Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Klub motor


__ADS_3

Hari minggu telah tiba waktunya mereka bersantai menikmati akhir pekan.


Sean mengajak Mauren untuk ke rumah Valto karena hari ini ada acara kumpul bersama-sama dengan club motor mereka.


Mauren sudah tau club motor itu karena memang dulu Valto sering mengajaknya berkumpul.


Asisten Kim mengambil motor Ninja hijau milik Sean di rumah sederhananya dan dibawa ke apartemen.


Sean memang menyukai club motor bahkan ia adalah ketuanya.


"Pakai celana panjang saja kau!" pinta Sean.


"Iya"


"Cepatlah kau lama sekali!"


"Bawel banget sih Oppa"


Setelah selesai berganti baju mereka segera turun dari apartemen.


Terlihat Asisten Kim sangat tampan saat mengenakan pakaian biasa, ia menggunakan motor ninja hitam.


"Lihat apa kau?" tanya Sean melotot.


Mauren menggelengkan kepala setelah itu Sean memakaikannya helm.


Mereka segera berangkat menuju ke rumah Valto. Saat itu hari minggu, jalan raya nampak sepi membuat Sean melajukan motor dengan cepat. Mauren memegang Sean dengan erat.


Empuk sekali haha. Batin Sean.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit mereka telah sampai di rumah Valto.


Rumah Valto memiliki pekarangan yang luas untuk memungkinkan club motor berkumpul di rumahnya selain rumah Sean.


Rumah Sean saat ini sedang dikosongkan sementara waktu karena sudah diketahui oleh Kakek Askar.


Terlihat disana teman-teman mereka sudah berkumpul.


"Ciee... pengantin baru. Gak undang kami kalian ya"


"Ihiiir... yang udah ngelakuin ihik-ihik. Hahaha"


"Dedek bayi, bentar lagi punya dedek bayi"


"B*cot kalian semua," ucap Sean turun dari kendaraannya.


Sean memang terlihat berbeda jika berkumpul bersama teman laki-lakinya, dia nampak seperti pria pada umumnya, dia juga tidak memandang temannya itu miskin atau tidak yang terpenting mereka baik kepada dirinya.


Sean mengeluarkan dompet, ia mengeluarkan uang sejumlah 500 ribu untuk membeli makanan atau minuman.


Padahal Oppa tidak pelit dengan teman prianya. Tetapi dengan orang lain pelit sekali, termasuk denganku.


"Hey Kim. Tumben ikut kumpul?"


"Memang ku suruh ketimbang di apartemen mainan lubang sabun," ucap Sean mengejek


Asisten Kim tersenyum kecut, ia lebih banyak diam ketimbang berinteraksi dengan yang lain, sepertinya ia menjaga images nya sebagai seorang asisten dari bos besar.

__ADS_1


Mauren memperhatikan Sean yang lebih banyak berinteraksi bersama teman-temannya, ia sangat cerewet seperti burung beo. Dia juga sering tersenyum berbeda saat berada di kantor, ia sangat jutek dengan para pegawainya.


Setengah jam kemudian salah satu teman Sean membawa beberapa minuman, makanan ringan dan nasi padang.


Mereka makan bersama dengan lahap, terlihat Sean dan Asisten Kim menikmatinya dengan menggunakan tangan tanpa sendok.


"Nah, ini piringnya biar gampang," ucap Sean menyerahkan piring ke Mauren.


Mauren menolak, ia lebih suka makan nasi padang tanpa menggunakan piring.


"Jika tumpah jangan nangis kau ya," ucap Sean.


2 menit kemudian.


Plooook...


Nasi padang milik Mauren jatuh ke lantai dengan daging yang menggelinding, mulutnya menganga sedangkan yang lain menertawainya.


"Oppa... daging sapiku," ucap Mauren sedih dan mulutnya manyun.


"Nah, ini daging ular," jawab Sean menggoda dan membuat teman-temannya tertawa.


Valto yang sedari tadi tertawa merasa iba dengan Mauren, ia segera menyerahkan nasi padang yang masih tersisa satu bungkus.


Mauren membukanya tetapi ia kecewa karena isinya bukan daging sapi melainkan ayam.


"Sudah ku bilang daging ular lebih enak, hahaha," ucap Sean semakin menggoda.


"Ganas sekali kau Sean," ucap teman Sean.


Setelah selesai makan mereka mengobrol kesana kemari. Rencananya mereka akan melakukan touring dan menunggu Sean mempunyai waktu senggang.


Sudah lama mereka tidak melakukan touring karena Sean cukup sibuk mengurusi perusahaannya.


Tidak disangka Sean yang seorang bos besar, memiliki perusahaan banyak dan dikenal sebagai orang konglomerat bergaul dengan orang biasa seperti teman satu clubnya itu.


Di dalam rumah Valto.


Terlihat Asisten Kim ingin ke kamar mandi tetapi sepertinya di dalam mandi terdapat seseorang, ia menunggu dengan sabar sedangkan Mauren mencuci piring di dapur setelah itu menghampiri asisten Kim.


"Kau bisa jelaskan kenapa Oppaku saat berkumpul dengan teman-temannya sifatnya berubah menjadi pria pada umumnya dan sedikit lembut?" tanya Mauren heran.


"Tuan Sean memang seperti itu, mereka sudah dianggap keluarga oleh Tuan Sean"


Mauren mengerutkan dahi, lalu menatap wajah Asisten Kim.


"Kau tampan juga Kak Kim," ucap Mauren menatap lekat wajah Asisten Kim.


Asisten Kim terlihat malu lalu memalingkan muka, tiba-tiba Valto keluar dari kamar mandi dengan cepat Asisten Kim segera masuk ke kamar mandi.


Valto tersenyum lalu mengajak Mauren berjalan keluar.


"Kau suka bosnya apa asistennya?" tanya Valto sambil merangkul Mauren.


"Apaan sih Val? Tetap Oppa ku yang kusuka," jawab Mauren percaya diri.


"Benarkah? Ku lihat kau suka dua-duanya?"

__ADS_1


"Tidak mungkin. Aku tetap suka Oppaku"


"Terus kapan aku dapat keponakan?"


Mauren tersenyum lalu berjalan cepat menuju pekarangan tanpa menghiraukan pertanyaan dari Valto. Dia memang belum ingin mempunyai bayi bahkan ia berharap segera datang bulan karena saat melakukan pertama kali dengan Sean, mereka tidak menggunakan pengaman.


Mereka melanjutkan mengobrol bersama, tertawa bersama dan yang terakhir mereka naik motor bersama berkeliling kota.


Mauren sangat menikmati mengadu keromantisan bersama Sean di atas motor.


Dia memeluk erat Sean dari belakang dan kepalanya bersandar pada punggung Sean.


Haha... empuk sekali. Batin Sean senang.


Semoga kita selalu bahagia Oppa. Tidak ada yang menghalangi. Batin Mauren.


Siang ini tak terlalu panas, awan nampak berkumpul untuk melindungi 2 orang yang sedang di mabuk asmara. Mereka tidak memperdulikan yang lain seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.


Sean selalu perhatian dengan Mauren, Mauren kepanasan sedikitpun Sean sudah menggerutu dan menyuruh Mauren memakai sunblock termahal di dunia.


Sampai dirasa lelah akhirnya mereka memutuskan untuk pulang duluan padahal Sean ingin mengajak Mauren ke pantai sore ini.


"Kau pulang saja Kim! Kami ingin jalan-jalan dulu," ucap Sean.


"Baik Tuan, semoga menyenangkan"


Asisten Kim memutuskan pulang ke apartemen, ia ingin istirahat setelah seharian bersepeda motor.


Sedangkan Sean melajukan motornya ke pantai terdekat yang sebelumnya sudah diurus sang asisten supaya sore ini dikosongkan.


Butuh waktu 30 menit untuk sampai disana dan setelah sampai mereka turun dari motor lalu berjalan bergandengan tangan.


Deburan ombak mewarnai sore ini, terlihat burung-burung berlalu lalang diatas mereka.


Sean menggenggam erat tangan Mauren dan mengajak duduk menghadap laut biru.


"Terus untuk apa kita disini Oppa?" tanya Mauren.


"Kau coba berdiri lalu berjalanlah kesana terus ku dorong kau ke laut"


"Jahat sekali Oppa!"


"Hahaha... Aku tidak pernah pacaran sebelumnya jadi aku ingin merasakan juga datang ke tempat favorit bersama orang yang ku cintai," jelas Sean sambil menatap laut.


"So sweetnya..," ucap Mauren terharu.


"Lebih so sweet lagi jika kau mau mengandung anakku," ucap Sean menatap lembut wajah Mauren.


"Aku masih butuh waktu Oppa. Dan lagipula..."


Belum sempat Mauren melanjutkan ucapannya tiba-tiba Sean melum*t bibirnya membuat Mauren terkejut. Burung-burung seketika bersahutan melihat 2 sejoli ini sedang berkasih ditemani suara deburan ombak yang khas.


*****


Mohon dukungannya untuk LIKE, KOMEN, RATE5, VOTE ya gaesss...


Jangan pelit vote!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2