Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 150 : Pesta pernikahan (Final Episode)


__ADS_3

Hari pesta pernikahan adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Mauren. Gadis itu tak hentinya menatap cermin, ia terkesima dengan kecantikannya sendiri. Dengan riasan mewah dan gaun yang elegan membuat Nyonya Arsean William sangat cantik bak seorang model. Kalung berlian pemberian mama mertuanya ia juga kenakan membuat penampilannya semakin sempurna.


Akhirnya Mama Sean ikhlas jika Sean membangun rumah tangga bersama Mauren yang notabenya seorang gadis miskin. Tapi ia masih kepikiran dengan calon penerus Sean. Dia merasa bersalah karena telah mengakibatkan Mauren sulit hamil.


"Sudah siap sayang?" tanya Mama Sean masuk ke dalam kamar Mauren.


"Sudah ma... Mauren terlihat cantik kah?"


"Tentunya menantu mama sangat cantik dong"


Mama Sean menggandeng Mauren untuk berjalan keluar dari kamar. Gaunnya yang sangat berat membuat Mauren sedikit kesusahan untuk berjalan bahkan 3 orang di belakang membantu mengangkat gaun Mauren yang sangat mahal itu.


Mereka menuju gedung Tower Of YG menggunakan mobil pengantin bersama kedua orang tua Mauren.


Sedangkan Sean sudah berada disana, ia sangat tampan dan gagah. Dia sedikit berbeda karena ia di pakaikan bedak tipis dan liptint membuat ketampanannya pecah maksimal tiada yang menandingi.


Terlihat Lantai 404 sudah di penuhi banyak tamu dan wartawan yang tertuju pada Sean yang menggunakan setelan tuxedo. Para kolega yang berasal dari luar maupun dalam negeri juga menghadiri pesta mewah tersebut.


Bukan hanya Sean yang menjadi sorotan bahkan sang asisten juga menjadi pusat perhatian. Dia begitu tampan tetapi kali ini semua orang tertuju pada gadis yang ia bawa. Siapa lagi jika bukan Lili? Lili sangat cantik dengan gaun warna krem membuat semua pria tertegun melihat kecantikannya.


Tetapi tidak lama berselang, sang pengantin wanita datang membuat semua orang langsung tefokus kepadanya. Banyak yang langsung memotret pengantin wanita dan mengunggahnya di akun media sosial mereka membuat Mauren semakin terkenal.


Mauren berjalan sambil bergandengan dengan bapaknya menuju ke Sean yang sedang berdiri di bawah panggung pelaminan. Sean terkesima dengan kecantikan sang istri. Dia baru pertama kali melihat Mauren yang mengenakan full make up. Apalagi Rambut Mauren dibuat bergelombang dengan setengah rambut dijepit menggunakan jepit mutiara membuat dirinya seperti seorang princess.


Cantik sekali istriku.


Setelah sampai di depan Sean, kini Sean mengambil alih menggandeng Mauren dari bapak mertuanya. Dengan langkah susah payah, Sean menggandeng Mauren menuju panggung pelaminan.


Setelah mereka diatas pelaminan, MC mulai membacakan acara satu persatu.


Dimulai sambutan sang pemilik acara yaitu Arsean.


"Salam hangat untuk kita semua. Terima kasih kepada tamu terhormat kita yang telah menyempatkan waktunya untuk datang ke pesta pernikahan saya," ucap Sean.


Semua mata tertuju kepada Sean, dia sangat berwibawa.


"Pesta pernikahan ini kami selenggarakan di atas menara tower ini karena mengingat tempat inilah yang cocok untuk acara pernikahan kami. Kalian bisa memandang langit beserta awan putih di setiap jendela yang ada disini," ucap Sean sambil menggenggam erat tangan Mauren.


"Dan tentunya keberadaan gadis cantik ini di sebelah saya membuat pesta ini semakin sempurna. Waktu pertama kali saya melihatnya, senyum di bibir mungilnya membuat saya langsung jatuh cinta. Bahkan saya belum pernah mengajaknya berpacaran tetapi langsung saya ajak menikah," ucap Sean membuat semua tamu terkejut.


"Saya bukan tipe orang yang suka berpacaran. Bagi saya itu menghabiskan banyak waktu. Saya percaya jika istri saya baik dan maka dari itu saya percaya kepadanya supaya ia menjadi ibu dari anak-anak saya nanti," sambung Sean membuat semua orang terharu.


Mauren sangat tersentuh dengan ucapan Sean, ia menahan air matanya supaya tidak jatuh dan mengenai riasan termahalnya.


Sean lalu menghadap Mauren dan memandang wajahnya. Dia menggenggam kedua tangan Mauren dan di saat itulah ia melum*t bibir sang istri di hadapan para tamu. Mereka segera mengambil momen romantis dan diabadikan menjadi sebuah foto.


Setelah itu Sean melepaskan ciumannya lalu mengecup kening Mauren dan setelah itu menghadap ke depan lagi.


"Para tamu undangan yang terhormat, silahkan menikmati acara ini sampai selesai. Nikmati hiburan dari para artis yang telah kami undang dan nikmati makanan termahal yang sudah kami siapkan untuk kalian. Terima kasih, salam hangat dari keluarga Adinata," ucap Sean.


Setelah itu MC mengambil alih acara lalu mulai mempersilahkan para tamu untuk memberi ucapan selamat kepada pengantin baru tersebut. Sean dan Mauren nampak tersenyum hangat kepada setiap para tamu undangan yang tiada habisnya menyalami mereka.


Para tamu itu kebanyakan para kolega Adinata dan teman kakek Askar. Tetapi Kakek Askar malah memutuskan untuk pergi dan tidak menghadiri pesta pernikahan sang cucu kesayangannya.


Pesta itu sangat meriah tetapi dengan keamanan yang sangat ketat. Hanya yang memiliki undangan saja yang bisa masuk ke lantai 404.


Asisten Kim dan Lili nampak menyalami Sean, Mauren. Asisten Kim sangat bahagia jika sang mantan gebetan menikah dengan sang tuan.


"Kau harus menyusul, Kim," ucap Sean.


"Doakan saja, Tuan," ucap Asisten Kim sambil memeluk Sean ala laki-laki pada umumnya.


"Selamat kak," ucap Lili lembut kepada Mauren.


"Terima kasih kak, semoga menyusul dengan Kak Kim ya," jawab Mauren.


Setelah itu gantian Dokter Juna dan Zara yang menyalami mereka. Juna menjabat tangan Sean.


"Selamat Sean," ucap Dokter Juna sambil memberikan sesuatu saat mereka berjabat tangan.


Sean mengerutkan dahi lalu melihat yang diberikan Juna.


"Itu obat kuat, bisa membuatmu bermain satu jam penuh," bisik Dokter Juna.


"Kau memang terbaik Juna," jawab Sean.


Setelah menyalami ribuan tamu. Akhirnya mereka duduk juga, Sean melirik Mauren yang tidak nyaman menggunakan sepatu mahal itu. Dengan sigap Sean berjongkok di depan Mauren lalu melepaskan sepatu sang istri membuat para tamu kagum dengan sikap Sean kepada sang istri.


"Cekeran saja kau," ucap Sean.


"Oppa... oppa sungguh tampan hari ini"


"Baru sadar kau? Aku memang tampan"


"Cih... sombong sekali"


"Malam nanti ku terkam kau 3 ronde. Siap-siap kau! Haha"


Oppa sungguh mengerikan.


Jam demi jam silih berganti, lagu demi lagu dinyanyikan para artis. Sean merasa jenuh lalu mengajak Mauren untuk turun dari panggung pelaminan, Sean menggandeng Mauren dengan hati-hati lalu menghampiri teman-teman geng motornya yang sedari tadi memperhatikannya.


"Sudah makan kalian?" tanya Sean.

__ADS_1


"Sudah bos"


"Jangan beri amplop kosong!" ejek Sean.


"Yaaaaah... kami gak semiskin itu kali"


"Hahaha... aku bercanda, nikmatilah makanan kalian!" ucap Sean.


Sean dan Mauren lalu ikut duduk bersama Juna dan Kim. Juna nampak menggeser kursinya menjauhi Sean seolah ingin menggodanya.


"Hoi Juna... ayo sumbang lagu!" ucap Sean sambil membantu Mauren duduk.


"Lagu apa? Kau pun tidak mengundang orkes dangdut. Mana asyik," jawab Juna.


"Jiaaaaah... kau pikir nikahan kampung?" ucap Sean.


"Setidaknya ada hok.a hok.e nya dong kan jadi asyik dan heboh"


"Santai... nanti malam kita bikin pesta pribadi, ku undang pemandu karouke yang cantik supaya kau bisa puas bernyanyi," ucap Sean.


"Sssst... Ada Zara, Sean. Mulutmu tidak bisa dijaga," ucap Juna berbisik.


Cih... dasar suami takut istri. Batin Sean.


Kini MC mulai berbicara lagi dan menyuruh sang pengantin menyumbangkan sebuah lagu. Karena Mauren sulit berdiri maka Sean lah yang maju dan menyumbangkan sebuah lagu khusus untuk sang istri tercinta.


"Lagu ini ku persembahkan untuk Mauren, istriku tercinta"


Para tamu undangan bertepuk tangan melihat keromantisan Sean.


Ini dia lagu yang dinyanyikan Sean untuk Mauren di hari pesta pernikahannya.


Virgoun - Bukti


Memenangkan hatiku bukanlah


Satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


'Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu bukanlah


Satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku bukanlah


Satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu

__ADS_1


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu.


Semua orang bertepuk tangan selesai Sean menyanyikan lagu yang isinya mewakili perasaannya saat ini. Sean yang dulu selalu tertutup dengan wanita kini telah membuka hatinya kepada Mauren. Sean yang selalu cuek dan tidak peduli dengan perempuan kini ia sangat mencintai perempuan yang telah merobohkan tembok hatinya yang kokoh.


Mauren terharu sampai menitikan air mata, ibu asuhnya mengelap air matanya.


"Selamat berbahagia sayang. Kau beruntung mendapatkan Sean," ucap ibunya.


"Makasih mak," jawab Mauren.


Mama kandung Mauren mendekati mereka lalu memperkenalkan diri dihadapan ibu asuh Mauren. Ibu Mauren sedikit tidak suka dengannya karena dengan tega membuang Mauren yang begitu cantik.


"Mama?" ucap Mauren.


Entah kenapa ibu Mauren merasa sakit mendengar sang anak yang telah di rawatnya sejak kecil kini memanggil ibu kandungnya dengan sebutan Mama.


"Sayang... mama turut bahagia atas pernikahanmu," ucap Delia sambil memeluk Mauren.


Sedangkan disisi lain, Manisha keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru lalu tidak sengaja menabrak tubuh Asisten Kim dengan keras membuat dirinya terpental tetapi dengan sigap Asisten Kim menarik tangan Manisha membuat gadis berblasteran India itu tidak jadi terjatuh.


Manisha sangat takjub dengan ketampanan Asisten Kim, ia sampai terbengong memandangi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.


"Anda tidak apa-apa?" tanya Asisten Kim.


"I'm fine," jawab Manisha.


"Anda adiknya nona Mauren?"


Manisha menganggukan kepala, gadis yang akan masuk SMA itu berdegup kencang.


"Selamat menikmati pestanya," ucap Asisten Kim lalu meninggalkan Manisha yang masih menatapnya.


Fix... jodohkan pria itu dengan saya Tuhan. Eh... maksudku author yang cantik tolong jodohkan aku dengan pria itu. (Emmmm... gimana ya? Haha)


Jam demi jam berlalu sampai Mauren berganti gaun pesta sebanyak 4 kali. Waktu menunjukan pukul 10 malam dan para tamu telah pulang. Mauren terlihat begitu lelah dengan pesta megah kali ini. Dia sangat lemas sampai di dalam mobil terkantuk-kantuk.


"Capek Oren?" tanya Sean.


"Iya, Oppa"


Sean mendengus kesal karena permainan belum di mulai sudah bilang lelah.


Sesampainya di apartemen. Mauren membanting tubuhnya di tempat tidur dengan gaun yang masih melekat pada tubuhnya.


Sean membukakan gaun milik Mauren lalu melepasnya dengan hati-hati. Mauren nampak menurut saja sambil memejamkan mata.


"Ayo bersenang-senang dulu Oren! Ini malam pengantin kita," ucap Sean.


"Kita 'kan sudah melakukannya setiap hari Oppa"


"Kau tidak lihat? Kamar kita sudah dihias seperti kamar pengantin pada umumnya"


Mauren membuka mata lalu baru sadar jika kamar mereka si penuhi bunga mawar dan lilin di lantainya.


"Ayo lakukan walau satu ronde Orenku! Siapa tahu setelah ini kau hamil," pinta Sean memelas.


Mauren memandang Sean, ia tidak tega dengan sang suami.


"Satu ronde saja ya, Oppa"


Sean tersenyum lalu mulai melakukan ritual dimalam pengantin ini.


Dia langsung menindih badan sang istri dan menciuminya. Sean yang belum berganti pakaian masih terlihat gagah membuat Mauren bersemangat.


"Aaaaah... Oppa..."


Sean memberi ciuman ****** pada dada sang istri membuat Mauren bergejolak tidak ada hentinya...


Kau pelita hidupku Mauren. Aku menyerahkan hidupku untukmu. Aku mencintaimu. Semoga saja keluarga kecil ini sampai kakek nenek. Aku juga tidak sabar melihat putra putri kita hadir di keluarga ini. Aku menunggu ketika itu Mauren sayang. Terima kasih... terima kasih sudah mau menjadi pendamping hidupku. I LOVE YOU MAUREN. Batin Sean.


Aku beruntung bisa mendapatkanmu Oppa. Rasanya seperti mimpi, diriku yang hanya gadis miskin bisa bersanding dengan pangeran sepertimu. Kau sangat baik, kau selalu menyayangiku. Bahkan pertengkaran kecil kita membuat rumah tangga kita terasa hidup. Semoga saja setelah ini akan hadir buah hati pelengkap rumah tangga kita. Aku mencintaimu Oppa. Batin Mauren.


Sean lalu melepas semua pakaiannya dan pakaian Mauren. Mereka kini tidak mengenakan sehelai benang satu pun lalu mulailah pergulatan hebat itu di malam pengantin.


**Season 1 TAMAT


_________________________________


Hai-hai ini author. Terima kasih telah mengikuti dari awal sampai akhir cerita ini. Maaf jika cerita ini kurang sempurna.


Terima kasih untuk selalu mensuport novel ini. Novel ini memang bukan novel terkenal tetapi sejauh ini sudah beruntung memiliki banyak pembaca yang setia.


Kapan lanjut season 2?


Gak tau nih.... nunggu situasi... semoga aja secepat mungkin ya... dan mohon untuk tetap memfavoritkan novel ini karena pasti akan jauh lebih seru dengan kehadiran buah hati mereka yaitu Seina dan Daleon. Ya... itu spoiler nama anak mereka...


Sekali lagi terima kasih...


Sampai jumpa di Season 2.


Salam hangat dari Author Mariana 😍😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2