Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Ketahuan


__ADS_3

"Senang kau Kim dibela istriku? Sialan kau! Dan kau Mauren malah menangisinya," ucap Sean marah.


Mauren mendekati Sean, ia tak menyangka suaminya bisa sekejam itu tanpa belas kasihan. Sean menarik tangan Mauren dan menyuruhnya duduk disofa, ia meminta maaf kepada Mauren karena bertindak semena-mena. Sean melirik tubuh Mauren, ia begitu ngeri melihat luka istrinya sangat parah.


Mauren lalu menjelaskan kepada Sean kejadian yang sebenarnya, Sean semakin geram.


"Cepat lapor polisi Kim! Suruh pejambret itu ditembak mati karena sudah mencelakai istriku dan panggil Juna kesini untuk mengobati luka kalian," ucap Sean.


Asisten Kim menganggukan kepala, dia segera menelpon dokter Juna untuk datang.


"Kim. Maafkan aku yang telah memukul dan menendangmu," ucap Sean tanpa memandang asistennya.


Asisten Kim tersenyum baru pertama kali sang tuan meminta maaf kepadanya. Itu semua berkat Mauren yang pelan-pelan bisa merubah sifat Sean. Sifat Sean dulu selalu dingin dan cuek terhadap orang tapi sekarang semenjak menikah dengan Mauren ia selalu tersenyum dan mulai banyak berbicara.


Sean memandangi wajah Mauren, ia mengelus kepala gadis itu. Dia tidak tega melihat Mauren yang terluka begitu parah.


"Apakah sakit? Atau mau ke rumah sakit saja?" tanya Sean.


"Tidak perlu. Ini hanya perih saja. Tapi oppa ponsel dan dompetku hilang terus bagaimana?"


"Nanti oppa belikan yang baru"


Mauren tersenyum girang, ia memeluk Sean dengan erat. Dia sangat bahagia mempunyai suami yang sangat menyayanginya. Tapi rasa bahagia hilang ketika ia mengetahui Alana adalah calon istri Sean, hatinya terasa sakit bagai tersayat dengan pisau yang sangat tajam. Bahkan Sean sendiri pun belum pernah menjelaskan siapa Alana, apakah ia akan benar di madu oleh Sean?


Tuhan. Wanita mana yang ingin dimadu oleh suaminya? Bahkan wanita bodoh seperti Mauren pun tidak ingin dimadu. Dia hanya menginginkan cinta dari Sean yang utuh tanpa terbagi dengan wanita lain.


Mengingat akan hal itu pun rasanya sangat sakit. Bagai terjatuh dari langit ke tujuh dan mengenai batu-batu yang sangat curam.


Mauren menghirup dalam-dalam aroma parfum milik Sean yang menenangkan, aroma parfum yang termahal di dunia. Bahkan aroma itu yang dikagumi oleh karyawati-karyawati perusahaan itu. Mauren sangat beruntung karena bisa menghirup dengan dekat.


"Mauren"


"Iya oppa"


"Apa yang kau lakukan sampai ularku terbangun? ucap Sean memandang lekat wajah Mauren.


" Seperti ini oppa," jawab Mauren sambil memegang sang ular.


Sean semakin menatap lekat Mauren dan tersenyum lebar pada akhirnya gadis itu akan tunduk padanya. Hasrat Sean ingin menerkam sang istri saat itu juga tetapi ia dikagetkan suara Mauren.


"Oppa! Kok melamun? Membayangkan apa?" tanya Mauren masih memeluk Sean.

__ADS_1


Cih! Sialan! Ternyata halusinasiku saja dan tidak mungkin Mauren melakukan itu kepadaku.


20 menit kemudian.


Asisten Kim datang bersama dengan dokter Juna. Dokter itu langsung memeriksa tubuh Mauren mulai dari pipi, lengan dan kaki Mauren. Dia memberikan obat antiseptik dan meresepkan obat untuk diminum Mauren.


"Jangan modus kau Juna!" ucap Sean risih ketika Juna mengobati kaki Mauren.


Sean melepas jas hitamnya dan menutupi rok Mauren yang terlihat paha mulusnya.


Dokter Juna berdecak melihat temannya yang terlalu posesif.


"Besok kau pakai celana saja Mauren! Suka sekali kau memamerkan tubuhmu, hanya aku saja yang boleh melihatnya," ucap Sean.


Oppa berlebihan sekali. Memangnya aku penjaga toko disuruh pakai celana panjang?


Setelah mengobati Mauren, dokter Juna mengobati bibir Asisten Kim yang terkena pukulan Sean. Bibir itu nampak memerah dan sedikit robek, Sean menatapnya dengan tajam.


"Jangan nangis kau Kim! Dasar cengeng kau!"


"Tidak Tuan"


"Kau memukul Kim lagi Sean? Kau jangan begitu. Jahat sekali kau dengan temanmu sendiri," ucap dokter Juna.


"Mau mengajak bertengkar kau?"


"Tidak. Tapi walaupun banyak orang yang tidak suka denganmu Sean, tapi ada satu hal yang aku suka darimu," ucap dokter Juna membuat Sean menjadi sedikit senang.


"Apa itu?"


"Istrimu, buahahahaha" ucap dokter Juna sambil tertawa menjauhi Sean yang berwajah marah.


Sean mengejar dokter Juna tetapi dokter itu seolah mengejeknya, ia senang sekali menggoda temannya itu. Mauren tertawa melihat dua orang aneh main kejar-kejaran seperti di film India tetapi ia berpikir sampai kapan ia bisa menikmati rasa kebahagiaan itu. Semoga saja ia bisa bahagia selamanya.


"Siapkan pesawat Kim! Kirim dokter sinting ini ke Antartika. Kau suruh dia mengobati beruang kutub disana. Brengsek main-main denganku kau ya Juna!" ucap Sean kesal.


**


Matahari sore terlihat begitu indah dengan awan putih yang menemaninya. Suasana ibukota juga terlihat ramai lancar oleh kendaraan yang memenuhi jalan utama.


Waktu menunjukan 4 sore, gadis berponi itu diizinkan pulang lebih awal dan ia mendapat cuti 3 hari dari sang bos. Dia menunggu ditempat biasa, matanya asyik mencari keberadaan mobil mewah warna hitam.

__ADS_1


Senyumnya melebar saat mobil itu berhenti didepannya, ia segera masuk.


Matanya terbelalak ketika sang pemilik mobil yaitu Sean sudah mengenakan pakaian biasa dengan topi dan kacamata hitam. Pria itu begitu tampan membuat Mauren tidak mengedipkan mata.


Hari ini memang Sean pulang lebih awal karena ingin mengajak sang istri untuk membeli ponsel di mall naungan Young Group. Dia berdandan sedemikian rupa supaya orang-orang tidak mengenalinya apalagi ia pergi bersama Mauren, istri rahasianya.


"Nah! Cepat ganti pakaianmu! Kim. Tepikan mobilnya dan kau keluarlah dulu!" ucap Sean


Asisten Kim menepikan mobil dan keluar membiarkan Mauren berganti baju.


Mauren masih menatap Sean yang masih berdiam diri memandanginya.


"Apa? Bahkan aku sudah pernah melihatmu telanjang"


Mauren berdecak, ia segera memakai baju yang telah dibawakan oleh Sean. Tak lupa Sean memberinya topi, masker dan kacamata supaya bisa menutupi wajah Mauren.


Sean mengambil sisir lalu menyisir rambut Mauren dan mencepolnya tinggi, ia sangat lihai mengikat rambut sang istri itu karena sudah terbiasa mengikat rambut saudari kembarnya.


"Oppa, jangan begini! Wajahku seperti pembantu," gerutu Mauren.


"Diamlah! Jika seperti ini tidak ada yang bisa mengenalimu"


Wajah Mauren merengut membuat Sean menjadi tambah gemas, ia mencubit pipi istrinya itu.


Asisten Kim masuk ke mobil, ia segera melajukan mobilnya ke mall terdekat.


Kali ini ia juga berganti pakaian membuat ketampanannya semakin terlihat tetapi Sean tidak membiarkannya begitu saja, ia menyuruh sang asisten memakai topi, masker dan kacamata hitam sepertinya.


"Oppa, apakah kau sungguh mencintaiku?"


"Tanyakan pada rumput yang bergoyang?"


Mauren dengan cepat melihat kaca mobil, "Oh rumput apakah oppaku mencintaiku?"


"Jawabnya ada di ujung langit," ucap Sean menggoda Mauren.


Oppa saja tidak mau mengakui jika dia mencintaiku, aku jadi ragu pada oppa.



__ADS_1


__ADS_2