Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 115 : Salah paham


__ADS_3

Arsean William Adinata



Mauren Kasih



Fai Wang (Asisten Kim)



Sera Gianila



Zara Gianila



Dokter Juna



Biar ngehalunya makin lancar.


 


"Oh ya Nona, siapa pria yang anda temui tadi pagi?" tanya Asisten Kim mencairkan suasana.


"Dia yang menabrak mobilku, Kak Kim. Kenapa?"


"Sepertinya anda sangat dekat dengannya?"


Mauren tersenyum kecut. Dekat? Pria itu yang sok dekat dengan Mauren.


Padahal Mauren sudah malas menanggapi laki-laki seperti itu setelah ia sudah memiliki suami.


Mauren tidak menjelaskan kepada Asisten Kim membuat pria itu semakin curiga.


Mauren lalu berjalan meninggalkan Asisten Kim yang sedari tadi menunggu jawaban tetapi dengan cepat Asisten Kim mengejar Mauren dan menarik tangannya.


"Tunggu, Nona! Jangan bilang anda berselingkuh! Jika iya, anda akan berhadapan langsung dengan saya. Tolong jangan sakiti Tuan Sean! Dia sangat mencintai anda"


"Siapa yang berselingkuh? Walaupun umurku masih muda tetapi aku sudah menikah dan sadar jika aku tidak boleh dekat dengan pria lain," ucap Mauren sambil menepis tangan Mauren.


Mauren berjalan cepat menuju ke lift, ia semakin kesal karena selalu dicurigai.


Dia menuju ke ruangan khusus loker pegawai, disana terlihat sangat sepi karena mungkin para pegawai sedang asyik makan siang di kantin.


Mauren membuka lokernya, ia terkejut terdapat kertas bertuliskan sesuatu didalam lokernya.


Coba kau pegang kaca!


Mauren langsung memegang kaca.


Coba balik kertas ini!


Mauren langsung membalik kertas itu lalu membaca tulisannya.


Berkacalah!


Ini dia wajah tukang selingkuh.


Mauren geram, ia melihat wajahnya sendiri di kaca tersebut.

__ADS_1


Dia langsung meremas kertas itu lalu membanting pintu lokernya.


Dan disaat bersamaan pintu ruangan tersebut terbuka.


Mauren melihat pria yang tak asing yaitu Sean sudah menutup pintu dan mengunci pintu tersebut.


Sean kini berdiri di depan pintu sambil bersedekap.


"Sudah lihat wajah tukang selingkuh?" tanya Sean.


"Apa maksud Oppa? Siapa yang berselingkuh?"


"Sudah ketahuan tidak mau mengaku kau"


Sean lantas berjalan mendekati Mauren yang berdiri mematung menghadapnya.


Setelah berdiri di depan Mauren, ia membelai pipi Mauren.


"Oppa salah paham..."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Sean langsung menggigit bibir Mauren. Mereka berciuman melampiaskan gairah yang menggebu-gebu. Lidah mereka saling menyesap lembut bertarung dengan kenikmatan yang tiada tara.


Tangan Sean mulai bergerilya di setiap lekukan gadis itu.


Nafas mereka mulai terengah-engah pertama nafsu sudah naik tetapi tiba-tiba Sean melepaskan ciumannya lalu menatap tajam ke mata Mauren.


"Aku kurang apa untukmu?"


"Oppa pelit sekali denganku," jawab Mauren singkat padat dan jelas.


Sean berdecih, ia mengambil dompetnya lalu mengambil kartu debit miliknya dan menyerahkan kepada Mauren. Mauren mengambilnya secepat kilat.


"Apa lagi? Aku kurang apa untukmu?"


Sean lalu mendorong tubuh Mauren sampai menabrak lemari loker. Dia menatap Mauren dengan lembut, ia mengelus wajah Mauren dari ujung kening sampai bibirnya. Mauren semakin merinding melihat Sean yang semakin keren.


Sean seketika mendaratkan ciumannya lagi, ia menggigit manja bibir seksi itu.


Tok... tok... tok... tok...


Terdengar pintu diketuk, sepertinya pegawai lain sudah kembali dari kantin.


Mauren langsung mendorong tubuh Sean, ia mulai panik dan kebingungan.


"Kenapa kau?" tanya Sean terlihat kesal.


"Bagaimana ini Oppa? Mereka sudah datang"


"Cih! Mengganggu saja mereka, awas saja akan ku potong gaji mereka!" ucap Sean sambil berjalan menuju pintu.


Tetapi Mauren dengan cepat menarik lengan Sean membuat langkah sang suami terhenti.


"Oppa mau apa? Mereka akan berpikiran macam-macam tentang kita, Oppa"


"Kenapa rupanya?"


Sean menepis tangan Mauren, ia berjalan menuju pintu. Dia membuka pintu terlihat beberapa karyawan sudah menunggu di depan pintu, mereka terkejut melihat yang keluar adalah sang bos besar. Mereka lantas menunduk hormat kepadanya.


"Bagaimana ruangan ini bisa kotor? Mana tanggung jawab kalian memakai ruangan ini?" ucap Sean marah.


"Ma... maaf, Tuan"


"Kali ini ku toleransi tapi lain kali jika aku mengecek lagi dan masih kotor seperti ini kalian akan ku hukum menyapu di pinggir jalan," ucap Sean tidak main-main.


Tuan Sean memang aneh. Yang kotor ruangan ini tetapi malah kami disuruh menyapu di pinggir jalan. Batin Salah satu karyawan.

__ADS_1


Sean lalu berjalan meninggalkan mereka dan para pegawai masuk ke ruangan itu.


Dia terkejut melihat Mauren ada di ruangan itu membuat mereka berpikiran macam-macam.


Sepertinya Mauren memang gundiknya Tuan Sean. Dasar cewek murahan! Batin pegawai.


Pakai pelet apa si Mauren sampai Tuan Sean menyukainya. Ku pikir karena nafsu saja. Batin pegawai.


Dirasa para pegawai melirik sinis kearahnya membuat Mauren segera pergi dari ruangan itu tetapi langkahnya terhenti ketika sekertaris Yuna menghalangi jalannya.


"Minggir Kak Yuna!"


"Aku penasaran dengan hubunganmu dengan Tuan Sean. Kalian mempunyai hubungan apa?"


Ceklek...


"Saya sudah memperingatkan kepada kalian jika kalian tidak boleh ikut campur dengan setiap urusan menyangkut Tuan Sean," ucap Asisten Kim yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.


Sekertaris Yuna menelan ludah, sepertinya ia akan mendapat masalah kali ini.


"Bu.. bukan begitu Asisten Kim.. a.. aku hanya penasaran saja dan tidak ada maksud lain," jawab Sekertaris Yuna terbata-bata.


Mauren langsung menarik tangan Asisten Kim dan mengajaknya keluar dari ruangan itu. Mereka lalu masuk ke dalam lift dengan Mauren yang setengah kesal kepada Asisten Kim.


"Kau ini asisten dalam urusan pekerjaan tuanmu atau sekaligus asisten yang merangkap mencampuri urusan pribadi tuanmu?"


"Tuan Sean bukan sekedar tuan saya saja. Kami sudah berteman sejak lama dan Tuan Sean memang menyuruh saya mencampuri setiap urusan pribadinya selama saya tidak berlebihan," jawab Asisten Kim santai.


Mereka berdua memang aneh. Batin Mauren.


"Terus kapan Kak Kim mengurus diri Kak Kim sendiri? Lihat diri Kak Kim menyedihkan karena tidak punya pacar," ejek Mauren.


"Umur saya masih muda saya tidak mau terburu-buru. Melihat anda sudah bahagia saya juga sudah merasa bahagia," jawab Asisten Kim.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepulang kerja Mauren tidak sengaja melihat dua wanita cantik masuk kedalam mobil Sean. Mauren curiga, ia menyuruh Pak Zainal untuk mengikuti mobil mereka.


Sedari tadi Mauren menelpon Sean tetapi nomor Sean tidak aktif membuat Mauren semakin curiga.


Oppa memfitnahku berselingkuh tetapi dia sendiri yang selingkuh?


Dalam perjalanan Mauren semakin khawatir ketika menyadari mobil sang suami menuju ke hotel.


Hati Mauren menjadi sakit dan tak terasa air matanya menetes.


Siapa wanita itu? Kenapa Oppa tega kepadaku?


"Pak Zainal, ayo pulang saja ke apartemen!" ucap Mauren.


"Baik, Nona"


Tetapi tiba-tiba ada panggilan dari Arkan, dengan malas ia mengangkatnya.


"Bisakah kita makan malam bersama?" tanya Arkan melalui panggilan telepon.


"Oke"


Mauren langsung menyuruh Pak Zainal menuju ke cafe untuk bertemu Arkan.


Dia hanya ingin menghilangkan rasa sakit hatinya setelah mengetahui Sean pergi ke hotel bersama gadis lain.


Dalam perjalanan, ia mencoba menelpon Sean tetapi nomor Sean selalu tidak aktif. Dia lantas menelpon Asisten Kim tetapi pria itu tidak mengangkatnya.


Kenapa kau begitu tega denganku Oppa?

__ADS_1


__ADS_2