Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Sean Bahagia


__ADS_3

Mauren berjalan keluar dari ruangan Sean dengan tatapan kosong bahkan ketika Asisten Kim menegurnya, ia tidak bergeming lalu tetap berjalan.


Rasa perih menyeruak di area intimnya, bagaimana tidak? Sean memaksa dengan kuat seperti kesetanan dengan nafsu yang menggebu-gebu.


Mauren berjalan ke arah toilet dan terduduk di kloset, ia membuka kancing bajunya dan melihat seluruh dadanya tersebar bekas cupangan dari sang suami.


Setelah puas melihat, ia menutup kembali.


Tatapannya masih kosong dengan bibir yang sedikit terbuka, ia terbengong.


Saat BAB terbengong, saat cebok terbengong, saat berkaca terbengong, saat memakai lipstick terbengong, saat berjalan terbengong, saat mengetik terbengong, saat minum, saat menulis terbengong, terbengong, terbengong, terbengong, terbengong, terbengong, terbengong, terbengong, terbengong, terbengong dengan tatapan kosong dan bibir sedikit terbuka.


Saat jam makan pun masih terbengong, Desy dan Lala hanya saling menyenggol siku. Dia melihat Mauren seolah gadis itu sudah kehilangan harapan.


Mauren yang masih terbengong sambil menatap kosong kedepan mencoba menyendok bulat-bulat telur bacem utuh ke dalam mulutnya sampai ia tidak tersadar telur bacem itu terjatuh dilantai dan menggelinding lalu terinjak Sekertaris Yuna yang menggenakan sepatu hak tinggi. Seketika membuat Sekertaris Yuna jatuh terpeleset.


Gubraaaaaak


Dia berteriak kesakitan membuat pegawai lain menolongnya sedangkan Mauren masih terbengong tidak memperdulikan Sekertaris Yuna yang terjatuh akibat ulahnya.


**


Di ruangan Sean.


"Kim! Kim!" teriak Sean dari ruangannya.


Asisten Kim segera menghampiri Tuannya.


"Lama sekali kau. Cepat ambil kursi duduk sini!" pinta Sean.


Asisten Kim menarik kursi dan terduduk didepannya "Kau tau Kim?" tanya Sean sambil menepuk paha sang Asisten.


"Aku sudah mendapat yang aku inginkan. Aku sudah uhuk-uhuk dengan Orenku," sambung Sean sambil tersenyum sumringah.


"Benarkah Tuan? Selamat Tuan"


"Kau juga harus mencobanya Kim"


"Dengan Nona Mauren, Tuan?"


Sean mendelik dan memukul keras bahu sang Asisten, " Sialan Kau!"


Tetapi ia tertawa dan melupakan kekesalannya, saat ini dia sangat bahagia hingga untuk marah saja tidak bisa.


"Ah! Aku sungguh bahagia hari ini. Kau tau? Aku mencoba memasukkannya dengan cepat"


"Lalu, apakah masuk Tuan?"


"Meleset Kim"


"Lalu bagaimana Tuan?" tanya Asisten Kim penasaran.

__ADS_1


"Aku dorong lebih kuat lagi Kim, dia bilang ouuuuh dan aku bilang aaaaaah, dan gooooool," jawab Sean sambil menahan tawa.


Asisten Kim terlihat menahan tawa mendengar penjelasan dari Sean yang konyol dan tidak malu. Dia bisa melihat raut wajah sang Tuan yang sangat bahagia.


"Kau tau Kim? Lihatlah cakaran di leherku dan hidungku! Itu semua cakaran cinta dari Orenku," jelas Sean sambil menunjuk bekas cakaran panjang.


"Itu sangat parah Tuan dan harus segera diobati"


"Jangan Kim! Ini sebagai bukti cinta darinya. Saking enaknya ia sampai mencakari ku, hahaha. Lihat sofa itu Kim! Jangan pernah menggantinya sampai kapanpun!"


Asisten Kim tersenyum melihat sang Tuan sudah menemukan cintanya. Untuk pertama kalinya ia melihat sang Tuan sangat antusias.


"Karena hari ini aku sangat bahagia, aku akan memberikan makan gratis di seluruh perusahaanku," ucap Sean bangga.


"Tapi Tuan memang sejak dulu sudah mendapat makan gratis di seluruh perusahaan anda"


"Sialan kau berani membantahku!" ucap Sean marah.


"Ah! Baik Tuan"


Ya ya ya Tuan. Anda sedang jatuh cinta dan tidak bisa terbantahkan. Batin Asisten Kim.


________________________________________


Sepulang kerja.


Malam ini Sean mengajak Asisten Kim ke suatu tempat sedangkan Mauren pulang ke apartemen naik taksi. Mauren cukup senang ia bisa tidur cepat dan tidak melanjutkan ronde kedua bersama Sean.


Asisten Kim melajukan mobil ke alamat yang telah diberitahukan Sean, tapi ia terkejut saat mengetahui bahwa lokasi itu adalah sebuah diskotik. Asisten Kim memarkirkan mobil dan mereka keluar bersamaan.


Gemerlap lampu disko terlihat menari-nari diseluruh ruangan, suara musik menggema mengiringi tarian gadis-gadis manja.


"Pesan 2 gadis cantik," ucap Sean kepada pria penyalur gadis-gadis nakal.


"Tapi Tuan anda sudah memiliki Nona Mauren," ucap Asisten Kim seolah tidak percaya kepada Sean.


"Siapa bilang jika itu untukku? 2 gadis itu untukmu karena aku sedang berbahagia saat ini," ucap Sean terduduk sambil meminum minuman soda.


2 gadis itu datang, mereka sangat cantik memiliki tubuh yang bahenol membuat yang melihatnya tidak mengedipkan mata.


"Hey ladies, tolong puaskanlah temanku," ucap Sean.


"Baik Tuan," jawab 2 gadis itu bersamaan.


Asisten Kim tercengang, ia dipaksa masuk ke kamar khusus oleh 2 gadis cantik itu.


Lalu 2 gadis itu mendorongnya ke ranjang setelah itu menindih Asisten Kim dan satunya lagi mencoba melepas dasi pria itu.


Tetapi dengan cepat Asisten Kim mendorong mereka dengan kuat dan membentak mereka membuat mereka sangat ketakutan.


"Awas kalian berani menyentuhku lagi!" ucap Asisten Kim dengan sorot mata ingin membunuh.

__ADS_1


Dia lalu mengeluarkan dompetnya, mengambil uang begitu banyak dan melempar ke arah mereka.


"Ambilah uang itu! Tetapi jangan sentuh aku dan berdiam dirilah disana!" ucap Asisten Kim yang masih menatap mereka dengan emosi.


Asisten Kim terduduk di sofa yang berada di dalam kamar itu. Sedangkan 2 gadis itu ketakutan dan tidak berani menatap apalagi


mendekat. Asisten Kim terlihat wibawa seperti seorang asisten pada umumnya.


Dia memainkan ponselnya dan melihat pekerjaan yang belum sempat terselesaikan di kantor tadi.


Satu jam kemudian.


Asisten Kim keluar dari kamar neraka itu lalu menghampiri Tuannya.


"Mantab Kim?"


"Mantab Tuan"


Sean tersenyum lalu mengajak sang Asisten untuk pulang. Sedangkan sang Asisten diam tanpa ekspresi, ia tidak mungkin marah dengan sang Tuan yang kelewat sinting.


"Kau pandai juga Kim. Tidak sia-sia aku selalu mengajakmu menonton video pemersatu bangsa, hahaha"


"Iya Tuan. Itu semua berkat anda"


Jika anda bukan majikan saya pasti saya sudah membunuhmu Tuan. Batin Asisten Kim nampak kesal.


Sean lalu memikirkan Mauren, dalam bayangannya ia ingin melakukan ronde kedua dengan istri tercinta sampai ia tersenyum sendiri. Dia juga membayangkan saat dirinya melakukan itu siang tadi.


Tiba-tiba ponselnya berdering ternyata dari sang Mama, ia marah kepada Sean karena sudah menampar Alana hingga membuat Alana demam.


"Dia pantas mendapatkannya Mah," jawab Sean dari panggilan telepon.


"Kenapa kau menjadi arogan seperti itu kepada Alana?"


"Jika aku tidak suka tolong jangan di paksa, aku bisa berbuat lebih dari sekedar menampar"


Sean lalu menutup telponnya, ia tidak menyesal atas perbuatannya. Hal yang dilakukan Alana tadi sudah dibatas kewajaran. Seorang teman tidak pantas mencium seorang teman. Bahkan ia merasa jijik dengan ciuman dari Alana tadi.


Sean membuang pikiran itu, ia lalu memikirkan dirinya saat mencium mesra Mauren, gadis itu memang sudah membuat Sean tergila-gila.


"Sebentar lagi kau akan mempunyai keponakan Kim"


"Iya Tuan. Saya tidak sabar"


"Kau juga harus memberiku keponakan. Carilah gadis yang kau suka. Suka sekali kau menjomblo"


"Saya belum bisa menemukan gadis yang tepat Tuan"


"Cih! Sombong sekali kau. Sok tampan"


______________________________________

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan like, komen, rate5 dan vote pada novel ini.


Jangan lupa VOTE ya gaaaaesss


__ADS_2