Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Supir baru.


__ADS_3

Gadis itu menatap cermin, ia mengoleskan krim pagi ke wajahnya dengan telaten. Dia sangat senang karena bisa memakai krim mahal itu. Berkat dia menikah dengan Sean, hidupnya berubah total yang awalnya menjadi gembel sekarang menjadi tuan putri.


Setelah itu ia menyisir rambutnya dan mengikat setengah rambut panjang nan halus itu. Tak lupa ia berfoto selfi didepan cermin dengan wajah yang diimut-imutkan.


"Cepat kau Oren! Lama sekali kau di kamar mandi!" ucap Sean sambil mengenakan dasi.


Mauren keluar dari kamar mandi dengan riang sedangkan Sean melihatnya sambil mengerutkan dahi. Dia melihat wajah Mauren terlihat berbeda dari biasanya. Bukannya senang karena terlihat cantik tetapi Sean sangat marah.


"Ada apa dengan wajahmu? Ketumpahan minyak?"


"Ini namanya glowing Oppa, wajahku akan bersinar sekalipun berkeringat"


"Cuci muka kau! Jelek sekali wajahmu"


"Wek!" ejek Mauren sambil mengambil tas lalu keluar apartemen.


Sean mengikutinya dari belakang dan segera menuju ke mobil. Terlihat mobil mewah milik Mauren sudah terparkir disana dengan seorang pria setengah baya menggunakan jas rapi, ia menundukan kepala ketika Sean datang.


"Dia Pak Zainal, dia adalah supir barumu. Dan jangan kau sekali-kali menyetir mobil sendiri. Ingat tidak kau saat membawa kabur mobilku? Kau tabrakkan dimana hingga lecet?"


Mauren hanya tertawa kecil tetapi untungnya waktu itu Sean tidak marah bahkan tidak membahas kelecetan mobil mewahnya.


Mereka segera berangkat dengan mobil mewahnya masing-masing. Mobil Mauren melaju lebih dulu sedangkan mobil Sean mengikutinya dari belakang.


Didalam mobil Mauren teringat akan orang tuanya, ia segera menelponnya.


"Oh Emak lagi jualan di pasar? Mauren sudah kirim uang buat Emak dan Bapak"


"Jika uang itu dari Tuan Sean, Emak dan Bapak tidak mau menerimanya," jawab Emak dari panggilan telepon.


"Itu uang Mauren kok Mak, Bentar lagi Mauren juga akan gajian. Nanti untuk bayar hutang saja. Emak dan Bapak jangan capek-capek, Mauren disini bekerja untuk Emak dan Bapak. Sudah dulu ya Mak, Mauren mau bekerja dulu"


Mauren menghela nafas dan terpaksa berbohong, padahal uang yang dikirimkan untuk orang tuanya dari Sean. Uang itu adalah denda bagi mulut Sean yang sering mengeluarkan umpatan kasar untuk Mauren tetapi semakin hari semakin sedikit karena Sean sudah mengurangi umpatan kasarnya.


Tak terasa telah sampai di depan perusahaan, Mauren meminta Pak Zainal menurunkan dirinya dipinggir jalan tetapi Pak Zainal menolak karena sang Tuan menyuruhnya mengantar Mauren sampai masuk ke dalam area parkir khusus karyawan.


Mauren hendak turun dari mobil tetapi Pak Zainal mencegahnya, beliau keluar mobil lalu membuka pintu untuk Mauren.


Semua pegawai yang kebanyakan menggunakan motor melihat siapa yang keluar dari mobil mewah itu dan mereka tercengang saat yang keluar dari mobil itu adalah Mauren.


Apalagi Mauren diperlakukan seperti Tuan putri oleh Pak Zainal sampai beliau membawakan tas Mauren dan membukakan pintu utama perusahaan.

__ADS_1


"Terima kasih Pak. Tapi besok-besok jangan perlakukan saya seperti ini. Saya tidak enak karena saya jauh lebih muda dari pada Bapak," jelas Mauren yang berdiri di area lobi perusahaan.


"Tidak masalah Nona, anda majikan saya jadi wajar saja jika seperti itu. Saya pamit pulang dulu nanti malam saya akan jemput anda disini lagi," jawab Pak Zainal lalu menundukan kepala lalu melangkah pergi.


Mauren dengan cepat berjalan ke arah lift tetapi secara kebetulan ia masuk bersama Daren, ia sedikit canggung tetapi sebelum pintu lift tertutup sebuah tangan seolah mencegahnya dan membuat pintu lift itu terbuka lagi yang ternyata adalah Sean dan Asisten Kim.


Didalam lift berubah menjadi mencekam.


Bagaimana tidak sedari tadi Sean melirik tajam ke arah Daren yang sepertinya melirik kecantikan Mauren.


Tetapi tiba-tiba lift itu berhenti mendadak dan didalam lift menjadi gelap.


"Sialan! Kenapa lift ini sering berhenti mendadak Kim? Jual saja gedung ini Kim! Dasar tidak berguna," ucap Sean kesal.


Yang rusak liftnya, kenapa yang di jual gedung ini Tuan? Batin Asisten Kim.


"Mataku gelap Kim. Aku tidak bisa melihat Kim," ucap Sean heboh sendiri.


Asisten Kim dengan sigap menyalakan lampu di ponselnya tetapi pemandangan tidak terduga membuat Sean marah ketika ia melihat Daren menggenggam tangan Mauren dengan erat karena Mauren ketakutan.


Mauren terlihat memejamkan mata dan tidak menyadari yang di genggamnya adalah tangan Daren bukan tangan Sean.


Dia melirik wajah Sean yang terkena pantulan sinar ponsel terlihat melototinya.


Dan terjadi lagi. Batin Mauren beringsut memojokkan diri di lift.


"Kau tidak apa-apa Mauren?" tanya Daren seolah bisa melihat ekspresi Mauren ketakutan.


Mauren tidak menjawab, ia melirik Sean yang menatap seolah mengintimidasi. Sedangkan Asisten Kim mencoba menghubungi teknisi perusahaan. Dia panik karena mungkin sebentar lagi Sean akan memecati para teknisi itu karena lalai akan keselamatan bos besar perusahaan Young Group.


Tiba-tiba lift menyala membuat Mauren segera menekan tombol lift untuk segera keluar dari ruangan neraka itu. Padahal ia tidak seharusnya turun di lantai itu tetapi ia sudah tidak kuat merasakan atmosfer kemarahan Sean.


Daren menekan lift lagi, ia seolah cuek dengan Sean yang sedari tadi meliriknya. Setelah sampai di lantai yang akan ditujunya, ia tersenyum kepada Sean tetapi Sean menganggap senyuman itu hanya senyuman ejekan.


"Kim"


"Iya Tuan"


"Kumpulkan semua teknisi perusahaan ini!"


"Baik Tuan," ucap Asisten Kim khawatir.

__ADS_1


Sean bergegas berjalan menuju ruang meeting, ia nampak begitu marah.


Beberapa menit kemudian para teknisi yang berjumlah puluhan hadir dengan wajah ketakutan. Mereka sudah melakukan kesalahan besar karena lalai terhadap keselamatan sang bos besar.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" tanya Sean sambil menggebrak meja membuat mereka ketakutan.


"Maaf Tuan. Kami sudah melakukan semaksimal kami untuk merawat lift itu tiap detik, tiap menit bahkan tiap jam," ucap ketua dari teknisi itu.


"Beg* kalian semua. Keteledoran kalian membuatku sangat terluka," ucap Sean sambil menepuk-nepuk dadanya.


"Bagian mana yang terluka Tuan?" tanya ketua teknisi sangat panik.


"Disini bodoh! Sakit sekali," jawab Sean berdiri sambil memegang dadanya.


Para teknisi yang berada di ruangan itu kebingungan. Mereka menduga jika Sean terkena serangan jantung akibat lift yang dinaikinya berhenti mendadak padahal yang dimaksud Sean adalah ia sakit hati melihat gadis kesayangannya berpegangan tangan dengan pria lain.


"Gara gara kalian aku melihat yang tidak seharusnya aku lihat," ucap Sean dengan ekspresi sedih.


Kurasa Tuan melihat hantu. Batin salah satu teknisi.


"Kim"


"Iya Tuan"


"Potong gaji mereka bulan ini Kim!"


"Baik Tuan"


Hal ditakutkan akhirnya datang juga, para teknisi tidak berani protes dengan keputusan sang Tuan. Sedangkan Sean keluar ruangan dengan dengan sangat marah bahkan sampai menggebrak pintu, Asisten Kim mengikuti sang Tuan dari belakang.


"Panggil Daren dan Mauren ke ruanganku Kim. Awas saja mereka akan ku eksekusi hari ini juga," ucap Sean serius.


___________________________


Hallo ini author.


Mohon dukungannya dengan LIKE, KOMEN, RATE5 dan VOTE.


Boleh kasih saran juga kok.


Jangan pelit VOTE gaesssss!!!!!

__ADS_1


__ADS_2