
(Flashback tentang Kim sampai disitu dulu dan akan dilanjut bab-bab selanjutnya...
Kembali lagi saat Sean dan Mauren berada apartemen)
"Kau harus bilang kepada Ibumu jangan merasa sungkan kepadaku. Aku jadi tidak enak kepadanya, harusnya ia beristirahat disini tetapi malah memilih beristirahat di rumah Valto," ucap Sean yang terbaring diranjang.
Sean mengerutkan dahi ketika Mauren malah asyik memainkan ponsel.
Dia dengan geram mencubit pipi Mauren membuat gadis itu kesakitan.
"Lepaskan Oppa!"
Sean melepaskannya lalu mulai mengingat saat dirinya melempar uang kepada Mauren saat gadis itu tidak sengaja menabrak mobilnya.
Dia dengan kasar memaki Mauren dan melempar uang 10 ribuan berjumlah 5 lembar kewajah anak SMA itu.
"Kau ingat jika itu aku?" tanya Sean malu.
"Aku memang bukan pengingat wajah yang baik tetapi jika Oppa memakai jas kerja aku langsung teringat pria itu adalah Oppa dan aku punya penyakit langka yaitu lupa ingatan jangka pendek, aku akan lupa dengan cepat apa yang pernah aku alami tetapi sewaktu-waktu aku akan ingat lagi," jelas Mauren.
"Benarkah? Apa itu berbahaya Oren? Sepertinya kau harus konsultasi ke dokter. Bagaimana jika kau suatu saat nanti akan melupakanku?" ucap Sean panik.
"Kita 'kan selalu bersama jadi aku tidak akan pernah melupakan Oppa"
"Oren. Sebaiknya kau konsultasi ke dokter, aku tidak mau kau sakit bahkan sampai melupakanku. Aku cukup heran denganmu saat aku mengajakmu menikah ekspresi wajahmu seperti baru pertama kali melihatku"
"Bukan begitu Oppa. Aku memang kagum dengan wajahmu," ucap Mauren berbohong.
Sean tersenyum lalu mengelus rambut Mauren, ia sangat menyayangi Gadis itu.
Gadis yang dinikahinya secara mendadak bahkan Mamanya sendiri belum tau jika sang anak telah menikah.
"Aku juga minta maaf saat itu tidak bertanggung jawab dan malah kabur dengan motormu yang rusak dan kaki mu yang terluka"
"Aku tidak apa-apa Oppa. Oppa juga sudah mengganti motorku. Aku sayang Oppa," ucap Mauren sambil memeluk Sean.
Sean memeluk hangat tubuh Mauren, ia juga memberikan kecupan hangat pada leher istrinya. Tangannya mulai bergerilya menyusuri harta karun yang empuk itu.
"Oppa ini masih siang"
Sean tidak menghiraukan ucapan Mauren, ia terus bermain dengan kedua bola empuk itu. Kepalanya mulai menyusuri dan menciumi dada sang istri, Mauren hanya bisa pasrah mendapat perlakuan menggairahkan dari Sean.
Setelah puas bermain dengan bola itu, Sean segera melepas kaos yang di kenakan Mauren, ia menyusuri area dada sampai perut Mauren. Mauren bergelinjang keenakan merasakan kecupan-kecupan hangat yang diberikan oleh Sean.
Dan setelah itu klean bayangin sendiri apa yang terjadi.. wkwk...
Setelah selesai bergulat mereka langsung lemas dan tertidur sambil berpelukan.
**
Saat sore hari.
"Oren! Lama sekali kau mandi. Jadi kebiasaan kau. Cepat atau ku tinggal?"
"Oppa duluan saja! Aku bisa berangkat dengan Pak Zainal," teriak Mauren dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Sean berdecak lalu mengambil tas punggung dan bola termahalnya lalu berjalan menuju keluar apartemen dengan Asisten Kim yang sudah berada di depan pintu kamar.
"Dimana Nona Mauren, Tuan?"
"Sedang bertapa di kamar mandi, betina satu ini lama sekali jika mandi. Kim. Suruh orang untuk membuatkan kamar mandi satu lagi"
"Baik Tuan"
Mereka segera ke tempat gedung futsal milik Young Group.
Sean akan bertanding dengan rekan-rekan bisnisnya dari perusahaan lain.
Dia juga sangat antusias menunjukan jika ia memiliki pacar yang cantik yaitu Mauren di semua teman-temannya nanti.
Sesampainya di gedung futsal.
Gedung futsal itu cukup besar dan memang dikelola oleh perusahaan Young Group lalu di sewakan.
Gedung futsal itu terdiri dari 3 lapangan futsal yang nampak bersih dan tertata rapi. Di pinggir lapangan terdapat bangku-bangku untuk para penonton.
"Hai Arsean... lama tidak bertemu"
"Hai Kak Leon... iya sudah lama tidak bertemu," jawab Sean sambil memeluknya ala laki-laki.
Disana ada sekitar 20 teman Sean dari beberapa perusahaan, ada yang ikut bertanding dan ada juga yang hanya sekedar menonton.
Tetapi Sean terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang.
"Kakak..."
Sean berdecak kenapa kedua adiknya berada disitu.
"Kenapa kalian disini?"
"Apa lagi jika bukan melihat cogan," ucap Sera bersemangat.
"Dimana pacar kakak?" tanya Zara.
"Sebentar lagi dia datang. Kau harus tutup mulut dan jangan beritahu kakek tentang pacarku!"
"Siap bos," ucap Sera dan Zara bersamaan.
Terlihat beberapa gadis cantik berada disana, seperti Jia dan Alana untuk mendukung para kesayangan mereka. Dan sedari tadi Zara melirik Reno yang terduduk sambil mengobrol dengan temannya.
Tolong Kak Reno lihat aku sebentar saja!
Aku hari ini berdandan cantik untuk Kak Reno.
Mereka membagi dua tim. Dokter Juna setim dengan Asisten Kim sedangkan Sean setim dengan Reno.
Mereka segera menuju ke lapangan dan mulai bersiap tetapi pandangan mereka terfokus pada seorang gadis cantik bak bidadari mengenakan celana super pendek dan terlihat paha mulusnya dengan memakai atasan crop top yang terlihat perut gadis itu.
Gadis itu nampaknya berjalan sambil memainkan ponselnya dan tidak tahu jika seisi lapangan memperhatikan kecantikannya.
Tetapi tidak dengan Sean, ia membanting bola yang dibawanya dan berjalan geram ke gadis itu.
__ADS_1
Mauren terkejut karena Sean tiba-tiba memeluknya.
"Apa-apaan kau memakai pakaian seperti ini?" ucap Sean marah sambil memeluk Mauren untuk menutupi tubuhnya.
"Sean. Kau menutupi pemandangan indah," goda Dokter Juna.
"Sialan kau! Jangan coba melihat pacarku kalian!"
Teman-teman Sean tersenyum kecut melihat Sean yang terlalu posesif dengan sang pacar.
Sedangkan Sera dan Zara tidak menyangka jika Mauren yang menjadi pacar kakaknya.
"Oppa lepaskan aku!" ucap Mauren.
Sean melepaskan pelukannya lalu melepas kaos yang dikenakannya dan menutupi perut Mauren yang nampak.
Tetapi giliran Mauren yang cemburu ketika melihat para gadis memandang tubuh Sean yang tidak mengenakan baju.
Mauren memeluk Sean dan menatap tajam para gadis itu.
"Jangan lihat tubuh Oppaku!"
"Hah! Pasangan aneh," ucap Dokter Juna.
Sean melirik paha Mauren yang kelewat mulus langsung memeluk kaki Mauren lalu bergantian menatap teman-temannya.
"Jangan lihat paha pacarku kalian!"
Teman-temannya tertawa bersamaan melihat pasangan aneh itu untuk menutupi satu sama lain.
Sedangkan Asisten Kim mengambil jaketnya dan ia berikan kepada Mauren.
"Pakailah jaketku Nona dan berikan kaos milik Tuan Sean supaya Tuan memakai kaosnya," ucap Asisten Kim.
"Sialan kau Kim! itu istriku eh pacarku kau suruh memakai jaketmu," jawab Sean marah.
"Tidak apa-apa, Oppa. Hanya saat disini saja, Oppa cepat pakai kaos milik Oppa. Aku tidak mau garanganwati melihat tubuh Oppa yang indah," ucap Mauren sambil memakai jaket Asisten Kim dan menyerahkan kaos milik Sean.
Mauren menatap Asisten Kim, ia mengeluarkan senyuman.
Mauren sudah melupakan masa lalunya dengan Asisten Kim. Pria yang tidak pernah peka terhadap dirinya.
Saat di kamar mandi.
Mauren tengah mencuci tangan setelah itu menyisir rambutnya. Dia lalu berjalan menuju keluar dan tidak sengaja bertemu Asisten Kim.
"Kak Kim. Bisakah kita bicara?"
1 menit kemudian.
"Bisakah kau menjauh dariku?" tanya Mauren serius.
"Nona. Fokuslah kepada Tuan Sean, dia sangat menyayangi anda. Jangan hiraukan saya jika kita saling bertemu! Karena memang saya bekerja untuk suami anda," jawab Asisten Kim dengan santai.
"Apa kau tidak tersiksa melihat keromantisan kami? Sampai kapan kau akan terluka? Walau kita tidak memiliki hubungan tetapi aku masih punya perasaan melihatmu jika tersakiti olehku. Berhentilah menjadi asisten Oppaku!"
__ADS_1
"Sudah berulang kali saya bilang, Nona. Fokuslah kepada Tuan Sean! Jangan hiraukan saya! Anda juga tidak berhak menyuruh saya berhenti bekerja untuk Tuan Sean. Jangan pernah sakiti Tuan Sean! Atau anda akan berurusan dengan saya," gertak Asisten Kim.