
"Ini Mak hasil jualannya," ucap Mauren menyerahkan hasil uang yang didapatnya.
Sang ibu menerimanya dengan senang, ia memberikan sebagian uangnya untuk Mauren tetapi Mauren menolak.
"Tidak usah, Mak. Oh ya bapak bagaimana?"
"Bapak barusan tidur, mending kalian langsung pulang saja. Kasian suamimu pasti sangat lelah"
"Yaudah Mak, kami pulang dulu. Salam buat bapak," ucap Mauren.
Mauren dan Sean berpamitan kepada Ibu lalu setelah itu menuju mobil yang sudah ada Asisten Kim menunggu mereka.
Setelah mereka berdua masuk, Asisten Kim langsung menancapkan gas dan pulang ke kota mereka.
Belum ada 5 menit terlihat Sean dan Mauren sudah tertidur membuat Asisten Kim tersenyum.
Sepertinya mereka sangat kelelahan.
Eh... tapi tunggu dulu! Absurd sekali posisi tangan Nona Mauren. Batin Asisten Kim yang melihat tangan Mauren berada diatas ular Sean.
Asisten Kim menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah mereka yang lucu. Ada ya pasangan seperti mereka? Batinnya.
**
Keesokan harinya.
Aktivitas hari ini seperti biasanya, kerja dan kerja menjadi sebuah kewajiban mereka. Apalagi Sean, di hari senin cukup banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Setelah masuk mobil, Sean dan Mauren duduk bersebelahan.
Sama seperti biasanya, Mauren terlihat sangat cantik dengan muka glowing membuat Sean geram apalagi Mauren terus-terusan berkaca pada cermin kecil yang selalu ia bawa.
"Aku lebih suka kau menjadi Inem daripada kau jadi Nia Rahmadani," ucap Sean yang melihat Mauren berkaca.
"Maksud, Oppa?"
"Saat kau di pasar kemarin kau seperti Inem dengan wajah lugu, cantik natural ketimbang seperti Nia Rahmadani semua laki-laki melotot melihat kecantikanmu. Kau tau? Kecantikanmu hanya untukku saja dan jika kau ingin berdandan maka saat diranjang bersamaku waktu yang tepat untuk kau berdandan"
Mauren berdecih mendengar celotehan Sean, baginya wajah cantik itu semua idaman wanita. Entah mau dilirik oleh pria lain itu bukan urusannya yang terpenting ia niat berdandan hanya untuk dirinya sendiri dan suaminya.
"Oppa tidak sadar jika ketampanan Oppa itu yang berbahaya? Semua wanita melirik Oppa"
"Ketampananku memang tidak bisa diganggu gugat. Kau tidak boleh protes!" ucap Sean dengan bangganya.
Mauren berdecak, ia lalu fokus bercermin lagi membuat Sean geram lalu mengambil cermin Mauren dan menyimpannya.
"Berikan padaku, Oppa!"
"Kuamankan dulu sebelum cerminnya retak"
Menyebalkan. Batin Mauren.
__ADS_1
Setelah sampai diperusahaan mereka disuguhkan dengan pemandangan preman yang dipasar kemarin sudah berbaris rapi seolah menunggu seseorang.
Asisten Kim memarkirkan mobil lalu membukakan pintu untuk Sean dan Mauren.
Setelah itu Sean dan Mauren menghampiri preman yang berjumlah 20 orang dengan perban dibagian beberapa kaki, tangan dan kepala mereka.
"Oh... ini rupanya wajah-wajah preman dipasar itu?" ucap Sean sambil mengamati mereka dengan penuh wibawa.
Terlihat beberapa karyawan yang memasuki gedung Young Group melirik mereka seolah keheranan siapa para pria bertato itu.
"Kau terlalu bersemangat menghajar mereka, Kim. Lihatlah yang jelek makin jelek! Haha," ejek Sean.
Mauren hanya memandang mereka tanpa berkomentar, ia bernafas lega jika para preman pembuat onar itu sudah tertangkap.
"Enaknya mereka kita apakan, Tuan"
"Karena mereka masih terluka suruh mereka mencabuti rumput dengan tangan setelah itu suruh mereka menyapu halaman luas ini"
Asisten Kim menganggukan kepala lantas Sean segera pergi dan masuk ke gedung miliknya dengan diikuti Mauren disebelahnya.
Mereka kini semakin menunjukan keromantisan mereka di depan para pegawai.
Mauren juga tidak masalah karena ia sangat bangga menjadi orang yang dicintai Tuan Sean.
Hari ini juga bertepatan evaluasi bulanan membuat para pegawai menjadi tegang dan mempersiapkan adrenalin mereka karena harus menghadapi kemarahan sang tuan pada meeting pagi ini.
10 menit kemudian.
Asisten Kim membukakan pintu untuk Sean, Sean masuk dengan langkah wibawa diikuti para pegawainya menunduk hormat.
Tanpa basa-basi Sean segera menyuruh maju Mauren membuat gadis itu kebingungan.
Mauren maju dengan perlahan dan tatapan sinis tersorot kearahnya.
Setelah itu Sean merangkulnya membuat Mauren sangat kikuk.
"Perkenalkan dia adalah istri saya," ucap Sean membuat semua orang yang berada diruangan itu terkejut.
"Saya sudah menikah dengannya dua bulan yang lalu. Sangat mengagetkan bukan? Saya meminta maaf saat saya tidak sengaja melanggar aturan yang saya buat sendiri. Itu semua diluar pikiran saya. Awalnya saya tidak mengetahui jika gadis yang saya nikahi melamar diperusahaan ini. Saya meminta Mauren untuk keluar tetapi dia tidak mau dan maka dari itu aturan konyol yang tidak boleh memiliki hubungan sesama pegawai saya akan hapus. Sekarang terserah kalian jika ingin berpacaran dengan orang yang kalian sukai di perusahaan ini," ucap Sean sambil disertai sorakan kebahagiaan dari para pegawainya.
Para pegawai merasa senang karena aturan konyol berkurang satu. Tetapi banyak juga yang patah hati karena Sean sudah menikah.
"Tuan?" ucap salah satu pegawainya sambil mengacungkan tangan.
"Ada apa?" jawab Sean.
"Maaf jika saya lancang tetapi kenapa tidak ada kabar tentang pernikahan Tuan Sean?"
Sean tersenyum, ia menjelaskan jika belum mengadakan resepsi pernikahan dan ia menikah hanya sebatas sampai KUA saja.
Semua pegawai merasa heran lalu salah satunya juga bertanya dimana pertemuannya dengan Mauren.
__ADS_1
"Anda terlalu lancang menanyakan hal itu," ucap Asisten Kim marah.
"Tidak apa-apa Kim. Sedikit cerita saja jika aku jatuh cinta kepada istriku sekitar 2 tahun yang lalu saat aku memboncengnya naik motor"
Mauren menjadi besar kepala, ia sangat senang dengan ucapan Sean. Nampak para pegawai bersorak mendengar ucapan sang tuan yang sangat menggemaskan.
"Tuan Sean sangat menyukai Mauren?" tanya salah satu pegawai.
"Jika tidak menyukainya pasti saya tidak akan menikahinya," jawab Sean sambil melihat wajah Mauren yang merona.
Semua pegawai bersorak melihat keromantisan mereka apalagi saat Sean memeluk Mauren membuat mereka semakin meleleh.
Setelah adegan romantis itu Sean menyuruh Mauren untuk duduk terlihat para pegawai mulai tersenyum kepadanya dan saat duduk Desi beserta Lala menyenggol tangan Mauren.
"Ciyeee yang udah dideklarasikan oleh Tuan Sean. Bentar lagi terkenal nih," ucap Desi menggoda Mauren.
"Hahaha... wah pipinya merah," ucap Lala.
"Apaan sih?" jawab Mauren malu.
Sean lalu melanjutkan meetingnya dengan membahas acara wisata kali ini.
Dia meminta pihak HRD dan bendahara menjelaskan tujuan wisata beserta anggaran yang diperlukan.
Sean membaca proposal itu sambil mendengarkan pihak HRD dan bendahara menjelaskan satu persatu.
"Jadi tujuannya berada didaerah pegunungan? Bagus sekali," ucap Sean senang sambil melirik Mauren. "Oh ya... pembagian busnya sudah kalian buat?"
"Sudah, Tuan. Ini dia"
Sean membaca dan memang terdiri dari beberapa kloter. Dia cukup senang karena permintaannya satu bus bersama Mauren terpenuhi.
"Yasudah persiapkan dengan baik dan untuk meeting kali ini saya tutup. Selamat bekerja," ucap Sean sambil berdiri meninggalkan ruangan.
______________
Hai hai hai
Kisah CINTA DOKTER JUNA udah TAMAT walau menggantung.
Rencananya kisah KIM akan aku unggah dalam bentuk tulisan di youtube dan sedikit ada lanjutan cinta Dokter Juna dicerita KIM.
jika tertarik bisa diikuti jika tidak saya juga gak maksa.
Karena kisah Kim bakal menarik karena dikejar kejar Sera yang sangat menyukainya. Apalagi si Kim lama-lama ilfil dengan Sera yang terlalu kekanakan.
Di sisa hidup Sera (karena ia mengidap penyakit mematikan) dia hanya ingin berkencan dengan Kim walau hanya sesaat. tetapi Kim tidak tau jika Sera sedang sakit parah makanya dia selalu menghindar dari Sera.
Tunggu kisahnya di akun youtube saya..
Nama chanelnya entar aja deh yaa nunggu diupload dulu ceritanya.
__ADS_1