mau di jual"


Mauren kebingungan, pasalnya ia ingin mengembalikan motor barunya ke pria kaya itu.


Mauren menghela nafas panjang dengan terpaksa memutuskan menjual motornya pada hari itu juga karena alasan kepepet untuk biaya operasi bapaknya.


Seminggu kemudian.


^^^Sean^^^


^^^Mauren? Kau baik-baik saja.^^^


^^^Kenapa kau tidak membalas pesanku lagi?^^^


Mauren


Maaf Jason. Sepertinya kita tidak bisa berteman lagi.


Pacarku marah kepadaku karena kau selalu mengirim pesan padaku.


Maaf. Ini pesan terakhir dariku.


Sean berusaha menghubunginya berulang kali tetapi tidak ada balasan.


Sean begitu frustasi sehingga ia memilih vakum selama sebulan dan tidak memilih berangkat bekerja.


Mamanya sangat khawatir hingga memanggil seorang psikiater untuk Sean karena sifat anaknya menjadi agresif dan pemarah bahkan ia berusaha melukai dirinya sendiri.


Bahkan seorang direktur sepertiku bisa ditolak oleh gadis SMA.


Pacarnya seperti apa hingga ia berani mencampakkanku?


Tapi dia tidak tau jika aku seorang direktur, dia mengenalku sebagai Jason.


Aaaaarrggghh... Semua ini membuatku gila. Aku sudah tidak punya harapan lagi untuk memilikinya.


Cinta pertama Sean kandas saat itu juga, ia berusaha melupakan Mauren.


Tetapi semakin ia berusaha melupakan Mauren semakin rasa cintanya sangat besar.


2 tahun kemudian.


Sean sudah melupakan kisah cintanya yang pahit.


Dia tidak ingin berlarut dalam kesedihan. Toh itu sudah terjadi 2 tahun yang lalu dan sampai saat ini ia trauma untuk jatuh cinta.


Selama itu juga Mauren hilang bagai ditelan bumi, ia tidak pernah ikut bersama Valto dalam kumpulan klub motor milik Sean.


Sean juga sudah tidak memperdulikan gadis itu lagi.

__ADS_1


Tapi ketika berada dirumah Valto.


Sean dikejutkan dengan kedatangan Mauren, gadis itu kini bertambah tinggi, cantik dan masih berponi. Dia sangat cantik seperti boneka barbie, kali ini Mauren sudah lulus sekolah dan terlihat semakin dewasa membuat Sean tidak mengalihkan pandangannya kepada Mauren.


"Andy? Valto dimana?" tanya Mauren.


"Kok kau baru kelihatan lagi?"


"Iya nih, aku sibuk terus," ucap Mauren sambil melepas sepatunya.


Tiba-tiba Valto datang lalu memencet hidung Mauren, " Sombong ya tidak pernah kesini lagi"


"Aaaww... Lepaskan Val!"


Valto melepaskan cubitannya lalu memeluk Mauren dan menepuk punggungnya. Valto tau jika kini Mauren sedang bersedih karena tau jika Reza telah berselingkuh dengan gadis lain tetapi Mauren hanya diam dan memilih waktu yang tepat untuk memutuskan Reza.


"Turut berduka cita atas pacarmu yang brengsek itu," bisik Valto sambil menepuk punggung Mauren.


Gadis itu tersenyum kecut, ia sudah tidak memikirkan Reza lagi. Bahkan sekarang ini ia sudah menemukan pengganti Reza walaupun orang itu belum menyatakan cintanya.


Sedangkan Sean memalingkan wajah, ia tidak mau memandang lama wajah Mauren lagi, ia tidak ingin membangunkan rasa rindunya dengan gadis itu.


Sudah cukup ia mengharapkan cinta yang tidak pasti, ia tidak ingin tersakiti lagi.


***


"Koko?" ucap Mauren.


Dia lalu masuk kedalam mobil mewah itu, ia melihat jika pria itu masih mengenakan jas hitamnya.


"Koko baru pulang kerja? Apa tidak capek?"


"Capekku akan hilang jika bertemu denganmu Mauren"


Mauren tersenyum kecut mendengarnya, ia lalu segera memasang sabuk pengaman dan pria berwajah oriental itu melajukan mobilnya.


Mauren sudah mengenalnya sejak 2 tahun yang lalu, pria yang diketahuinya bekerja sebagai seorang Asisten di perusahaan terkenal membuat Mauren cukup takjub dengan pria itu.


Tetapi mereka hanya teman dan tidak lebih. Tapi akhir-akhir ini mereka semakin dekat setelah Mauren mengetahui jika Reza menyelingkuhinya.


"Kau mau memutuskan pacarmu kapan?"


"Saat pesta pernikahannya dan aku akan menyumbangkan lagu untuknya"


"Dramatis sekali, terus bagaimana dengan Daren?" goda pria itu.


"Kami tidak punya hubungan apa-apa?"


"Sungguh? Tapi baru kemarin kau menemuinya?"


"Kami hanya teman"


*Kau laki-laki tidak peka Koko Kim?


Reza dan Daren tidak berarti bagiku.


Ku pikir kau memang tidak menyukaiku.


Setelah tersakiti oleh Reza kini aku harus tersakiti denganmu.


*****

__ADS_1


ceritanya masih panjang dimohon bersabar* ....


__ADS_2