
Suasana cukup kondusif untuk segera kembali ke apartemen setelah Sean sudah menghancurkan pesta Alana.
Kakek Askar semakin memperketat pengawasan Sean tetapi Asisten Kim tidak kehilangan akal, ia menyuruh para bodyguardnya untuk mengawasi dan melindungi sang tuan beserta istrinya.
Sedangkan Alana nampak terpukul dan sudah dua hari ia tidak keluar dari kamarnya.
Dia sebenarnya tidak setuju dengan pengumuman mendadak itu terlebih lagi ia sudah tahu sifat Sean yang pengekang dan tidak suka diatur.
Alana mencoba menelpon Sean tetapi Sean tidak pernah mau mengangkatnya. Alana sudah sangat menyerah untuk mendapatkan Sean. Dia tidak ingin memaksa Sean lagi untuk menikahinya.
"Cukup Pah! hiks hiks... aku tidak ingin Sean semakin membenciku hiks hiks... Hentikan perjodohan ini! Sean tidak mencintaiku Pah. Daripada aku tersakiti setelah menikah nanti oleh Sean lebih baik hentikan perjodohan ini!" ucap Alana menangis terisak.
Sang Papa memeluknya dengan erat, ia tidak tega melihat Alana menangis. Setelah ini dia berusaha untuk meminta kepada Kakek Askar untuk menghentikan perjodohan itu. Dia akan menerima semua konsekuensinya yang terpenting Alana bisa bahagia.
"Papa akan memohon kepada Tuan Askar untuk menghentikan perjodohan ini. Sedangkan kamu harus memikirkan bagaimana caranya agar Sean memaafkanmu," ucap Papa sambil mengelus kepala Alana.
Alana menganggukan kepala lalu mengusap air matanya. Dia kini harus berkemas untuk segera datang ke kantor Sean. Dia berharap supaya Sean tidak mengusirnya dan mau mendengar penjelasannya terlebih dahulu.
"Doakan Sean memaafkanku, Pah!"
"Semoga saja dia memaafkanmu sayang"
Alana lalu berangkat menggunakan mobilnya.
Dia berusaha menunjukan ekspresi senang selama di dalam mobil, ia tidak ingin larut dalam kesedihan.
Maafkan aku Sean. Aku tidak mau memaksamu lagi. Tolong kali ini maafkanlah aku.
Setengah jam kemudian Alana sampai di kantor Sean.
Dia berjalan dengan langkah semangat untuk sampai ke ruangan presdir.
Kali ini ia mengenakan pakaian sopan seperti dulu Sean yang selalu menyuruhnya memakai celana panjang jika bertemu dengannya.
Alana langsung masuk ke ruangan Asisten Kim, tetapi pria itu tidak ada membuatnya langsung masuk ke ruangan Sean.
Dia membuka pintu tanpa mengetuk, ia menunjukan ekspresi senang.
Tetapi bagai pagi hari tersambar petir lalu terjatuh di jurang, ia melihat Sean sedang berciuman dengan Mauren dan terlihat Sean meraba pant*t gadis itu.
Alana langsung menutup pintu dengan pelan lalu cepat-cepat berlari meninggalkan ruangan itu. Dia menuju ke toilet dan menumpahkan seluruh air matanya.
Pantas saja Sean tidak mau menikah denganku. Dia sudah memiliki gadis lain.
Tapi apa hubungan mereka? Sepertinya gadis itu masih baru di perusahaan ini.
Apa jangan-jangan dia hanya simpanan Sean?
Berselang beberapa menit kemudian.
Mauren masuk ke dalam toilet, ia melihat mata Alana yang sembab dan tengah berdiri di depan cermin besar kamar mandi.
Mereka saling bertatapan tetapi Mauren seolah cuek.
Mauren merapikan rambutnya didepan cermin, ia juga terlihat menggunakan lipstick pada bibirnya.
"Lipstickmu hilang setelah berciuman?" tanya Alana menatap sinis Mauren.
Mauren terkejut, ia segera menyimpan lipsticknya. Dia bergantian menatap Alana.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Mauren sambil bersedekap.
"Aku sudah melihat semuanya di ruangan Sean. Jangan berpura-pura lagi! Hiks.. hiks.," jawab Alana lalu menangis terisak.
Alana menangis tersedu-sedu lalu berjongkok di depan Mauren. Dia menumpahkan rasa sedihnya melihat pria yang dicintainya sudah memiliki wanita lain.
Huhuhu hiks hiks hiks hiks
Mauren tidak tega melihat Alana menangis, ia ikut berjongkok didepan Alana.
Dia menepuk bahu gadis itu seolah ingin menenangkannya. Tetapi Alana malah menepisnya dan langsung mengelap air matanya.
"Nanti malam temui aku di cafe seberang, aku ingin berbicara denganmu," ucap Alana sambil berdiri lalu berjalan keluar kamar mandi meninggalkan Mauren yang masih kebingungan.
Sial! Apakah mulutnya akan ember memberitahukan pegawai lain jika dia memergokiku berciuman dengan Oppa?
Alana mengatur pernapasannya untuk menemui Sean. Dia melangkah seyakin mungkin untuk menghadap teman dekatnya itu.
Dia mulai masuk ke ruangan Asisten Kim tetapi pria itu menghalanginya untuk masuk ke ruangan Sean.
"Aku ingin bertemu dengan Sean. Tolong minggirlah!"
"Untuk apa lagi Nona menemui Tuan Sean?"
"Aku ingin meminta maaf kepadanya. Tolong izinkan aku masuk, Kim"
Asisten Kim tidak membiarkan Alana masuk semudah itu, ia bahkan sampai kasar kepada Alana. Asisten Kim sudah cukup muak dengan tingkah Alana yang sudah membuat sang tuan kesal dan marah.
"SEAN! SEAN! Tolong keluarlah Sean! Aku mau meminta maaf kepadamu! Hiks hiks... Aku tidak akan memaksamu lagi untuk menikah denganku, hiks hiks. Keluarlah Sean! Aku meminta maaf, hiks hiks," ucap Alana.
Seketika itu pintu ruangan Sean terbuka, ia bisa melihat Alana terduduk di lantai dan tangannya ditarik oleh Asisten Kim.
Asisten Kim melepaskan Alana dan Sean berjalan masuk kedalam ruangannya lalu terduduk di kursi direktur.
Alana kini dihadapan Sean, ia terduduk di lantai dan meminta maaf kepada Sean sambil menangis.
"Aku minta maaf Sean. Aku tidak akan memaksamu untuk menikahiku lagi. Aku sudah bilang kepada Papaku untuk membujuk Kakekmu supaya membatalkan perjodohan kita"
"Hanya itu? Kau membuang waktuku saja"
"Aku tidak akan mengusik hidupmu lagi. Aku tau kau sudah membenciku dan pertemanan kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi, hiks hiks... aku juga sudah memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk kuliah disana"
Sean terkejut lalu menatap Alana, ia menghampiri gadis itu lalu menyuruhnya untuk berdiri. Sean dengan cepat memeluk Alana, ia tidak pernah membenci Alana. Dia sudah menganggapnya sahabat.
Yang salah disini adalah keluarga mereka yang memaksakan mereka untuk menikah.
"Aku pasti merindukanmu Alana. Kau tetap temanku tidak ada yang berubah dalam pertemanan kita," ucap Sean.
Alana menangis tersedu-sedu, ia kagum dengan Sean yang tidak membencinya.
Dia memeluk Sean dengan erat melepas kerinduannya yang telah lama tidak memeluknya seperti itu.
**
Saat istirahat tiba, Asisten Kim sedang berada di lantai teratas di gedung itu.
Dia mendapat telepon dari Jia.
__ADS_1
Jia ingin mengajak Asisten Kim untuk jalan-jalan sebelum ia pulang ke negaranya.
Jia memang cukup terkejut karena pesta temannya yang menjadi kacau tetapi Asisten Kim telah menjelaskan semuanya kepada Jia apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya. Besok kita mau kemana?" tanya Asisten Kim.
"Ke mall? Baiklah, sampai jumpa besok," sambung Asisten Kim.
Disaat itu juga Mauren mengagetkan Asisten Kim membuat pria itu sangat terkejut.
"Nona. Tolong jangan mengagetkanku lagi! Jantungku hampir copot, Nona"
"Hahaha cieee mau jalan-jalan ke mall dengan pacar Kak Kim?" tanya Mauren kepada Asisten Kim sambil meminum susu favoritnya.
"Dia hanya temanku,Nona"
"Hahaha bohong. Aku sudah melihat foto di ponsel Oppa saat Kak Kim berciuman dengan wanita itu. Cieeee," ejek Mauren.
Asisten Kim tersenyum kecut, ia melirik susu yang menempel pada bibir Mauren. Dia lalu mengusap dengan tangannya.
Mauren cukup terkejut tetapi ia iseng lagi dengan meminum susu dan sengaja meninggalkan bekas susu itu di bibirnya.
Asisten Kim mengerutkan kening, sepertinya Mauren memang sengaja melakukannya.
Tetapi tiba-tiba Mauren menarik tangan Asisten Kim dan mengelap bekas susu itu pada jas bagian lengan Asiaten Kim dan meninggalkan bekas susu di jas tersebut.
"Anda selalu iseng, Nona. Jika anda melakukannya di jas Tuan Sean, saya yakin gaji anda akan dipotong," ucap Asisten Kim.
"Hahaha... jangan marah Kak Kim!"
Asisten Kim tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke Mauren membuat gadis itu terkejut. Tangannya mengusap pipi Mauren yang masih terdapat bekas susu.
Mauren menjadi kelu dan tidak bisa berkata-kata, ia lalu memalingkan wajah.
"Maaf Nona. Ada bekas susu di bibir anda," jelas Asisten Kim tak kalah panik.
"Hahaha... kau lucu Kak Kim. Aku tau kau sedang latihan 'kan untuk menyenangkan pacarmu. Tapi kulihat kau kurang lihai untuk merayu perempuan bahkan saat ku lihat fotomu berciuman dengan gadis itu terlihat sangat kaku. Kau ingat saat tidak sengaja menciumku? Kau bahkan salah dengan ciuman semudah itu," jelas Mauren sambil menahan tawa.
"Jadi yang benar bagaimana, Nona?" tanya Asisten Kim ragu.
Mauren mengajak Asisten Kim untuk masuk ke salah satu ruangan yang tidak ada CCTVnya, ia menutup pintu dan tidak lupa menguncinya.
Mauren mulai mendekati Asisten Kim dan mulai mengajari caranya berciuman yang benar.
"Kau harus memegang pinggul gadis itu seperti ini, lalu tatap wajahnya selekat mungkin. Miringkan kepalamu lalu dekatkan bibirmu ke bibir gadis itu, masukkan lidahmu dan adukan dengan lidahnya saling beriringan"
"Maaf Nona tetapi hanya teori saja saya tidak paham"
Mauren berdecak, ia tidak menyangka lelaki yang lebih tua 6 tahun darinya tidak tau caranya berciuman.
"Kau bodoh Kak Kim! Caranya seperti ini," ucap Mauren langsung mencium bibir Asisten Kim.
Asisten Kim sangat terkejut tetapi ia tidak menolak ciuman itu, mereka saling beradu lidah menyesapi satu sama lain.
Tangannya memegang pinggul Mauren dan bibirnya mulai menggigit manja bibir gadis itu.
______________________________
Jangan lupa KOMEN LIKE VOTE YA GAESSSS
__ADS_1