Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
MMSM 2 : Bab 190 - Kim dan Sera


__ADS_3

Keesokan harinya.


Mauren dan Sean datang ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Mauren yang menginjak tiga bulan itu. Mauren sangat bersyukur jika kandungannya baik-baik saja.


"Jenis kelaminnya apa ya dok?" tanya Sean penasaran.


"Mohon maaf di usia ini belum terlihat jenis kelaminnya"


"Oppa ini gak sabaran," ucap Mauren.


Setelah konsultasi dan mendapat resep obat dan vitamin mereka lalu pulang.


Sean menyetir sendiri karena Asisten Kim sedang berbulan madu dengan Sera.


"Aku tidak menyangka jika Sera adalah jodohnya Kak Kim," ucap Mauren.


"Jodoh tidak ada yang tau," jawab Sean sambil membuka pintu mobil untuk Mauren.


Mereka kini menuju kerumah Mama kandung Mauren karena mereka menitipkan Seina pada mama.


Sean menyetir mobil dengan pelan dan berhati-hati sedangkan Mauren menatap kaca mobil.


"Kau ingin makan apa, Oren?" tanya Sean.


"Aku ingin makan udang goreng"


"Sekalian nanti mampir ke restoran," jawab Sean.


Mauren menganggukan kepala, ia malah kebayang tangisan Seina yang menangisi mereka. Seina semakin aktif membuat Mauren kewalahan.


Mauren tersenyum saat Seina menangis sambil menyebut namanya. Kata mama adalah kata pertama yang bisa di ucapkan Seina. Itu tidak akan pernah di lupakan Mauren.


"Oppa, kenapa oppa menyerahkan Sera ke Kak Kim dengan begitu mudah?" tanya Mauren penasaran.


"Alasannya hanya dirimu. Aku tidak mau jika suatu saat nanti Kim menjadi alasan pertengkaran kita lagi. Aku akan lega jika dia sudah menikah," jawab Sean.


"Oppa masih memikirkan hal itu saja"


"Aku takut kehilangan dirimu, orenku," ucap Sean.


Mauren tersenyum, segitu cintakah Sean kepadanya? Sean sangat posesif sekali.


Dia sangat beruntung memiliki Sean.


Disisi lain,


Pengantin baru itu terbangun pukul 9 pagi. Mereka bangun kesiangan karena kemarin malam begadang cukup lama.


Asisten Kim hanya memakai kaos porot putih sedangkan Sera memakai kaos singlet warna pink sedang tertidur di ranjang.


"Sera, bangun! Tugasmu seorang istri dimulai. Buatkan aku minum!" ucap Asisten Kim.


"Oi suami... Buat sendiri sana! Badanku remuk semua gara-gara kau," jawab Sera sambil memeluk guling. "Eh kemarin malam kita membuat dedek berarti?" ucap Sera sambil memegangi perutnya.


"Aaaaaaaaaarrrrhggghhh....," teriak Sera menyadari satu hal.


Asisten Kim menutup kupingnya lalu berjalan menuju kamar mandi tidak memperdulikan Sera yang panik.


"Huaaaaaaaa Aku akan hamil.....," teriak Sera.


10 menit kemudian Asisten Kim keluar dari kamar mandi. Dia mendapati Sera sedang melamun tak jelas.


Dasar aneh. Batin Asisten Kim.


Asisten Kim berjalan menuju dapur untuk membuat minum. Dia menuangkan sesendok kopi pada dua gelas lalu memberinya gula dan air panas.


Asisten Kim membawa kopi itu lalu memberikannya kepada Sera yang sedang melamun.


"Jangan pede dulu! Aku mengeluarkannya diluar. Dalam surat perjanjian sudah tertulis jika aku tidak ingin memiliki anak sebelum aku mencintaimu," ucap Asisten Kim.


"Apa kau bilang? Jadi malam itu termasuk apa?" ucap Sera membuat Asisten Kim tersedak kopi yang di minumnya.


------------------####------------


Umumnya bulan madu dilakukan oleh pasangan yang baru menikah di luar ruangan seperti pergi ke luar negeri, berjalan-jalan ke pantai,


Menikmati kebersamaan bersama dengan yang tercinta.


Tapi sangat beda dilakukan pasangan yang satu ini.


Sudah 2 hari mereka berada di dalam kamar hotel tanpa keluar.


Sera sangat kesal dengan suaminya, apalagi jika ia membantah maka Asisten Kim siap menerkam.


Setelah Asisten Kim mengalah mematikan TV miliknya. Dia melirik Sera yang tengah asyik menonton idola kesayangan.

__ADS_1


"Ayang? Ayo keluar! Aku bosan berada di hotel. Kita jalan-jalan yuk!"


"Tidak! Kita disini saja, aku lelah"


Cih... Siapa yang gak lelah? Dia aja minta terus. Dasar mesum


"Ini namanya gak bulan madu. Bulan madu apanya coba jika kita menginap di hotel berjarak 10 kilo dari rumah? Ayang nih kebangetan atau pelit sih?"


"Buka bajumu! Buka celanamu!" ucap Asisten Kim dengan sorot mata tajam.


Sera menelan ludah lalu menutup mulutnya rapat-rapat dan pura-pura tidak mendengar ucapan Asisten Kim.


Asisten Kim lalu meraih ponselnya dan memeriksa pekerjaan yang sempat tertunda.


Sera meliriknya dengan jengah.


Suami macam apa itu? gak ada romantisnya. Bulan madu kok bertapa di kamar. Huh... Dasar gak peka! Aku kan bosan di kamar.


"Sudah sana tidur! Malah menatapku penuh dendam," ucap Asisten Kim.


Eh.. Dia bisa baca pikiranku?


Asisten Kim menatap Sera, Sera lalu meraih remot dan membaringkan diri di ranjang dan tidak lama ia terlelap.


Asisten Kim tersenyum melihat Sera, ia meletakan ponselnya lalu melepas soflen di matanya.


Sudah beberapa tahun ia memakai soflen karena sang tuan melarangnya untuk memakai kacamata karena tidak enak di pandang.


Asisten Kim berbaring menatap Sera, Sera tidur dengan mulut terbuka dengan kaki yang saling berjauhan mengisi seluruh ranjang.


Asisten Kim mengelus kepala Sera dan menatapnya dengan lembut.


"Dasar bocah! Bocah tengil nafsuan," ucap Asisten Kim sambil menahan tawa.


Asisten Kim kini semakin dekat di tubuh Sera. Dia memeluk Sera dengan erat lalu ikut tertidur dan bermimpi indah.


Keesokan harinya,


Asisten Kim sudah bangun duluan, ia membuat kopi untuk dirinya dan Sera. Dia tidur tidak nyenyak karena Sera tidur dengan berbagai macam gaya membuat Asisten Kim susah tidur.


Yang membuat Asisten Kim tertawa saat mengingat Sera tidur seperti orang yang sedang bersujud.


Asisten Kim selalu membenarkan posisi tidur Sera, ia tidak tega jika sang istri kesakitan jika bangun nanti.


Setelah membuat kopi, ia duduk di balkon kamar hotel. Cuaca hari ini mendung dan akan hujan.


Sera terbangun lalu menguap, ia melirik sang suami sudah tidak ada disebelahnya.


Sera mengambil ponselnya lalu menelpon Zara, ada hal yang harus ditanyakan.


"Hallo Zara? Eh... Saat bulan madu kau ngapain aja dengan Paman Juna?" tanya Sera.


"Bulan madu kami gak spesial kok. Saat itu aku sedang hamil jadi kami memotong bulan madu kami," jawab Zara.


"Issssh... Aku kesel dengan ayangku. Tau gak sih? Masa bulan madu di kamar hotel. Itu pun hotel milik keluarga kita"


"Eheeeem... Kau tidak membaca peraturan nomor 47 jika kau tidak boleh menjelekan suamimu sendiri?" ucap Asisten Kim sudah berada di belakang Sera.


Sera terkejut dan mematikan ponselnya. Dia tersenyum maut kearah Asisten Kim.


Asisten Kim menatap kearah mata Sera, Sera masih tersenyum.


"Sana mandi, gosok gigi. Setelah ini ku ajak," suruh Asisten Kim.


"Jalan-jalan?"


"Melayaniku. Ini jatah kemarin malam karena kau malah tidur," jawab Asisten Kim menyeringai.


Sera meremas tangannya sendiri. Cukup kesal dia dengan sang suami. Huh... Tapi dia pun cukup senang karena Asisten Kim memperlakukannya dengan baik dalam urusan ranjang.


10 menit kemudian.


Sera sudah mandi dan wangi. Dia lalu duduk di sofa sambil meminum kopi buatan sang suami.


Sera melirik Asisten Kim tengah menelpon urusan pekerjaan.


Dia kesal karena sang suami lebih mementingkan urusan pekerjaan dari pada dia.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Asisten Kim.


Sera panik langsung menyeruput kopi panas itu. Mulutnya terasa terbakar lalu menyemburkan kopi itu. Dia mengusap bibirnya yang kepanasan dan Asisten Kim tersenyum.


Asisten Kim menutup telponnya lalu mengkode supaya Sera mendekatinya. Sera tidak mau karena ini masih pagi dan ia baru saja mandi dan tidak mau kotor lagi.


"Ku hitung sampai 3 jika tidak kesini aku akan menarikmu dengan paksa," ucap Asisten Kim.

__ADS_1


Sera mendengus lalu pura-pura tidak mendengar. Dia malah membaca majalah di depannya.


"Satu..."


Sera masih terdiam tidak menanggapi ucapan Asisten Kim. Dia membaca sambil menggaruk hidungnya yang komedoan.


"Dua..."


Sera membanting majalah itu lalu berjalan dengan cemberut kearah Asisten Kim.


"Jika tidak ikhlas melayaniku bilang bukannya memasang wajah menyebalkan seperti itu," ucap Asisten Kim.


"Ayang membingungkan"


"Sudah pergi sana! Pulang saja ke rumah! Sedari kemarin ku lihat kau tidak suka berbulan madu denganku," ucap Asisten Kim.


Sera mendekati Asisten Kim, ia naik di pangkuan sang suami.


Asisten Kim memalingkan wajahnya.


"Aku suka kok bulan madu dengan ayang. Jangan marah dong! Ayo kita olahraga pagi," rayu Sera.


"Aku sudah tidak berselera," ucap Asisten Kim sambil mendorong tubuh Sera lalu berjalan ke balkon.


Sera terus saja menggoda Asisten Kim tetapi pria itu tetap cuek dan dingin. Sera benar-benar tidak menyangka jika sifat asli Asisten Kim seperti ini.


"Ayang..."


"Memohonlah kepadaku supaya aku mau berolahraga denganmu," ucap Asisten Kim.


"Ha? Bukannya ayang yang minta sendiri ya?" tanya Sera bingung.


"Ya sudah, kemasi barangmu!"


Sera terkejut, ia langsung memeluk Asisten Kim dari belakang.


"Ayang... Ayo olahraga! Aku minta maaf"


"Dasar bocah nafsuan!"


Wah... Parah ni cowok sinting. Batin Sera.


"Ya sudah kalo itu maumu. Aku sih tadi cuman mengetesmu. Aku tidak ingin berolahraga denganmu. Aku tidak mau kau merengek meminta jatah kepadaku. Nanti malah menangis lalu lapor kepada Tuan Sean jika aku tidak memenuhi nafsumu 'kan terkesan lucu," ucap Asisten Kim menyeringai.


Haaa?.. Dia kan ysng tadi meminta jatah kepadaku? Kok dia bilang terkesan aku yang merengek? Huh... Rese banget nih si Kim sok keren ini.


Mereka lalu berjalan masuk ke kamar dan menutup korden dan melakukan apa yang harusnya mereka lakukan.


******


Setelah selesai, Sera merasa mendongkol karena Asisten Kim langsung tertidur di pagi yang mendung ini.


Baginya ini adalah bulan madu terburuknya. Tidak ada kata romantis, tidak ada kata mengesankan.


Sera lalu memakai bajunya dan memelototi Asisten Kim yang menutup mata.


Dia merasa menyesal telah tergila-gila dengan pria itu. Apalagi dulu Sera sempat mengejar Asisten Kim.


"Jika menyesal denganku maka pergilah! Kita menikah bukan untuk menyesali apa yang sudah terjadi," ucap Asisten Kim yang masih menutup mata.


Sera terkejut, Asisten Kim bisa membaca pikirannya. Sebenernya makhluk seperti apa itu Asisten Kim yang selalu tahu apa yang di pikirkan Sera.


"Kenapa kau terus memelototiku? Aku tahu aku tampan. Semua orang bilang begitu," ucap Asisten Kim masih menutup matanya.


Cowok aneh, awas kau jika sampai bucin denganku.


Asisten Kim membuka matanya, ia menatap Sera yang terkejut lalu gadis itu memalingkan wajah.


"Aku tidak suka jika kau memalingkan wajah seperti ini. Terkesan mengejekku," ucap Asisten Kim.


"Lalu aku harus gimana? Ayang nih cerewet banget. Kelihatannya jika bersama orang lain ayang lebih banyak diamnya. Kok sekarang ayang jadi kayak gini?"


Asisten Kim terduduk lalu menarik dagu Sera.


"Jika aku menunjukan sosok asliku berarti aku sangat mempercayaimu dan kita suami istri jadi hal sejelek apapun kita harus mengetahui," jawab Asisten Kim.


"Aku gak ada hal jelek itu"


"Kau punya kutil di punggung, kau punya panu di bawah dadamu dan kau tidur sambil mangap," ucap Asisten Kim.


Sera yang mendengarnya langsung terkejut.


Terus dia mau bikin senjata dengan kejelekanku? Haha... memangnya aku takut?


Takut banget.... Jika fansku di medsos tau gimana? Matilah kepopuleran Sera Gianila Adinata.

__ADS_1


Batin Sera khawatir.


__ADS_2