
Bahkan aku ingin memegang tanganmu saja tidak berani Mauren. Apalagi harus berolahraga malam bersamamu.
Aku tidak mungkin melakukan itu.
"Koko?"
"Sudah kubilang jangan memanggilku Koko"
"Orang setampan dirimu berapa kali membawa masuk gadis-gadis di apartemen ini?"
"Hanya kau saja"
Mauren tersenyum kecut tidak percaya ucapan Asisten Kim, ia lalu bertanya kepada dirinya sendiri apakah pria di depannya juga menyukainya.
Dia lalu menarik selimut dan berusaha untuk tidur, sedangkan Asisten Kim mengambil bantal lalu menuju ke sofa untuk tidur disana.
Keesokan harinya.
Asisten Kim terbangun dan melihat Mauren masih tertidur, ia berjalan mendekatinya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Mauren dan mengelus kepalanya.
Bahkan gadis secantik dirimu bisa di dikhianati oleh pacarmu sendiri.
Asisten Kim mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Mauren nampak tangan Mauren meremas sprei dengan kuat, ia sepertinya sudah terbangun dan berpura-pura masih tidur.
Tetapi pria itu tidak kunjung untuk menciumnya, Mauren mencoba membuka mata, ia bisa melihat wajah Asisten Kim sangat dekat dengan wajahnya tetapi pria itu tidak menghadap wajahnya melainkan menatap ponsel yang dipegangnya dan setelah melihat ponsel, Asisten Kim menatap wajah Mauren lagi tetapi ia terkejut saat Mauren sudah membuka mata.
"Ah! Mauren... kau sudah bangun? A.. aku ha.. harus mengantar tuanku ke suatu tempat," ucap Asisten Kim yang menjauhi Mauren dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Mauren berdecak hanya bisa melihat Asisten Kim yang berjalan terburu-buru.
Dia kecewa dengan Asisten Kim, ia memutuskan untuk bangun lalu memakai sepatunya dan mengambil tasnya untuk pulang tanpa pamit.
Apa yang aku harapkan?
Tidak mungkin orang kaya seperti dia menyukai gadis miskin sepertiku.
Mauren berjalan menuju pintu tetapi Asisten Kim yang keluar dari kamar mandi terkejut melihat Mauren yang akan keluar dari apartemen.
"Kau mau pulang Mauren? Biar aku antar, tunggu dulu! Aku mau mandi sebentar"
"Tidak usah! Aku bisa pulang sendiri," jawab Mauren dengan cemberut.
Asisten Kim bingung dengan sikap Mauren yang mendadak marah tanpa suatu alasan. Dia membiarkan Mauren untuk pulang sendiri karena ia harus buru-buru mengantar sang tuan ke suatu tempat.
Mauren berjalan lemas menuju ke lift, ia masih berharap jika Asisten Kim akan mengejarnya dan mengantarnya pulang.
Tetapi ia terkejut saat seseorang menarik tangannya ke suatu ruangan kecil.
"Aaaaaah"
Seseorang itu membekap mulutnya dan Mauren terkejut saat melihat pria yang membekapnya adalah Sean.
Sean melepaskan bekapannya, ia heran kenapa Mauren bisa berada disini.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sean.
"Kau juga kenapa disini?" tanya Mauren
"Temanku tinggal disini, sedangkan kau?"
__ADS_1
"Sama... temanku juga tinggal disini. Tapi bukankah kau temannya Valto," tanya Mauren memastikan.
Sean tidak menjawab, ia mengunci tubuh Mauren ke tembok lalu mendekatkan wajahnya ke Mauren.
"Kau tidak mengenalku? Kau tidak tau siapa aku?" tanya Sean.
"Kau temannya Valto"
Bodoh sekali gadis ini. Ternyata dia memang tidak mengenalku yang sebagai presdir Young Group bahkan pemilik gedung apartemen ini. Batin Sean.
Ya Tuhan. Wajahnya Oppa-Oppa Korea sekali dan sangat tampan jika dilihat dari dekat. Batin Mauren.
Sean lalu menjauhi tubuh gadis itu lalu berjalan meninggalkannya.
Dia tidak ingin membuat luka lagi jika memikirkan gadis itu.
"Hey pria aneh!" ucap Mauren berteriak.
"Apa kau?" ucap Sean terhenti dari langkahnya dan menengok kearah Mauren.
Mauren mendekatinya lalu mencoba mendekatkan bibirnya ke telinganya sedangkan wajah Sean sudah merah padam memikirkan hal yang tidak-tidak.
...Apakah dia mau menciumku? Batin Sean...
"Hey pria aneh! Risleting celanamu terbuka," bisik Mauren ditelinga Sean.
Sean terkejut lalu meloncat mundur, ia menatap kebawah dan kaget ketika risleting celananya terbuka.
Dia segera lari meninggalkan Mauren dan segera membenarkan risleting celananya.
Dia berlari masuk ke apartemen Asisten Kim, ia membenarkan risleting celananya disana.
Dia menatap langit-langit lalu membayangkan wajah Mauren yang imut tadi.
Apa aku masih menyukainya?
Kenapa hatiku berdebar lagi?
Cinta pertama memang sulit dilupakan.
Apa dia sudah putus dengan pacarnya waktu itu?
"Tuan?" tanya Asisten Kim yang bingung kenapa sang tuan sudah ada di apartemennya.
"Lama sekali kau? Berapa ronde tadi malam? Ayo cepat berangkat!"
Asisten Kim mengantar Sean ke suatu tempat, di dalam mobil Sean terlihat melamun memikirkan pertemuannya dengan Mauren tadi.
"Anda tidak apa-apa, Tuan?"
"Hmm"
Sepertinya Tuan sedang galau. Batin Asisten Kim.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore hari Mauren hanya tertidur di kamar kosnya, ia sangat bosan karena tidak melakukan apa-apa.
Sedari tadi Reza menelponnya tetapi ia tidak menjawab, pria brengsek itu telah membuat Mauren kecewa bahkan sampai seumur hidup tidak akan terlupakan.
__ADS_1
Ponsel Mauren berbunyi yang ternyata dari Asisten Kim. Dia cepat mengangkatnya dengan suara yang pura-pura sedang marah dengannya.
"Mauren. Aku sudah berada di depan kosmu. Ayo jalan-jalan ke mall," ajak Asisten Kim.
Mauren langsung mematikan ponselnya, ia segera berganti baju dan mengucir setengah rambutnya, ia terlihat cantik dan manis.
Dia mengambil tasnya lalu berlari keluar menghampiri Asisten Kim yang terlihat bingung karena Mauren tidak mengangkat ponselnya lagi.
"Koko?"
"Mauren. Ku pikir kau marah kepadaku?"
"Tidak. Cepat ayo ke mall!"
Asisten Kim tersenyum, ia membukakan pintu mobil lalu Mauren segera masuk ke mobil mewah itu.
Asisten Kim segera melajukan mobilnya menuju mall, ia melirik Mauren yang fokus menatap ke depan.
Tiba-tiba Asisten Kim menepikan mobilnya lalu melepas sabuk pengamannya, ia mendekatkan tubuh dan wajahnya ke gadis itu.
Jantung Mauren berdebar dengan kuat, ia mengira Asisten Kim akan menciumnya dan ia sudah memejamkan mata.
Asisten Kim memandang wajah Mauren yang menutup mata, ia mencoba mendekatkan bibirnya pada bibir gadis itu, tapi hanya berjarak beberapa centi, ia berhenti mendekatkannya.
Mauren mengerutkan kening dan bertanya pada diri sendiri, mengapa pria itu lama sekali untuk menciumnya?
Dia membukakan mata, ia melihat Asisten Kim memasangkan sabuk pengaman pada dirinya, lalu kembali ke kursi kemudinya lagi.
Apa yang aku harapkan dari lelaki ini?
Terlihat dia tidak menyukaiku.
Asisten Kim melajukan mobilnya lagi seperti tidak punya dosa membuat gadis itu berharap jika akan berciuman.
Padahal Asisten Kim tadi memang ingin mencium Mauren tetapi ia ragu untuk melakukannya.
"Bagaimana dengan Daren?"
"Aku sudah tidak berhubungan dengannya"
"Secepat itu?"
"Iya. Terus mau apa lagi? Aku tidak menyukainya"
"Terus pria yang kau suka siapa?" tanya Asisten Kim ragu.
"Dia seperti Oppa-Oppa Korea, berhidung mancung, bertubuh tinggi dan sangat tampan," ucap Mauren berbohong supaya Asisten Kim cemburu.
"Kau tidak suka Koko-koko Cina?"
"TIDAK!"
"Kenapa?"
"MENYEBALKAN!"
Asisten Kim tertawa melihat wajah Mauren yang imut, sedangkan Mauren bersedekap dan memandang ke jendela. Entah kenapa pria itu tidak pernah peka kepadanya.
__ADS_1
Dia berpikir untuk apa pria itu mendekatinya dan selalu baik kepadanya?