Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Sakit perut


__ADS_3

"Hey kalian! Bertengkarnya nanti saja! Lihatlah Nona Mauren sudah sangat kesakitan!" ucap Asisten Kim.


Sean dan Dokter Juna langsung melirik Mauren yang merintih kesakitan tetapi mata mereka terfokus pada perut Mauren yang rata dan terlihat sudah terbuka.


"Wah... Nyuri start kau Kim, mencari kesempatan dalam kesempitan kau," ucap Dokter Juna membuat Sean semakin memanas.


Sean melepas jas hitamnya lalu menutupi paha dan perut Mauren yang kelewat mulus.


Dokter Juna berdecak melihat tingkah Sean yang terlalu posesif.


Dia meraih stetoskopnya dan sedikit menarik jas yang menutupi perut Mauren supaya mudah untuk di periksa.


"Tunggu!" ucap Sean.


Dokter Juna yang berjongkok di depan Mauren seketika matanya ditutup oleh tangan Sean, Sean menyuruh Dokter Juna untuk memeriksa perut Mauren dengan mata tertutup. Sedangkan Asisten Kim disuruh menghadap ke arah pintu.


"Sinting kau Sean! Bagaimana aku memeriksa dengan keadaan mata tertutup?" tanya Dokter Juna kesal.


"Aku akan menjadi matamu. Kau hanya fokus untuk memeriksa perut Mauren dengan stetoskopmu saja," jawab Sean yang masih menutup mata Dokter Juna.


Sean tidak ingin kedua temannya melihat perut Mauren yang rata dan sangat mulus. Apalagi membangunkan ular mereka.


Sean segera mengarahkan tangan Dokter Juna dengan aba-aba.


"Geser ke kiri tanganmu!" pinta Sean.


"Eh? Istrimu kan ada di kanan," jawab Dokter Juna kebingungan.


"Ikuti saja omonganku! Geser ke kiri lagi! Nah itu, maju sedikit. Ya... itu dia, coba tempelkan stetoskopmu. Tapi awas jangan kau raba!"


Dokter Juna langsung menempelkan Stetoskopnya pada area perut Mauren tetapi ia sedikit bingung karena area itu menjadi menonjol, padahal sebelumnya ia melihat perut Mauren yang rata.


Sedangkan Sean menahan tawa dan Asisten Kim seolah ingin memberontak tetapi Sean selalu mengancamnya.


"Diam kau, Sialan!" ucap Sean dengan kode mulut tanpa mengeluarkan suara.


"Apa yang kau dengar Juna? Mauren baik-baik saja?" tanya Sean.


Dokter Juna masih bingung dan sesekali menggeser stetoskopnya sedangkan Sean sudah lelah menahan tawa.


"Ada yang aneh, Sean," ucap Dokter Juna.


"Kau mendengar suara mendesis?" tanya Sean.

__ADS_1


"Bukan. Tetapi suara berdenyut. Apakah itu suara detak jantung bayi?"


Sean sudah semaksimal mungkin menahan tawanya sampai pipinya menjadi keram lalu ia menyuruh Dokter Juna untuk merabanya. Dokter Juna hanya mengerutkan kening, ia bertanya dalam hati kenapa Sean memperbolehkan dirinya menyentuh perut sang istri.


Dokter Juna merabanya dan seketika itu Sean melepaskan tangannya yang menutupi kedua mata Dokter Juna.


Dokter Juna syok yang ternyata ia raba adalah ular Asisten Kim. Sedangkan Sean tertawa terbahak-bahak sampai perutnya kesakitan.


Mauren hanya tersenyum kecut melihat suaminya mengerjai dua temannya itu.


"Buahahaha... Berdenyut kau bilang? Buahahaha...," ucap Sean sambil tertawa sampai keluar air mata.


Lagi-lagi Asisten Kim yang menjadi korban kegilaan sang Tuan. Sedangkan Dokter Juna mulai kesal dengan tingkah Sean.


"Kenapa kau bisa betah bekerja dengan Sean sinting ini, Kim? Kau mengundurkan diri saja dan bekerja untukku," ucap Dokter Juna heran.


"Buahahahaha... Pergilah! Aku bisa mencari asisten lain, hahahahaha"


Saat mereka asyik berdebat tiba-tiba Mauren ingin merasa muntah lagi tetapi kali ini hanya suara saja yang keluar.


Hueeeeek


Sean berhenti dari tertawanya, ia mendekati Mauren yang masih merintih kesakitan.


"Cepat kau periksa bodoh! Bidadariku sangat kesakitan atau kau mau ku pecat dan kucabut lisensi doktermu? Kemudian ku tendang kau dari rumah sakit Young Group!" gertak Sean.


Asisten Kim juga terlihat memaksa ke Dokter Juna dan yang ia pikirkan hanyalah keselamatan Mauren. Dia menganggap yang dilakukan sang tuan hanya bercanda saja dan tidak bermaksud menghina.


Asisten Kim sudah 10 tahun bersama dengan Sean sebagai asisten maupun teman. Memang sifat Sean sangat jahil dengan teman dekatnya.


Pada akhirnya Dokter Juna mau memeriksa Mauren karena memang sudah tidak tega melihat gadis itu merintih kesakitan.


Dia segera memeriksa perutnya dengan telaten dan menanyai apa yang di rasakan oleh Mauren sekarang.


5 menit kemudian.


"Istrimu bukan hamil tetapi penyakit maagnya kambuh. Bisa dipastikan jika ia bisa kambuh karena efek meminum kopi pahit dengan perut yang kosong karena belum sarapan," jelas Dokter Juna.


Dokter Juna meresepkan obat dan ia langsung menyuruh Asisten Kim segera menebus obat itu langsung dan tak lupa memberi makan kepada Mauren terlebih dahulu.


Sedangkan Sean malah menceramahi Mauren yang tadi pagi tidak mau sarapan.


Dia juga merasa bersalah sudah menyuruh Mauren untuk berdiri hampir 2 jam dan membuat Mauren meminum kopi hitam pahit buatan gadis itu sendiri.

__ADS_1


"Kau setelah ini bisa membawanya ke rumah sakit Sean, supaya tahu penyakit maagnya tingkat keparahannya seberapa," ucap Dokter Juna.


"Tidak dokter. Setelah makan dan minum obat pasti aku baik-baik saja. Jangan khawatir!" jawab Mauren sambil menyendok makanannya.


Sean nampak begitu kecewa. Padahal ia sudah sangat senang jika memang Mauren muntah karena hamil. Tapi kini ia mulai sadar jika kehamilan bukan yang terbaik untuk saat ini apalagi bapak Mauren belum merestuinya dan juga keluarga Sean juga belum tahu tentang pernikahannya yang mendadak itu.


Niatku dari awal memang menikahi Mauren hanya untuk tameng perjodohanku dengan Alana. Tetapi aku berpikir jika rasa suka ku dengan Mauren sungguh besar dan bukan rasa suka saja, melainkan rasa cinta.


Aku memang menyukai Mauren sejak lama bahkan ketika kami belum saling mengenal.


Tetapi dengan situasi dia bekerja di perusahaanku membuat semakin runyam dan tidak sesuai rencanaku. Apalagi dia sangat memohon supaya dirinya tidak di pecat membuatku sangat bingung. Batin Sean.


"Sean, kau harus menyewa dokter pribadi wanita untuk istrimu terlebih lagi kau tidak suka jika istrimu ku sentuh. Aku merekomendasikan Dokter Ana untuk menjadi dokter pribadi istrimu. Kau sudah kenal dia 'kan?" ucap Dokter Juna.


"Boleh juga. Ya... aku sudah mengenalnya. Aku akan bilang kepadanya untuk menjadi dokter pribadi Orenku"


Oren? Lebay sekali jika Sean jatuh cinta. Hahaha. Batin Dokter Juna.


**


"Mauren, kau darimana saja? Kau dari ruangan Pak Sean? Orang-orang mulai membicarakanmu karena ada yang curiga denganmu karena sering datang ke ruangan Pak Sean," ucap Desy.


Mauren yang meminum susu kotak tersedak, ia tidak habis pikir kenapa orang-orang selalu membuat berita miring tentangnya.


"Itu 'kan memang pekerjaanku untuk mengantar dokumen dari para senior disini ke ruangan lain dan bukan ruangan Tuan Sean saja yang sering ku datangi," jelas Mauren.


Memang akhir-akhir ini Mauren telah di gosipkan yang tidak-tidak oleh pegawai lain.


Hamil duluan, ganjen, sok cantik, simpanan om-om dan terlebih lagi pagi ini ia diantar menggunakan mobil mewah membuat para pegawai lain makin panas dan iri dengannya.


"Sudah Mauren jangan di pikirkan dan jangan dengarkan ucapan Desy," ucap Lala menenangkan Mauren yang terlihat mulai sedih.


"Kenapa Lala? Ucapanku tidak salah kan? Bahkan fotomu terpampang jelas di website kantor jika kau adalah wanita malam dan simpanan om-om. Pasti mobil mewah tadi punya simpananmu kan?" tanya Desy.


Mauren berdiri dan menggebrak meja membuat seisi kantin melihatnya dengan tatapan sinis. Dia bisa tahan dengan ucapan orang lain tentang gosip miring dirinya tetapi tidak untuk teman dekatnya yang lancang memfitnah dirinya seenak jidat.


"Kau hanya iri denganku 'kan Kak Desy? Aku bisa setiap hari masuk keruangan presdir melihat ketampanan Tuan Sean. Kau iri dengan wajahku yang glowing dan terawat ini apalagi dengan tadi pagi aku menaiki mobil mewah membuat kau semakin panas. Benar 'kan?" tanya Mauren sangat yakin.


______________________


Hallo di tunggu LIKE, KOMEN, RATE5 dan VOTENYA.


RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR DAN JANGAN LUPA DI VOTE SUPAYA AUTHOR SEMANGAT NGETIKNYA.

__ADS_1


__ADS_2