
Sudah 15 menit ia memutari minimarket itu sampai ia merasa cukup dan harus segera membayar di kasir, tetapi ia terkejut saat melihat anak kecil menangis didepan kasir bersama ibunya. Ternyata anak kecil itu menginginkan sesuatu tetapi ibunya tidak mengizinkannya, Mauren sangat iba lalu dengan cepat membelikan apa yang diinginkan anak kecil itu.
"Sekalian mbak sama ini," ucap Mauren menyodorkan belanjaannya dan sekotak permen rasa strawberry.
Setelah membayar, ia berlari mengejar adik yang menangis itu dan menyerahkan sekotak permen tetapi bukannya berterima kasih ibu itu tertawa kepada Mauren dan menolak pemberian Mauren.
"Belajar lagi ya dik, hahaha," ucap Ibu itu menepuk bahu Mauren lalu berjalan meninggalkannya.
Mauren kebingungan, ia membaca sekotak permen itu. Mulutnya ternganga ternyata itu adalah alat kontrasepsi untuk laki-laki, karena malu ia segera memasukan kotak itu ke kantong plastik bersama belanjaannya yang lain.
Pantas saja harganya mahal. Dasar bodoh kau Mauren, untung saja aku tidak mengenal ibu itu. Jika aku bertemu dengannya lagi pasti aku sangat malu.
Mauren berjalan masuk ke gedung megah itu, pikirannya masih mengingat kejadian tadi. Kejadian yang akan membuatnya malu seumur hidup padahal niatnya baik hanya untuk menolong. Dia melangkah sambil melamun hingga membuatnya hampir tersandung tetapi tiba-tiba Asisten Kim memegang tangan Mauren supaya tidak terjatuh.
"Anda baik-baik saja Nona?" tanya Asisten Kim yang masih mengenakan jas lengkap nampaknya ia baru pulang dari kantor.
Mauren menganggukan kepala lalu melepaskan tangan Asisten Kim yang memegangi lengannya, Asisten Kim meminta maaf karena sudah lancang dan Mauren hanya tersenyum.
Mereka memutuskan masuk ke apartemen bersama, kebetulan Asisten Kim ingin menemui sang Tuan untuk melaporkan urusan pekerjaan. Mereka menaiki lift bersama, sesekali Mauren melirik Asisten Kim yang ada disampingnya, ia takjub melihat wajah Asisten Kim yang putih mulus.
Iri sekali aku dengan wajah Kak Kim.
Pakai skincare apa ya dia**?
Sampai terasa mereka sudah berada dilantai paling atas, mereka segera masuk ke apartemen milik Sean.
Sean terkejut saat Mauren datang dengan sang asisten tetapi ia menahan marah karena mungkin mereka tidak sengaja bertemu dibawah.
Sean menyuruh Asisten Kim duduk di pinggir ranjang, ia lebih suka tidur tengkurap bermain game diponselnya sambil mendengarkan laporan dari sang Asisten.
Asisten Kim melaporkan satu persatu, ia tahu jika sang tuan tidak mendengarkannya tetapi ia tidak ingin membuat sang tuan Marah lalu tetap menyelesaikan laporannya.
"Dan satu lagi Tuan. Besok manajer baru pengganti Devano sudah ada, dia yang paling terbaik dari 3 kandidat yang melamar," jelas Asisten Kim.
"Oke," jawab Sean singkat sambil bermain game.
Disisi lain Mauren baru keluar dari kamar mandi, ia mengambil sekantong camilannya yang ia letakan disofa. Mauren membawanya ke atas ranjang, ia mengambil 2 minuman soda lalu memberikannya kepada Sean dan Asisten Kim.
Setelah itu Mauren mengambil snack favoritnya dengan cepat tetapi kotak permen itu tidak sengaja terambil lalu terlempar mengenai kepala Sean. Kotak itu terjatuh tepat disamping Sean, dua lelaki itu bertatapan seolah saling bertanya menggunakan ekspresi wajah.
Sean terduduk lalu mengambil kotak itu dengan menyeringai sedangkan Mauren sudah mengeluarkan keringat dingin karena bingung harus menjelaskan apa.
"Apa ini?" tanya Sean sambil memegang kotak itu.
"Oppa. Aku bisa jelaskan. Tadi ada anak kecil menangis meminta ini, kupikir ini sebuah permen rasa strawbery karena wadahnya yang menjebak, lalu aku belikan tetapi ibu dari anak kecil itu malah menertawaiku. Sepertinya aku harus protes kepada setiap minimarket karena benda ini selalu diletakan didepan kasir dan membuat anak kecil selalu menangis karena menganggap ini permen," jelas Mauren dengan intonasi cepat.
__ADS_1
"Aku harus percaya dengan penjelasan konyolmu?"
Sean menatap lekat wajah Mauren sedangkan Mauren menunduk karena sangat malu, tangan Sean mengangkat dagu sang istri supaya bisa melihat wajahnya.
1 menit kemudian.
"Buaahaaaahaha... Lihatlah Kim! Gadis konyol ini tidak bisa membedakan k*nd*m dan permen, buahahahaha," ucap Sean menertawai istrinya.
Asisten Kim nampak tertawa terbahak-bahak mengikuti sang Tuan, ia tidak menyangka jika Mauren sangat polos. Mauren menatap mereka dengan jengkel.
"Buahahhahaah.. Aduh Kim perutku sakit sekali, buaahahahaaha. Dasar kau Mauren selalu membuat perutku sakit kau, hahahahaha," ucap Sean memegangi perutnya.
"Hahahaha... Anda begitu polos sekali Nona," ucap Asisten Kim sambil menyeka air matanya karena kelelahan tertawa.
Mauren menatapnya sambil bersedekap, ia menggigit bibir kuat-kuat melihat dua pria aneh menertawainya. Dia ingin sekali menyumpal mulut mereka yang seperti mulut wanita itu.
"Kau sudah berumur 19 tahun tapi tidak tau jika ini kndm? Bahkan kau pun sudah pintar sekali dengan bahasa mantab-mantab ihik-ihik ehem-ehem itu, buahahahahaahahaha," ucap Sean semakin menertawainya.
Sean dan Asisten Kim tertawa terbahak-bahak sampai membuat perut mereka kesakitan, untuk kedua kalinya mereka menertawai kekonyolan Mauren yang langka bahkan saking langkanya Mauren harus mendapat piala penghargaan.
Sedangkan Mauren merasa sedih dan ia pun hampir menangis.
"Sekarang ini buat apa? Makanlah kau permen rasa strawberry ini! Hahahahahaha"
Mauren terdiam menunduk, ia sangat kesal dengan Sean yang selalu mengejeknya. Dia menjadi ragu apakah Sean sungguh mencintainya karena pada dasarnya cinta tidak akan saling menjatuhkan satu sama lain, itu yang dipikirkan Mauren.
Mauren melirik Asisten Kim yang tengah membisikan sesuatu kepada Sean.
"Benda ini jangan dibuang Tuan. Gunakanlah bersama Nona Mauren!" bisik Asisten Kim yang tak terdengar oleh Mauren.
"Jangan mengajari oppaku yang aneh-aneh Kak Kim!" ucap Mauren hampir menangis.
Sean sudah lelah dengan tertawanya, ia merasa tidak tega dengan Mauren.
Dia menyuruh Kim untuk kembali ke apartemennya, malam ini Sean harus mengajari edukasi tentang **** kepada Mauren.
Setelah meyakinkan Asistennya keluar, Mauren semakin takut kepada Sean jika ia tiba-tiba menyerangnya.
Sean mendekati Mauren yang sudah beringsut mundur sampai pinggir ranjang, ia mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
Dan akhirnya bibir mereka bersentuhan, dengan cepat lidah Sean menyesap masuk kedalam bibir manis sang istri membuat kenikmatan yang tiada tara. Tangannya mulai menggerilya setiap lekuk tubuh Mauren dan terhenti pada area s*nsitif. Tubuh Mauren merinding hebat menikmati sentuhan dari Sean. Tetapi saat Mauren berada di puncaknya Sean melepaskan sentuhannya dan menatap wajah Mauren lekat.
"Nah. Bagaimana sekarang ditinggal saat enak-enaknya? Itu yang aku rasakan setiap hari harus menahan hasrat yang tak terkendali. Mulai sekarang pikirkan! Jika tidak aku akan mencari wanita lain untuk memuaskan hasratku," jelas Sean menyerangai.
Sean mundur dan merebahkan dirinya di ranjang membiarkan Mauren terduduk sambil terbengong. Sean menatap wajah lugu sang istri dan berharap Mauren akan meminta melakukan itu. Sudah hampir 5 menit Mauren masih dalam posisi yang sama, terduduk sambil melamun tak jelas.
__ADS_1
Nah. Sudah terangsang dia. Tunggu saja sebentar lagi dia akan meminta padaku.
Tapi tak disangka ternyata Mauren jatuh tertidur disamping Sean, Sean terkejut lalu membangunkan Mauren tetapi gadis itu seolah cuek dan memilih tidur.
Sean nampak kecewa cara yang disarankan oleh dokter Juna gagal. Dia menghela nafas panjang dan ikut tertidur sambil memeluk sang istri tercinta.
_______________________________________
Biodata.
Nama lengkap : Mauren Adelia Azahra Setia Cahya Kinanti Kasih.
Panggilan : Mauren
Umur : 19 tahun
Hobby : Karaoke / Menyanyi
_______________________________________
Nama lengkap : Arsean William Adinata
Panggilan : Sean / Arse
Umur : 25 tahun
Hobby : Menyanyi dan bermain gitar,
Bermain game
_______________________________________
Nama lengkap : ?
Panggilan : Kim
Umur : 25 tahun
Hobby : Bekerja untuk Tuan Sean
****************
Hallo ini author.
Terima kasih telah membaca cerita aneh ini.
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan memberi vote, like, komentar, rate5.
Dimohon sangat jangan memberi RATE dibawah bintang 5, karena jika sudah turun dan ingin menaikan rate seperti semula sangat susah.