
Sean masih termenung di ruang kerjanya. Dia masih mengingat kejadian tadi, dadanya terasa sesak dan merasa tidak bisa bernafas. Dia selalu berusaha untuk menahan air matanya agar tidak menetes.
Aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Batin Sean.
Sean mendongakkan kepalanya dan bersandar pada kursi termahalnya. Dia menutup mata lalu menenangkan pikiran. Dia tidak mau mengambil keputusan yang gegabah karena itu semua menyangkut sahabat dan gadis yang dicintainya.
Tok... tok... tok ...
Terdengar suara pintu diketuk, ia membenarkan posisi duduknya dan mengelap air matanya yang sempat tertahan di pelupuk matanya.
Sean melihat Mauren yang membuka pintu, ia melontarkan senyuman hangat kepada gadis itu.
"Oren. Kau belum tidur?" tanya Sean.
"Aku yang harus bertanya pada Oppa. Kenapa Oppa belum tidur? Padahal ini hampir jam 11 malam, besok kan Oppa harus bangun pagi untuk bekerja," ucap Mauren sambil duduk di pangkuan Sean.
"Ini juga akan tidur. Jangan-jangan kau sedang menunggu jatah dariku?" tanya Sean tersenyum ceria.
Mauren mencubit hidung Sean, ia sangat gemas dengan ucapan sang suami, " Aku lelah Oppa. Bisakah enak-enaknya kita tunda?" ucap Mauren memohon.
"Baiklah. Malam ini kau kulepaskan tetapi malam-malam selanjutnya aku tidak akan mengampunimu," ucap Sean sambil menatap lembut wajah Mauren yang di pangkuannya.
Sementara itu di apartemen Asisten Kim.
Asisten Kim terlihat sudah menyiapkan berkas pengunduran dirinya.
Dia sebenarnya tidak rela untuk mengundurkan diri sebagai asisten sang tuan. Dia sudah menganggap sang tuan sebagai saudaranya sendiri.
Setelah menyiapkan berkas pengunduran dirinya. Dia mengambil koper dan memasukan beberapa pakaiannya. Dia menghela nafas panjang dan mengingat akan kenangan bersama sang tuan. Semua itu akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.
Lalu ia juga mengingat kenangan bersama Mauren, kenangan bersama 2 tahun bersamanya dan akan menikahinya. Tetapi semua rencana tinggal rencana, manusia hanya bisa berharap walau Tuhan memberikan tidak sesuai harapan kita.
Flashback Masa laluku dan Kim 3
Setelah sampai di mall, Asisten Kim mengajak Mauren untuk berbelanja tetapi Mauren hanya melihat-lihat saja. Dia tidak memiliki uang membeli barang-barang mahal itu tetapi Asisten Kim memaksa Mauren untuk menunjukan barang yang ingin dia beli.
"Tidak usah Kak Kim. Aku sudah senang diajak ke mall tanpa membeli barang"
"Tidak apa-apa Mauren. Cepat pilih barang yang kau mau nanti keburu malam"
Mauren tersenyum, ia menunjuk sebuah dress merah sangat indah dan terlihat imut jika digunakan oleh Mauren.
Tetapi ketika ia melihat bandrol harganya keinginannya menjadi ciut.
"Tidak jadi Kak Kim. Harganya mahal sekali," ucap Mauren.
"Tidak apa-apa Mauren. Sepertinya dress ini cocok untukmu," ucap Asisten Kim.
Dia mengambil dress itu lalu menyuruh Mauren mencobanya. Mau tidak mau Mauren menuruti ucapan Asisten Kim.
Dia masuk ke ruang ganti lalu memakainya. Dia menatap kaca yang ada di ruangan itu, ia terlihat cantik dengan balutan dress merah itu.
Setelah selesai mencoba, Mauren melepasnya dan keluar dari ruang ganti.
Asisten Kim mengerutkan kening karena mengira Mauren tidak mencobanya.
"Kenapa kau tidak mencobanya?" tanya Asisten Kim.
"Sudah aku coba di dalam dan dress ini sangat cantik di tubuhku"
__ADS_1
"Aku belum melihatnya Mauren"
"Kau tidak perlu melihatnya nanti kau malah naksir denganku," ejek Mauren.
Asisten Kim tersenyum kecut, bahkan tidak usah melihat Mauren mengenakan dress itu ia sudah sedari dulu menyukai Mauren.
Setelah itu Asisten Kim membayar dress tersebut dan menawari Mauren apakah ingin membeli yang lain tetapi Mauren menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sungguh tidak ingin yang lain? Sepatu? tas?" tanya Asisten Kim.
"Tidak Koko. Ini saja"
"Baiklah"
Setelah itu mereka berjalan menuju restoran yang berada di mall tersebut, dalam setiap langkahnya Asisten Kim sesekali melirik tangan Mauren dan ingin menggenggamnya. Tapi entah kenapa ia tidak berani melakukan itu.
Bahkan aku tidak punya nyali untuk menggandengnya lalu bagaimana aku ingin melamarnya didepan orang tuanya nanti?
Setelah sampai di restoran, mereka segera memesan makanan. Lalu setelah makanan itu datang Mereka segera melahapnya.
"Mauren. Minggu depan kau ada acara?" tanya Asisten Kim.
"Setiap hari aku tidak punya acara, Koko"
"Baguslah. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"
Aku ingin melamarmu Mauren. Batin Asisten Kim.
"Mau kemana?" tanya Mauren sambil menyendokan makanannya.
"Ke suatu tempat yang indah"
Mauren mengerutkan kening, ia bertanya dalam hati kemana pria ini akan membawanya pergi.
Ya Tuhan. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu hari itu.
Tiba-tiba ponsel Asisten Kim berdering yang ternyata dari Jia. Dia terkejut saat Jia menangis sesegukan. Pria itu dengan khawatir langsung berpamitan dengan Mauren untuk menemui Jia.
Mauren hanya bingung apakah gadis itu sangat penting bagi Asisten Kim hingga pria itu begitu panik?
Mauren segera mengikuti Asisten Kim, ia menaiki taksi padahal uangnya sangat mepet.
Dalam perjalanan jantungnya berdegup kencang, ia sudah memikirkan yang macam-macam.
Dan setelah sampai di depan gedung apartemen, Mauren terkejut saat Asisten Kim memeluk gadis itu.
Hati Mauren sangat terluka, dadanya terasa sesak. Dia bisa melihat Asisten Kim begitu khawatir dengan gadis itu.
Mauren sudah tidak kuat melihat pemandangan itu lalu memutuskan untuk pergi dengan taksi tadi.
Pantas saja Koko tidak menyukaiku.
Ternyata dia sudah memiliki gadis lain dan gadis itu lebih cantik dariku.
POV MAUREN
Perasaan kecewa menyelimuti hatiku dan setelah itu aku tidak pernah membalas telpon atau mengangkat pesan dari Koko.
Huh! Hari ini adalah pernikahan Reza. Memang menyakitkan sudah bertahun-tahun berpacaran tetapi dia mengkhianatiku dengan menghamili gadis lain. Aku tidak ingin membebani pikiran Reza, aku menyuruh segera menikahi gadis itu dan jangan memikirkan perasaanku.
Tidak cukup tersakiti oleh Reza, 2 hari lalu aku cukup tersakiti oleh Koko.
Ya.. aku tidak mau berharap lebih dengannya lagi. Biarlah rasa suka ini kupendam sampai akhir.
__ADS_1
Huh! Hatiku terasa sakit, aku melampiaskan dengan menyanyikan lagu di pernikahan Reza dengan berjudul Lyodra-Mengapa.
Secara tidak langsung lagu itu untuk Koko walaupun Reza cukup kepedean jika lagu itu untuknya. Haha...
POV KIM
Entah mengapa Mauren tidak membalas pesanku dan tidak membalas telponku.
Apa dia marah denganku? Apa gara-gara saat di mall aku tiba-tiba meninggalkannya?
Aku sangat galau hingga ia menghubungiku lagi, entah mengapa aku sangat senang.
Walaupun ia sudah jarang membalas pesanku tetapi setidaknya sehari dia mengirimkan pesan kepadaku 3 buah pesan saja. Ya... cukup lumayan ketimbang tidak sama sekali.
Tapi entah kenapa ia begitu ketus kepadaku tidak seperti biasanya.
Semoga saja saat aku melamarnya ia tidak akan marah lagi kepadaku.
...^Grup Chat Pria Tampan dan Mapan^...
^^^KIM^^^
^^^4 hari lagi aku akan melamar gadis itu^^^
Dokter Juna
Semangat Kim! Aku mendukungmu
Tuan Sean
Haha.. Ular kau belum bisa berdiri tegak mau melamar gadis? Hahaha...
Dokter Juna
Awokawok... Ularmu sama saja Sentet belum bisa berdiri tegak, masih mending Kim yang akan melamar gadis sedangkan kau? Dekat dengan gadis saja bergetar... ihik.. ihik.. ihik..
^^^Kim^^^
^^^Jangan begitu Dokter! Sebentar lagi pasti Tuan Sean akan menemukan pujaan hatinya.^^^
Tuan Sean
Heeeeem hoaaaam
Dokter Juna
Besok waktunya kami gajian Tuan Sean.
Tuan Sean
Uang kalian sudah banyak kenapa masih mengharapkan gajian?
Kim
Kami juga butuh makan, Tuan.
...Tuan Sean meninggalkan grup...
Dokter Juna
Dasar Sean sentet!
_______________________________
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan LIKE KOMEN RATE5 VOTE pada novel ini.