
Sean berdiri sambil memegang bibirnya yang berdarah. Dia menatap Asisten Kim yang masih memperhatikannya.
Lalu tiba-tiba Asisten Kim menarik Mauren dan membawa kopernya. Dia membawa Mauren ke lift lalu Sean mengejarnya.
Saat lift akan tertutup, Sean tiba-tiba memegang pintu lift sehingga membuat terbuka lebar dan ia segera masuk kedalam lift.
"Kenapa kau membawa istriku? Sialan kau!" ucap Sean sambil menarik kerah Asisten Kim.
"Anda bilang tadi sudah mengusir Nona Mauren? Kenapa anda sekarang tidak terima jika saya membawa Nona Mauren?" tanya Asisten Kim membuat Sean geram.
Sementara Mauren yang masih menangis berusaha melerai mereka. Dia tidak menyangka niat baiknya malah menjadi buruk untuk semua orang.
Asisten Kim mendorong tubuh Sean, ia lalu membenarkan bajunya yang berantakan.
"Oppa... Kak Kim... sudah tidak usah bertengkar, aku mohon," ucap Mauren terisak.
Kedua pria kini saling menatap tajam, Sean juga tidak menyangka jika Asisten Kim sudah berani kepadanya.
Pintu lift belum terbuka membuat Mauren semakin bingung ketika Sean mulai mendorong tubuh Asisten Kim ke dinding lift, Asisten Kim tidak tinggal diam. Dia mendorong balik tubuh Sean dan begitu seterusnya.
"Begitu balasanmu kepadaku? Kau sudah berani menentangku sekarang, hah?" ucap Sean.
"Anda ingin semena-mena kepada saya tidak masalah tapi jika kepada Nona Mauren, saya akan maju paling depan untuk membelanya," jawab Asisten Kim.
Jawaban Asisten Kim membuat Sean geram, setelah pintu lift terbuka Sean menarik tubuh Asisten Kim ke tempat parkir di dasar gedung apartemen itu. Sedangkan Mauren mengikutinya sambil menangis, ia bingung harus melakukan apa.
Sean mendorong tubuh Asisten Kim, mereka akhirnya bertengkar. Kali ini Asisten Kim tidak mau mengalah, ia memukul sungguhan membuat Sean langsung tersungkur. Sean bangun, ia mengelap darah yang mengalir dari hidung.
"Minta maaflah kepada Nona Mauren. Setelah itu saya akan melepaskan anda, Tuan Sean," ucap Asisten Kim.
"Emang kau bapaknya? Jangan sok kau, Kim"
Sean melayangkan pukulannya tetapi Asisten Kim langsung menepisnya lalu Asisten Kim memukul Sean lagi yang ketiga kalinya. Tetapi ia tidak mengerahkan seluruh tenaga, jika iya pasti Sean akan terkapar tidak berdaya.
Mauren menghampiri Sean, ia membangunkan Sean.
"Sialan! Kim memukulku sungguhan. Dimana Juna? Lama sekali dia, bisa-bisa aku dibikin perkedel dengan Kim," bisik Sean ke Mauren.
"Bertahanlah, Oppa"
Sean berdiri lagi, Mauren kini di depan Sean melindungi sang suami. Dia memohon supaya tidak bertengkar lagi.
Asisten Kim berjalan mendekati mereka, lalu Mauren refleks mundur dan tidak sengaja menginjak kaki Sean.
"Aaaaaw....,"
"Maaf Oppa, aku sangat sengaja," ucap Mauren masih menangis.
"Nona, kemarilah!"
"Ku mohon Kak Kim. Habisi, Oppa! Eh... maksudku jangan habisi Oppaku," ucap Mauren sambil melindungi Sean.
Awas kau, Oren. Batin Sean.
Sean mendorong tubuh Mauren lalu menghampiri Asisten Kim. Dia memukul Asisten Kim untuk membalas dendam.
__ADS_1
Asisten Kim langsung terbangun lalu memukul Sean, entah kenapa jika berurusan dengan Mauren ia menjadi seperti ini.
"Sudah Kak Kim. Jangan pukuli, Oppaku!" ucap Mauren.
Sean nampak kesakitan dan Asisten Kim menghampirinya lalu menarik kaos Sean. Sean menatap mata Asisten Kim seolah itu bukan asistennya.
Apa ini sisi lainmu, Kim? Batin Sean.
Asisten Kim mengarahkan pukulannya lagi ke Sean. Tetapi tiba-tiba ia mendengar nyanyian familiar di telinganya lalu menghentikan pukulannya.
"Selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun, Sukim. Selamat ulang tahun....," ucap Dokter Juna bernyanyi sambil membawa kue ulang tahun berwarna coklat dan diatasnya dihiasi banyak cerry merah beserta lilin.
Lalu Mauren ikut bernyanyi menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Terlihat beberapa bodyguard ikut bernyanyi memeriahkan pesta kejutan untuk Asisten Kim.
Asisten Kim kebingungan sedangkan Sean langsung berdiri dan ikut bernyanyi dengan mereka.
"Ayo kak Kim, make a wish lalu tiup lilinnya!" perintah Mauren.
"Maksud kalian apa?" tanya Asisten Kim.
"Selamat kau kena prank dan masuk youtube channel pria tampan dan mapan, jangan lupa sebskrep ya gaes," ucap Dokter Juna.
Lalu beberapa orang yang merekam keluar dari tempat persembunyian mereka membuat Asisten Kim semakin tercengang.
"Tunggu! Tunggu! Ini maksudnya apa? Ini sangat tidak lucu," ucap Asisten Kim.
"Cepatlah Kim tiup lilinnya! Sialan aku sudah kebelet pipis," ucap Sean.
Dalam keadaan syok, Asisten Kim mendekati kue ulang tahun yang dibawa Dokter Juna. Asisten Kim berdoa lalu meniup lilinnya. Semua orang bertepuk tangan tetapi Asisten Kim masih kebingungan.
"Iyalah bangs*t terus apa lagi? Sialan! Kau malah memukulku sungguhan," ucap Sean sambil memegang wajahnya yang terkena pukulan Asisten Kim.
"Yang paling hebat itu Mauren. Akting menangisnya sangat mumpuni. Hahaha," ucap Dokter Juna.
"Setelah ini aku bisa main film, Oppa"
"Pergilah kau sana! Kim, berterima kasihlah kepada Orenku! Dia yang merencanakan semua ini," ucap Sean.
Asisten Kim memandang Mauren, Mauren tersenyum manis kepadanya.
Tiba-tiba air mata Asisten Kim keluar, ia menangis karena terharu bisa memiliki orang-orang yang sangat sayang dan peduli dengannya.
"Kim? Tisu yang aku berikan tadi kepadamu mana? Itu tisu untuk mengelap air matamu jika kau terharu dengan kejutan kami," tanya Sean.
Asisten Kim mengambil tisu yang ia kantongi di saku celananya. Dia mengelap air matanya yang jarang menetes dengan tisu pemberian sang tuan.
Bruuum... bruuum... bruuum...
Sebuah mobil sport mahal keluaran terbaru tiba-tiba datang lalu berhenti tepat di depan mereka. Seorang bodyguard keluar dari mobil itu lalu menyerahkan kontak mobil itu kepada Sean.
"Kim. Ini kado ulang tahun dariku. Mobil ini akan menjadi milikmu. Kau sudah mengabdi denganku selama 11 tahun. Aku sadar jika selama ini aku tidak bisa memberimu apa-apa. Terima kasih atas pengabdianmu selama ini," ucap Sean sambil memeluk Asisten Kim.
Asisten Kim semakin merasa bersalah dengan sang tuan yang sempat ia pukul. Asisten Kim memeluk Sean dengan erat membuat siapa saja yang berada disana merasa terharu.
"Sudah oi main peluk-peluknya. Kue nya bagaimana?" tanya Dokter Juna.
__ADS_1
Mereka melepaskan pelukannya lalu dengan cepat Sean merebut kue ulang tahun dan melemparnya kearah wajah Asisten Kim.
"Itu pembalasanku karena kau sudah memukulku tiga kali," ucap Sean merasa puas.
Semua orang tertawa sedangkan Asisten Kim membersihkan kue yang menutupi matanya.
Lalu terlihat beberapa bodyguard membawa 1 karung tepung, 2 krat telur ayam.
"Banyak sekali Sean? Kita mau bikin kue?" tanya Dokter Juna.
"Sekalian beg*. Kapan lagi bisa mengerjai Kim," ucap Sean sambil mengambil beberapa butir telur lalu melemparnya kearah Asisten Kim.
"Jangan menghindar Kak Kim!" ucap Mauren yang ikut-ikutan melempar telur kearah Asisten Kim.
Asisten Kim hanya bisa pasrah dan ia tidak marah justru sangat senang karena membuat temannya merasa senang. Terlihat Sean mengambil ponselnya lalu live IG supaya ia menjadi anak gaul seperti lainnya.
"Hai kembali lagi denganku Arsean. Lihatlah wajah tampanku terluka. Itu semua karena asisten laknat. Tuh orangnya...," ucap Sean sambil mengarahkan kameranya ke Asisten Kim.
Asisten Kim langsung menutupi wajahnya tetapi Sean tetap berusaha membuat Asisten Kim tersorot kamera ponselnya.
Sarangheyo Oppa
Arsean terluka saja masih tampan
Haha mana buat aku saja asistennya
Arsean, i love you
Mana pacarmu, kak?
Arsean harusnya main film cocok nih.
Tampan sekali Arseanku
Mana Maurennya? Jangan2 pacar setingan nih?
Jangan terluka Kak! Aku jadi sedih
Itulah beberapa pesan yang tertinggal saat video live IG.
Sean langsung merangkul Mauren dan menunjukan wajah Mauren di kamera ponselnya. Mauren sangat malu tetapi Sean tiba-tiba menciumnya.
"Ini dia pacar kesayanganku. Muah"
Setelah itu Sean mematikan live IG nya lalu berjalan mengambil tepung sekarung meninggalkan Mauren yang masih tersipu malu.
Sean langsung mengguyurkan sekarung tepung pada tubuh Asisten Kim membuat pria itu mirip seperti zombi.
"Tinggal nyemplung ke wajan sudah jadi gorengan, Kim," ucap Dokter Juna mengejek.
Terima kasih atas kepedulian kalian kepadaku. Aku sangat senang bisa kenal dengan kalian walaupun kalian tidak waras. Hahaha... Batin Asisten Kim
Di sisi lain.
"Oh... jadi gadis ini pacar Sean? Pantas saja ia sering masuk ruangan Sean," gumam Kakek Askar melihat video live IG Sean sambil meminum jus jeruk dan ditemani para gadis Jepang.
__ADS_1