
Hari yang melelahkan bagi Asisten Kim, ia harus menggantikan pekerjaan Sean yang sedang padat-padatnya. Dia juga harus menjaga istri Tuannya dari ancaman orang-orang suruhan kakek Askar.
Tubuhnya terasa remuk dan ingin cepat merebahkan diri. Tapi sayangnya baru masuk ke apartemen pribadinya ia mendapat telpon dari Mauren yang begitu panik. Dia bergegas menuju ke apartemen lantai paling atas.
Memang apartemen milik Asisten Kim berada satu gedung dengan Sean.
10 menit yang lalu di apartemen Sean.
Mauren sangat nyaman berada di apartemen mewah itu, matanya selalu takjub jika melihat semua perkakas yang mungkin bernilai milyaran. Dia berjalan ke arah rak buku, banyak sekali komik-komik jepang berjejer disana. Mauren mencoba membaca sebuah komik dan ia bawa ke ranjang super besar itu.
Sampai ia merasakan mengantuk mulai menyerang, ia menutup komik itu dan mematikan lampu dengan remote.
Setelah itu ia mencoba memejamkan mata tetapi belum ada 5 menit ia mendengar dengkuran cukup keras padahal ia berada sendirian di apartemen itu.
Grooook... Grooook.. Grooook....
Matanya terbelalak dan memfokuskan pendengarannya, ia tidak mungkin salah dengar. Dengkuran itu semakin keras hingga membuat tubuhnya merinding.
Sampai ia menyadari suara itu berada tepat di belakangnya yang sedang tiduran menyamping sambil memeluk guling.
Mauren seketika mencoba menengok kebelakang, ia terkejut melihat pocong berukuran 2 meter lebih berada di sebelahnya.
"Pocoooong mesuuuuuum!" ucap Mauren sambil melempar guling ke arah hantu itu.
Mauren meraih remot dan segera menyalakan lampu tetapi hantu itu telah menghilang. Nafasnya terengah-engah ia tidak menyangka apartemen yang megah ini begitu menyeramkan saat malam hari.
Dia segera menelpon Asisten Kim untuk datang ke ruangannya.
10 menit kemudian Asisten Kim datang ke ruangan itu dengan panik, Mauren segera menyuruh masuk ke apartemen itu.
"Ada apa Nona?" tanya Asisten Kim yang masih mengenakan jas dan belum berganti pakaian.
"Masuklah! Ada pocong Kak Kim"
Asisten Kim mengerutkan dahi, ia tidak percaya dengan yang namanya hantu.
"Baiklah! Ayo buktikan! Tidurlah disini bersamaku!"
"Maaf Nona saya tidak bisa tidur disini apalagi bersama Nona jika Tuan Sean tau pasti akan membunuh saya"
Mauren memasang wajah memelas dan ketakutan, ia mengancam akan memberitahukan Sean jika asistennya tidak memenuhi keinginannya.
Dengan berat hati Asisten Kim memenuhi permintaan Mauren tetapi ia memohon supaya tidak memberitahukan Sean jika ia menemani Mauren tidur di apartemennya.
Asisten Kim melepas jas hitam dan sepatunya, ia merebahkan diri di sofa dekat ranjang besar itu.
__ADS_1
Mauren tidak lupa mematikan lampu dan mulai memejamkan mata.
Tubuh Asisten Kim terasa sangat lelah, ia ingin mandi air hangat tapi apalah daya ia tidak mungkin mandi di apartemen milik tuannya itu. Dia memutuskan akan kembali ke apartemen miliknya jika Mauren sudah tertidur.
Grooook.. Groooook.. Groooook..
Asisten Kim senang mendengar dengkuran itu, ia berpikir Mauren sudah terlelap dan ia bisa kembali ke apartemennya.
"Hey Kak Kim kau mendengkur keras sekali membuatku tidak bisa tidur," ucap Mauren.
"Saya belum tidur Nona, saya pikir itu dengkuran anda"
Mauren dan Asisten Kim sama-sama terkejut, mereka menguatkan pendengarannya dan dengkuran itu semakin kuat.
Dalam ruangan yang cukup gelap Mauren masih bisa melihat di sebelah Asisten Kim yang terduduk ia mendapati sosok pocong.
"Kak Kim disebelahmu!" ucap Mauren panik.
Asisten Kim terkejut baru pertama kali ia melihat hantu seumur hidupnya, ia berlari kearah Mauren yang di atas ranjang dalam suasana gelap ia tidak sengaja menyandung kursi kayu yang membuat dirinya jatuh menimpa Mauren di ranjang.
Mauren terkejut langsung menyalakan remot lampu membuat ruangan itu terang kembali.
Mata mereka bertatapan tetapi Asisten Kim langsung memalingkan wajah.
Asisten Kim dengan cepat bangun dari tubuh Mauren yang ditindihnya.
"Iya-iya aku mengerti," jawab Mauren sambil melirik kearah sofa dan ternyata hantu itu sudah hilang.
"Besok saya akan panggil paranormal, saya tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini. Lebih baik jangan matikan lampu, biarkan terang saja Nona"
Mauren setuju dengan ucapan Asisten Kim, ia menyuruh Asisten Kim tidur disebelahnya dan hanya berbatas 2 guling di antara mereka. Asisten Kim tidak mau sampai Mauren mengancamnya lagi akan melaporkan ke Sean jika asistennya tidak menuruti perintahnya.
Anda selalu membuatku bingung dan kesusahan Nona. Situasi macam apa ini? Untuk pertama kalinya aku harus tidur seranjang dengan perempuan apalagi dia adalah istri Tuan Sean. Matilah aku jika Tuan Sean tau.
Mauren sangat mengantuk dan beberapa kali menguap, ia mencoba memejamkan mata tetapi selalu gagal, ia melirik Asisten Kim yang tidur membelakangi dirinya yang ternyata Asisten Kim tidur sangat jauh dari Mauren.
"Kak Kim tolong matikan AC!"
"Kak Kim hidupkan AC dong!"
"Kak Kim itu ada hewan masuk"
"Kak Kim..."
"Kak Kim..."
__ADS_1
"Kak Kim.."
"Kak Kim.."
"Kak Kim.."
"Cukup Nona!" ucap Asisten Kim sedikit membentak ke Mauren. Dia cukup kesal ia tidak bisa tidur karena Mauren selalu menyuruhnya.
Asisten Kim melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 2 pagi. Dia tidak bisa membayangkan penderitaan tuannya saat tidur bersama istrinya yang aneh itu.
Mauren ketika tidur bersama Sean be like:
Mauren berganti pakaian sebelum tidur, ia mengenakan celana jins panjang dan ketat tak lupa ia memakai jaket jeans yang kancingnya cukup sulit dibuka ketika keadaan di paksa. Dia harus melindungi keperawanannya, ia belum siap melakukan itu bersama Sean karena ia takut hamil dan membuatnya harus keluar dari Young Group.
Setelah memakai perlengkapan perlindungannya, ia berjalan cepat ke ranjang dan segera merebahkan diri sambil menarik selimutnya sampai menutupi kepala.
"Hey! Kau mau tidur atau mau tamasya berpakaian seperti itu?" tanya Sean.
Mauren tidak menjawab pertanyaan dari Sean membuat Sean sangat marah.
Sean menarik selimut yang menyelimuti Mauren dengan paksa, ia menindih Mauren dan berusaha membuka kancing jaket jeans itu tetapi usahanya gagal. Mauren memberontak membuat Sean kesusahan membuka kancing yang cukup alot itu. Tidak menyerah sampai itu saja, Sean mencoba membuka kancing celana Mauren tetapi matanya terbelalak saat mengetahui kancing celana jeans itu diganti dengan sebuah gembok kecil.
Dia menatap wajah Mauren yang sedang mengejeknya, Sean cukup kesal dengan tingkah istrinya itu dengan cepat Sean melum*t habis bibir Mauren yang tidak ada perlindungannya.
Kembali ke Asisten Kim.
"Nona bisakah anda memberiku waktu untuk tidur? Saya sungguh lelah Nona. Lagipula pagi ini kita harus berangkat bekerja," ucap Asisten Kim memelas.
Mauren menguap mendengar ucapan Asisten Kim, ia berusaha tidur dan benar baru beberapa menit saja ia sudah terlelap ke alam mimpi. Setelah mengetahui Mauren telah tidur, Asisten Kim segera pindah ke apartemennya.
_______________________________________
Atmosfer ruangan itu dipenuhi oleh bau-bauan obat. Matanya juga nampak fokus disekelilinginya sampai ia menemukan sang Mama tertidur di bibir ranjang rumah sakit.
Dia mengelus kepala sang Mama membuat Mama terbangun.
"Sudah bangun nak? Biar kupanggilkan dokter Juna," ucap Mama.
Tetapi saat Mamanya akan berdiri Sean memegangi tangan sang Mama.
"Disinilah sebentar Mah, Sean mau melihat wajah Mama"
Mamanya tersenyum dan seketika mencium kening Sean. Terkadang Sean sangat manja dan ingin mendapat perhatian dari sang Mama, apalagi ia tidak memiliki kakak ataupun adik membuatnya leluasa menguasai rasa sayang Mama.
"Kapan Sean akan pulang dari tempat ini? Sean begitu rindu bekerja," ucap Sean padahal yang ia rindukan adalah bertemu dengan Mauren.
__ADS_1
"Kata dokter Juna 3 hari lagi kamu dibolehkan pulang, kamu jangan memaksakan diri biar Kim yang mengurus semua pekerjaanmu"
Sean menghela nafas panjang padahal ia segera ingin bertemu dengan istri kesayangannya itu. Dia begitu merindukan Mauren dan ingin mengajaknya ke suatu tempat.