Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Meeting


__ADS_3

Atmosfer ruang meeting menjadi kelam, banyak yang mengira jika Sean kali ini akan marah besar dengan Mauren. Para karyawan siap mendengarkan amarah dari sang bos besar yang terkenal kejam dengan hukuman yang dibuatnya.


Setelah mendengarkan keterangan dari pihak HRD, Sean mulai angkat bicara, ia melirik gadis kesayangannya yang menunduk malu.


Dia bisa melihat semua pegawainya menatap sinis ke arah Mauren.


Jika aku bisa aku akan memelukmu supaya orang-orang gila itu tidak menatapmu sinis. Sayangnya aku belum bisa mengungkapkan jika kau istriku.


"Maju ke depan Mauren!" suruh Sean.


Mauren melangkahkan kakinya dengan berat hati, ia harus maju ke depan menghadap Sean. Dia mengira Sean akan mempermalukannya. Dia berjalan menunduk membuat Sean semakin tidak tega.


"Jelaskan tentang artikel sampah itu yang sudah mencemarkan nama baikmu!" pinta Sean.


Mauren memandang ke ratusan pegawai di depannya, ia nampak gugup untuk berbicara. Bahkan ia sudah terdiam 5 menit dan para pegawai lain sudah siap mendengar celotehan Sean yang merasa ucapannya tidak dihiraukan.


Sean melirik sekilas jika para pegawai laki-laki memandangi tubuh istrinya, ia menjadi kesal.


"Duduklah!" ucap Sean membuat Mauren mengerutkan dahi.


Mauren tersenyum lalu menundukan kepala memberi hormat untuk Sean. Dia segera berjalan menuju bangkunya tetapi ada orang iseng yang sengaja menyandung kaki Mauren membuat gadis cantik itu terjatuh ke lantai.


Gubraaaak


Sean terkejut dan ingin menolong tetapi ia tidak mungkin melakukan itu di depan semua ratusan pegawainya.


Dia melihat Mauren berusaha bangkit sendiri tanpa bantuan dari pegawai lain dan ia segera duduk di bangkunya.


Hati Sean terasa sakit melihat istrinya mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain.


Setelah itu Sean mulai berbicara dan para pegawai siap mendengar kemarahan dari sang tuan.


"Menyangkut artikel sampah yang di tinggalkan dengan sengaja di website resmi perusahaan Young Group. Aku yakin jika orang tersebut tidak suka dengan Mauren.


Aku sudah menemukan orangnya dan mengumpulkan bukti-bukti akurat untuk diproses secara hukum karena melanggar privasi seseorang.


Bagiku semua orang memiliki privasi masing-masing dan itu urusan mereka selama tidak merugikan kita. Apakah masalah ini merugikan pihak Young Group? Kurasa tidak, ini tidak ada hubungannya dengan Young Group," jelas Sean.


Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dengan ucapan Sean. Baru kali ini sang tuan tidak marah padahal sebelumnya ia pasti marah jika para pegawainya melakukan kesalahan sekecil apapun.


"Ini menyangkut masalah personal dan seolah menyudutkan korban. Mauren disini hanya korban dan untuk foto itu adalah urusan pribadinya. Apa salahnya jika pernah ke diskotik? Bahkan aku sendiri pun pernah ke tempat seperti itu. Benar 'kan, Kim?"


"Benar, Tuan"


Kenapa anda bisa jujur sekali, Tuan? Tapi saya salut dengan anda karena berusaha melindungi Nona Mauren.


Sean menyudahi masalah tentang Mauren, ia meminta HRD untuk membacakan masalah lain. Para pegawai masih tercengang kenapa sikap Sean biasa saja tentang masalah Mauren padahal dampak yang diberikan oleh artikel itu sangat besar apalagi menyangkut nama baik Young Group.


Sean tidak memperdulikan nama baik perusahaannya yang terpenting ia bisa melindungi istri kesayangannya dari rumor itu.

__ADS_1


Beberapa masalah dibacakan oleh HRD, ia sangat marah kepada para pegawainya yang melanggar aturan padahal sangat kecil dan terlihat sepele. Bahkan Sean akan memotong gaji para pegawai itu.


Semua itu membuat mereka berpikir jika Mauren adalah simpanan Sean karena ia sering ke kantor Sean dan kini Sean seolah tutup mata dengan artikel sampah itu.


**


3 jam kemudian.


Sean terduduk di sofa, ia melamun tidak jelas.


Bayangannya hanya tertuju pada Mauren.


Seketika itu ia memanggil sang asisten untuk sekedar curhat.


"Kim! Kim!" teriak Sean.


"Iya Tuan," jawab Asisten Kim yang masuk ke ruangan Sean.


"Apakah Mauren baik-baik saja? Ku dengar ia sudah tidak berani masuk ke ruanganku. Terus jika aku rindu dengannya bagaimana, Kim?" ucap Sean kebingungan.


Asisten Kim tersenyum melihat sang tuan yang panik, ia menjelaskan jika Mauren kini bekerja seperti biasanya dan memang ia berusaha menghindar jika disuruh mengantar dokumen ke ruangan Sean.


"Jadi masih ada yang membully Orenku? Ini kan bukan sekolahan maupun perkuliahan, ku pikir mereka tidak akan mengurusi orang lain dan fokus mencari uang saja," ucap Sean heran.


"Itu manusiawi, Tuan. Sifat manusia memang saling menjatuhkan dan itu juga hal wajar dalam pekerjaan"


15 menit kemudian.


Dengan langkah gontai, Mauren berjalan ke ruangan Sean. Sebelum masuk ia memastikan dahulu apakah ada orang yang melihatnya masuk ke ruangan presdir atau tidak. Jika dirasa aman ia akan cepat masuk.


Sedangkan Sean sedang berdiri bersedekap menatap jendela besar yang terlihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit.


Mauren membuka pintu secara perlahan, ia melihat Sean yang berdiri membelakanginya sepertinya Sean tidak tau kedatangan Mauren.


Gadis itu berjalan perlahan dan berusaha melangkah tidak menimbulkan suara.


Lalu ia memeluk Sean dari belakang membuat Sean terkejut.


"Terima kasih Oppa. Kau telah menyelamatkanku saat meeting tadi," ucap Mauren senang.


"Jangan hanya berterima kasih! Kau harus membayarnya kali ini"


Mauren bingung, ia berpikir aneh-aneh kali ini.


Seketika itu Sean melepaskan pelukan Mauren lalu menggandeng gadis itu untuk memasuki kamar rahasia yang berada di ruangan presdir tersebut.


Mauren terbelalak saat Sean membuka kamar rahasia itu, sebuah kamar seperti hotel dengan jendela besar dan bisa terlihat pemandangan ibukota dari ruangan itu.


Kamar itu seperti kamar pada umumnya terdapat ranjang super besar, sofa yang empuk, lemari jati super mahal dan tidak lupa terdapat kamar mandi.

__ADS_1


"Ini dulunya adalah ruang perpustakaanku tetapi baru kemarin malam aku rubah seperti kamar hotel supaya kita bisa bersantai disini jika lelah," jelas Sean.


Sean menutup pintu lalu mengunci supaya tidak ada orang yang masuk, ia juga menutup tirai berwarna biru pada jendela super besar itu supaya orang yang berada di gedung seberang tidak bisa melihat aktivitasnya.


"Ini tidak benar, Oppa. Kita disini untuk bekerja bukannya untuk bersenang-senang"


Sean yang sudah menutup tirai lalu menghadap Mauren. Dia melangkah dengan perlahan sambil melepaskan jas dan kemeja putihnya. Badan Sean yang atletis membuat Mauren menelan ludah. Dia sangat senang menatap roti sobek milik Sean.


Sean mendorong tubuh Mauren ke ranjang lalu menindihnya, mata mereka saling bertemu tetapi Mauren segera memalingkan wajah.


"Oppa, baru kemarin malam kita melakukannya. Lagipula kita tidak mempunyai pengaman disini"


Sean lalu berdiri membuka lemari, ia mengambil sesuatu dan melemparnya kearah Mauren membuat gadis itu terkejut.


Sebuah kotak pengaman sudah disiapkan sebelumnya oleh Sean.


Tanpa aba-aba pria itu menindih lagi sang istri, dia mengunci tubuh gadis itu supaya tidak memberontak.


"Apa Oppa tidak bosan melakukannya? Aku takut Oppa cepat bosan denganku jika kita sering melakukannya,"


"Kau bosan melakukannya denganku?" ucap Sean sambil menatap tajam.


"Iya," jawab Mauren berbohong.


Sean terkejut lalu mencengkeram pipi Mauren dengan kuat membuat bibir gadis itu terlihat manyun.


"Ku tampar kau dengan bibir jika kau berucap seperti itu lagi!"


Oppa jika berucap selalu membuatku ingin tertawa. Haha. Bagaimana caranya menampar dengan bibir? Lucu sekali Oppaku ini.


"Bagaimana cara menampar dengan bibir, Oppa?"


"Seperti ini"


Sean dengan sigap menyesap bibir gadis itu dengan lembut sedangkan Mauren hanya memejamkan mata dengan paksa.


Tangan Sean mulai bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh sang istri.


Dan akhirnya terjadi pergulatan hebat siang itu.


_______________


Hai gaesss ... semoga author cepat punya grup chat sendiri buat share adegan panas dari Sean dan Mauren. Hahaha....


Pengennya nulis disini tetapi aturan noveltoon tidak boleh menulis adegan terlalu hot...


jangan lupa booom komen dan vote supaya cepat naik performanya...


dan buat kalian yg selalu komen maaf ya tidak author balas satu persatu... bukannya sombong sih tapi memang gak selalu pegang hp.

__ADS_1


__ADS_2