
Sambil menunggu Mauren hamil maka author akan selipkan cerita pacaran ala Sera dan Ali. Jangan gemes dan baper ya!
"Ali?" ucap Asisten Kim terkejut melihat adegan absurd Sera dan Ali.
Ali sangat kaget, ia merebut kacamata yang di pegang Sera lalu memakainya.
Ali berdiri sambil membenarkan dasinya yang sempat miring.
"Kenapa anda disini nona?" tanya Asisten Kim.
"Suka-suka dong," jawab Sera sambil membuang muka.
Asisten Kim terdiam lalu menyerahkan berkas kepada Ali dan setelah itu ia pergi meninggalkan Sera dan Ali di ruangan itu.
Ali menghela nafas untungnya Asisten Kim tidak bertanya yang macam-macam.
"Manis, sana pulang! Nanti dicari mamamu," suruh Ali kepada Sera.
Sera menggelengkan kepala, ia tidak mau pulang dan tetap bersama pria yang dianggapnya pacar itu.
"Nanti jika ketahuan kakakmu aku bisa dibunuh, manis"
"Yaudah kita mati sama-sama," jawab Sera.
Ali mendekati Sera lalu mengacak gemas rambut Sera. Baginya tidak terlalu buruk berpacaran dengan gadis SMA.
"Sera manis, siapkan ciuman pertama untukku! Aku akan menagihnya jika aku menginginkannya," ucap Ali membuat bulu kuduk Sera merinding.
Aduh, mati aku. Sepertinya Om Ali lebih ganas dari dugaanku. Kalau dia minta lebih sekedar ciuman gimana? Terus kalau dia menghamiliku gimana?
"Jangan hamili aku, om!" ucap Sera membuat Ali terkejut.
"Aku hanya minta ciuman bukan lebih dari itu sayang"
"Om, aku mau pulang dulu. Bye," ucap Sera sambil berlari dari ruangan Ali.
Ali semakin gemas melihat tingkah Sera, ia menggelengkan kepala lalu melanjutkan pekerjaannya. Tetapi belum ada satu menit Sera datang lagi lalu memeluk Ali.
"Kenapa Sera?" tanya Ali.
"Pengen peluk om saja dan makasih udah mau jadi pacarku," ucap Sera.
DEG
DEG
Jantung Ali berdegup kencang tatkala Sera mengucapkan kata-kata manis itu. Dia memeluk Sera dengan erat entah kenapa Sera seperti adiknya yang telah lama meninggal.
"Om, udah om! Peluknya kelamaan," ucap Sera membuat Ali langsung melepas pelukannya. "Om, nanti malam jalan-jalan yuk. ya? ya?" ucap Sera.
Ali menganggukan kepala lalu mencium kening Sera membuat Sera terkejut dan mundur beberapa langkah dari Ali.
"Apa orang pacaran musti kayak gini ya? Harus ciuman ya? Aku gak tau cara pacaran orang dewasa kayak gimana tapi menurutku ini terlalu lebay," ucap Sera.
"Kau membuatku gemas Sera nanti aku jelaskan caranya orang dewasa pacaran tapi tidak sekarang. Aku harus bekerja dulu, sekarang kau pulang saja nanti malam kita bertemu lagi," ucap Ali.
Disisi lain,
Sean tengah berkutat pada pekerjaannya. Dia sering menghela nafas karena kepikiran dengan Mauren dan Seina yang berada di apartemen.
Setelah Seina hadir di kehidupannya ia selalu ingin pulang cepat dan ingin menggendong Seina yang sedang lucu-lucunya.
Tiba-tiba dokter Juna datang sambil menenteng tas dokternya. Dia harus sering mengontrol keadaan Sean.
__ADS_1
"Luangkan waktumu! Sini aku periksa," ucap Dokter Juna.
"Aku baik-baik saja, kurang kerjaan kau sampai memeriksa orang yang sehat," jawab Sean.
Dokter Juna mengambil jarum suntik membuat Sean langsung berdiri lalu menjauh dari Dokter Juna.
"Bngst! Sudah ku bilang aku tidak mau di suntik," teriak Sean.
Mendengar suara teriakan dari sang tuan, Asisten Kim masuk dan terkejut melihat Sean dan Dokter Juna sedang bermain kejar-kejaran.
"Kau harus di suntik, Sean," ucap Dokter Juna.
"Aku tidak mau"
Sean akhirnya tidak bisa lari karena sudah berada di sudut ruangan. Dokter Juna tersenyum menyeringai lalu mendekati Sean. Tetapi tangan Dokter Juna di tarik oleh Asisten Kim dan membuat jarum suntik itu.
"Jika tidak mau jangan di paksa, dok," ucap Asisten Kim.
Dokter Juna berdecih lalu duduk di sofa, Sean dan Kim ikut duduk di sofa. Ketiga teman konyol itu saling terdiam sampai Sean bertanya tentang keadaan Zara.
"Kapan Zara akan melahirkan?" tanya Sean.
"Akhir bulan ini"
"Aku sudah tidak sabar bertemu gondal gondil," ucap Sean menamai calon keponakan kembarnya dengan gondal dan gondil.
"Sialan kau, Sean!"
Sean lalu mengeluarkan ponselnya tentu saja untuk bermain game dengan kedua sahabatnya. Ketiga pria mapan itu bermain game dengan santainya saat pekerjaan sedang sibuk-sibuknya.
Ali yang menelpon di ruangan Kim yang tidak diangkat memutuskan untuk menghampiri langsung.
Ruangan Kim kosong lalu ia masuk kedalam ruangan tegang. Ali melihat ketiga pria itu bermain ponsel dengan tegang.
"Tuan Sean?" ucap Ali.
Asisten Kim yang tadi melihat adegan Sera dan Ali kini cukup canggung dengan pria itu. Bahkan ia menduga secepat itu Sera mendapat pacar setelah ia tolak.
"Keluarkan Hp mu, Al!" pinta Sean.
"Untuk apa, tuan?"
"Kau tidak lihat sedang bermain game?" ucap Sean.
"Maaf tuan, tapi sebentar lagi klien kita akan datang," jawab Ali.
"Kau urus itu dengan Kim, aku ingin melanjutkan game ini dengan Juna," ucap Sean.
Asisten Kim keluar dari gamenya lalu mengajak Ali untuk bertemu klien menggantikan sang tuan yang asyik bermain game.
Asisten Kim cukup canggung saat berjalan bersama Ali.
"Tentang nona Sera..."
"Aku berpacaran dengannya," jawab Ali dengan cepat.
"Apa?" ucap Asisten Kim. "Kau ingin mempermainkannya, Ali?" sambungnya.
"Kenapa kau kepo? Kau sudah menolaknya jadi biarkan Sera bersamaku," jawab Ali.
"Awas jika kau berani menyakiti nona Sera!" ucap Asisten Kim sambil menarik kerah Ali.
Ali melepas tangan Asisten Kim dari tangannya.
__ADS_1
"Urusi saja urusanmu! Sera sudah menjadi milikku," ucap Ali sambil berjalan meninggalkan Asisten Kim.
Kenapa nona Sera tiba-tiba berpacaran dengan Ali? Batin Asisten Kim.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat malam hari, Sera sudah bersiap di depan rumahnya dengan memakai celana jeans panjang beserta baju sabrina membuat dirinya begitu cantik.
Malam ini mamanya tidak ada di rumah membuatnya pergi dengan leluasa.
Mobil Ali datang, ia segera menyuruh pacarnya masuk ke dalam mobil. Sepertinya Ali baru saja pulang kerja.
"Kita mau kemana om sayang?" tanya Sera.
"Kita akan ke rumahku"
"Ngapain ke rumah om?"
"Kita belajar cara pacaran orang dewasa," jawab Ali sambil menyetir mobil.
Sera masih berpikir dan ia merinding ketika membayangkan pacaran ala orang dewasa seperti pada umumnya.
Sera menjadi gugup dan sangat takut
Setelah sampai di rumah Ali, Sera di persilahkan masuk. Ali menyuruh Sera duduk di sofa dan setelah itu Ali berpamitan untuk mandi lalu berganti pakaian.
Sera menunggu sempat ragu tetapi seorang wanita setengah baya menghampirinya dan ikut terduduk bersama Sera.
"Hai cantik, sudah lama berpacaran dengan Ali?" tanya wanita itu.
"Emm, kami baru pacaran 2 hari yang lalu," jawab Sera malu-malu.
"Wah, kau wanita yang bisa meluluhkan hati Ali. Dia selama ini jomblo akut tidak pernah membawa gadis kesini"
"Om Ali tidak pernah berpacaran sebelumnya?" tanya Sera.
Wanita itu mengerutkan dahi, Om Ali? Dia menahan tawa ketika anaknya di panggil Om oleh pacarnya sendiri.
Dan tiba-tiba Ali datang, ia sudah berganti pakaian.
"Ibu membuat Sera takut," ucap Ali.
"Ihhh kau Al, cepat nikahi gadis cantik ini! Ibu cocok dengan Sera, ia sangat sopan dan menggemaskan"
Ali dan Sera saling memandang. Menikah? Bahkan mereka berpacaran pun hanya untuk bersenang-senang.
"Ibu masak apa?" tanya Ali mengalihkan pembicaraan.
Ibu tersenyum lalu menyuruh mereka untuk makan malam bersama.
Sera nampak malu-malu tetapi Ibu yang humoris selalu membuat Sera tertawa dengan pembicaraannya.
Setelah selesai makan, Ali menyuruh Sera untuk naik ke lantai 2.
Ali segera menyusulnya tetapi Ibu menarik tangan Ali membuat pria itu terhenti naik tangga.
"Ibu senang jika kau sudah punya pacar tapi ibu mohon jangan sampai menghamili dia," ucap Ibu sambil menyerahkan sesuatu kepada Ali.
Ali melihatnya dan ia terkejut yang diberikan kepada Ibunya adalah sebuah knd*m. Ya, ibu Ali memang agak kurang semenjak ditinggal sang suami.
Ali tersenyum kecut lalu memberikan benda itu kepada ibunya lagi.
"Aku tidak butuh ini, bu. Aku tidak mungkin mengotori pacarku dengan diriku yang sudah kotor ini," ucap Ali.
__ADS_1