Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 72 : Pertemuan denganmu


__ADS_3

Ibu Mauren ternganga ketika melihat makanan lezat sudah tertata rapi di depan meja makan yang besar. Dengan cepat Mauren mengambilkan beberapa lauk makanan di piring sang ibu yang sedari tadi terbengong.


"Jangan dilihatin aja, Mak. Cepat makan!" ucap Mauren.


Sang Ibu tersenyum, ia lalu menyendokan makanan itu kedalam mulutnya. Lidahnya yang terbiasa makan makanan rumahan cukup terkejut ketika merasakan makanan kelas bintang 5. Dia tidak heran ketika melihat bentuk tubuh Mauren yang sedikit berisi pasti sang suami menyuguhkan makanan lezat itu untuk Mauren setiap hari.


Mereka menikmati makanan masing-masing tanpa banyak bicara sampai makanan itu habis tidak tersisa.


Setelah makan Sean mengajak sang ibu mertua untuk mengobrol di apartemen teratasnya. Mereka terduduk di kolam renang, Ibu Mauren masih menatap kagum disekitar apartemen termewah itu, baru pertama kali ia memasuki apartemen yang tidak akan bisa dibelinya walaupun bekerja puluhan tahun. Sedangkan Mauren tengah asyik bermain dipinggir kolam renang bersama kucing orennya.


"Bapak tidak ikut kesini, Bu?" tanya Sean sangat sopan.


"Tidak. Dia tidak mau"


"Saya sudah tahu permasalahan keluarga Ibu dengan Kakek saya, wajar saja jika Bapak membenci keluarga saya. Maafkan Kakek saya yang dulu semena-mena dengan keluarga Ibu"


Ibu Mauren tersenyum mendengar ucapan Sean. Dia bangga sekali mempunyai menantu yang sopan dan baik. Ibu menjelaskan jika sudah melupakan masalah tersebut tetapi memang sang suami belum rela melepaskan putrinya menikah dengan cucu Tuan Askar yang telah semena-mena dengan keluarganya.


Saat itu ketika Mauren masih berusia 7 tahun. Rumah yang ditinggali belasan tahun terpaksa dirobohkan oleh keluarga Adinata untuk kepentingan pembangunan jalan tol utama yang masih beroperasi sampai sekarang.


Warga yang berada disitu menolak dan berujung demo besar-besaran.


Pasalnya keluarga Adinata membeli harga tanah milik warga dengan sangat murah dan tidak wajar.


Bapak dan Ibu Mauren ikut demo besar itu dengan membawa Mauren yang masih kecil. Panas terik menyengat mereka tidak hiraukan, mereka hanya butuh keadilan.


Mereka melakukan orasi mengeluarkan keluh kesah mereka yang menilai perusahaan Young Group telah menindas mereka secara tidak langsung. Dan sialnya Bapak dan Ibu Mauren saat itu tidak menyadari jika Mauren kecil telah terlepas dari pandangan mereka.


"Hiks hiks hiks huaaa. Emak, Bapak hiks hiks hiks... huaaaa...," tangis Mauren karena terpisah oleh orang tuanya.


Saat itu ada bocah SMP yang melihatnya menangis lalu menghampirinya yang ternyata itu adalah Sean.


"Adik kecil kenapa kau menangis? Dimana Ayah dan Ibumu?"


Mauren kecil tidak memperdulikan ucapan Sean, ia malah menangis semakin kencang membuat Sean kebingungan. Dia berinisiatif untuk menggendong bocah berponi dan berambut pendek seperti kartun dora.


Dalam gendongan, Mauren memeluk Sean erat dan ia membenamkan wajahnya di dada Sean.


"Jiaaaaah... ingus kau menempel pada bajuku," ucap Sean kaget.


"Hiks hiks hiks ingusnya menempel sendiri Kak. Hiks hiks"


Imut sekali bocah ini. Batin Sean memandang wajah Mauren.


"Mauren!" teriak sang Bapak.


"Bapak!" ucap Mauren lalu turun dari gendongan Sean.


Sang Bapak dan Ibu memeluk Mauren dengan erat, ia merasa bersalah karena lalai menjaga Mauren dari pengawasannya.


Bapak lalu berterima kasih kepada Sean setelah itu Sean berpamitan untuk pergi.


"Kakak! Terima kasih. Jika sudah besar kita harus menikah! Dada.. sampai jumpa," ucap Mauren berteriak tatkala Sean sudah berjalan jauh meninggalkannya.

__ADS_1


Sean yang masih remaja tersenyum kecut ketika mendengar ucapan anak ingusan itu.


Lap dulu ingus kau baru bisa menikah denganku. Haha Dasar Dora, tapi imut sekali dia. Batin Sean.


Sean terkejut saat Ibu Mauren menepuk punggungnya. Ternyata sedari tadi ia melamun membayangkan pertemuan pertamanya dengan Mauren saat masih kecil. Dia memandang Mauren yang masih bermain kucingnya di pinggir kolam renang, ia tersenyum ternyata bocah ingusan itu benar-benar ia nikahi.


"Sean. Ibu mau berpamitan untuk pulang ke rumah Valto," ucap Ibu Mauren.


"Tidak istirahat disini saja Bu. Saya sudah siapkan kamar untuk Ibu"


"Ibu tidak ingin merepotkan Sean. Lagipula Ibu masih ada urusan dengan Ibu Valto," jelas Ibu, " Mauren... Emak mau pulang dulu ke rumah Valto"


Mauren berdiri sambil menggendong kucingnya, ia heran kenapa sang Ibu cepat-cepat untuk pulang.


5 menit kemudian.


Mereka sudah berada di depan gedung apartemen terlihat Valto sudah berada disana untuk menjemput Ibu Mauren.


"Ibu bisa saya antar menggunakan mobil. Kenapa malah menyuruh Valto untuk menjemput Ibu? Saya malah jadi tidak enak dengan ibu," ucap Sean.


"Tidak apa-apa Sean. Lagipula Valto juga sudah berada disini. Saya berterima kasih kepada Sean yang telah menjaga anak saya dengan baik"


Sean tersenyum, sudah kewajibannya sebagai suami untuk mengurus Mauren dengan baik. Dia juga sangat beruntung bisa menikahi gadis yang disukainya.


Setelah memastikan Ibu Mauren pergi, mereka kembali ke apartemen mereka.


Siang ini mereka menghabiskan waktu diatas ranjang dengan mengobrol satu sama lain.


Sean mengerutkan dahi ketika Mauren malah asyik memainkan ponsel.


Dia dengan geram mencubit pipi Mauren membuat gadis itu kesakitan.


"Lepaskan Oppa!"


Sean melepaskannya lalu mulai mengingat saat dirinya melempar uang kepada Mauren saat gadis itu tidak sengaja menabrak mobilnya.


Dia dengan kasar memaki Mauren dan melempar uang 10 ribuan berjumlah 5 lembar kewajah anak SMA itu.


Flashback 2 tahun yang lalu


Setelah kejadian itu Sean tidak berjumpa lagi dengan Mauren. Dia cukup lega karena bisa kabur dari gadis cerewet itu.


Hari ini ada kumpulan klub motor, ia kaget melihat Valto membawa seseorang yang pernah di makinya. Ya... dia adalah gadis itu.


Dia memalingkan muka dan tidak mau menatap Mauren.


"Aku pulang dulu ya... ada keperluan mendadak di kantor," ucap Sean sambil terburu-buru mengenakan masker dan helmnya.


Dia tidak ingin menambah urusan dengan gadis itu. Lebih baik ia kabur ketimbang berdebat lagi dengan gadis itu.


Seminggu telah berlalu, Sean mengadakan touring club motor ke sebuah tempat wisata dan saat itu Valto membawa Mauren.


Sean sangat kaget karena gadis itu adalah gadis yang ia maki.

__ADS_1


Tetapi herannya, Mauren tidak mengenali Sean yang telah merusakkan sepeda motornya.


Mauren nampak biasa saja ketika bertemu Sean bahkan sesekali ia melemparkan senyuman manis kepada Sean tatkala mereka tidak sengaja bertatapan.


"Sean. Kau mau memboncengkan adik sepupuku? Aku harus membonceng Ilham," pinta Valto kepada Sean.


Sean ragu karena ini pertama kalinya ia harus membonceng perempuan. Apalagi perempuan itu pernah ia maki.


"Baiklah," jawab Sean ragu.


Sean lalu naik keatas motornya dan menunggu Mauren untuk naik memboncengnya.


Mauren juga terlihat cukup malu untuk membonceng bersama pria yang baru dikenalnya.


Mauren mulai naik keatas motor Sean yang tinggi sampai kakinya meleset lalu badannya tidak sengaja terjatuh di punggung Sean dan kepala mereka saling bertatapan.


"Maaf Kak," ucap Mauren malu lalu membenarkan posisi duduknya.


DEG


DEG


Jantung Sean berdebar dengan kencang lalu ia menghilangkan perasaan aneh itu.


Sean segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat Mauren sedikit ketakutan.


Sean yang menyadarinya segera menurunkan kecepatan motor Ninja hijaunya itu.


"Pegangan Dek! Aku harus melajukan motorku dengan cepat jika tidak maka akan ketinggalan dengan yang lain," ucap Sean.


Mauren nampak ragu untuk berpegangan, ia lalu memegang ujung jaket yang dikenakan oleh Sean.


"Percuma kau berpegangan seperti itu. Harusnya seperti ini," ucap Sean sambil menarik tangan Mauren untuk melingkarkan pada perutnya.


Mauren sedikit terkejut dan malu, ia mengendorkan pegangannya. Sedangkan Sean mulai mati gaya, ia tidak sadar menarik tangan Mauren ke perutnya.


Bodoh kau, Sean!


Apa yang kau lakukan?


Tapi tunggu dulu!


Apa yang menempel empuk di punggungku?


...----------------...


 Mohon dukungannya dengan like komen vote5 dan vote..


jangan pelit!!!


kalo pelit author bakal update sehari 1 bab saja... karena mengetik dan memikirkan ide cerita itu susah gaess.


hargai author ya... like, Komen dan vote itu GRATIS KOK

__ADS_1


__ADS_2