Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 130 : Mauren VS gadis SMA


__ADS_3

Mereka berjalan menyusuri lorong tetapi tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Sera yang tiba-tiba.


"Cilup baaaaa..."


Mereka berdua terkejut dan terlihat Sean memeluk Asisten Kim karena ulah Sera lalu hilanglah kewibaan mereka.


"Sialan! Kau mengagetkanku saja, Sera"


Sera cemberut ketika Sean memeluk Asisten Kim. Sean lalu menoyor kepala Sera karena saking kesalnya.


"Jangan noyor kepala Sera dong kak! Bikin bodoh tau," ucap Sera.


Sean berdecih, ia lalu mulai berjalan tetapi Sera merentangkan tangan seolah menghalangi jalan mereka.


"Kagetin aku dong Kak!"


"Aku sedang sibuk, aku tidak mau bermain-main denganmu"


Sera mengerucutkan bibir, ia tetap menghalangi Sean. Sera memohon supaya Sean mengagetinya dan pada akhirnya Sean mengalah lalu mengikuti ucapan Sera seperti orang bodoh.


"Cilup baaa," ucap Sean dengan nada tidak niat.


"Aku terkejut," teriak Sera sambil memeluk Asisten Kim.


Asisten Kim sangat terkejut apalagi Sean melihat tingkah modus adiknya.


Sean menjewer telinga Sera dan seketika Sera melepas pelukannya.


"Jangan seperti gadis murahan kau, Sera!"


Sera tidak memperdulikan ucapan Sean, ia memandang wajah Asisten Kim yang masih marah kepadanya.


"Makan ikan asin sama kedondong. Asisten Kim, maafin aku dong," ucap Sera sambil menyerahkan sebuah coklat untuk Asisten Kim.


Sean memutar bola matanya jengah, ia lalu berjalan meninggalkan mereka berdua. Asisten Kim menerima coklat itu lalu berjalan menyusul sang tuan.


Sera terdiam memandangi punggung Asisten Kim yang berjalan meninggalkannya. Dia memegang jantungnya berdegup dengan kencang.


Setelah sampai diruangannya. Dia membuka coklat itu yang di dalamnya terdapat sebuah kertas.


Dia membacanya.


Semoga Asisten Kim menyukai coklat yang ku berikan. Aku membuatnya sendiri sampai tanganku terluka. Aku membumbuinya penuh cinta dan kasih sayang. Ku harap Asisten Kim menyukainya.


Asisten Kim meremas kertas itu, ia melemparnya ketempat sampah.


Sampai salah satu pegawai datang ke ruangannya untuk mengantar berkas.


"Anda mau coklat? Saya tidak suka makanan manis. Anda bisa membawa coklat ini," ucap Asisten Kim.


Pegawainya dengan senang hati menerimanya, ia lantas berpamitan untuk keluar.


Setelah keluar ia bertemu dengan Sera, Sera memperhatikan kotak coklat yang dibawa pegawai itu.


"Tunggu! Itu 'kan punya Asisten Kim?" tanya Sera kepada pegawai tersebut.


"Asisten Kim memberikannya kepada saya. Permisi Nona Sera, saya sedang terburu-buru"


Sera terdiam, rasa sakit hati menyeruak di dadanya. Dia berusaha untuk tersenyum dan melihat telapak tangannya yang melepuh terkena lelehan coklat panas saat membuatkannya spesial untuk Asisten Kim.

__ADS_1


Sera masuk ke ruangan Asisten Kim, ia menarik kursi lalu terduduk di samping pria itu.


"Hari ini anda cukup membaca ini saja, Nona Sera. Sepertinya ini akan sangat penting ketika anda bekerja disini. Pahami dan cermati!" ucap Asisten Kim biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.


Sera menganggukan kepala, ia membaca buku itu dan menahan tangisnya karena merasa kecewa dengan Asisten Kim yang memberikan coklat pemberiannya kepada orang lain.


(Kisah mereka skip dulu. Kembali lagi ke Sean dan Mauren dan jangan lupa subscribe channel youtube : Mariana Vikram)


**


Waktu menunjukan pukul 4 sore, nyeri perut Mauren semakin berkurang. Dia sore ini ingin berolahraga sekedar berlari di sekitar apartemen.


Mauren mengikat setengah rambutnya lalu ia memakai kaos dan celana training, tidak lupa ia memakai sepatu warna pink favoritnya.


Setelah dirasa cukup cantik, ia mengecek kucingnya dan menaruhnya di dalam rumah kucing tersebut lalu menguncinya.


"Bye Cimol, aku tidak akan lama kok," ucap Mauren.


Gadis itu lalu keluar dari apartemen dan tidak lupa menguncinya. Tetapi bodyguard mencegahnya untuk keluar.


Mauren menjelaskan jika ia hanya sebentar keluar untuk meregangkan ototnya.


"Tapi Tuan Sean menyuruh saya supaya tidak membiarkan anda keluar dari apartemen," ucap Bodyguard itu.


"Aku sudah izin suamiku. Sudahlah... aku akan melaporkanmu kepada Tuan Sean supaya ia memecatmu karena melarangku untuk keluar," ancam Mauren.


Bodyguard itu kebingungan dan pada akhirnya ia memperbolehkan Mauren keluar tetapi dengan syarat sebelum malam tiba ia harus kembali.


Setelah itu Mauren menuju sebuah taman yang ramai akan anak muda pacaran.


Tetapi semua orang memperhatikannya membuat Mauren merasa risih.


"Iya nih, ini 'kan Kak Mauren pacarnya Arsean si pengusaha dan selebgram itu?" ucap gadis lain.


"Emmm... kalian salah orang," ucap Mauren.


"Ngaku deh Kak! Ini 'kan foto kakak? Eh... temen-temen ini Mauren Kasih pacarnya idola kalian. Katanya kalo ketemu, kalian mau kasih pelajaran buat kakak ganjen ini. Cih! Dasar murahan! Bisa-bisanya menggoda Arsean kami," ucap gadis labil itu.


Mauren naik pitam, ia melototi anak SMA itu dan ketika itu teman-temannya yang berjumlah 7 orang datang dengan wajah marah dan kesal.


"Kami sudah melihat artikelnya tentangmu. Dasar cewek murahan! Oh ya umurmu baru 19 ya? Cih... masih kecil sudah jadi cabe-cabean. Gak sekalian jadi simpanan om-om?" ucap gadis lain.


Semua teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Mauren hanya menatap kesal para gadis SMA itu. Dia lalu berjalan meninggalkan mereka tetapi tiba-tiba ia di jambak dari belakang.


"Mau kemana? Urusan kita belum selesai"


"Kalian tidak sopan! Cepat lepaskan!"


"Hahaha kita 'kan hanya berjarak 1 tahun. Dan kau tidak tau siapa kami? Kami anak konglomerat di kota ini"


Mauren menggigit tangan yang menjambaknya membuat gadis SMA itu kesakitan. Mauren berusaha berlari tetapi kakinya di tendang membuat ia terjatuh lalu kesempatan gadis SMA itu untuk mengeroyoknya.


Setengah jam kemudian.


Sean yang berada mobil sepulang dari kota sebelah untuk menghadiri peresmian hotel baru terlihat sangat lelah. Dia memutuskan untuk pulang cepat karena khawatir karena sang istri berada di apartemen sendirian.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ia segera mengangkatnya.


"Hallo?"

__ADS_1


Mata Sean terbelalak mendengar ucapan seseorang dari telpon. Dia lalu menutup telpon dan menyuruh sang asisten untuk menuju ke kantor polisi.


Di kantor polisi.


Mauren duduk termenung bersama 8 orang gadis yang ia ajak berkelahi.


Orang tua mereka sudah datang dan beberapa ada yang membawa pengacara. Mereka tidak terima anak mereka dibuat babak belur oleh Mauren yang jago beladiri.


Para gadis SMA itu terlihat berwajah lebam dan tangannya ada yang mengeluh kesakitan.


Sedangkan Mauren sudut bibirnya robek, memerah dan pipinya terkena cakaran dari para gadis SMA itu.


"Hei kau! Bisa-bisanya menghajar anak kami. Tolong Pak polisi jebloskan dia ke penjara!" ucap salah satu orang tua.


"Benar. Lihatlah! Wajah cantik putriku babak belur dibuatnya"


Polisi menenangkan para orang tua yang mulai ribut membela anak mereka sedangkan Mauren hanya diam menunduk.


"Mauren? Kenapa anda menghajar para gadis SMA ini?" tanya polisi.


"Mereka duluan mencari gara-gara dengan saya, pak"


"Bohong pak. Dia duluan yang cari gara-gara dengan kita," ucap salah satu gadis dan teman-temannya membela ucapan gadis itu membuat Mauren kalah.


Suasana menjadi ricuh dan beberapa orang tua menuntut Mauren. Mereka tidak tau jika gadis yang dihadapi adalah gadis kesayangan Arsean William.


Karena wali dari Mauren belum datang, ia menjadi kalah dan terpaksa mendekam di sel sambil menunggu sang wali datang.


Para gadis SMA itu merasa senang karena melihat Mauren masuk sel tanpa menyadari kehancuran akan datang kepada keluarganya.


Di sel.


Mauren duduk sendirian, ia dari tadi hanya terdiam. Dia menunggu Sean untuk datang menjemputnya.


Sudah satu jam ia menunggu tetapi sang suami tidak kunjung datang apalagi perutnya kembali perih karena kelaparan.


Seorang polisi datang membuka pintu sel lalu menyuruh Mauren keluar.


Setelah keluar ia menuju ke salah satu ruangan yang sudah terduduk Sean dan Asisten Kim di sofa.


"Oren?" ucap Sean berdiri lalu memeluk Mauren.


"Aku takut, Oppa"


Sean melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Mauren, ia melihat wajah gadis kesayangannya terluka.


Setelah menebus Mauren keluar dari penjara, Sean membawa Mauren pulang.


Mereka masuk mobil lalu menuju ke rumah sakit untuk mengobati wajah Mauren yang terluka.


"Kenapa Oppa datang terlambat? Aku sangat ketakutan, Oppa"


"Maaf sayang, tadi jalanan sangat macet"


Asisten Kim menatap kaca spion diatasnya. Dia melihat Sean seolah memberikan kode dan ia menganggukan kepala.


Sialan!


Beraninya mereka merendahkan gadis kesayanganku. Batin Sean geram.

__ADS_1


__ADS_2