Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 148 : Mamaku?


__ADS_3

Mauren nampak mengemasi barang-barangnya dari loker. Dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan fokus untuk program kehamilannya. Sangat berat meninggalkan pekerjaannya padahal ia baru bekerja 3 bulan apalagi bekerja dengan sang suami membuatnya enggan untuk meninggalkan pekerjaan.


Ceklek...


Pintu terbuka yang ternyata Desy dan Lala, mereka langsung memeluk Mauren dengan erat. Mereka merasa sedih karena harus berpisah dengan Mauren.


"Aku pasti merindukanmu, Mauren"


"Kalian bilang begitu seperti aku akan pergi jauh saja," jawab Mauren.


"Iyalah, disini sudah tidak ada canda tawamu


Mauren melepas pelukan mereka, ia lalu mengambil 2 buah undangan untuk kedua sahabatnya.


"Datang ya!" ucap Mauren.


"Kami pasti datang"


Mauren tersenyum setelah itu memeluk mereka. Mauren meneteskan air mata karena pasti tidak akan sering bertemu mereka lagi setelah itu ia izin untuk keluar dari ruangan itu sambil membawa barang-barangnya.


Mauren kini menuju ruangan Sean, sambil melangkah air matanya tak nanti mengalir. Dia tidak bisa melupakan gedung Young Group ini, banyak kenangan yang terukir di gedung ini.


Banyak pegawai yang menunduk hormat kepadanya karena mereka sudah tahu jika Mauren adalah Nyonya Arsean William dan sebentar lagi mereka menikah di hadapan publik. Mauren tersenyum dan membalas menunduk juga. Walaupun kini ia sudah mendapat gelar konglomerat tetapi ia tidak mau sombong.


Setelah memasuki ruangan direktur, ia segera membuka pintu dan masuk ke ruangan Asisten Kim. Mauren meletakan barangnya di sofa lalu menghampiri Asisten Kim dan memeluknya. Asisten Kim terkejut tetapi ia tidak menolak pelukan itu.


"Kak Kim orang baik, semoga Kak Kim mendapat orang yang baik juga. Aku minta maaf jika selalu buat Kak Kim kecewa dan terima kasih sudah mendukung hubunganku dengan Oppa. Kak Kim juga selalu ada untukku saat aku susah. Terima kasih Kak Kim," ucap Mauren sambil terisak.


Asisten Kim mengelus punggung Mauren, ia lalu menganggukan kepala. Sekarang ini ia menganggap Mauren sebagai adiknya sebab itulah ia selalu ada untuk Mauren saat susah maupun senang.


"Berbahagialah nona! Anda menikah dengan orang yang tepat. Saya selalu mendukung anda dan terima kasih dengan doa anda untuk saya," jawab Asisten Kim.


Setelah itu Mauren melepaskan pelukannya. Dia memandang wajah Asisten Kim dengan lekat.


"Saat pesta pernikahan kami, jangan lupa bawa Lili!" pinta Mauren.


"Tentu saja, Nona"


Mauren tersenyum lalu ia berjalan masuk ke ruangan Sean. Dia melihat sang suami sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Oppa?"


Sean melihat Mauren lalu tersenyum kepadanya. Mauren mendekati Sean lalu mencium kening Sean.


"Tidak bisakah aku tetap bekerja disini?" tanya Mauren.


"Jangan Oren! Kau dirumah saja fokus dengan program kehamilanmu. Dokter Ana bilang kau harus banyak istirahat dan jangan sampai kelelahan," jawab Sean.


Mauren menarik kursi lalu terduduk di sebelah Sean, ia lalu bersandar pada bahu sang suami. Memang setelah pulang touring ia mengalami kejadian yang sangat menyedihkan.


Mauren menuju kamar mandi untuk buang air kecil tetapi ia sangat terkejut melihat gumpalan daging ikut keluar.


"Oppa... Oppa....," teriak Mauren terkejut.

__ADS_1


Sean sangat panik lalu menghampiri Mauren di kamar mandi. Mauren menangis histeris, ia sadar jika gumpalan daging itu adalah janinnya.


"Ada apa, Oren?"


"Itu oppa," jawab Mauren sambil menunjuk gumpalan diatas lantai kamar mandi.


Sean mengerutkan dahi, ia masih belum paham.


"Jiaaaah... kau pipis di lantai? Kenapa tidak pipis di kloset?"


"Huaaaaaa... Oppa bodoh! Itu janin kita Oppa, aku keguguran lagi. Huaaaaaa"


Sean mendekat pada gumpalan itu, ia masih tidak percaya jika itu adalah janin. Sean mengambil ponselnya lalu memotret dan mengirimkannya pada Dokter Juna. Beberapa saat kemudian Dokter Juna menelponnya.


"Cepat kau bawa Mauren kerumah sakit, Sean!"


"Tunggu! Jadi benar gumpalan ini janinku? Tapi kenapa bentuknya seperti daging biasa?"


"Kemungkinan itu masih berumur seminggu, Sean. Cepat bawa istrimu ke rumah sakit biar di periksa!" ucap Dokter Juna.


Sean lalu menutup telponnya lalu ia terduduk melihat gumpalan itu. Dia sangat syok melihat janin kedua malah berakhir dengan keguguran. Dia melirik Mauren yang masih menangis terisak, ia mendekati Mauren lalu memeluknya.


"Sudah jangan menangis sayang," ucap Sean sambil mengelus rambut Mauren.


Flashback off.


Kembali saat di kantor.


"Oppa... jika memang aku tidak bisa memberimu anak bagaimana?" tanya Mauren sedih.


Mauren memeluk Sean, ia sangat beruntung mendapatkan Sean yang sangat menerima apa adanya.


"Oppa sudah menemukan orang tua kandungku?" tanya Mauren.


"Oh iya aku sampai lupa dengan hal penting itu," ucap Sean sambil memanggil sang asisten.


Asisten Kim lalu datang dan menjelaskan sudah menemukan titik terang setelah diselidiki selama 2 minggu ini bahwa yang membuang Mauren adalah seorang wanita muda saat itu. Wanita itu terekam CCTV yang saat itu tidak secanggih sekarang dan saat kejadian terjadi hujan deras membuat gambar wanita itu tidak jelas.


"Tapi jangan khawatir, nona! Wanita itu sudah di temukan. Dia sekarang menjadi pemilik Artdelia Boutiqe. Kemungkinan dia ibu kandung anda. Kita hanya bisa membuktikan jika melakukan tes DNA," jelas Asisten Kim.


"Artdelia Boutiqe? Bukankah itu berada di dekat sini?" tanya Mauren.


"Benar, nona"


Mauren langsung berdiri, ia berniat untuk datang kesana. Tetapi di cegah oleh Sean karena saat ini Sean sibuk karena harus menyelesaikan pekerjaannya.


"Oppa, biarkan aku pergi! Aku ingin menemui ibuku," bujuk Mauren.


"Baiklah. Antar Orenku, Kim!"


"Tidak usah, Oppa. Biar aku kesana sendiri. Bye... Terima kasih Oppaku sayang," ucap Mauren sangat senang.


Mauren segera menuju butik itu. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan ibu kandungnya. Dia menaiki taksi yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari kantor Young Group. Dan setelah sampai ia segera memasuki butik tersebut.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya pegawai butik itu.


"Emmm... saya...," ucap Mauren sampai pandangannya terfokus pada wanita setengah baya berambut indah lurus, dia sangat cantik dan mempunyai senyuman yang manis.


Mauren berjalan mendekatinya, ia memperhatikannya sampai ia melihat seorang gadis SMP berjalan mendekati wanita itu.


"Mama? Dimana gaunku ma? Aku mau memakainya?" ucap gadis itu.


"Tanya Mbak Indah sana! Mama sedang sibuk"


Mauren lalu terhenti. Mama? Ternyata ibu kandungnya memiliki anak lain selain dirinya.


Sampai ia tidak sadar wanita itu memperhatikannya. Mauren berjalan mundur dan menabrak sebuah patung, ia terjatuh lalu wanita itu menolongnya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya wanita itu.


"Mama?" ucap Mauren sambil menitikan air mata.


DEG


Wanita itu sangat terkejut. "Kau Mauren?"


Mauren menangis, ia menangis terisak lalu wanita itu memeluknya.


"Mama menunggu saat ini tiba saat kau mencari mama, sayang"


"Kenapa mama membuangku? Mama jahat"


"Maafkan mama sayang, mama salah"


Mereka menangis terharu menumpahkan kesedihan. Para pegawai dan pengunjung memperhatikan mereka. Begitu pula Manisha, dia adalah anak dari Delia yaitu Mama kandung Mauren.


"Ada apa ini mama? Siapa dia? Eh... tunggu dulu! Dia kan Mauren kasih pacarnya Arsean William yang kaya raya itu," ucap Manisha.


Delia lalu mengajak mereka berdua ke lantai atas. Dia lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka terduduk di sofa sambil menjelaskan penjelasan sang mama.


"Jadi Kak Mauren itu kakak tiriku?" tanya Manisha.


"Benar sayang. Mama dulu hamil duluan disaat mama belum siap untuk mengandung. Kakek dan nenekmu sangat marah membuat Mama takut untuk bilang kepada mereka. Setelah itu mama merantau ke kota ini sendirian lalu melahirkan Mauren. Karena mama tidak sanggup dengan biaya dan makan sehari-hari sampai mama meninggalkan Mauren di depan gedung Young Group. Mama berharap jika Mauren akan di temukan oleh orang kaya yang mau merawatnya," jelas Mama sambil menitikan air mata.


Tangan Mauren bergetar mendengarkan penjelasan dari sang Mama. Segitukah sang mama tidak menginginkannya?


"Mama selalu memantaumu dari jauh, nak. Mama tau jika Tuan Askar menemukanmu dan memberikan ke sebuah keluarga sederhana di kota sebelah," ucap sang Mama.


Mauren berdiri, ia sangat kecewa dengan sang mama yang sengaja membuangnya. Dia lalu mengambil sebuah undangan dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Delia.


"Jika mama memang mama kandungku jangan sampai tidak datang ke pesta resepsi pernikahanku. Aku sudah menikah 3 bulan ini dan baru menyelenggarakan resepsi minggu depan," ucap Mauren.


Delia menerima undangan tersebut. Dia menitikan air mata melihat putrinya sudah menikah tanpa sepengetahuannya.


"Di dunia ini orang jahat bukan hanya Mama saja. Banyak orang jahat disekitarku yang selalu membuatku terluka. Aku kecewa," ucap Mauren.


"Apa yang kau katakan? Jangan berbicara dengan Mama seperti itu!" bentak Manisha.

__ADS_1


Mauren menundukkan kepala, ia menitikan air mata. "Mama tidak menginginkan aku lahir di dunia ini dan ketika saat ini aku sedang berjuang memiliki seorang bayi setelah keguguranku yang kedua kalinya," ucap Mauren sambil mengelap air matanya.


Mama dan Manisha sangat terkejut dengan penjelasan Mauren.


__ADS_2