Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 147 : Anak pungut?


__ADS_3

2 minggu kemudian.


Sean dan Mauren melakukan aktivitas seperti biasanya. Bekerja, istirahat di rumah dan melakukan ritual membuat anak setiap 2 hari sekali. Hampir 3 bulan mereka menikah telah di suguhkan dengan peristiwa yang sungguh menggelikan dan berkesan bagi mereka berdua.


Dokter Juna juga sudah bercerai dengan Anita tetapi naasnya ia tidak sengaja memperkosa Zara dan membuat Zara hamil lalu ia bertanggung jawab atas kesalahannya dan menikahi Zara walaupun Kakek Askar tidak merestui pernikahan mereka. Tetapi tidak membuat Dokter Juna menyerah, ia sebisa mungkin membuat Kakek Askar untuk merestui pernikahannya. (Baca kisahnya di Youtube : Mariana Vikram)


Sedangkan Asisten Kim semakin dekat dengan Lili walaupun Lili terkadang selalu marah dengan Asisten Kim walaupun itu Asisten Kim selalu bersabar menghadapi sifat Lili yang pemarah. Dan Sera tetap berusaha mendekati Asisten Kim dengan berbagai cara (Baca kisahnya di Youtube : Mariana Vikram).


"Apa kelebihanmu untuk Sean?" tanya Kakek Askar kepada Mauren.


Mereka berdua berada di sebuah cafe tanpa sepengetahuan Sean.


Mauren dengan mantab mengutarakan semua kelebihannya.


"Saya bisa membuat Sean bahagia, saya bisa membuat Sean tersenyum, saya bisa membuat Sean nyaman dengan saya," jawab Mauren dengan bersemangat.


"Itu sebuah kelebihan?" tanya Kakek Askar.


"Benar, apalah artinya sebuah pernikahan jika kita tidak saling membahagiakan dan memberi rasa nyaman satu sama lain"


Kakek Askar menyeruput kopinya sambil memperhatikan Mauren dengan seksama.


"Kau anaknya Mukti? Kau tau seberapa besar hutang ayahmu kepadaku? Apakah ini balas dendam keluargamu dengan menikahi cucu ku yang berharga?" tanya Kakek Askar.


Mauren mengerutkan dahi? Hutang? Sejak kapan bapaknya mempunyai hutang dengan Kakek Sean? Setahu Mauren orang tuanya hanya mempunyai hutang kepada rentenir.


"Kau tau jika kau bukan anak kandung orang tuamu?" tanya Kakek Askar. "Kau ku temukan saat malam hari saat hujan deras di depan gedung Young Group. Tadinya aku tidak memperdulikanmu tetapi tangisanmu membuatku merasa kasian padamu," jelas Kakek Askar membuat Mauren semakin kebingungan.


"Aku membawamu masuk mobil dan aku langsung teringat dengan Mukti yang belum di karuniai anak. Aku langsung memberikan bayi mungil itu kepada mereka tetapi dengan satu syarat jika besar nanti bayi cantik itu harus bekerja di Young Group sebagai pelayan cucuku. Ayah dan Ibumu menyetujuinya karena jika menolak aku akan memperbesar bunga hutang mereka," ucap Kakek Askar. "Tapi ini semua sebuah penghinaan besar, kau yang harusnya menjadi pelayan Arsean malah kini menikahinya tanpa seizinku. Kau tidak tahu terima kasih, aku yang sudah menyelamatkan hidupmu. Jika kau tidak ku temukan pasti kau sudah mati," sambung Kakek Askar dengan nada meninggi.


Mauren menggigit bibirnya dan tak terasa air matanya keluar. Pantas saja jika orang tuanya selalu menyuruhnya untuk bekerja di Young Group ternyata untuk menjadi budak cucu Tuan Askar.


"Tapi ini memang benar, kau sudah menjadi pelayannya Sean. Pelayan nafsunya," ucap Kakek Askar membuat Mauren semakin terisak.


Rasa sesak menyiksa batin Mauren, ia ternyata bukan anak kandung orang tuanya dan orang tuanya sangat tega membohonginya. Siapa orang tua Mauren sebenarnya? Dimana mereka sampai tega membuang Mauren?


Tiba-tiba Sean datang, ia tekejut melihat sang istri menangis di depan kakeknya. Sean lalu menarik tangan Mauren untuk berdiri, ia menangkup wajah Mauren dan mengelap air matanya.


"Sean? Lakukanlah sesukamu! Kakek tidak pernah merestui hubungan kalian," ucap Kakek Askar sambil berjalan keluar dari cafe itu.

__ADS_1


Sean berdecih, ia kini tidak peduli dengan restu kakeknya. Dia sangat mencintai Mauren melebihi apapun.


"Apa yang kakek bilang kepadamu Oren? Jangan di masukan ke hati!" ucap Sean.


Mauren menggelengkan kepala lalu mengusap air matanya. Dia menceritakan semua ucapan Kakek Askar kepada Sean.


"A--aku a--anak pungut. Orang tuaku tega tidak menceritakan yang sebenarnya kepadaku. S--siapa orang tuaku yang sebenarnya, Oppa?" jelas Mauren masih menangis.


"Sudah jangan menangis! Oppa akan mencari keberadaan orang tua kandungmu tetapi yang terpenting kita harus mendengar penjelasan dari orang tuamu dulu," ucap Sean sambil mengelap air mata Mauren.


1 jam kemudian.


Mereka sudah sampai di rumah Mauren yang ada di kota sebelah. Orang tua Mauren sangat terkejut ketika Mauren sudah tahu yang sebenarnya.


"Aku kecewa dengan bapak dan emak. Kenapa kalian tidak memberitahuku yang sebenarnya?" tanya Mauren.


"Kami berniat memberitahumu ketika kau sudah dewasa," ucap Bapak.


"Aku kan sudah dewasa, Pak"


"Kau baru saja lulus sekolah, Mauren," jawab Bapak.


"Tauklah pak, aku pusing dengan kalian. Kalian memang tega denganku. Kalian berbohong denganku. Kalian sangat senang ketika aku sudah menikah dengan Sean karena misi kalian sudah terwujudkan. Kalian menyuruhku untuk menjadi pelayan Sean kan?" teriak Mauren.


"Jangan berkata seperti itu, Oren!" ucap Sean.


"Bapak dan emak tidak ada maksud seperti itu. Waktu itu kami menikahkan kalian karena kau mengaku hamil 'kan sayang?" ucap Ibu Mauren.


Mauren langsung terdiam, memang dari awal mereka menyetujui pernikahan Mauren karena gadis bodoh itu mengaku hamil.


"Jadi yang jadi pertanyaanku sekarang orang tua kandungku siapa?" tanya Mauren.


Hening. Suasana menjadi hening, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan dari Mauren membuat gadis itu semakin sedih.


"Kami akan berusaha mencari orang tua kandungmu, Oren," ucap Sean sambil memeluk Mauren.


Mauren membalas pelukan dari Sean. Setidaknya ia sudah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang dirinya. Tetapi ia tetap menyayangi kedua orang tua asuhnya yang mau merawat dirinya sampe sekarang ini.


"Semoga saja setelah ini kau jangan menjauh dari kami, Mauren," ucap Bapak.

__ADS_1


Mauren melepaskan pelukan Sean, ia langsung memeluk kedua orang tuanya.


"Terima kasih Bapak, emak sudah mau merawat Mauren yang bandel ini"


"Sama-sama sayang, kau tidak bandel hanya saja sedikit nakal," ucap sang bapak membuat Mauren mencubit punggungnya.


Beberapa masalah sudah selesai, Mama Sean yang sudah merestui mereka, kedua orang tua asuh Mauren yang selalu mendukung mereka dan kini mereka fokus untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan yang akan di gelar seminggu lagi. Ya... mereka memang mempercepat resepsi mereka supaya publik tau jika Arsean William sudah menikah dengan gadis pilihannya sendiri dan tidak ada lagi yang mengganggu bahkan merendahkan Mauren.


Masalah Kakek Askar? Sean dan sekeluarga sudah malas menanggapi Kakek Askar yang keras kepala dan menang sendiri. Bahkan saat pernikahan Zara dan Dokter Juna si kakek tua itu memilih ke luar negeri dan baru saja kembali sekarang dan langsung menemui Mauren.


Saat sudah di apartemen.


Sean memeluk Mauren dari belakang, ia sudah tidak sabar dengan pesta pernikahannya yang akan di gelar secara mewah. Tetapi justru membuat Mauren semakin khawatir dan takut.


"Jangan dengarkan kata publik! Aku menikah denganmu karena memang mencintaimu," ucap Sean.


"Iya, Oppa. Terima kasih sudah mencintaiku apa adanya"


Mereka lalu berciuman dengan mesra saling memainkan lidah dengan lembut. Selama 3 bulan ini mereka mengisi kekosongan hati satu sama lain. Apalagi Sean yang dulu selalu berbicara kasar dengan Mauren kini sudah tidak pernah berbicara kasar lagi dengannya. Sean sangat mencintai sang istri lebih dari siapapun dan tidak akan pernah tergantikan.


Aku milikmu, kau milikku, selamanya akan bersama. Batin Sean.


________


Hai hai .... kira-kira 3 bab lagi TAMAT jadi pas bab 150 udah END season 1.


Setelah itu kurang tau mau lanjut kapan. mungkin seminggu or 2 minggu or bulan depan???


karena lihat saja sampe sejauh ini pembacanya belum ada 3 ribu orang.. bahkan jumlah like terbanyak baru seribuan orang ,, lha trus 2 ribu orang lagi kemana ??? Jangan jadi pembaca gaib yaa!!


emang sih author kurang promosi... rada males promo di lapak orang...


Otak nih udah ngajak udahan aja... Lelah, lelah dan lelah... padahal ide cerita masih banyak..


oh yaa jangan lupa baca cerita KIM di youtube



Di youtube udah gratis lho gaes ...jika takut makan kuota maka bisa di download juga... Yuk dukung author dimana pun author berkarya... jangan bilang males ah thor di youtube!

__ADS_1


Hmmm di youtube aja males palagi jika pindah lapak di platfrom berbayar koin? Ayo mampir ke youtube : Mariana Vikram


Jangan lupa subscribe dan tekan tombol lonceng supaya dpt pemberitahuan jika sudah update.


__ADS_2