Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 100 : Seanku :*


__ADS_3

HAPPY 100 BAB :)


Sera mengambil tas punggungnya di lokernya. Dia bergegas ke ruangan Sean untuk berpamitan pulang kepada kakaknya. Dengan langkah senang, ia langsung masuk ke ruangan Asisten Kim tanpa permisi lalu menyelonong masuk ke ruangan Sean tanpa seizin Asisten Kim.


Asisten Kim membiarkannya karena memang Sera adik sang tuan.


"Kakak?" ucap Sera senang sambil berjalan mendekati Sean yang terduduk di kursi termahalnya.


"Apa kau?" ucap Sean tanpa melihat wajah Sera.


"Aku mau pulang sudah jam 4 sore"


"Pulanglah sana!"


Sera berdiri bersedekap seakan menunggu sesuatu dari Sean. Sean lalu mengamatinya.


"Apa lagi?" tanya Sean.


Sera menjulurkan tangannya seolah meminta sesuatu dari Sean. Sementara itu Sean memgerutkan dahi.


"Mana gajiku?" pinta Sera yang masih mengulurkan tangan.


"Gaji pala kau! Kerja apa kau?" ucap Sean marah.


"Aku sudah membantu bekerja disini 8 jam. Sekarang mana gajiku?"


Sean tidak menggubris omongan Sera. Dia melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Sera mulai kesal karena dicuekin oleh sang Kakak.


Kak Sean masih pelit. Bagaimana nasib istrinya yang mempunyai suami pelit seperti Kak Sean?


"Zara saja mendapat gaji dari Kak Reno padahal ia hari ini hanya duduk-duduk saja," ucap Sera.


"Ya sudah... minta saja pada Reno jangan kepadaku," ketus Sean.


"Ha? Aku 'kan magangnya disini Kak"


"Pergilah kau! Menggangguku saja," bentak Sean.


Sera kesal, ia berjalan keluar dari ruangan Sean dengan merengut. Dia kini melewati ruangan Asisten Kim lalu terduduk di sofa sambil bersedekap kesal karena sang kakak tidak memberinya uang.


Sera dan Zara walau anak orang kaya tetapi keuangan mereka masih di atur oleh sang Mama. Bahkan menurut mereka masih kurang padahal sang Mama sudah menjatah uang bulanan mereka sangat banyak.


Sang Mama sudah mengajari mereka berhidup hemat dan tidak menghambur-hamburkan uang tetapi namanya anak remaja pikiran mereka masih kekanak-kanakan membeli barang yang tidak penting dan membuat jatah uang bulanan mereka sudah habis sebelum akhir bulan.


"Ada apa, Nona?" tanya Asisten Kim.


"Aku kesal dengan Kak Sean. Dia sangat pelit, aku meminta gaji magangku padanya tidak di kasih," jawab Sera sambil merengut.


Asisten Kim tersenyum, ia mengambil dompetnya lalu mengambil 200 ribu dan ia berikan kepada Sera.


"Ini gaji magangmu hari ini Nona Sera. Bersemangatlah untuk besok! Belajarlah lebih rajin lagi!" ucap Asisten Kim sambil tersenyum.


Sera tersenyum lebar lalu berjalan mengambil uang itu dengan senang.


Gaji pertamanya kali ini ia terima dengan senang hati, walaupun hari ini dia tidak melakukan apapun tetapi ia sangat kelelahan.


"Harusnya Asisten Kim yang jadi Kakakku, bukannya Kak Sean yang pelit itu. Terima kasih Asisten Kim," ucap Sera.


Sera mendekati Asisten Kim, ia mengecup pipi pria yang sudah dikenalnya hampir 11 tahun yang lalu. Walaupun kadang Sera benci dengan Asisten Kim tetapi ia sudah menganggapnya seperti kakaknya sendiri.


Sedangkan Asisten Kim terkejut mendapat kecupan dari Sera.


"Ini kecupan terima kasihku. Dan mulai sekarang Asisten Kim sudah kuanggap sebagai kakakku," ucap Sera dengan polos.


"Harus dengan kecupan juga?"

__ADS_1


"Kenapa? Kak Sean pun sering ku kecup juga," jawab Sera polos.


"Ya sudahlah... pulangnya hati-hati," ucap Asisten Kim sambil mengacak poni Sera.


**


Di kamar rahasia.


Mauren sempat tertidur setengah jam, hari ini entah kenapa ia merasa sangat lelah dan kakinya nyeri.


Dia berusaha untuk berdiri dari ranjang menuju kamar mandi tetapi ia sangat terkejut ketika kakinya begitu sakit saat akan di gerakan.


Kenapa kaki ku sakit sekali dan susah untuk di gerakan? Batin Mauren.


Mauren mencoba lagi untuk menggerakan kakinya tetapi semakin digerakan semakin terasa sakit dan ngilu.


"Oppa! Oppa!" teriak Mauren memanggil Sean.


Tetapi sudah 5 menit ia memanggil Sean tetapi pria itu tak kunjung datang.


Mauren berusaha merangkak dari tempat tidur dengan susah payah. Dia harus menahan rasa sakit yang menyiksa karena kini kakinya sulit digerakan.


"Oppa! Kaki ku sakit, Oppa! Tolong!" ucap Mauren sudah berada di depan pintu dan meringis kesakitan.


Sean yang baru masuk ke ruangannya terkejut mendengar rintihan Mauren.


Dia berlari menuju kamar rahasia lalu membuka pintunya, ia sangat terkejut melihat Mauren sudah terduduk di depan pintu.


"Kenapa Oren?" tanya Sean sambil berusaha membantu Mauren berdiri.


"Aaaah... sakit Oppa. Kaki ku tidak bisa digerakan"


"Kenapa bisa sakit Oren?" tanya Sean panik.


Dengan hati-hati Sean membopong Mauren ke atas ranjang, ia lalu menelpon Dokter Ana untuk segera datang ke kantornya.


Setengah jam kemudian.


Dokter Ana memeriksa keadaan Mauren, ia menjelaskan keadaan Mauren kini masih normal. Dokter Ana menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium serta jika berbaring kaki harus diberi bantal dibawahnya dan berendam air panas sebelum tidur. Kemungkinan seterusnya Mauren akan mengalami seperti itu saat hamil muda.


Dokter Ana juga meresepkan vitamin tulang untuk Mauren minum lalu menyarankan Mauren untuk tidak beraktivitas berlebihan.


Setelah memeriksa keadaan Mauren, ia berpamitan untuk pulang.


Setelah memastikan Dokter Ana sudah keluar dari ruangannya, Sean lalu mendekatkan dirinya ke kaki Mauren.


Dia memijat kaki sang istri dengan lembut.


"Oppa lanjutkan pekerjaanmu saja! Aku sudah tidak apa-apa," ucap Mauren.


"Pekerjaanku sudah selesai semua, aku ingin menemanimu disini. Oh ya... kau tidak mual mencium aroma tubuhku?"


"Kadang masih mual Oppa. Tetapi aku tahan, aku tidak ingin merepotkan Oppa," ucap Mauren.


"Merepotkan apa? Kau tidak pernah merepotkanku. Apa jangan-jangan kau menahan mengidammu karena tidak ingin merepotkanku?"


Mauren terdiam, memang ia menahan mengidamnya yang aneh-aneh supaya tidak merepotkan sang suami. Dia tidak tega melihat sang suami kesusahan.


"Kenapa kau berpikir seperti itu Orenku? Kau lupa bahwa aku ini seorang presdir yang punya segalanya? Hal tersulitpun akan mudah jika ada uang," ucap Sean dengan bangganya, " Mulai sekarang mintalah apa yang ingin kau pinta dan kau makan, aku tidak ingin jika bayiku lahir ileran karena saat dalam kandungan tidak terpenuhi keinginannya," sambung Sean.


Mauren tersenyum, ia memeluk Sean.


Dia sangat beruntung memiliki suami baik seperti Sean.


Sean mengelus perut Mauren, ia tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba ponselnya berbunyi ternyata dari sang Kakek.


Dia mengangkat telponnya lalu ia terkejut saat sang Kakek sudah berada di ruangannya dan sedang menunggunya.


"Aku sedang berada di perpustakaan Kek, sebentar aku akan keluar," ucap Sean berbohong.


Sedangkan Mauren sangat panik, ia takut jika ketahuan dengan Kakek Askar.


"Kau tunggu disini! Setelah aku keluar dari ruangan ini kau harus mengunci pintunya dari dalam. Kakek ku tahunya jika ruangan ini adalah perpustakaan, ia tidak akan masuk kesini," ucap Sean menenangkan Mauren.


Mauren menganggukan kepalanya, setelah itu Sean keluar dari kamar rahasia dengan santai supaya Kakek Askar tidak curiga.


"Bagaimana perusahaanku akhir-akhir ini? Aku dengar mengalami penurunan?" tanya Kakek Askar melihat Sean keluar dari kamar rahasia.


"Ya begitulah... Tapi jangan khawatir bulan depan akan meningkat karena saat ini banyak perusahaan yang bekerja sama dengan kita," jawab Sean sambil membuatkan kopi untuk sang Kakek.


Setelah membuat kopi, ia menyerahkannya kepada Kakek Askar, dia ikut terduduk di sofa bersama sang Kakek. Kakek Askar segera menyeruputnya tetapi dengan cepat ia menyemburkannya karena kopi itu sangat pahit.


"Cucu kurang ajar! Bisa-bisanya memberikanku kopi pahit"


"Mau yang manis? Pandang wajahku, Kek!"


"Pede sekali kau! Huh... tapi aku tidak bisa marah denganmu karena hari ini aku sangat senang karena aku menang jackpot banyak," ucap Kakek Askar dengan senang.


"Kakek main togel?"


Plaaaaak...


Sang Kakek memukul bahu Sean, orang terkaya seperti Kakek Askar main togel? Haha sungguh menggelikan.


"Malam ini aku akan berkencan dengan model asal Jepang. Aku sangat senang. Kau mau ikut Sean?"


__________________________


Ayo dong .. budayakan jika sudah membaca tekan tombol LIKE nya... Hargai author ya kawan... like komen dan vote dari kalian sangat berarti buat saya...


Curhatan author :


Pasti pada heran kan? Karakter Sean yang seorang presdir/ CEO terlihat kadang **** dan somplak?


Di NOVELTOON itu Tuan muda presdir/CEO rata2 sifatnya kejam, dingin, tidak mau mengalah, selalu memerintah dan ujung2nya bucin.( udah sangat basilah itu)


Aku ingin terlihat beda saja.


Sean bisa dingin dan kejam jika berhadapan dengan para pegawainya atau orang yang baru dikenalnya


Tetapi ia bisa somplak dan baik jika berkumpul dengan teman2nya.


Sean memang logat bicaranya keras tetapi ia sebenarnya mempunyai hati yang lembut dan tidak tega kepada seseorang. Tetapi ia punya sifat pelit, itu membedakan dari presdir2 di novel lain.


Sean dari awal sudah bucin dengan Mauren karena Mauren adalah gadis yang mampu memikat hatinya.


Aku ingin karakter Sean selalu teringat di hati kalian, dia yang omongannya kasar, dia yang terlihat **** dan somplak, dia yang memberi hukuman konyol kepada sang istri, dia yang pelit dan perhitungan, dia yang jahil kepada Kim dan Juna, dia yang sangat menyayangi Sera dan Zara. Dan tidak lupa ia yang selalu mencintai Mauren.


Aku yg sebagai penulisnya saja sangat menyukai karakter Sean.


Aku sudah tidak bisa membayangkan jika noveL ini tamat maka aku tidak bisa menceritakan keunikan karakter Sean lagi.


Authornya alay ya?


enggak kok... emang saya sudah terlanjur suka dengan karakter Sean.


Visual Sean terserah kalian ya...


tapi menurutku yang paling pantes Oppa yang satu ini :)

__ADS_1




__ADS_2