Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 69 : Kena prank kalian


__ADS_3

"Kau bodoh Kak Kim! Caranya seperti ini," ucap Mauren langsung mencium bibir Asisten Kim.


Asisten Kim sangat terkejut tetapi ia tidak menolak ciuman itu, mereka saling beradu lidah menyesapi satu sama lain.


Tangannya memegang pinggul Mauren dan bibirnya mulai menggigit manja bibir gadis itu.


"Woy! Kak Kim?" ucap Mauren membuyarkan lamunan Asisten Kim.


Asisten Kim terkejut ternyata ia hanya berhalusinasi sedari tadi. Dia memegangi kepalanya membuat Mauren kebingungan.


Aku sepertinya harus memeriksakan kepalaku. Akhir-akhir ini aku sering berhalusinasi yang tidak-tidak.


"Kak Kim sakit?"


"Ah! Tidak Nona. Kalau begitu saya permisi dulu," jawab Asisten Kim malu lalu berjalan pergi meninggalkan Mauren yang kebingungan.


Asisten Kim lalu menuju keruangannya dan terduduk dikursi sambil memegang kepalanya. Dia merasa bodoh karena membayangkan yang tidak-tidak.


Sepertinya ia harus berkonsultasi pada Dokter Juna.


Satu jam kemudian.


Dokter Juna datang lalu duduk di ruangan Asisten Kim. Asisten Kim menceritakan semuanya tentang keanehan yang terjadi kepada dirinya akhir-akhir ini.


Sedangkan Dokter Juna menggeleng-gelengkan kepala dan ia menyimpulkan sesuatu.


"Sepertinya kau terserang virus sintingnya Sean. Coba aku lihat kepalamu," ucap Dokter Juna sambil mendekati Asisten Kim dan memegang kepalanya.


"Benarkan kadar virus sintingnya sudah mencapai 80 %," sambungnya lagi.


Disaat bersamaan Sean membuka pintu ruangannya lalu memergoki mereka yang tengah bertatapan lekat dan tangan Dokter Juna memegangi kepala Asisten Kim.


"Sedang apa kalian?"


"Adikmu sepertinya terserang virus cinta. Dia selalu membayangkan hal aneh dengan gadis yang disukainya"


"Kata Dokter tadi aku terserang virus sintingnya...," belum sempat menyelesaikan ucapannya, mulut Asisten Kim dibekap oleh Dokter Juna.


Sean mendekati mereka dan ikut duduk di sofa ruangan Asisten Kim. Dia menatap Asisten Kim lalu memegang keningnya.


"Kuberi kau cuti 1 hari. Beristirahatlah di apartemen. Sepertinya kau kelelahan karena terus bekerja," ucap Sean.


Asisten Kim menganggukan kepala, ia sepertinya harus beristirahat hari ini. Akhir-akhir ini pekerjaannya semakin berat karena sekaligus harus mengawasi sang tuan beserta istrinya agar terhindar dari orang suruhan Kakek Askar.


"Juna. Saat pesta itu setelah aku pergi lalu apa yang terjadi?" tanya Sean penasaran.


Dokter Juna menjelaskan suasana di pesta itu menjadi ricuh, semua tamu memilih tidak ikut campur apalagi Dokter Juna, ia memutuskan untuk pulang dan tidak mengurusi masalah keluarga itu.


Dokter Juna juga menceritakan jika Kakek Askar sangat marah besar dan menyuruh Sean untuk berhati-hati karena setelah ini akan terjadi peperangan besar antara kubu Sean dan kubu Kakek Askar.


"Aku sungguh lelah, Juna. Kau tau 'kan? Aku telah menjadi direktur sejak lulus SMP masa dimana remaja sedang asyik-asyiknya bermain bersama teman-temannya. Sedangkan aku harus di gedung ini sambil menatap layar laptop bahkan sedikit demi sedikit rambutku mulai rontok," jelas Sean sambil menyandarkan kepalanya di sofa.

__ADS_1


"Kok kau jadi curhat, Sean?"


"Sialan kau!"


"Tapi aku salut kepadamu Sean, kau tetap sabar menghadapi Kakekmu yang keras itu. Semangat sahabatku!" ucap Dokter Juna menyemangati Sean.


"Kok Kau jadi sok peduli?" ucap Sean yang balas dendam.


"Sialan kau!" jawab Dokter Juna, " Oh ya bagaimana besok sore kita tanding futsal," ajak Dokter Juna.


Sean dan Asisten Kim setuju, mereka sudah lama tidak bermain futsal setelah itu mereka melanjutkan mengobrol hampir 15 menit. Dan saat itu Sean mempunyai ide untuk bermain game sebentar bersama. Sudah jarang ia bermain game bersama kedua teman dekatnya itu lalu mereka mengeluarkan ponsel masing-masing.


Mereka sangat fokus pada layar ponselnya hingga tak sadar Kakek Askar masuk ke ruangan itu.


Kakek Askar masuk dengan mengendap-endap menyergap mereka yang sedang bermain game saat jam kerja. Dengan penuh semangat ia lontarkan pukulan tongkat kayunya ke punggung mereka bertiga.


TOK!


TOK!


TOK!


"Sialan!" ucap Sean terkejut lalu kaget melihat sang Kakek sudah ada di sampingnya.


Asisten Kim dan Dokter Juna segera mematikan ponsel mereka, ia sangat takut dengan kehadiran Kakek Askar yang tiba-tiba.


Sedangkan Sean melanjutkan bermain gamenya tetapi ia kesal karena kedua temannya malah sudah keluar dari game itu.


Tiba-tiba Kakek Askar menjewer Sean dengan kencang membuat Sean kesakitan, "Aw.. aw.. aw.. aw.. Lepaskan Kek!"


"Kurang ajar kalian! Malah bermain game saat jam kerja. Lihat para karyawan disini sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing tetapi kalian malah enak-enak bermain game"


Kakek Askar melepaskan jewerannya sedangkan Sean mengelus telinganya yang memerah. Dia berdiri lalu berjalan menuju ke ruangannya sedangkan sang Kakek mengikutinya dengan geram.


"Apakah mereka akan baku hantam, Kim?" tanya Dokter Juna yang akan bersiap kembali ke rumah sakit.


"Tidak mungkin. Tuan Sean tidak akan senekat itu"


Beberapa menit kemudian Sean dan Kakek Askar sudah terduduk di sofa.


Sean menatap sang Kakek dengan santai. Sang Kakek mulai mengoceh kesana-kemari, Sean mendengarkan dengan jengah dan sesekali mengorek kupingnya yang sudah lelah mendengar ucapan sang Kakek.


"Papa Alana sudah membatalkan perjodohan ini dan Alana akan pergi keluar negeri, aku tidak akan membiarkan ia lolos begitu saja. Dia sudah terikat persetujuan denganku, aku akan menghancurkan perusahaannya sekejap mata," ucap Kakek Askar.


"Kakek tidak bisa begitu, jahat sekali kakek dengan beliau. Aku tidak akan membiarkan Kakek melakukan itu"


Kakek Askar mendengus, ia tersenyum kecut dengan ucapan Sean.


"Bisa apa kau? Kau selalu membuatku kesal, Sean. Kau sudah mempermalukan Kakek di hadapan semua kolega dan untungnya kejadian di pesta itu belum sempat tersiar di TV. Bla… bla… bla… bla… bla… bla… mengoceh tidak jelas, mengoceh tidak jelas"


Sean sudah lelah mendengar celotehan Kakek lalu mulai mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Eh Kakek... ada diskotik baru di kota ini. Aku dan Kim sudah pernah datang kesana," ucap Sean.


"Sialan!...," ucap Kakek, " Kenapa kalian tidak mengajak Kakek kesana?"


Saat pulang kerja.


Kakek Askar langsung masuk ke mobil Sean dengan semangat. Sedangkan Sean dan Asisten Kim hanya saling bertukar pandang.


Mereka langsung menuju ke diskotik itu.


"Apakah gadis disana cantik-cantik?"


"Sangat cantik, bahkan Kim sudah merasakan dengan dua gadis sekaligus. Benar 'kan, Kim?"


Asisten Kim hanya tersenyum kecut. Dia heran kenapa Kakek dan cucu sama-sama aneh. Dia fokus menyetir mobil dan tidak menghiraukan obrolan Kakek dan sang cucu yang mengobrol obrolan aneh.


Sesampainya di diskotik dengan langkah semangat sang Kakek berjalan masuk ke diskotik itu sedangkan Sean dan Asisten Kim berada dibelakangnya.


"Ayo cepat kalian! Mana jiwa muda kalian? Dasar loyo!" ucap Kakek yang menengok ke belakang melihat Sean dan Kim berjalan lambat.


Sean berdecak tidak menghiraukan Kakek Askar yang melangkah semangat.


Setelah masuk Sean memesan 2 gadis cantik untuk sang Kakek tetapi beliau protes dan meminta 1 gadis lagi untuk menemaninya malam ini.


Setelah memastikan sang Kakek masuk kamar khusus, Sean memutuskan untuk pulang dan menyuruh sopir Kakek Askar untuk menjemput sang kakek satu jam lagi di diskotik.


"Ayo pulang, Kim. Aku sangat lelah,"


"Baik Tuan"


Asisten Kim melajukan mobilnya menuju apartemen tetapi saat itu ia mendapat telpon dari Pak Zainal jika Mauren bersama Alana di cafe seberang gedung perusahaan.


"Tuan Sean. Nona Mauren kini bersama dengan Alana di cafe seberang perusahaan anda"


"Sungguh? Kenapa mereka bisa kenal? Cepat kesana, Kim! Aku takut terjadi sesuatu dengan Orenku," ucap Sean khawatir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Hallo pembaca Mendadak Menikah.


Mohon dukungannya dengan like komen vote5 dan vote..


jangan pelit!!!


kalo pelit author bakal update sehari 1 bab saja... karena mengetik dan memikirkan ide cerita itu susah gaess.


hargai author ya... like, Komen dan vote itu GRATIS KOK


Dokter Juna.


__ADS_1


__ADS_2