
"Kau mau hadiah apa?"
"Seperti ini," ucap Alana sambil melepas baju tidur yang ia kenakan.
Sean hanya menatapnya dengan heran, ia memperhatikan Alana melepas semua pakaiannya sehingga kini hanya meninggalkan bra yang masih melekat ditubuhnya. Alana mendekati Sean lalu naik ke pangkuannya dan mencium bibir pria itu dengan lembut. Entah kenapa Sean seolah terhipnotis oleh gadis di depannya dan membalas setiap ciuman Alana.
Alana mendorong tubuh Sean dan membuatnya terbaring, ia mencium leher Sean sehingga meninggalkan bekas merah yang amat dahsyat.
"Aku mencintaimu, Sean," ucap Alana membisikkan ucapan itu di telinga Sean.
Sean mendorong tubuh Alana membuat mereka terduduk lalu dengan cepat Sean menyesap dada Alana dengan kuat membuat gadis itu bergelinjang hebat.
Sean menghentikan aktivitasnya lalu mendorong tubuh Alana supaya terbaring dan ia siap menghunuskan pedangnya.
"ALANA!" teriak Sean membuyarkan lamunan Alana.
Alana tersadar lalu mengusap wajahnya, ia terkejut ternyata sedari tadi ia melamun.
Sean menduga jika Alana membayangkan yang aneh-aneh.
"Memikirkan apa kau?" tanya Sean.
"Tidak ada. Oh ya jangan sampai lupa datang ke pesta ulang tahunku," ucap Alana.
"Iya tidak janji. Aku mau kembali ke kantor, jaga kesehatanmu dan sekali lagi aku meminta maaf atas sikapku kemarin"
Alana menganggukan kepala, ia mengantar Sean sampai ke halaman rumah dan memastikan Sean sudah pergi dari rumahnya.
Dia sangat senang karena Sean masih memperdulikan keadaannya dan ia masih merasa bisa menikah dengan Sean.
Sean kali ini duduk di sebelah Asisten Kim yang tengah menyetir, ia menatap langit biru siang hari dan terlihat suasana jalanan kota ramai lancar. Gedung dari beberapa cabang perusahaan Young Group mereka lewati bahkan 60 persen dari gedung dikota itu adalah milik Young Group. Bisa dibayangkan seberapa konglomeratnya keluarga Adinata.
Tak hanya gedung perkantoran, gedung hotel, apartemen, mall, bahkan jalan tol utama adalah milik perusahaan ternama itu.
Beruntunglah para calon menantu dari keluarga Adinata, mereka akan disuguhkan dengan kekayaan yang melimpah. Dan maka dari itu mereka sangat memilih bibit, bebet, bobot dari para calon menantunya.
Sedangkan Mauren? Dia hanyalah anak dari pedagang sayur di pasar tapi memang Mauren terlihat seperti orang kaya karena ia menolak untuk hidup miskin.
Dia bahkan sering merengek dibelikan aneh-aneh kepada orang tuanya padahal orang tuanya tidak punya uang.
Apalagi sekarang ini dia pasti sangat bahagia menjadi istri dari seorang Arsean William Adinata. Seorang presiden direktur perusahaan Young Group dan satu-satunya keturunan laki-laki sampai saat ini.
Walaupun Sean terlihat idiot di depan teman-temannya tetapi ia dikenal pemimpin yang pandai dan berwibawa membuat orang yang belum mengenalnya secara dekat menjadi kagum.
"Tuan?" tanya Asisten Kim melihat sang tuan melamun.
"Apa kau?"
"Anda baik-baik saja?"
"Aku tidak baik-baik saja. Mauren sepertinya sudah sadar jika aku yang dulu melempar uang ke wajahnya. Bagaimana ini? Harga diriku terjatuh"
"Jika cinta tidak berlaku yang namanya harga diri, Tuan"
Sean menatap wajah sang asisten, ia terkejut dengan ucapan Asisten Kim. Sean mulai tertawa terbahak-bahak, ia tidak menyangka sang asisten yang culun kini mulai mengerti yang namanya cinta.
__ADS_1
"Jadi siapa gadis yang kau sukai?" tanya Sean menyelidik.
Asisten Kim gelagapan membuat dirinya seolah menyembunyikan sesuatu. Sean menepuk bahu Asisten Kim, ia senang jika temannya itu telah menemukan cintanya.
"Kau tau, Kim? Cinta bisa membuat kita menjadi gila seperti aku yang tergila-gila oleh Orenku"
Anda sebelum mengenal Nona Mauren juga sudah gila, Tuan. Hanya saya yang sabar dengan kegilaan anda.
"Kim. Pijat punggungku sampai pulang"
"Kim. Cium ketiakku! Apakah bau?"
"Kim. Ayo menonton pemersatu bangsa!"
"Kim. Kuras kolam renangku!"
Dan lain-lain masih banyak lagi kegilaan Tuan yang memerintahku untuk melakukan hal aneh-aneh.
"Aku harus memberikan hadiah apa untuk Alana? 3 hari lagi dia ulang tahun," tanya Sean kebingungan.
"Wanita suka perhiasan, Tuan"
Sean mengerutkan kening, ia langsung menyuruh sang asisten untuk mampir ke toko perhiasan. Memang sepertinya perhiasanlah yang tepat untuk hadiah ulang tahun Alana.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah toko perhiasan mewah.
Sean keluar dari mobil dan berjalan mendahului sang asisten. Dia berusaha membuka pintu toko perhiasan tersebut tetapi tidak bisa. Sean mendorong sekuat tenaga tetapi tetap tidak bisa terbuka.
Ceklek..
"Sialan kau!"
Sean masuk lalu memilih perhiasan, ia nampak bingung karena banyak perhiasan yang menarik matanya. Sampai ia menemukan sebuah kalung berliontin bunga mawar dan memutuskan untuk membelinya.
Sedangkan Asisten Kim juga ikut melihat perhiasan sepertinya ia akan membeli sebuah perhiasan.
"Saya mau lihat yang ini Kak," ucap Asisten Kim sambil menunjuk sebuah kalung mewah dan nampak mahal.
Pegawai itu langsung mengambil dan memberikan kalung mewah itu. Asisten Kim tersenyum lalu memutuskan akan membeli kalung itu.
"Saya ambil yang ini," ucap Asisten Kim.
Pegawai itu tersenyum lalu segera memasukkan kalung mewah itu kedalam kotak perhiasan dan setelah itu Asisten Kim menyelesaikan pembayaran.
"Untuk siapa kau beli kalung itu?" tanya Sean mengagetkan Asisten Kim.
"Emmm... untuk seseorang, Tuan"
"Semoga berhasil Kim," ucap Sean sambil menepuk bahu sang asisten lalu berjalan keluar setelah mendapat yang ia inginkan.
**
Di sofa empuk sambil menikmati secangkir kopi, Ibu dari pria nomor satu di negeri itu sedang mendengarkan laporan dari orang suruhannya. Dia mulai khawatir karena sang anak telah melaporkan kasus pencemaran nama baik di website perusahaan Young Group beberapa hari lalu.
"Jadi Arsean sudah melaporkannya ke polisi?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Mama Sean.
__ADS_1
"Iya Nyonya, tetapi saya sudah menyuruh orang untuk mengaku yang membuat postingan tersebut dan anda masih tetap aman Nyonya"
Mama Sean tersenyum, ia beruntung mempunyai seorang asisten yang pandai.
Dia menyeruput kopi hitamnya lagi. Ya... dia adalah orang kaya tersohor di negeri ini dari urusan kecil hingga besar bisa terselesaikan dengan uang.
Mauren. Kau tidak pantas bersanding dengan anakku. Akan ku lenyapkan kau dari dunia ini.
Tetapi tiba-tiba telponnya berdering yang ternyata Alana lah yang menelpon. Dia segera mengangkatnya.
"Benarkah Alana jika Sean baru saja datang ke rumahmu?" tanya Mama Sean.
"Benar Tante, dia juga menunjukan perhatiannya lagi terhadapku"
"Benar yang Tante bilang 'kan? Jika Sean menyukaimu dan Tante akan mengumumkan tanggal pertunangan kalian saat ulang tahunmu," ucap Mama Sean terlihat senang.
_______________________________________
Zara selalu memandangi foto Reno yang ia ambil di internet, ia sudah merasa tergila-gila oleh Reno. Pria duda itu mempunyai daya tarik tersendiri, tetapi ia sedikit ragu apakah ia bisa mendapatkan cinta Reno. Apalagi kini Reno telah menutup hatinya untuk siapapun, dia sudah trauma akan pernikahannya yang telah ia rusak sendiri.
Dia masih mencintai Sonia, mantan istrinya yang kini telah menetap di luar negeri.
Dan sekarang Reno harus mengurus anak semata wayang mereka bernama Dylan.
Setelah Zara mengetahui jika Reno telah mempunyai anak berumur 5 tahun, ia memutuskan mencari informasi tentang Dylan. Dia terkejut saat tau jika Reno menghamili Sonia saat Sonia masih SMA. Tapi dia membuang rasa kecewanya dan fokus untuk mendekati Dylan supaya Reno bisa bersimpati kepada Zara.
Sepulang sekolah, Zara selalu datang ke sekolah Dylan tetapi nihil karena Dylan lebih dulu pulang karena ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak membuatnya pulang lebih cepat dari Zara.
"Hey!" teriak Sera mengagetkan Zara.
"Cieee... dipandangin terus tuh foto," ucap Sera menggoda Zara.
"Apaan sih," jawab Zara malu.
"Awas nanti sakit hati"
"Yang namanya jatuh cinta pasti siap untuk sakit hati"
Sera tersenyum kepada Zara, ia mengacak rambut saudari kembarnya itu membuat Zara kesal.
"Aku mau antar berkas magang ke kantornya Kak Sean. Kau mau ikut?" tanya Sera.
"Tidak. Aku langsung pulang saja"
"Akan asyik bisa satu tempat kerja dengan Kak Sean, aku bisa menggodanya setiap hari"
"Awas nanti disuruh hormat bendera oleh Kak Sean," jawab Zara membuat mereka tertawa bersamaan.
**************
(Kalian wajib baca kisah Reno dan Sonia karena cerita itu mengandung banyak bawang)
Dukung author dengan LIKE, KOMEN, RATE5, VOTE pada cerita ini.
JANGAN PELIT VOTE GAESSSSS
__ADS_1
Menurut kalian kalung yang dibeli Asisten Kim akan diberikan kepada siapa?