Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 120 : Asisten Kim


__ADS_3




Biar ngehalunya lancar


"Jangan membuat saya kesal kepada anda, Nona Sera! Anda pura-pura bodoh atau memang bodoh?"


"Kenapa Asisten Kim marah? Aku 'kan cuma... cuma..."


"Cuma apa? Jangan bersikap bodoh, Nona Sera! Anda ini seorang perempuan tidak boleh asal cium ke laki-laki"


Sera terdiam. Dia mundur perlahan sambil menatap Asisten Kim yang sangat marah. Sera langsung berlari menuju ruangan Sean sambil menangis.


Sean dan Mauren terkejut lalu mengusap air mata Sera.


"Ada apa, Sera?" tanya Sean.


"Asisten Kim memarahiku," jawab Sera sambil menangis.


Tiba-tiba Asisten Kim masuk ke ruangan Sean, ia sudah menduga jika Sera akan mengadu kepada sang tuan.


"Ada apa, Kim?"


"Asisten Kim mau menciumku tetapi aku menolaknya dan dia malah memarahiku," jelas Sera berbohong.


Asisten Kim terkejut dengan pengakuan Sera, dia tidak menyangka jika sifat Sera selalu mengadu domba dengan sang tuan. Sean menghela nafas, ia menjewer telinga Sera. Dia memang tidak pernah percaya dengan ucapan Sera.


"Lepaskan Kak! Aduh sakit..."


"Siapa yang mengajarimu berkata bohong, Sera? Aku percaya jika Kim tidak akan melakukan itu," ucap Sean.


Mauren menyuruh Sean melepas jewerannya dan lalu memeluk Sera yang nampak kesakitan.


Sean lalu menyuruh Sera keluar, ia tidak ingin di ganggu sedang berduaan dengan Mauren.


Dengan langkah malas, Sera lalu keluar dari ruangan Sean dan tanpa rasa berdosa ia duduk di depan meja kantor Asisten Kim.


Asisten Kim menatap Sera dengan jengah, ia lalu mengambil berkas magang milik Sera dan menyerahkannya kepada Sera.


"Ambil ini! Mulai sekarang anda ikut bersama Pak Iwan saja," ucap Asisten Kim sambil menyodorkannya kepada Sera.


Sera terdiam, ia tidak menggubris ucapan Asisten Kim. Dia menyandarkan kepalanya di meja lalu memainkan bolpoin miliknya.


"Anda tidak dengar, Nona Sera?"


"Aku mau disini saja"


"Jika ingin disini tolong ikuti aturan saya! Anda sangat keterlaluan, anda selalu berbicara yang tidak-tidak kepada Tuan Sean. Sifat anda juga kekanakan"


Sera mendongakan kepalanya menatap Asisten Kim yang marah. Baru pertama kali ini Asisten Kim memarahinya.

__ADS_1


"Asisten Kim tidak suka aku berada disini?" tanya Sera.


"Iya, anda sangat menyebalkan"


Sera langsung berdiri dan menatap tajam Asisten Kim. Dia mengambil berkas magangnya lalu berjalan kearah pintu tetapi langkahnya langsung terhenti dan membalikan badannya.


"Aku sekarang tahu alasan perempuan enggan mendekati Asisten Kim, Asisten Kim selalu dingin memperlakukan perempuan," ucap Sera.


"Anda tidak terlalu mengenal saya jadi tolong jangan menilai saya seperti itu"


"Amit-amit punya pacar seperti Asisten Kim," ejek Sera.


"Saya juga tidak mau mempunyai pacar kekanakan seperti anda," jawab Asisten Kim dengan wajah datar.


Sera berdecih, ia lalu keluar dari ruangan itu. Dia sangat kesal dengan pria yang selalu bersikap baik kepadanya tetapi kini berubah menjadi sangat dingin kepadanya.


Kupikir Asisten Kim mempunyai kepribadian ganda. Kadang baik dan kadang dingin.


Cih! Perempuan mana yang akan betah dekat dengannya. Bahkan sekarang ini pun aku sudah malas dengan pria aneh itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari.


Mauren diam-diam menemui Arkan tanpa sepengetahuan Sean. Dia memang tidak izin kepada Sean karena yakin jika izin tidak akan diperbolehkan Sean.


Mauren memasuki cafe remang-remang itu, terdengar musik klasik menemani makan malam mereka.


Kali ini Arkan memesankan menu yang termahal untuk sang kakak ipar, ia juga senang ketika melihat Mauren makan dengan lahap.


"Pastinya marah, maka dari itu cepat habiskan makanannya!"


Arkan menganggukan kepala, ia melanjutkan makannya.


"Kau bilang kau itu adik tirinya Oppaku? Kok bisa?"


Arkan tersenyum, ia menjelaskan dari awal ketika Papa mereka menjalin hubungan dengan seorang pembantu yaitu Ibu Arkan. Entah setan mana yang merasuki Papa mereka membuat kehilangan kendali lalu memperkosa Ibu Arkan dan lalu lahirlah Arkan.


Keluarga Adinata mengutuk perbuatan Papa mereka dan saat itu juga Kakek Askar mengusir Papa dari keluarga Adinata.


Mama Sean sangat syok, pria yang terkenal pendiam dan pandai malah melakukan hal bejat itu. Mama Sean berusaha memaafkan suaminya tetapi Kakek Askar sudah tidak ada toleransi lagi kepada pria tidak tau diri itu.


Mauren sangat terkejut, ia menduga jika Arkan masih dalam keluarga Adinata.


Tetapi kenapa Sean dan keluarganya tidak menganggap kehadiran Arkan?


"Tolong bantu aku untuk dekat dengan Bang Sean! Ku pikir hanya kaulah yang bisa mendekatkanku dengan Abangku," pinta Arkan memelas.


"Tunggu dulu! Tapi yang jadi pertanyaanku kenapa Oppaku sangat membencimu?"


"Dia selalu menyebutku anak haram,


ku pikir dia membenciku karena aku sudah merebut kebahagiaannya setelah aku lahir karena perselingkuhan Papa"

__ADS_1


Mauren menggenggam tangan Arkan, dia tahu kesedihan Arkan. Arkan tidak salah, Arkan hanya korban.


Arkan menatap wajah Mauren, ia sangat beruntung bertemu dengan Mauren karena yakin jika gadis itu bisa mendekatkannya dengan kakaknya.


"Setelah ini aku akan membujuk Oppa. Aku akan meyakinkan Oppa jika kau tidak bersalah. Oppa sebenarnya sangat baik dan selalu mendengar setiap ucapanku," ucap Mauren.


"Terima kasih kakak ipar, aku beruntung bisa bertemu denganmu"


"Jangan panggil aku kakak ipar! Panggil namaku saja!"


***


Disisi lain setelah Asisten Kim mengantar sang tuan untuk pulang. Dia bergegas menemui pacar barunya yang di kenalkan oleh Dokter Juna.


Asisten Kim menjemputnya di depan rumahnya yang terletak di perumahan elit.


Pacar barunya adalah seorang mahasiswi kedokteran yang sebentar lagi akan wisuda.


"Lili?" ucap Asisten Kim turun dari mobilnya.


"Sayang," ucap gadis berambut pendek itu.


Mereka seumuran dan baru mengenal beberapa hari yang lalu tetapi dengan mantap Asisten Kim mengajaknya berpacaran karena ia yakin Lili adalah orang baik.


Lili langsung memeluknya karena begitu rindu dengan pria itu setelah 2 hari tidak bertemu.


"Sayang aku lapar," ucap Lili.


Asisten Kim melepaskan pelukannya, ia lalu mengajak Lili makan direstoran tetapi Lili menolak, ia malah mengajak Asisten Kim makan di pinggir jalan.


Mereka segera masuk mobil lalu Lili mengarahkan tempat makan langganannya yang berada di pinggir jalan.


"Kenapa tidak makan di restoran saja?" tanya Asisten Kim sambil menyetir mobil.


"Aku mau mengajakmu ke pecinan. Disana banyak yang menjual makanan Cina, kau pasti sangat rindu dengan makanan Cina?" tanya Lili.


Lili termasuk keturunan Cina yang menetap di negara itu. Wajahnya masih oriental dengan mata sipit dan kulit sangat putih dan itu yang membuat Asisten Kim menyukai Lili. Lili juga masih fasih berbahasa Cina karena sedari kecil di keluarga Lili memang mengajarkan berbahasa Cina.


"Oh ya sayang? Kapan kau akan ke Cina? Jika akan kesana aku mau ikut, aku belum pernah kesana," ucap Lili.


"Untuk waktu dekat ini aku belum berpikir untuk kesana karena aku masih sibuk bekerja," jawab Asisten Kim.


Lili menganggukan kepala dan tersenyum. Dia begitu beruntung karena bisa berkencan dengan pria yang sangat terkenal itu dinegara ini.


Saat di lampu merah, tiba-tiba Lili mendekati Asisten Kim, ia langsung mencium bibir Asisten Kim.


Asisten Kim membalas ciuman panas itu, ia menggigit mesra bibir gadis cantik itu. Lidah mereka saling beradu dan saling menikmati setiap pertengkaran dari lidah mereka.


Tin... tin...


Terdengar klakson mobil dari arah belakang. Lili langsung melepas ciumannya dan duduk di bangkunya dengan wajah sedikit malu karena mengawali ciuman pertama mereka.


"Kau pasti berpikir jika aku agresif," ucap Lili.

__ADS_1


"Tidak. Kau kekasihku jadi wajar saja jika kau menciumku"


Lili tersipu malu, jantungnya berdebar hebat karena memang itu adalah ciuman pertamanya dengan seorang laki-laki. Dia selama ini tidak pernah berpacaran sebelumnya karena takut dimarahi Ayahnya. Tapi kali ini ia sangat yakin jika sang Ayah tidak akan marah jika tahu ia berpacaran dengan orang sesama Cina apalagi orang itu sekelas Asisten Kim. Pria tajir, tampan, pandai dan mempunyai segalanya.


__ADS_2