Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
MMSM 2 : Bab 202 - Keluarga utuh


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Seina di periksa oleh dokter. Dokter yang menangani Seina terkejut melihat Seina bangun setelah dinyatakan sudah meninggal.


Seina meninggal saat menuju ke rumah sakit. Dia tertabrak mobil cukup kuat dan membentur aspal sangat keras.


Setelah memeriksa keadaan Seina, Dokter membicarakan keadaan Seina dengan Sean dan Mauren.


Seina mengalami patah kaki menyebabkan dirinya harus beristirahat total. Punggung Seina juga mengalami keretakan membuat Seina sementara tidur dengan posisi yang harus benar-benar nyaman.


Setelah itu dokter keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Seina beserta orang tuanya di dalam.


Mauren terus menggenggam tangan Seina dan merasa sangat bersyukur dengan keadaan Seina.


Sedangkan Sean juga berada disamping Seina sambil mengelus kepala gadis kecil itu.


"Seina bobok ya, papa dan mama akan nemenin Sein disini," ucap Sean.


"Aku gak ngantuk pah, tadi 'kan aku udah bobok lama banget. Oh ya dimana Dale? Sein kangen Dale"


"Dia bersama oma. Sein bobok ya, ini jam 2 pagi"


Dengan terpaksa Seina mencoba untuk tidur walaupun susah. Mauren mencoba mendongengkan untuk putri kecilnya.


Mata Seina yang bulat memandangi sang mama yang tengah bercerita. Dia kadang tersenyum saat cerita itu lucu dan ia menyadari jika sang mama menahan kantuk yang luar biasa.


"Mama mengantuk?" ucap Seina.


"Mama mengantuk, Sheren gak mau bobok sih," jawab Mauren.


Seina lalu menyuruh sang mama tidur. Dia juga berjanji akan ikut tidur setelah ini. Sean menyuruh Mauren untuk tidur di sebelah Seina sedangkan ia bisa tidur di sofa.


Setelah kedua cintanya tertidur, Sean langsung merebahkan dirinya di sofa. Dia banyak berterima kasih kepada Tuhan karena memberi kesempatan kedua untuk membahagiakan Seina.


Keesokan harinya.


Sean bangun pukul 6 pagi, matanya masih mengantuk tetapi ia harus segera menemui Kim untuk membatalkan acara pemakaman yang gagal. Dia juga menyuruh media untuk memberitakan jika Seina masih sehat.


"Anda mau kopi, tuan?" ucap Asisten Kim.


"Tidak usah, Kim. Kau saja pasti sangat mengantuk. Terima kasih sudah banyak membantuku"


"Ini memang tugas saya, tuan"


Sean lalu terdiam, kejadian kemarin membuatnya sangat trauma. Seina yang selalu di bentaknya. Memang Sean belum sepenuhnya menerima Seina bahkan 7 tahun terakhir ini ia berdrama di depan Mauren. Dia memang ayah dan suami yang kejam.


Tak berselang lama, Mamanya dan Daleon datang. Daleon datang dengan keadaan menangis karena saat terbangun orang tuanya tidak ada.


Sean langsung berdiri lalu menggendong Daleon. Dia mengusap air mata Daleon.


"Mama... mama ninggalin Dale," ucap Daleon.


"Mama menemani kak Sein. Kak Sein sedang sakit," jawab Sean.


Daleon tetap menangis sampai Sean akhirnya membawa Daleon masuk ke ruangan Seina.


Disana, Mauren dan Seina sudah terbangun.


"Mamaaaa...," ucap Daleon.


Mauren langsung menggendong Daleon lalu mengajaknya keluar.


Sedangkan Sean menemani Seina.


Sean mengecup pipi Seina.


"Maaf papa, jika Sein bandel," ucap Seina.

__ADS_1


"Papa yang minta maaf, Papa selalu memarahi Seina"


Seina lalu meraih tangan Sean dan menggenggamnya erat. Dia sangat menyanyangi papanya.


"Jangan pernah pergi lagi, Seina! Papa dan mama sangat khawatir. Jika papa salah kau boleh membenarkan papa. Papa memang gampang emosian. Papa minta maaf," ucap Sean.


Seina menganggukan kepala lalu mencium tangan Sean. Sean sangat menyesal memperlakukan Seina dengan buruk. Dia berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu kemudian.


Seina sudah di perbolehkan pulang walaupun ia masih menggunakan kursi roda.


Seina sangat senang karena ia bisa pulang karena ia sudah bosan dirumah sakit. Keadaannya semakin membaik dan nafsu makannya sudah meningkat.


"Mama... Sheren ingin makan sup jagung buatan mama," ucap Seina di atas ranjang.


"Mama akan buatkan tapi Sheren makan bubur dulu"


"Mama... Kenapa Daleon sedikit aneh? Dia selalu membuat Sheren takut"


Mauren lalu mengalihkan pembicaraan. Dia tidak ingin membahas masalah Daleon di depan Seina. Mauren juga sangat sedih melihat Daleon tumbuh tidak normal seperti anak kebanyakan.


Semakin hari Daleon semakin jadi pendiam dan tak banyak bicara. Kelakuannya juga semakin aneh.


Tok... tok... tok... tok...


Pintu apartemen di ketuk, Mauren meletakan mangkuk di meja lalu membukanya. Saat membuka ia terkejut melihat Fahri datang sambil membawa buah dan mainan.


"Mauren, bolehkah papa masuk?" tanya Fahri.


Mauren terdiam sejenak lalu beberapa detik kemudian ia memperbolehkan Fahri masuk.


"Salam dengan kakek," ucap Mauren.


Seina langsung mencium tangan Fahri sedangkan Daleon hanya terdiam.


"Seina, Daleon, Kakek membawa mainan untuk kalian. Ini boneka untuk Princess Seina dan ini robot untuk Pangeran Daleon," ucap Fahri.


Seina dan Daleon sangat senang. Seina meminta Mauren mendudukannya di sofa sebelah Fahri.


"Terima kasih, Kakek," ucap Seina.


Fahri mengecup pipi Seina, ia sangat gemas dengan gadis kecil itu.


Dia juga tersenyum melihat Daleon yang sangat suka dengan hadiah pemberiannya.


"Mauren..."


"Aku memaafkan papa. Aku tidak ingin kita bermusuhan," ucap Mauren.


Fahri langsung memeluk putrinya dengan erat, ia juga meneteskan air mata. 25 tahun pencariannya kini tidak sia-sia. Akhirnya ia menemukan putrinya yang hilang.


"Jadi papa boleh sering main kesini 'kan? Papa ingin selalu melihat putri papa dan kedua cucu papa?"


"Tiga pah, papa akan punya 3 cucu. Aku hamil lagi," ucap Mauren.


"Waaaah... pasti akan ramai keluarga kita. Kak Alana juga sebentar lagi akan menikah dengan Arkan"


Mauren tersenyum, ia lalu memeluk papanya lagi. Kini keluarganya telah sempurna dan saling melengkapi.


Mauren telah melalui banyak penderitaan dan cobaan seperti badai yang tak mengenal waktu.


Orang-orang yang dulu menghinanya kini telah menunduk hormat kepadanya.

__ADS_1


Kini ia memulai kehidupan baru bersama keluarga kecilnya. Dia berharap akan selalu di beri kesehatan, keselamatan serta kebahagiaan.


"Oh iya pa, ayo makan siang bareng! Hari ini aku masak cukup banyak dan sebentar lagi pun Sean pulang untuk istirahat makan," ucap Mauren.


"Papa merasa tidak enak"


"Kenapa pa? Kita 'kan keluarga"


"Ayo kakek kita makan bareng! Paling enak jika makan ramai-ramai," ucap Seina.


Fahri memandang Mauren lalu Mauren menganggukan kepala. Fahri tidak bisa menolak. Dia mau makan siang dengan mereka.


Beberapa menit kemudian Sean datang, ia terkejut melihat papa Alana di apartemennya.


"Oppa tau 'kan jika beliau papaku?"


"Kau sudah memaafkan Om Fahri, sayang?" tanya Sean.


"Papa tidak bersalah kok, selama ini dia juga mencari keberadaanku"


Mauren melepaskan jas Sean lalu mengajak mereka untuk ke meja makan.


Seina di dorong menggunakan kursi roda dan Daleon di gendong Fahri.


Mereka makan siang bersama-sama.


Terlihat Fahri sangat bahagia bisa makan dengan putrinya.


"Mama terlihat sudah bahagia dengan suaminya ya, pa?" ucap Mauren sambil menyuapi Daleon.


"Iya, papa juga sangat senang jika mamamu bahagia"


"Papa tidak berencana mencari istri lagi?" tanya Mauren membuat Fahri terbatuk-batuk.


Mauren segera memberinya air minum dan menepuk punggung papanya.


"Aku salah bicara ya, pa?" tanya Mauren ketakutan.


"Tidak, Mauren. Papa hanya ingin fokus dengan kebahagiaan putri-putri papa"


Mauren tertawa, ia lalu menggoda papanya untuk mencari istri dan menjadi pendamping hidupnya.


Papanya hanya tersenyum kecut. Dia sudah terlalu tua untuk menikah lagi.


"Tapi papa masih tampan lho. Benar gak, oppa?" tanya Mauren kepada Sean.


"Om Fahri memang tampan tetapi lebih tampan aku," ucap Sean dengan bangganya.


"Oppa terlalu kepedean"


Terima kasih Tuhan kau sudah memberikan keluarga yang utuh untukku. Aku hanyalah gadis miskin yang selalu dihina kini mereka semua baik kepadaku.


Keluargaku sudah lengkap, emak, bapak, mama, papa dan mama Sean semuanya baik kepadaku.


Aku sangat bersyukur dengan kehadiran mereka yang selalu membuatku semangat.


Dan tentunya kehadiran Seina dan Daleon mereka pelengkap kehidupanku.


Dan satu lagi.


Navier, nama bayiku yang di dalam kandungan jika dia lahir laki-laki.


Seira, nama bayiku yang di dalam kandungan jika dia perempuan.


Mama masih menunggu kehadiranmu, nak.

__ADS_1


__ADS_2