Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Fucek boy


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 10 malam terlihat Mauren sudah terlelap diambang mimpi.


Sedangkan Sean tengah berbaring sambil menatap layar ponselnya. Matanya terus melihat akun IG milik mantan Mauren yaitu Reza, ia sangat ingin tahu apa yang Mauren suka dari lelaki itu. Siapa tahu Sean bisa mencontoh supaya Mauren lebih suka kepadanya lagi.


Cih! Aku sudah mencoba meminum bir tetapi rasanya aneh sekali. Lihatlah! Reza memposting dirinya meminum bir betapa menikmatinya dia.


Sean menurunkan postingan Reza sampai kebawah, ternyata Reza adalah anak yang sedikit nakal terlihat dia sering memposting dirinya bersama minuman keras beserta rokok. Mata Sean sangat awas dalam setiap mengamati foto demi foto milik Reza sampai tidak sadar ponselnya terjatuh mengenai hidungnya yang sangat mancung.


Plooook


Sebuah hantaman begitu keras tepat di tulang hidung Sean membuat pria itu meringis kesakitan. Dia mengelus-elus hidungnya lalu melihat ponselnya lagi yang ternyata tidak sengaja menekan tombol panggilan video di akun IG Reza. Dengan cepat ia mematikannya. Jantungnya berdetak kencang, keringat dinginnya keluar. Apakah itu yang dinamakan cinta? Cinta kepala bapak kau.


Dia terbangun dan menggigit jari, ia kebingungan seorang Arsean William, pria tampan, kaya raya dan artis medsos tidak sengaja menelpon mantan pacar istrinya.


Harga dirinya seakan jatuh sedalam-dalamnya.


Sean langsung menelpon Asisten Kim dan menyuruhnya untuk naik ke apartemennya.


10 menit kemudian.


Mereka terduduk di depan kolam renang, terlihat Sean sangat panik dan kebingungan.


Dia menyuruh Asisten Kim untuk mengurus ke pihak IG supaya bisa menghapus riwayat panggilan yang tertinggal dan akan terlihat oleh Reza.


Sean adalah orang berpengaruh di negeri itu, masalah sekecil apapun bisa teratasi dengan mudah termasuk untuk menghapus riwayat panggilan.


"Anda tidak usah khawatir lagi Tuan. Pihak IG sudah menghapusnya"


Sean bernafas lega lalu memastikan sendiri dengan melihat ponselnya dan benar saja riwayat itu sudah terhapus. Dia menepuk bahu sang asisten, ia cukup beruntung memiliki asisten yang pandai.


"Belikan aku rokok Kim!"


Asisten Kim terkejut dengan ucapan sang tuan, tanpa pikir panjang ia membeli sebungkus rokok di minimarket bawah dan memberikannya kepada Sean.


"Kim"


"Iya Tuan"


"Mana koreknya be**? Sialan kau!"


Asisten Kim lupa untuk membeli korek, dia berlari ke minimarket. Entah kenapa akhir-akhir ini ia menjadi bodoh seperti sang tuan dan istrinya.


10 menit kemudian.


Asisten Kim menyerahkan korek itu kepada Sean.


Sean dengan cepat mengambil sebatang rokok dan menyuruh Asisten Kim untuk memeganginya, sang asisten cukup bingung kenapa ia yang harus memegang rokok itu. Sean memantikan korek api ke rokok itu dan setelah menyala ia berlari menjauhi asisten Kim lalu berjongkok sambil tangannya menutupi kedua telinganya.


"Awas meledak Kim!"


Asisten Kim terkejut lalu membuang rokok itu dan berlari mendekati Sean lalu ikut berjongkok dengan menutup kedua telinganya. Melihat tingkah asistennya, Sean tertawa terbahak-bahak.


"Buahahahaha lucu sekali kau Kim"


Asisten Kim memang trauma dengan suara ledakan apalagi dulu ia pernah dikerjai oleh Sean memegang sebuah petasan saat pertama kali tinggal di negara tersebut, tetapi untungnya Mama Sean segera membuang petasan itu. Jika tidak pasti tangan Asisten Kim telah remuk.

__ADS_1


"Ini tidak lucu Tuan," ucap Asisten Kim marah.


"Hahaha jangan marah kau Kim. Ku potong gaji kau jika marah, hahaha"


Asisten Kim mengalah, ia tidak mungkin melawan sang tuan. Jika iya pasti dia akan dikirim ke negara asalnya untuk mencabuti bulu panda satu persatu.


Sean berhenti dari tertawanya, ia mengambil sebatang rokok lagi dan menyalakannya.


Dia mencoba menyesap kuat-kuat rokok yang sudah menyala.


Uhuk... uhuk... uhuk... uhuk...


Sean terbatuk-batuk sampai air matanya keluar, sang asisten segera memberinya air putih dan Sean menenggaknya sampai habis tak tersisa. Tenggorokannya terasa sakit, hidungnya terasa gatal karena efek dari rokok.


"Anda baik-baik saja Tuan?"


"Aku gagal menjadi fucek boy Kim. Aku sudah mencoba meminum bir, mencoba untuk merokok tetapi aku tidak bisa melakukan semua itu. Aku harus bagaimana? Sedangkan Mauren menyukai Reza yang fucek boy itu," jelas Sean sedih.


Asisten Kim langsung melihat akun IG Reza dan membaca biodata pria itu yang tertulis 'fucek boy sejati'. Asisten Kim tersenyum ternyata sang tuan mencoba untuk menjadi orang yang pernah disukai bahkan dicintai oleh Mauren.


"Reza memang pernah mengisi hati Nona Mauren tapi belum tentu Nona Mauren menyukai sifat pria itu. Apalagi melihat sang pacar malah menikahi gadis lain yang dihamilinya. Anda pria nomor 1 di negara ini Tuan. Bahkan gadis-gadis diluar sana ingin sekali menjadi pacar anda. Kenapa anda malah minder dengan Reza si brengsek yang telah menyakiti hati Nona Mauren?"


Mendengar ucapan sang asisten, ia menghela nafas. Sean tidak menginginkan gadis-gadis diluar sana, yang ia inginkan menjadi kebanggaan Mauren selain menjadi seorang presdir.


Tuhan. Pria yang dulunya cuek dan dingin sekarang berubah menjadi bucin pada gadis yang baru dinikahinya belum ada satu bulan.


Rencananya yang akan menceraikan Mauren, ia rubah seketika menjadi ingin melindungi dan mengasihi. Dia tidak ingin menyiakan gadis yang disukainya sejak 2 tahun yang lalu.


Betapa bodohnya aku dulu berpikir ingin menceraikannya. Padahal untuk mendapatkannya aku harus bersabar menunggu ia putus dengan sang kekasih.


Sean tercekat mendengar ucapan Asisten Kim.


Mantan selingkuhan? Tidak mungkin Mauren seperti itu.


"Saat itu Nona Mauren putus asa karena tahu jika Reza berselingkuh dibelakangnya tetapi tiba-tiba Daren hadir dikehidupan Nona dan akhirnya mereka menjalin hubungan tetapi mereka putus setelah Nona menyesal atas perbuatannya," jelas Asisten Kim.


"Mulai sekarang awasi Mauren 24 jam, aku tidak ingin dia berselingkuh dibelakangku juga. Dan si manajer baru itu biarkan dia bekerja untukku. Sepertinya ini akan menjadi permainan yang menarik"


Asisten Kim menganggukan kepala, ia begitu pandai mencari informasi tentang orang sampai ke akar-akarnya.


Sedangkan Sean terlihat senang akan mendapat suatu permainan yang sangat seru.


_______________________________________


Masa cuti telah usai, dua pasangan aneh itu melakukan aktivitasnya seperti biasa yaitu bekerja. Menyembunyikan status hubungan mereka susah-susah gampang, di satu hal Sean ingin selalu dekat dengan Mauren tetapi di satu sisi ia menyadari akan peraturan yang dibuatnya itu.


Aktivitas hari ini cukup senggang hanya menandatangani dokumen-dokumen penting dari kantor-kantor cabang miliknya.


Sampai ia mendengar bunyi telpon di mejanya, ia segera mengangkat dan bersiap untuk bertemu dengan manajer barunya.


Terdengar suara ketukan pintu, ia menyuruhnya untuk masuk. Sean menatap lelaki blasteran bule itu, ia tinggi dan tampan memiliki tubuh ya atletis.


Sean mempersilahkannya duduk.


"Perkenalkan dirimu," pinta Sean.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Daren Calvin saya lulusan ******* bla bla bla bla bla bla bla," jelas Daren panjang lebar dan percaya diri.


"Tidak tanya," ucap Sean menatap dingin.


Daren mengerutkan kening, rumor yang ia dengar tentang bos besar Young Group memang benar, sedikit aneh.


Daren tersenyum, ia tidak ingin membuat kesalahan sedikit pun terlebih lagi Asisten Kim telah mengingatkan supaya tidak membantah apa yang di katakan Sean.


"Sebutkan nama mantan-mantanmu?" tanya Sean membuat Daren semakin bingung.


"Maaf tapi..."


"Tidak mau menjawab pulanglah sana cari pekerjaan di tempat lain!" ucap Sean menyeringai.


Dengan terpaksa Daren menjawab semua pertanyaan gila dari Sean. Ini untuk pertama kalinya ia mendapat wawancara gila dan pertanyaannya pun diluar yang seharusnya di tanyakan pada wawancara pada umumnya.


"Kau pernah selingkuh atau menjadi selingkuhan? Jawab jujur! Ini penentu apakah kau bisa bekerja disini atau tidak"


Daren menelan ludah, ia bingung dengan pertanyaan terakhir itu apakah ia harus membongkar aibnya sendiri. Dia memang tidak pernah berselingkuh tetapi menjadi selingkuhan memang pernah dilakukan sebelumnya. Dia berdoa di dalam hati supaya jawabannya bisa memuaskan Sean dan pria aneh itu bisa menerima bekerja disini.


"Ya. Saya pernah menjadi selingkuhan," jawab Daren sambil mengeluarkan keringat dingin.


"Oke. Kau bisa bekerja mulai hari ini"


Daren mengerutkan kening, entah harus senang atau sedih ia hanya bisa tersenyum dan bernafas lega.


Sean menyuruhnya keluar dan menyuruh menemui Asisten Kim untuk diantar ke ruangan khusus manajer.


*********


Hallo ini author.


Mohon dukungannya dengan LIKE, KOMEN, RATE5, VOTE pada novel ini.


Kalian bisa juga meninggalkan komentar kritik dan saran.


Saya udah banyak merubah isi cerita sesuai saran2 dari kalian semua.


contohnya:


Mauren suka ngupil. Sadar gak sih kalian sampai sekarang kebiasan Mauren tidak pernah diceritakan sampai bab ini. Kebiasaan ngupil hanya di awal2 bab saja karena kalian protes dan jijik makanya author hilangin.


Bahasa yang digunakan author terlalu kasar.


Nah author akan mengurangi umpatan2 kasar yang Sean sering lontarkan dengan cara memasukan poin itu di alur cerita. Di bab berapa ya itu saat Mauren mulai protes tentang dirinya yang sering dikatain oleh Sean. Mulai dari situ akan berkurang umpatan2 kasarnya walaupun tetep author kasih sedikit karena sifat Sean emang keras.


Kurang-kurangin dong kak unsur komedinya.


Nah ini yang gak bisa author hilangin. Mungkin kalian klo pernah baca novel lain pasti awalnya bab awal sampai bab tengah alurnya serius dan bab-bab selanjutnya baru masuk unsur komedi. Author gak bisa klo ikut2an novel lain. Author harus ngebentuk ciri khas dari novel ini sendiri.


Padahal novel ini dari bab awal sampai bab terakhir ini udah masuk alur cerita tetapi masih banyak yg kurang ngerti dan mencerna sih karena banyak unsur komedinya.


Maka dari itu mohon sabar ya karena memang alur cerita ini sedikit lambat dan semoga kalian tidak bosan dengan novel ini.


Ada masukan lain?

__ADS_1


Jangan lupa VOTE ya gaessss


__ADS_2