
Malam hari.
Sean menghela nafas panjang, ia sudah memakai jas rapi dengan rambutnya yang disisir sedemikian rupa.
Dia sudah siap untuk datang ke pesta Alana tetapi melihat keadaan Mauren yang sekarang membuatnya bingung untuk datang ke pesta itu atau tidak.
Sean melihat Mauren yang tengah memakan mie rebus ekstra pedas diatas ranjangnya.
Wajahnya masih pucat dan tidak bertenaga membuat Sean tidak tega meninggalkannya.
"Oren. Ayo ke rumah sakit! Aku tidak tega melihat kau sakit seperti ini," ucap Sean sambil mendekati Mauren.
Mauren hanya menggelengkan kepala sambil menikmati mie pedasnya.
Mauren tidak mau menatap sang suami yang kelewat tampan, itu membuatnya tambah sakit hati karena ia harus menerima fakta jika ketampanan sang suami harus dibagi dengan wanita lain.
Suara bel berbunyi, Sean segera membukakan pintu yang ternyata telah berdiri Asisten Kim yang tak kalah tampan dengan Sean.
Sean menyuruhnya masuk lalu mereka mengobrol di sofa.
"Sepertinya aku tidak bisa datang, Kim. Aku tidak tega meninggalkan Mauren yang seperti itu. Lihatlah dia seperti tidak mempunyai semangat!" ucap Sean.
"Baik Tuan. Tetapi kenapa Nona Mauren terlihat sedih?"
"Kau tanya aku terus aku tanya siapa?" jawab Sean marah.
Mendengar percakapan mereka, Mauren segera meletakan mie rebusnya yang ia langsung makan dari panci.
Dia berjalan menuju Sean lalu merapikan dasi suaminya itu.
"Pesta itu hari bahagia Alana. Jika Oppa tidak datang pasti dia sedih. Jangan pikirkan aku! Setelah ini aku meminum obat lalu tidur dan nikmatilah pesta mu, Oppa"
Sean berdecak, dia sungguh tidak tega meninggalkan Mauren yang sedang sakit.
Sean lalu memeluk Mauren dan berat hati ia harus meninggalkan Mauren sendirian malam ini.
Sean dan Asisten Kim segera berangkat ke rumah Alana.
Sebelum berangkat, Sean mengecup bibir Mauren.
"I love you, Oren"
"Love you too, Oppa"
Asisten Kim memalingkan wajah, entah kenapa hatinya terasa sakit melihat keromantisan pasangan itu.
Ya Tuhan. Tolong hilangkan perasaan ini kepada gadis itu. Sekarang dia sudah menjadi milik Tuan Sean. Aku sudah tidak mempunyai kesempatan lagi untuk memilikinya.
Ini memang salahku yang selalu menunda perasaanku dan terlambat menyadarinya.
"Kim?"
"Iya Tuan," jawab Asisten Kim terkejut.
"Ayo berangkat!"
"Baik Tuan"
Mereka telah berangkat lalu Mauren segera menutup pintu dan berlari mencari tas punggungnya. Dia memasukkan beberapa baju ke dalam tasnya.
Tak terasa air matanya menetes dan ia menangis terisak.
Aku tidak mau di madu. Aku harus pergi dari sini. Aku tidak bisa melihat Oppa menikah lagi dengan gadis lain.
__ADS_1
Di dalam mobil.
Asisten Kim masih tidak enak dengan kejadian tadi di ruang fotocopy bersama Mauren. Tetapi anehnya Sean sedari tadi tidak menanyakan dan nampak biasa saja dengan laporan Pak Edy.
"Tuan. Untuk masalah di ruang fotocopy tadi..."
"Kenapa? Aku percaya padamu Kim. Tidak mungkin kau mengkhianatiku," jawab Sean santai.
Asisten Kim merasa sedih karena secara tidak langsung ia sudah mengkhianati Sean.
Dia sudah pernah memeluk bahkan mencium Mauren. Dia merasa menyesal dan menyalahkan cinta karena membuatnya menjadi kehilangan akal sehat.
Setengah jam kemudian.
Sean dan Asisten Kim sudah sampai di rumah Alana yang megah. Dia sedikit heran karena ia melihat ada beberapa wartawan yang meliput.
Nampak orang-orang penting juga datang di pesta ulang tahun Alana.
Sean menjadi pusat perhatian, kamera terus menyoroti dirinya. Gadis-gadis cantik terlihat asyik menatap ketampanannya yang mempesona.
"Sean!" ucap Alana sambil memeluk kedatangan Sean.
Kamera terus menangkap gambar mereka yang tengah berpelukan. Mengetahui hal tersebut, Asisten Kim segera memberikan kode untuk menghentikan para wartawan itu.
Sean segara melepas pelukan Alana, nampak para tamu memandanginya dengan tersenyum.
"Selamat ulang tahun Alana," ucap Sean sambil memberikan kado yang telah di bungkus rapi.
"Terima kasih, Sean"
Acara demi acara terlewati, mulai dari menyanyikan lagu ulang tahun, memotong kue dan lain-lain. Artis-artis terkenal pun nampak mengisi acara tersebut.
Mereka menikmati sambil mengobrol bersama rekan kolega mereka.
Alana kini menjadi pusat perhatian karena kecantikannya yang tak tertandingi.
Asisten Kim sedikit curiga dengan gelagat keluarga itu sangat aneh, tapi kecurigaannya buyar saat Jia mengajaknya untuk berdansa.
"Aku tidak bisa berdansa, Jia"
"Ikuti aku saja Kak Fai"
Mereka berdansa mengikuti irama, mereka saling bertatapan dan terkadang saling melempar senyum.
Sedangkan Sean dan Dokter Juna memperhatikan mereka berdansa.
"Lihat si Kim! Pandai juga dia berdansa," ucap Juna sambil memegang gelas berisi minuman.
"Si pendiam seperti itu malah berbahaya ketimbang orang yang bar-bar seperti kita"
Sean mengeluarkan ponselnya lalu memotret Asisten Kim yang nampak malu untuk berdansa.
Sean dan Dokter Juna terkejut saat Jia mengecup bibir Asisten Kim.
"Lihat Sean! Ekspresi Kim yang lucu, hahaha"
"Pasti ularnya terbangun," jawab Sean.
"Haha ular konda"
Dua orang aneh itu meneruskan menggosip tentang Asisten Kim sampai Asisten Kim tidak nyaman lalu menghentikan dansanya.
Dia menghampiri Sean dan Dokter Juna tetapi dua pria aneh itu mengalihkan pembicaraan lain.
__ADS_1
"Eh Sean. Kucing Orenmu bagaimana?" ucap Dokter Juna sambil melirik Asisten Kim yang mulai mendekati mereka.
"Kucing Sialan. Dia tadi pagi e'ek di sofa"
"Aku tau kalian membicarakanku," ucap Asisten Kim.
"Siapa dia, Sean?" tanya Dokter Juna.
"Entah," jawab Sean sinis sambil menatap Asisten Kim.
Mereka menjauhi Asisten Kim tetapi Asisten Kim hanya tersenyum kecut dan mencoba mengikuti mereka yang berjalan meninggalkannya.
Beberapa menit kemudian MC mulai mengambil alih acara lagi, ia mengatakan jika setelah ini ada pengumuman penting.
Dia menyuruh si pemilik pesta yaitu Alana untuk naik keatas panggung.
Semua bertepuk tangan tak terkecuali Kakek Askar dan Mama Sean nampak kegirangan.
"Selanjutnya, dimohon Presdir Young Group yaitu Tuan Arsean William untuk naik ke atas panggung!' ucap MC itu.
Sean dan Asisten Kim kebingungan, mereka saling berpandangan dan memberi kode untuk bertanya.
Asisten Kim yang mulai curiga segera angkat bicara.
"Untuk apa Tuan Sean naik ke atas panggung bersama Alana?" tanya Asisten Kim sedikit mengeraskan suaranya.
Semua orang bertukar pandang tetapi Kakek Askar langsung menyuruh Asisten Kim untuk tidak ikut campur.
Sean menghela nafas, ia menepuk bahu Asisten Kim.
"Tenang saja, Kim! Kau tau harus melakukan apa 'kan jika terjadi sesuatu denganku?"
Asisten Kim menganggukan kepala dan setelah itu Sean mulai naik keatas panggung bersama Alana.
Para awak media mulai menyorotkan kamera ke arah mereka.
Sean menunjukan tatapan sinis seolah tidak suka.
Kakek Askar mulai menaiki panggung dan mengambil microphone lalu mulai berbicara.
"Dihari yang berbahagia ini kami telah turut mengundang petinggi-petinggi Young Group dan beberapa dari perusahaan lain beserta kolega-kolega yang terhormat. Terima kasih kalian semua telah hadir di acara penting ini.
Bisa dilihat Arsean William yaitu Presdir Young Group atau cucuku yang paling berharga ini dan disampingnya telah berdiri sang kekasih yaitu Alana"
Kekasih? Batin Sean mulai curiga.
"Dengan ini saya sebagai Askar Wijaya mengumumkan mereka akan melaksanakan pertunangan di hari Minggu tanggal 15 bulan ini dan pernikahan mereka akan...."
"STOP! Matikan semua kameranya!" ucap Sean berteriak.
Sean sangat marah dan menatap tajam ke arah sang kakek.
Asisten Kim dengan sigap mendatangi kru kamera dan menyuruh mematikan paksa semua kamera yang ada.
"Apa-apaan ini? Siapa yang akan menikah dengannya tanpa persetujuanku terlebih dahulu?" ucap Sean sangat marah.
Suasana yang tadinya meriah kini menjadi senyap. Semua orang kebingungan dan bisa merasakan suasana mencekam ketika seorang presdir menumpahkan amarahnya.
Bahkan alunan musik pengiring pun dihentikan.
Terlihat Asisten Kim mulai kesal, ia sadar jika Mauren menangis karena hal ini.
******
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, RATE5 dan VOTE YAAA
KARENA DUKUNGAN KALIAN MEMPENGARUHI FREKUENSI UPDATE SETIAP HARINYA.