
"Oh ya Alana akan ulang tahun. Kau akan datang?"
"Tentu saja"
"Kau akan menikahinya?"
Sean terdiam dan termenung sedangkan Dokter Juna seolah menunggu jawabannya.
Sean tersenyum lalu menjelaskan tidak akan pernah menikahi temannya sendiri. Dia juga sudah mempunyai istri apalagi ia sangat mencintai istrinya.
"Walaupun aku orang terkaya dan tertampan di negeri ini aku tidak akan melakukan poligami. Aku sudah merencanakan akan membongkar hubunganku dengan Mauren ke publik. Tetapi sebelumnya aku harus memecat Mauren terlebih dahulu dari perusahaanku," jelas Sean.
"Tidak mau," ucap Mauren yang sudah mengenakan seragam kerja, "Oppa jahat sekali jika memecatku," sambung Mauren.
Sean berdecak ia memandangi Mauren yang sudah rapi dan siap berangkat bekerja sambil menggendong kucingnya. Dia melirik pakaian Mauren yang semakin hari semakin seksi membuatnya ingin marah. Setelah itu Mauren berpamitan kepada Sean lalu mencium tangan suaminya membuat Sean terkejut karena baru pertama kali Mauren mencium tangannya saat akan berangkat bekerja.
"Oren. Kau harus ku periksa dulu sama abang. Sini biar ku lihat lukamu!" goda Dokter Juna.
"Sialan kau Juna! Jangan memanggil dia Oren!" ucap Sean sambil memukul bahu dokter genit itu.
"Tidak perlu Dokter. Sudah sembuh kok, Oppa sayang, dedek mau berangkat kerja dulu ya"
Mauren berjalan keluar apartemen lalu langsung menuju apartemen milik Asisten Kim untuk memberikan kucing itu kepadanya.
Asisten Kim sebelumnya mengatakan bahwa kucing itu akan dijaga oleh orang suruhannya selama Mauren bekerja.
Tok... tok.. tok..
Ceklek.
"Ada apa Nona?"
"Ini kucingku. Jangan lupa suruh orang itu untuk menjaganya dengan baik!"
"Baik Nona"
Mauren sedikit mengintip apartemen milik Asisten Kim. Dia langsung masuk tanpa permisi membuat Asisten Kim risih dan tidak suka.
Mauren cukup kagum dengan asiten suaminya itu, kamarnya sangat bersih, rapi dan wangi.
"Bisakah anda keluar, Nona?"
Mauren tidak menggubris ucapan Asisten Kim, ia asyik memandangi foto Sean dan Asisten Kim saat remaja. Mauren tersenyum ketika tau sang suami sudah tampan sedari dulu. Tetapi tiba-tiba ia terkejut saat kucing orennya berlarian di apartemen mewah itu.
"Tangkap dia Kak Kim!" ucap Mauren sambil berlari mengejar kucing nakal itu.
Mereka berlari kesana kemari mengacak seluruh isi kamar. Sedangkan kucing itu malah naik ke ranjang Asisten Kim.
Mauren yang berlari kencang tidak sengaja menabrak Asisten Kim membuat mereka terpental di ranjang.
Tubuh Mauren menindih badan Asisten Kim dan posisi mereka sangat aneh dengan bibir yang saling bertabrakan seperti berciuman.
DEG
DEG
DEG
Jantung Asisten Kim berdetak dengan kencang saat tidak sengaja berciuman dengan Mauren sedangkan gadis itu sudah berdiri seolah tidak terjadi apa-apa lalu mengejar kucing nakal itu.
Asisten Kim terduduk di ranjang, ia masih syok dengan kejadian tadi. Dia menyentuh bibirnya dan itulah ciuman pertamanya.
Ciuman pertama dengan istri sang tuan dan beruntungnya Sean tidak tahu jika iya maka Asisten Kim akan dibunuh saat itu juga.
Asisten Kim berusaha berdiri, ia menarik tubuh Mauren lalu mereka saling berpandangan. Mauren masih kebingungan dengan sikap Asisten Kim yang berbeda.
Asisten Kim mencoba mendekatkan wajahnya lalu dengan ragu-ragu menggigit bibir Mauren.
DEG
DEG
__ADS_1
DEG
Mauren masih kebingungan, ia mencoba mendorong tubuh Asisten Kim tetapi pria itu malah memasukkan lidah ke mulut Mauren.
Mereka melakukan ciuman itu hanya
sebentar karena Asisten Kim tersadar jika ia telah melakukan kesalahan besar.
"Ma.. maaf Nona. Saya tidak sadar melakukan itu," ucap Asisten Kim panik.
Mauren mundur perlahan, ia kecewa apa yang dilakukan Asisten Kim.
Tetapi tiba-tiba Asisten Kim bersujud di kakinya memohon ampunan dan meminta supaya tidak mengadukan ke Sean.
Saat seperti itu tiba-tiba pintu apartemen terbuka yang ternyata adalah Sean dan Dokter Juna.
Sean mengernyitkan dahi melihat sang asisten bersujud dibawah kaki Mauren.
"Ada apa Oren?" tanya Sean.
Mendengar suara sang tuan, Asisten Kim berdiri dengan raut ketakutan.
"Tidak apa-apa, Oppa. Asisten Kim tidak sengaja menjatuhkan Cimol saat berada di gendongannya. Cimol... mari sini sayang!" ucap Mauren berbohong sambil mendekati kucing itu lalu menggendongnya.
"Hahahaha... bagus Kim. Lain kali jatuh kan kucing sialan itu dari gedung atas," ucap Sean sambil menepuk bahu Asisten Kim.
"Oppa jahat sekali," jawab Mauren sambil berjalan ke arah pintu.
Asisten Kim masih terdiam, ia menghela nafas lega karena Mauren tidak memberitahukan ke Sean. Sepertinya ia akan berterima kasih dengan Mauren tetapi jika dia tidak marah kepada Asisten Kim.
________________________________________
Di kantor.
Hari ini Asisten Kim tidak konsentrasi bekerja. Dia masih memikirkan ciumannya tadi, hanya wajah Mauren yang terlintas dipikirannya.
Bodoh kau Kim! Kenapa kau mencari masalah? Bodoh! Bodoh!. umpat Asisten Kim di dalam hati.
Ceklek...
Mauren menunjukan wajah yang ceria seperti biasanya.
"Oppaku ada di dalam?"
Asisten Kim menganggukkan kelapa lalu memalingkan muka karena masih malu dengan kejadian tadi.
Mauren lalu berjalan ke arah pintu yang menghubungkan langsung dengan ruangan Sean.
"Tunggu Nona. Soal ciuman tadi..."
"Tidak usah di pikirkan! Itu cuman kecelakaan. Dan kau tidak sengaja 'kan?" jawab Mauren santai.
"Benar, Nona. Saya tidak sengaja"
Mauren tersenyum lalu berjalan ke arah ruangan Sean. Dia tidak mau memikirkan ciuman tadi. Toh, Asisten Kim tidak sengaja.
Setelah masuk ke ruangan Sean, ia mengunci pintu lalu berlari ke arah Sean yang masih menatap layar laptop lalu dengan cepat mencium bibirnya.
Sean sangat terkejut tetapi ia tidak menolak ciuman itu. Lidah mereka saling bermain membuat mereka lupa diri.
Beberapa menit kemudian.
Mauren melepaskan ciuman itu, Sean tersenyum kepadanya.
"Mau minta apa kau? Bilang saja tidak usah merayuku," ucap Sean tersenyum.
"Aku sangat mencintai Oppa," ucap Mauren sambil menitikkan air mata.
"Hey... Kenapa kau menangis? Ada apa sayang?' ucap Sean sambil mengelus pipi Mauren.
"Hiks... hiks... hiks Bagaimana aku tidak menangis? Hiks... Oppa menginjak kaki ku, hiks..."
__ADS_1
Sean terkejut lalu tertawa ketika ia tidak sengaja menginjak kaki Mauren. Lalu Sean menarik tangan Mauren menuju ke kamar rahasianya. Sang ular telah terlanjur terbangun dan harus di tidurkan lagi.
"Semalam kau malah tidur dan sekarang aku meminta jatahku hari ini," ucap Sean sambil membuka kancing seragam Mauren.
**
Di ruangan Asisten Kim.
Setelah mendapat telpon dari seseorang Asisten Kim langsung menuju ke bandara untuk menjemput orang itu.
Dia keluar dari ruangannya lalu segera menuju ke mobil pribadinya yang selalu ia tinggal di kantor. Dia tidak mungkin menggunakan mobil Sean jika menyangkut urusan pribadi.
Untuk sampai ke bandara hanya membutuhkan waktu setengah jam.
Setelah sampai ia lalu masuk dengan semangat dan menunggu orang yang akan ia jemput.
"Kak Fai...," ucap seseorang cantik berwajah oriental yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Asisten Kim berusaha melepaskan pelukan itu.
"Jia... aku merindukanmu," ucap Asisten Kim.
"Kak Fai, aku juga merindukanmu. Tetapi tunggu dulu! Aku lapar, Kak Fai"
Asisten Kim tersenyum, ia lalu membawakan koper milik gadis cantik dan putih itu.
Namanya adalah Jia li, seorang model terkenal berasal dari negeri tirai bambu.
Dia masih bisa berbahasa Indonesia karena sang ibu adalah orang Indonesia tetapi Jia lebih memilih ikut bersama ayahnya ke Cina setelah orang tuanya bercerai.
Mereka memasuki mobil dan Asisten Kim melajukan mobilnya ke restoran.
Dalam perjalanan, ia sedari tadi melirik pakaian Jia yang kelewat seksi.
"Jia. Bisakah kau ganti pakaianmu?"
"Kenapa? Kau suka 'kan?" jawab Jia sambil mengelus paha Asisten Kim.
"Suka? Aku malah risih, Jia"
"Aih... Kak Fai masih sama seperti dulu. Sok jual mahal," ucap Jia sambil bersedekap.
Asisten Kim hanya menggeleng-gelengkan kepala. Dia masih melihat sifat gadis itu sama seperti dulu.
Beberapa menit kemudian mereka sampai ke sebuah restoran mewah.
Mereka segera masuk lalu memesan makanan.
Sambil menunggu sesekali Jia memainkan ponselnya tetapi ia dikejutkan saat Asisten Kim menyodorkan kotak perhiasan.
"Apa ini Kak Fai?" tanya Jia terkejut.
Asisten Kim membuka kotak itu membuat Jia ternganga. Dia tau jika itu kalung mahal.
Asisten Kim tersenyum lalu segera memakaikan kalung itu di leher Jia.
"Aah... Terima kasih Kak Fai"
"Kau sangat cantik jika menggunakan kalung itu," ucap Asisten Kim.
"Aku mencintaimu Kak Fai"
Asisten Kim terdiam lalu melamun, ia menghela nafas lalu tersenyum kepada gadis cantik itu. Gadis yang di kenalnya sudah 5 tahun ini dan gadis itu cepat-cepat menyuruh pria 25 tahun itu segera menikahinya.
"Jia. Aku...."
*****
Hallo ini author.
jangan lupa like, komen, vote dan rate 5 pada novel ini..
__ADS_1
Komen dan vote sebanyak banyaknya yaa...
yang ingin masuk grup chat silahkan tinggal tekan tulisan "Ayo chat dengan author"