Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
Bab 108 : SPESIAL


__ADS_3

PERINGATAN : Mengandung adegan dewasa yang sangat HOT.


(Saya disini tidak butuh bullyan. Jika tidak suka MOHON JANGAN DIBACA!! Itu semua tergantung kalian menyikapinya, disini saya hanya menulis apa yang saya rasa ingin tulis. jika ada yang membully saya akan langsung BLOKIR!)


POV MAUREN


Pagi hari aku terbangun di rumah sakit ini, bau obat-obatan sudah memenuhi rongga dadaku. Semenjak aku menikah dengan Oppa, aku sering keluar masuk rumah sakit padahal sebelumnya aku tidak pernah sekalipun menginap di rumah sakit. Huh! Kesal, kata yang tepat untuk kondisiku sekarang. Hidupku penuh lika-liku ketika menjadi istri seorang presdir, apakah istri-istri presdir lainnya bernasib sama sepertiku? Sepertinya tidak jika mereka berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Sedangkan aku hanya lah dari kalangan golongan orang menengah kebawah, aku pun juga tidak pandai-pandai amat.


Walaupun aku menjadi istri presdir bukan aku selalu merasa bahagia. Banyak tekanan batin yang selalu menghantuiku setiap malam. Apakah keluarga Oppa mau menerimaku? Sebuah pertanyaan yang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri tetapi aku belum menemukan jawabannya.


Oppa memang sangat mencintaiku, walaupun dia selalu berbicara kasar, ku pikir memang logatnya seperti itu. Aku malah suka jika Oppa berbicara kasar padaku, itu yang membuat hari-hariku selalu berwarna.


"Oren sayang, sudah bangun?" tanya Oppa kepadaku.


Aku memandang wajah Oppa, dia sangat tampan dengan alis yang tegas, hidung yang sangat mancung, kulit yang putih bersih dan satu lagi yang tidak kulupakan di pagi hari, iler seksinya di sudut bibir yang membuatku ingin tertawa.


Aku mengambil tisu basah lalu ku lap iler itu supaya tidak memperjelek wajahnya yang tampan rupawan.


"Penghinaan ini Oren!" ucap Oppa marah.


Aku dengan cepat mencium keningnya, mengelus bibir seksinya lalu tanganku yang lain memainkan ularnya yang sudah berkedut-kedut. Dia memandangku penuh heran, dia pasti berpikir," Masih pagi sudah mengajak berolahraga kau, Oren. Tetapi aku suka"


Oppa tiba-tiba menindihku, ia menatapku dengan penuh kenafsuan yang menggairahkan. Dia lalu merem*s dadaku yang makin hari makin menonjol karena aku oles dengan minyak bul*s.


Aku tidak ingin membuat Oppa kecewa, aku hanya ingin membuat Oppa senang.


Aku merintih keenakan dari setiap pijatan lembut dari Oppa. Oppa tersenyum kepadaku, aku juga membalas senyumannya.


Sampai aku tersadar di ruangan ini ada CCTV pengintai yang bisa mengintai kami setiap saat.


"Tunggu, Oppa!" ucapku sambil mendorong tubuh Oppa menjauhiku.


"Ada apa, Oren? Mau langsung dimasukan saja?"


"Sebentar Oppa! Disini 'kan ada CCTVnya," ucapku risau.


"Sudah ku tutupi," jawab Oppa menyeringai.


Aku langsung melihat CCTV itu yang sudah ditutupi menggunakan lakban hitam tebal.


Aku memandang wajah Oppa, ia tersenyum jahat.


"Oppa curang sekali," ucapku heran.

__ADS_1


"Ayolah Oren. Apa sih yang tidak bisa dilakukan untuk bersenang-senang"


"Tapi Oppa, aku baru saja di aborsi pasti rasanya menyakitkan jika di masuki ular Oppa"


"Jadi bagaimana?"tanya Oppa kebingungan.


"Kita tunggu seminggu lagi, Oppa"


Seminggu kemudian.


Hari yang di inginkan Oppa telah tiba, aku juga sangat menginginkannya.


Sebelum melakukan ihik-ihik, aku berendam air panas lalu tidak lupa aku memberi sabun termahal milik Oppa kepada tubuh mulusku.


Aroma semerbak elegan membuatku merasa nyaman, aku yakin Oppa semakin menyukainya.


Setelah itu aku tidak lupa memberi sabun sirih kepada areaku supaya Oppa semakin jatuh kedalam surga dunia yang indah ini.


Lalu aku mengeringkan tubuhku menggunakan handuk, setelah itu aku menggunakan lingerie seksi dengan belahan dadaku yang nampak menonjol indah.


Aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Oppa sudah bertelanjang dada menatapku seperti macan yang kehausan.


Jemari tangannya seolah memberi kode supaya aku mendekatinya, aku berjalan malu-malu kearah Oppa lalu aku menjatuhkan diriku di tubuh Oppa yang bidang, aku mengelus dada Oppa yang sispack itu membuatku semakin ingin menyerangnya.


Oppa lalu terduduk, ia langsung memberi kecupan mesra pada dadaku.


Setelah dirasa puas memberi tanda merah pada dadaku, Oppa kini melum*t bibirku dengan mesra. Lidah kita bertarung sengit menentukan siapa pemenangnya dan tangan nakalnya merem*s dadaku dengan gairah yang menggebu-gebu.


Tanganku mulai memegang ular Oppa, aku bisa merasakan tegang dan sangat keras.


Hah... hah... hah... hah...


Desah*n demi desah*n keluar dari mulut ku, aku sudah tidak bisa mengontrol gejolak ini. Dengan cepat aku mendorong tubuh Oppa lalu aku menaikinya dan melepas baju lingerie ku.


Oppa sedikit membantu memasukan ularnya ke dalam lubangku dan setelah itu bluuuuuuushhh, akhirnya masuk juga. Aku menggoyangkan pant*tku perlahan demi perlahan, rasa nikmat yang tiada tara memenuhi hasratku.


Ular Oppa yang panjang dan besar terasa penuh di lubangku. Beruntungnya aku mendapatkan Oppa, selain di kaya dan baik, dia selalu memuaskanku dalam urusan ranjang.


Aku tidak boleh mengecewakannya, aku memainkannya dengan semangat. Aku bisa melihat wajah Oppa yang keenakan. Dia merem melek menikmati setiap goyanganku.


Hah... hah... hah... hah...


Oppa semakin mendes*h kuat membuatku semakin semangat, aku juga sudah mulai kelelahan tetapi aku tahan karena aku tidak mau mengecewakan Oppa tampanku.

__ADS_1


"Aaah Oppa... aku ingin keluar," ucapku yang mulai merasakan kenikmatan pada areaku.


"Keluarkan sayang!"


Aku semakin mempercepat laju goyanganku, rasa syahdu sudah mulai terasa sampai ke ubun-ubun. Aku sudah tidak tahan lagi aku mengeluarkannya dengan cepat.


Dan yaaaaaaa.... aku berteriak sekeras mungkin mengeluarkan apa yang harusnya di keluarkan. Nafasku terengah-engah, keringat mulai bercucuran bahkan suhu AC paling dingin pun sudah tidak terasa lagi.


Tubuhku seketika jatuh menimpa Oppa, Oppa mengelus rambutku dan ia sangat bangga dengan permainanku yang sudah hebat.


"Sudah Oren? Sekarang giliranku"


"Aku lelah Oppa"


"Jangan curang kau! Aku belum keluar"


Oppa langsung bangun, ia langsung menghantamkan ularnya pada lubangku yang sudah becek. Dia bergoyang diatasku dengan kencang sehingga menimbulkan bunyi yang sangat khas di dengar.


Karena aku sudah keluar lebih awal, aku hanya diam saja mengikuti setiap permainan Oppa.


Mulutku mulai mendes*h tak karuan menikmati permainan Oppa yang sangat dahsyat. Dia juga merem*s dadaku dengan lembut dan sesekali mengis*pnya seperti kehausan.


"Oh yessss... oh noooo"


Sebuah kalimat andalanku selain ikeh-ikeh versi Jepang. Oppa nampak semakin giras ketika aku mendes*h.


Dia memaju mundurkan ularnya semakin cepat


Ceplok... ceplok... ceplok... yihaaaaa


Dan sampai ia merasa pada puncaknya, ia semakin cepat dan semakin cepat sampai ia mengeluarkan apa yang harus dikeluarkan dalam lubangku.


Oppa langsung lemas lalu memelukku dan kami sangat menikmati permainan malam ini.


******


Hmmmm mohon berkomentar dengan bijak...


mohon maaf jika kurang hot / sangat hot.


Anak kecil dan jomblo minggir jauh2 kau !!!


Itu permainan versi cepatnya..

__ADS_1


mau yang versi panjang? jangan lupa LIKE KOMEN VOTE RATE5 pada novel ini..


dan jangan lupa baca CINTA DOKTER JUNA karena akan lebih hot daripada novel ini.


__ADS_2