Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
MMSM 2 : Bab 153 - Bulan Madu (Malaysia)


__ADS_3

"Kau terlalu khawatir sayang, kita belum ada 4 bulan menikah tapi kau sudah berpikiran negatif jika tidak bisa hamil. Lihatlah Juna! 5 tahun dia menunggu buah hatinya dan kesabarannya membuahkan hasil bahkan mendapat bayi kembar walau dari perempuan yang berbeda," ucap Sean.


"Jadi maksud Oppa mau nikah lagi lalu dapat anak dari wanita selain aku, begitu?"


"Ah sudahlah... berbicara dengan wanita susah sekali. Cepat ayo berangkat!" ucap Sean sambil menarik 2 koper dan membawanya keluar apartemen.


Ketika Sean membuka pintu ternyata Asisten Kim sudah menunggu di depan pintu. Dia dengan sigap membawakan koper sang tuan menuju ke bawah.


Sean langsung mengenakan kacamata hitamnya membuat Mauren terus memandangi ketampanannya.


"Oppa tidak ingin jadi artis?" tanya Mauren sambil memasuki lift.


"Untuk apa? Buang-buang waktu saja"


Mauren tersenyum. Lalu memeluk sang suami dan lagi-lagi Asisten Kim menjadi obat nyamuk.


Setelah lift terbuka, mereka segera menuju mobil.


Kali ini Asisten Kim mengantarkan mereka menuju ke bandara. 


Mereka sangat antusias apalagi Mauren terlihat menempel pada ketiak sang suami saat di mobil.


"Kim? Urus perusahaan selagi tidak ada aku. Kau tidak perlu meminta persetujuanku karena selama aku berbulan madu tidak ingin di ganggu oleh siapapun. Termasuk kau dan mamaku," ucap Sean.


"Baik tuan"


Setelah sampai di bandara, Asisten Kim dengan sigap membawakan koper milik mereka. Sean dan Mauren bergandengan tangan masuk bandara.


Dan tidak membutuhkan waktu lama mereka menaiki pesawat pribadi lalu menuju ke negara pertama yaitu Malaysia.


Setelah masuk ke pesawat pribadi, mereka duduk bersebelahan. Sedari tadi Mauren selalu memeluk lengan Sean. Dia sangat mencintai sang suami yang baik dan perhatian dengannya.


"Oppa?"


"Apa kau?"


"Bagaimana jika kita mengubah nama panggilan kesayangan kita?" tanya Mauren. 


Sean mengerutkan dahi, ia memandang wajah Mauren yang imut.


"Bukankah Oppa dan Oren sudah bagus? Bahkan readers sudah nyaman dengan panggilan kita yang fenomenal ini," ucap Sean sambil mengelus kepala Mauren.


"Jika kita punya anak tidak mungkin memanggil seperti itu lagi 'kan? Apalagi Oppa 'kan artinya kakak," jelas Mauren.


Sean mengerutkan dahi. Dia kaget dengan ucapan Mauren. Oppa itu kakak? Bukankah itu artinya sayang? Itu yang ada di benak Sean.


"Jadi Oppa itu artinya kakak? Emangnya aku kakakmu?" tanya Sean kesal.


"Oppa mau-mau saja di panggil Oppa"


Mauren menatap Sean lalu tertawa terbahak-bahak. Dia tidak mengira jika suaminya sangat bodoh. Sean memandangnya dengan heran, ia sungguh tidak menyadari jika selama ini Mauren memanggilnya kakak.


Sean berdecih lalu memalingkan wajah karena kesal. Mauren lalu memegang wajah Sean untuk menghadapkan ke wajahnya.


"Aku akan memanggilmu Papa," ucap Mauren. 


"Tidak usah! Kau tetap memanggilku Oppa saja. Aku sudah nyaman jika kau panggil oppa," ucap Sean.

__ADS_1


"Tidak papa jika aku panggil oppa lagi?" tanya Mauren.


Sean menganggukan kepala lalu tiba-tiba ******* bibir istrinya. Mauren tidak menolak justru ikut dalam permainan Sean. Berciuman panas kini menjadi candu dan hampir setiap hari mereka melakukannya.


Setelah puas melakukannya, mereka melepas ciuman masing-masing.


"Kita di Malaysia ngapain saja Oppa?" tanya Mauren.


"E'ek di kali," jawab Sean asal.


Mauren mendengus lalu cemberut membuat Sean sangat gemas. Sean lalu memberikan jadwal bulan madu mereka.


"Oppa? Bisakah kita naik ke menara petronas?" tanya Mauren.


"Tidak bisa Oren. Itu bukan tempat wisata, kita hanya boleh berfoto di depannya"


Mauren cemberut, ia meminta Sean untuk mengusahakannya.


"Mauren sayang. Tidak semua aku bisa melakukannya apalagi itu di negara orang"


"Tapi menurut novel yang aku baca banyak presdir yang sangat berkuasa bahkan hal yang sulit terjadi bisa terjadi," ucap Mauren.


"Aku hanya berkuasa di perusahaanku dan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Young Group. Kita bicara realita yang ada, jika aku di luar Young Group aku bukan siapa-siapa," jelas Sean sambil membelai rambut Mauren.


"Jadi di novel yang aku baca?"


"Itu hanya fiksi. Jangan mau di bodohi kau! Kecuali jika mereka seorang diktaktor seperti pemimpin Korea U*****, semua warganya bertekuk lutut pada pemimpinnya. Aku hanya seorang direktur yang berkuasa atas perusahaanku. Jika di luar perusahaan aku tetap orang biasa," jelas Sean merendahkan diri.


Jelas-jelas Oppa sangat berkuasa di negara ini tetapi ia tidak mau sombong dan angkuh.


Mereka lalu sudah di jemput oleh orang suruhan Sean untuk mengurus jadwal bulan madu mereka.


Sean dan Mauren menuju mobil, mereka langsung di antar menuju hotel untuk makan siang dan menaruh koper di kamar hotel mereka.


Setelah santap siang, mereka lalu menuju ke tujuan pertama yaitu menara kembar atau yang di sebut menara Petronas. Sebuah ikon dari negara itu.


Mauren sangat senang. Dia lantas berfoto selfie dengan berlatar belakang menara kembar itu.


"Oppa? Menaranya mirip dengan Tower Of YG ya? Bedanya jika Petronas ada 2 bangunan yang bersebelahan," ucap Mauren.


"Iya memang hampir mirip, Oren"


Mereka berfoto romantis dengan menyewa fotografer yang sudah disiapkan oleh orang suruhan Sean.


CEKREK


CEKREK


CEKREK


Setelah itu Sean mencium pipi Mauren membuat gadis itu tersipu malu.


"Jika mau cium bilang dong, Oppa!"


"Haha.. tidak mau," ejek Sean.


Setelah hampir 2 jam berfoto di menara itu mereka langsung menuju ke wisata ke dua yaitu Batu Cave.

__ADS_1




Mauren tercengang melihat tempat satu ini. Dia baru pertama kali datang ke tempat itu.


"Oppa, aku ingin foto disitu," pinta Mauren.


Sean lalu menyuruh fotografer untuk memfoto Mauren yang sudah siap berpose.


CEKREK


CEKREK


"Ayo kita foto bersama, Oppa!"


Sean menganggukan kepala lalu mereka foto bersama lagi. Kini yang mereka rasakan adalah kebahagiaan.


"Mau naik kesana?" tanya Sean yang menunjuk anak tangga yang berjumlah ratusan.


Mauren menelan ludah tetapi dengan rasa penasarannya ia menyetujui untuk naik keatas.


Sean menggandeng Mauren untuk menarik anak tangga satu persatu. Anak tangga itu di cat warna-warni membuat Mauren tidak merasakan lelah justru asyik melewati tangga itu.


Setelah menempuh setengah perjalanan, akhirnya Mauren lelah juga dan ia memilih untuk beristirahat dulu sejenak untuk mengatur nafas.


"Hah... hah... hah..."


"Begitulah jika jarang berolahraga, naik tangga sedikit saja sudah lelah," ucap Sean sambil mengelus kepala Mauren.


Mauren tersenyum kecut, ia masih mengontrol nafasnya dengan teratur.


Sean lalu menyuruhnya untuk minum air putih dan Mauren segera menenggaknya.


Glek.. glek.. glek... glek...


"Sudah? Mau sambung perjalanan lagi?" tanya Sean


Mauren menganggukan kepala lalu mereka menaiki tangga itu lagi satu persatu. Sean dengan sabar menuntun Mauren.



Beberapa menit kemudian, mereka sampai di atas sana. Mauren sangat takjub karena diatas adalah sebuah gua yang besar dan banyak patung dewa-dewa menurut agama Hindu.


Mauren menyapu semua pandangannya. Dia tersenyum lalu melirik Sean.


"Indah sekali, Oppa"


Sean tersenyum lalu tour guide menjelaskan secara detail tentang tempat itu.


Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan.  Situs ini adalah titik fokus festival Hindu Thaipusam di Malaysia.


Karena tempat ini adalah tempat ibadah maka disarankan memakai pakaian yang sopan dan jangan minim. Jika memakai pakaian sejenis itu kalian di wajibkan untuk menyewa kain yang telah di sediakan.


Bersambung...


__ADS_1


__ADS_2