Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
MMSM 2 : Bab 182 - Rest in peace


__ADS_3

Dear diary.


Terkesan lucu jika aku seorang laki-laki menulis seperti ini.


Tapi setidaknya aku bisa mencurahkan isi hatiku.


Beberapa hari yang lalu aku ditembak oleh adik sepupu bosku sendiri.


Awalnya aku sempat ingin bermain-main dengannya tetapi semakin aku melihat senyumannya semakin aku jatuh hati kepadanya.


Dia gadis yang lucu dan ceria. Apalagi gigi gingsulnya membuat aku gemas.


Hahaha... aku menyukai gadis SMA.


Aku ingin memilikinya secara utuh walau tidak mungkin.


Tapi suatu ketika aku melihat wajahnya semakin pucat dan tidak seceria dulu.


Dia tidak mengatakan padaku dan menganggap dirinya baik-baik saja.


Aku sangat mencintainya dan ingin memeluknya erat. Aku sungguh tidak bisa kehilangan dia. Walau aku tau dia tidak mencintaiku.


-----------Ali-----------------


Dear Diary...


Hari ini aku menemaninya di taman hiburan. Kami tidak menaiki wahana karena Sera sedang sakit. Jadi kami hanya melihat-lihat saja.


Aku menggenggamnya erat dan aku melihat pancaran harapannya untuk hidup lebih lama.


Dia tersenyum kearahku dan hatiku terasa sesak. Semakin dia menunjukan senyumannya semakin pula duri dalam dadaku menusuk membuatku nyeri dan sakit.


Dia meminta permen kapas, aku membelikannya. Dia menikmatinya dengan lahap sambil memandang langit yang cerah tapi tidak secerah harapannya.


Gadis manis itu kini bersandar pada bahuku dan menceritakan keluh kesahnya selama ini. Sampai kisah percintaannya yang begitu rumit.


Wahai gadis kecil. Kenapa kau mencari pria yang tidak mencintaimu? Padahal disini ada aku yang tulus mencintaimu.


Hahaha... aku terlalu percaya diri.


---------------Ali---------------


Dear diary,


Hari ini aku menunggu pacarku yang sedang koma. Sudah beberapa hari ini dia sudah tidak sadar. Dia terbaring lemah. Aku menggenggam tangannya yang dingin.


Kau tau sayang? Aku merindukan mengobrol bersamamu memang terkesan lebay karena kita berpacaran belum ada satu bulan tetapi dengan pesonamu kau mempercepat rasa cintaku padamu.


Aku berharap kau cepat sembuh walaupun aku tau pasti kau sudah tidak ingin bersamaku lagi.


Kau sudah tidak membutuhkanku lagi.


Yang terpenting kau harus sembuh sayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


2 minggu kemudian.


Sera membaca lembar demi lembar buku diary milik Ali. Air matanya menetes tak henti ketika membaca tulisan Ali tentang dirinya.


Betapa tulusnya Ali kepada Sera.


Sayang, jaga hatiku baik-baik. Jangan sakiti hatiku! Ketika kau membaca suratku ini pasti sudah tidak merasakan sakit lagi 'kan? Kau sudah sembuh, manis.


Sayang, aku mencintaimu walaupun kau tidak mencintaiku. Ku torehkan tulisan demi tulisan ini untukmu. Walaupun ini bukan tulisanku melainkan tulisan adikku tetapi ini adalah bentuk isi perasaanku padamu.


Ketika aku mencurahkan tulisan ini, aku mengalami kejadian yang membuatku tidak ragu untuk menyumbangkan hati dan satu ginjal untukmu. Tuhan membuatku yakin untuk menyerahkannya kepadamu. Saat ini aku mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan yang kualami. Aku masih bisa bicara tetapi badanku kaku tidak bisa bergerak seperti mayat hidup.


Aku berpikir, untuk apa aku hidup seperti ini. Pasti sangat merepotkan ibuku.


Lebih baik aku pergi dan menyerahkan hati dan ginjal untukmu.


Kau jangan khawatir! Aku bahagia seperti ini. Aku sudah berada di tempat lain. Tugasku sudah selesai di dunia ini.


Sera sayang, kau menangis?


Jangan menangis sayang! Aku mencintaimu.


Keluargaku sudah ikhlas dengan keputusanku. Kau tidak boleh menyesalinya.


Satu yang ku pinta, kau harus bahagia.


Carilah pria yang tulus mencintaimu!


Tinggalkan pria yang menyakitimu!


Kau mengatakan supaya jangan sering-sering ke makammu. Dan sekarang aku juga ingin bilang, jangan sering datang ke makamku. Karena pasti akan membuatmu terluka.


Percuma saja, yang kau temui hanya batu nisan dan gundukan tanah beserta rumput liar. Aku tidak akan pernah bisa mendengarmu maupun mendengar isak tangismu.


Jika kau merindukanku, kau bisa membaca diary ini dan mengirimkan doa untukku dimanapun kau berada.


Aku mencintai mu, Sera.


Jangan pernah ucapkan selamat tinggal! Karena aku ada dalam hatimu.


Aku masih di sekitarmu, Sera manis.


I love you.


Sera menangis sejadi jadinya, hatinya merasa sakit tatkala membaca lembar demi lembar curahan isi hati Ali.


Sera yang masih duduk di kursi roda hanya bisa melihat batu nisan dan gundukan tanah basah beserta bunga bertaburan di atasnya.


Sera menangis histeris dan semakin tak terkendali membuat sang mama dan Zara membawa Sera untuk pulang.


Sedangkan Sean mencoba membujuk Alana untuk ikut pergi dari makam Ali tetapi gadis itu menggelengkan kepalanya.


Alana merasa sangat kehilangan Ali. Dia menyesal karena dulu pernah menjauhi Ali. Alana tak hentinya meneteskan air matanya. Cinta satu malam bersama Ali sepintas selalu terbayang dibenaknya.


"Lana, apa yang membuatmu sampai seperti ini?" tanya Sean mengusap air mata Alana.

__ADS_1


"Aku sadar jika aku sangat mencintai dia. Aku merasa sangat kehilangan dia, Sean," ucap Alana. "Tapi sayangnya saat detik-detik terakhirnya, Ali tidak mencintaiku lagi. Dia mencintai Sera. Itu yang sangat ku sesalkan. Kenapa dulu aku tidak menerimanya saja?" sambung Alana.


Sean mengusap air mata Alana. Alana semakin histeris ketika menatap gundukan tanah itu. Penyesalan memang datang belakangan dan sudah terlambat untuk menyesalinya.


"Bahkan Ali hanya menulis surat untuk Sera. Dia tidak menulis surat untukku," ucap Alana.


Sean mengambil selembar kertas dan memberikannya kepada Alana. Alana langsung merebutnya lalu membacanya. Matanya yang berkaca-kaca melebar ketika membaca isi surat itu.


Hai Alana.


Apa kabar?


Maaf, sekali lagi aku meminta maaf tentang kesalahan terbesarku kepadamu.


Aku tau kita melakukannya secara sadar bahkan tidak ada unsur paksaan.


Tetapi itu semua awal dari penyesalanku.


Kenapa aku bisa menodaimu?


Kenapa aku seserakah itu mengotorimu?


Aku ingin mengatakan jika aku pernah mencintaimu secara sepihak.


Kau yang selalu acuh kepadaku, kau yang selalu memandangku rendah tetapi semua itu membuatku senang karena kau bisa membenciku karena kesalahanku.


Dosaku memang banyak denganmu tetapi aku akan bertanggung jawab di akhirat nanti. Mungkin setelah kau membaca surat ini maka aku sudah berada di akhirat untuk mempertanggung jawabkan dosaku kepadamu.


Alana,


Terima kasih kau pernah hadir di hatiku.


Alana menangis terisak. Sean membawa pulang Alana. Dia tahu pasti sahabatnya sangat terpukul.


"Aku harus bagaimana, Sean?"


Sean terus menenangkan Alana sampai mobil lalu mengantarnya pulang. Dia terus melirik Alana yang tak hentinya mengeluarkan air mata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mauren menatap langit malam sambil menggendong Seina yang terlelap. Dia masih menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Ali.


Jika saja ia tidak menyuruh Ali menjemputnya pasti mereka tidak akan mengalami kecelakaan dan pasti Ali masih ada.


Sean menepuk bahu Mauren dan menyuruh masuk ke kamar karena malam semakin larut dan udara semakin dingin.


 -----------------


Thank you Ali. Udah jadi tokoh figuran terpenting di novel ini. Walau hanya muncul gak lebih 20 bab tapi para pembaca tergoyah dengan perasaannya sampai menangisimu.


Rest in Peace Zachary Ali.


Dan tentunya nama Ali akan muncul di karya author yang baru setelah karya ini tamat.


__ADS_1


__ADS_2