
POV Kim
Saat 2 tahun yang lalu, aku tidak sengaja berjumpa dengan dia si gadis SMA yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia berambut panjang dan berponi mempunyai gigi kelinci yang jika tersenyum sangatlah manis.
Aku adalah Asisten terpandai Tuan Sean, hal apa saja tentang gadis itu aku bisa mendapatkannya dengan mudah seperti namanya, sekolahnya dan tempat tinggalnya. Tapi sebuah fakta yang membuatku kecewa adalah ketika ia sudah memiliki pacar.
Harapanku telah hancur, tetapi aku tidak menyerah. Aku mendapatkan nomor ponselnya dan aku menjemput dia di sekolahnya.
Semua teman-temannya memandangiku, aku yang berjas hitam rapi dengan mobil mewah keluaran terbaru siapa yang tidak memandangku.
"Anda yang bernama Mauren?" tanyaku.
Aku bisa melihat dia yang terkesima denganku, ya.. aku tau jika aku tampan bahkan semua orang mengatakan jika aku lebih tampan dari Tuan Sean.
"Ya?"
Aku menyuruh dia untuk masuk kedalam mobilku, dia masih syok dan tidak berkata-kata.
Aku melajukan mobilku ke tempat romantis seperti pada drama-drama Korea. Tetapi fakta menyebutkan jika gadis itu tidak tertarik denganku maupun dengan hartaku.
"Aku sudah punya pacar. Mohon maaf saja aku tidak tertarik denganmu"
"Maksud anda? Aku hanya ingin berteman dengan anda. Jadi sedari tadi anda memikirkan apa?"
Aku bisa melihat ekspresi dia yang menggemaskan, aku ingin menertawainya.Aku salut dengannya karena ia tidak silau dengan ketampananku, tidak silau dengan mobil mewahku. Aku yakin dia bukan gadis matre dan aku semakin menyukainya.
Ya.. Sejak itulah kami berteman dan sampai sekarang aku tidak berani mengutarakan perasaanku padanya.
POV Author
Mauren dan Asisten Kim mulai dekat saat Mauren mengetahui jika Reza telah menyelingkuhinya.
Rasa sakit menyeruak di dadanya tetapi Asisten Kim terus menyemangati dia.
Saat itu Asisten Kim ingin mengajak Mauren bertemu. Setelah mengantar pulang majikannya, ia berganti mobil miliknya dan menjemput Mauren di jalan dekat kosnya.
"Koko?" ucap Mauren.
Dia lalu masuk kedalam mobil mewah itu, ia melihat jika pria itu masih mengenakan jas hitamnya.
"Koko baru pulang kerja? Apa tidak capek?"
"Capekku akan hilang jika bertemu denganmu Mauren"
Mauren tersenyum kecut mendengarnya, ia lalu segera memasang sabuk pengaman dan pria berwajah oriental itu melajukan mobilnya.
Mauren sudah mengenalnya sejak 2 tahun yang lalu, pria yang diketahuinya bekerja sebagai seorang Asisten di perusahaan terkenal membuat Mauren cukup takjub dengan pria itu.
Tetapi mereka hanya teman dan tidak lebih. Tapi akhir-akhir ini mereka semakin dekat setelah Mauren mengetahui jika Reza menyelingkuhinya.
"Kau mau memutuskan pacarmu kapan?"
"Saat pesta pernikahannya dan aku akan menyumbangkan lagu untuknya"
"Dramatis sekali, terus bagaimana dengan Daren?" goda pria itu.
"Kami tidak punya hubungan apa-apa?"
"Sungguh? Tapi baru kemarin kau menemuinya?"
"Kami hanya teman"
Kau laki-laki tidak peka Koko Kim?
Reza dan Daren tidak berarti bagiku.
Ku pikir kau memang tidak menyukaiku.
Setelah tersakiti oleh Reza kini aku harus tersakiti denganmu.
__ADS_1
"Koko?"
"Bisakah kau jangan memanggilku Koko?"
Mauren tersenyum kecut, ia lebih suka memanggil pria itu dengan sebutan Koko. Pria yang selalu tersenyum manis kepadanya. Pria yang selalu baik kepadanya.
Asisten Kim melajukan mobilnya menuju sebuah kafe, mereka singgah disana menghabiskan waktu bersama.
Terlihat Mauren sangat menikmati makanannya dan ia melirik jamnya yang sudah menunjukan pukul 9 malam.
Dia cukup sedih padahal ia ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Asisten Kim
"Kenapa cemberut Mauren?"
"Pasti setelah ini kau mengantarku pulang?"
"Iya. Kau seorang gadis tidak boleh keluyuran terlalu malam"
"Aku 'kan ngekos sendiri. Pulang jam berapapun oke saja. Koko, aku boleh ke apartemenmu? Aku sangat kesepian di tempat kos," ucap Mauren murung dan terlihat sedih.
Asisten Kim tau jika Mauren masih bersedih jika sang pacar menghamili gadis lain. Dia tidak tega melihat Mauren yang sedari tadi tidak bersemangat.
"Kau boleh ke apartemenku tetapi apa tidak takut jika aku berbuat yang buruk kepadamu?"
"Koko orang baik tidak akan melakukan buruk kepadaku 'kan?"
Asisten Kim tersenyum, ia mengacak rambut Mauren membuat gadis itu cemberut.
Setelah itu mereka menuju ke apartemen Asisten Kim. Mauren sangat senang karena pria yang disukainya mengajak ke tempat tinggalnya.
Mauren terkesima ketika melihat apartemen Asisten Kim yang sangat mewah, ia bisa tahu sekaya apa pria itu.
Asisten Kim berpamitan untuk mandi, sedangkan Mauren duduk menunggu di pinggir ranjang yang besar itu.
10 menit kemudian.
Mauren menelan ludah melihat ketampanan Asisten Kim yang maskulin.
"Kenapa?" tanya Asisten Kim.
"Cepatlah kenakan baju! Mataku tercemar melihat tubuhmu," ucap Mauren malu.
Asisten Kim menggeleng-gelengkan kepala, ia merasa malu juga mendengar ucapan Mauren.
Setelah itu ia mengenakan pakaiannya lalu duduk di sebelah Mauren yang sedari tadi bingung harus melakukan apa.
"Bagaimana jika kita menonton TV?" tanya Asisten Kim
"Boleh juga"
Mereka lalu menonton TV acara komedi membuat Mauren tertawa, sedangkan Asisten Kim tidak fokus menonton TV, ia sangat grogi di apartemennya ada seorang gadis yang disukainya.
Dia mengambil ponselnya lalu meminta pendapat ke sahabat karibnya di grup chat.
^^^Kim^^^
^^^Aku bingung...^^^
^^^Sekarang aku bersama seorang gadis di apartemenku.^^^
^^^Apa yang harus ku perbuat?^^^
Dokter Juna
Bahaya kau Kim.
Siapa yang mengajarimu?
^^^Kim^^^
__ADS_1
^^^Tidak seperti itu Dokter^^^
^^^Kami hanya teman^^^
Tuan Sean
Kau sinting Kim!
Kau yang membawa gadis itu ke apartemenmu, kau malah tanya ke kita harus melakukan apa.
Dokter Juna
Beli lah pengaman Kim.
Jangan hamili anak orang kau!
^^^Kim^^^
^^^Pikiran kalian kotor sekali!^^^
^^^Aku tidak mungkin melakukan itu^^^
Tidak berguna curhat ke mereka. Batin Asisten Kim.
Asisten Kim meletakan ponselnya tetapi ia terkejut saat Mauren sudah menatap curiga dengannya.
"Sedang memikirkan apa?" tanya Mauren dengan mata menyelidik.
"Tidak apa-apa Mauren," jawab Asisten Kim panik.
Mauren tertawa melihat Asisten Kim yang kebingungan, tetapi tiba-tiba Asisten Kim mendekatkan wajahnya ke Mauren membuat gadis itu memejamkan mata, ia mengira jika Asisten Kim akan menciumnya tetapi malah mengambil kotoran yang menempel di wajah Mauren.
Mauren merasa syok dan malu, ia memalingkan wajah dan cemberut.
Dasar lelaki tidak peka! Batin Mauren.
Mauren lalu naik keatas ranjang dan merebahkan dirinya, ia menarik selimut dan berusaha untuk tidur.
"Ada apa Mauren? Kau sepertinya marah?"
Mauren tidak menjawab, ia menarik selimut sampai kepala.
Dasar lelaki bodoh!
"Mauren? Kau mau camilan?"
"Tidak!"
"Lalu kau mau apa?"
"Harusnya kita bersenang-senang malam ini," ucap Mauren terduduk dan sedikit membentak Asisten Kim.
"Kau mesum sekali Mauren! Kau ingin melakukan itu denganku?"
"Koko yang mesum sekali! Maksudku bukan seperti itu," ucap Mauren mulai mundur dari Asisten Kim.
Bahkan aku ingin memegang tanganmu saja tidak berani Mauren. Apalagi harus berolahraga malam bersamamu.
Aku tidak mungkin melakukan itu.
______________________
***Jangan lupa Komen like vote rate5 ya gaessss...
hari ini spesial update 3 bab ..
jadi kumohon jangan pelit memberikan Komen like dan vote...
dukungan kalian sangat berarti bagi author
__ADS_1