Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
MMSM 2 : Bab 161 - Hampir saja


__ADS_3

"Cih... seperti ini saja kau masih membelanya. Setelah ini rencanamu apa setelah keluar dari Young Group?" tanya Mauren.


"Menikahimu..."


Mauren terdiam, ia memandang Asisten Kim yang nampak serius dengan ucapannya.


"Jika ada kesempatan lagi aku ingin menikah dengan Kak Kim lalu bawa aku sejauh dari tempat ini, tapi sepertinya sangat sulit untuk melakukan itu. Karena aku sangat mencintai Sean," jawab Mauren.


"Hahaha... anda harus tetap mencintai Tuan Sean. Jangan hiraukan ucapanku tadi!" ucap Asisten Kim.


Mauren tersenyum, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Mauren dan sesampainya disana. Asisten Kim membantu menurunkan koper Mauren dan langsung berpamitan pergi.


"Saya harus segera pergi nona. Ada hal yang harus saya selesaikan," ucap Asisten Kim.


"Hati-hati Kak Kim"


Mauren segera masuk rumah, nampak bapaknya memperhatikannya di depan pintu. Bapaknya melihat koper yang di bawa Mauren.


Plaaak...


Mauren di tampar oleh Bapaknya, ia memegangi pipinya yang panas dan perih. Sedangkan Ibunya hanya menatap kecewa sambil menggendong Seina yang terlelap.


"Bapak membesarkanmu bukan untuk mengajarimu seperti ini. Bisa-bisanya kau melakukan hal yang bejat dengan Kim. Tuan Sean sudah bercerita semua pada kami melalui telepon, dia bahkan sampai menangis karena kelakuanmu yang menyakitinya," ucap Bapak marah.


Mauren terkejut. Sean sudah bercerita kepada orang tuanya? Kenapa dia kekanakan sekali? Bukankah itu rumah tangga mereka? Kenapa mulutnya bisa ember?


"Aku bisa jelaskan pak. Sean hanya salah paham. Aku dan Kak Kim tidak ada hubungan apapun. Ku mohon percayalah kepadaku," ucap Mauren sambil terisak.


"Kau juga keterlaluan Mauren. Kau mengadopsi bayi ini tanpa sepengetahuan Sean? Kenapa jadi seperti ini?" ucap ibunya.


Mauren lalu berjalan duduk di sofa lalu menjelaskan yang sebenarnya terjadi jika ada seseorang yang sedang mengadu domba mereka. Bapak dan ibunya menghela nafas. Kenapa ada yang tega dengan mereka?


"Terus rencanamu setelah ini apa?" tanya bapak yang langsung percaya dengan penjelasan Mauren.


"Aku ingin bercerai dengan Sean"


"Itu bukan rencana. Kau harus memikirkannya secara matang dan bapak bisa lihat jika Sean sangat mencintaimu bahkan tadi Sean menangis menceritakan masalahnya denganmu," jelas Bapak.


Oppa menangis?


Air mata buaya.


"Keputusanku sudah bulat. Aku tidak ingin kembali lagi pada Sean. Dia sudah banyak membuat luka dihatiku," ucap Mauren berdiri lalu menarik koper menuju kamar nya.


***


Asisten Kim mendapat bukti lainnya jika Dasha bekerja sama dengan kakaknya untuk mengambil alih saham milik Sean ke Assound Group. Sean kini sedang lengah karena urusan rumah tangganya belum selesai.


"Terima kasih Johnny. Kau memang hebat. Oh ya ini bayaranmu. Tapi ini belum selesai, kau harus tetap mengawasi Dasha," ucap Asisten Kim.


"Baik tuan"


Sedangkan di ruangan Sean,

__ADS_1


Sean sedang menatap nanar rekapan keuangan perusahaan Young Group saat ini.


Merosot drastis yang di lihatnya, banyak yang membatalkan hubungan kerja sama secara sepihak.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi ternyata dari sang kakek.


"Anak bodoh! Apa yang kau lakukan? Ajudanku bilang jika keuangan kita sedang goyah," ucap Kakek Askar.


"Pulanglah kek! Kakek hanya menyuruh saja. Bantu aku untuk mengatasi ini," ucap Sean.


"Dimana Kim? Suruh dia untuk mengatasinya," jawab Kakek Askar.


Sean berdecih lalu menutup telponnya. Pikirannya sungguh kacau, baru kali ini ia yang pandai kini kelimpungan. Dia harus mengatasinya sendiri sebisa mungkin.


"Dasha?"


"Iya Sean"


"Kau urus semua ini. Aku tidak mau tahu, dalam 3 hari keuangan kita harus sudah stabil," pinta Sean.


3 hari? Dasar gila! Memang kau pikir ini permainan monopoli bisa seenak jidat mengatur investasi. Batin Dasha kesal.


Dasha menganggukan kepala, ia pergi ke ruangannya tetapi membiarkan pekerjaannya menumpuk. Dia asyik memikirkan tentang kebangkrutan Sean setelah ini dan bisa mengambil alih saham milik Sean ke Assound Group.


"Tinggal kau menandatangi surat persetujuan ini maka sebagian aset Young Group akan bergabung dengan Assound Group. Tentu saja ini menjadi keuntungan besar bagi pihak kami. hahahaha," guman Dasha.


Sedangkan Sean hanya bisa menatap foto Mauren yang berada di meja kantornya. Entah mengapa hubungannya kini dengan sang istri semakin kacau. Apalagi kini Mauren meminta bercerai dari Sean.


Sean tidak mungkin menceraikannya, ia sangat mencintai Mauren.


Belum ada setengah tahun menikah tapi ujian kita begitu berat.


Apa kau menikah denganku dengan terpaksa?


Apa kau sangat mencintai Kim?


Tiba-tiba telponnya berdering ternyata dari orang suruhannya. Sean mendapat kabar jika Mauren pergi bersama Kim ke rumah orang tua asuh Mauren.


Sakit sekali hatiku. Batin Sean.


Sean lalu teringat dokter Juna, ia menelpon dan menyuruh menemaninya ke suatu tempat malam ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua pria aneh sedang duduk di depan meja bar, nampak Dokter Juna memandangi Sean yang terus menenggak alkohol dengan nanar.


"Hentikan Sean! Tidak seperti biasanya kau seperti ini," ucap Dokter Juna merebut gelas ke 5 yang sudah di tenggak Sean.


Sean berdecak lalu merebut gelas itu lalu menenggaknya sampai habis.


Sean yang biasanya anti meminum minuman memabukan kini dengan santainya berani meminum karena masalahnya kian berat. Istrinya meninggalkannya, asistennya yang berkhianat dan perusahaannya yang sedang kacau.


"Aku tahu kau sedang banyak masalah. Tapi ku mohon jangan seperti ini. Aku akan bantu berbicara kepada Kim dan Mauren," ucap Dokter Juna sambil menepuk bahu Sean.

__ADS_1


"Sudah terlambat, aku sungguh kecewa dengan mereka. Mereka jahat, mereka tega menyakitiku. Kau tau? Aku sangat mencintai istriku tetapi dia begitu tega denganku. Mereka tidur di belakangku," ucap Sean dengan nada mabuk. "Aku kecewa dengan kau, Mauren!!!!" teriak Sean.


"Ayo pulang Sean! Aku akan membantumu untuk menyelidikinya," ucap Dokter Juna sambil memapah Sean.


Sean menepis tangan Dokter Juna, ia berdiri dengan sempoyongan.


"Juna? Apa ciumanku sudah tidak enak lagi? Mauren menolak ciumanku," teriak Sean.


"Tidak mabuk saja kau sangat sinting. Apalagi saat mabuk, ayo biar aku antar pulang," ucap Dokter Juna sedikit memaksa Sean untuk berjalan menuju keluar.


**


Disisi lain Asisten Kim datang ke rumah Mauren. Dia bercerita tentang Dasha yang berada di balik semua ini. Bahkan dia juga menjebak Asisten Kim dan Mauren bertemu di kamar hotel.


Mauren sangat terkejut dan tidak menyangka jika Dasha seperti itu.


"Saya juga sudah mendapat rekaman CCTV dari apartemen jika Dasha memperlakukan anda dengan kasar. Saya akan segera melaporkannya ke polisi atas tuduhan penganiayaan, penipuan, penggelapan dana dan masih banyak lagi," jelas Asisten Kim.


"Aku serahkan semuanya padamu Kak Kim," ucap Mauren.


Tiba-tiba terdengar tangisan bayi, Mauren segera ke kamarnya dan melihat Seina terbangun. Dia lalu membuatkan susu dan meminumkannya.


"Cup... cup... sayang..."


Asisten Kim yang penasaran menghampiri Mauren di kamarnya, ia terkejut melihat bayi itu.


"Nona, bukankah bayi itu sudah berada di panti asuhan?" tanya Asisten Kim.


"Aku sudah mengadopsinya"


"Tuan Sean sudah tahu?"


"Aku tidak perlu meminta persetujuan Sean," jawab Mauren.


Setelah Seina tertidur, Mauren meletakannya di ranjang. Lalu menatap bayi mungil itu yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.


"Oh ya nona, orang tua anda dimana?"


"Mereka menginap di saudaraku. Pamanku meninggal dan karena aku memiliki bayi tidak mungkin aku ikut kesana," jawab Mauren sambil menyelimuti bayi itu.


"Baiklah, jika begitu saya pamit pulang. Tidak enak dengan tetangga jika saya disini malam-malam," ucap Asisten Kim.


"Tunggu!"


Mauren berdiri lalu memeluk Asisten Kim, ia berterima kasih kepada pria itu yang selalu membantunya.


Hati Asisten Kim bergejolak mendapat pelukan dari Mauren. Dia masih menyimpan rasa cintanya kepada Mauren. Tapi sangat tidak mungkin mereka bersama karena Mauren sudah menjadi milik orang dan Asisten Kim yang sudah memiliki Lili.


Mauren melepas pelukannya. Asisten Kim tersenyum.


"Saya akan berjanji untuk menyelesaikan ke salahpahaman ini"


"Aku akan mempercayakan semuanya kepada Kak Kim. Sekarang pulanglah!"

__ADS_1


Semoga masalah ini cepat selesai. Oppa juga keterlaluan bisa-bisanya tidak mempercayaiku.



__ADS_2