
"sayang , apa yang kau lakukan itu jahat . Hanya karna itu kau mengambil perusahaan itu tidak baik ." ucap Shasa lembut .
"aku tahu siapa Mia . Dia temanku satu kampus dan aku tahu luar dalam .Jika ia tidak di beri pelajaran dia akan terus membuatmu tersiksa sudah cukup aku khawatir dengan mu gara gara dirinya ." jelas Vaiz .
"tapi tidak perlu mematikan rejeki orang . Itu dosa , Allah tidak suka ."
Cccccciiiiit .
Mobil Vaiz berhenti seketika membuat Shasa terkejut .
"apa yang kau mau? penghinaan . Sudah cukup dulu aku mendengar mu dihina hanya diam karna aku tahu kau akan kuat menghadapi . Tapi sekarang tidak lagi . Kau istriku harga dirimu harga diriku juga . Kita satu luka yang kau tahan aku juga merasakannya . Jadi cukup untuk bersikap tegar ." jelas Vaiz .
"Tapi dengan begini mereka bukannys meminta maaf malah lebih membeciku karna mereka fikir akulah yang membuatmu kejam kepada temannya sendiri ."
"lalu apa maumu?"
1"kembalikan apa milik mereka , biarkan dia toh suatu saat dia akan lelah sendiri ." jelas Shasa sambil mengelus lengan d)l .
"aku mencintaimu ." ucap Vaiz menempelkan kening miliknya dengan milik Shasa .
"aku lebih mencintaimu ." Shasa memejamkan mata menikmati hembusan nafas suaminya .11
CuP
Vaiz mengecup singkat bibir tipis milik istrinya . Shasa membuka mata dan tersenyum .
"terima kasih untuk semuanya ." ucap Shasa lirih diangguki Vaiz .
Mereka berdua menyudahi adegan mesranya . Vaiz kembali menjalankan mobil dan fokus mengemudi .
"kita tidak jadi makan?" tanya Shasa menatap suaminya .
"mau makan dimana?"
__ADS_1
"ikuti arah yang ku tunjukan ." ucap Shasa .
"biar aku yang pilihkan , yang kau pilihkan pasti di warung warung pinggir jalan ." keluh Vaiz .
"memang kenapa?"
"tidak apa , tidak ada menu kontinental."
"jelas tidak ada , kau ini ada ada saja . Jika mau beli rujak itu juga salad."
"salad apa?"
"salad Indonesia ." ucap Shasa asal .
"huh kau ini ." Vaiz mendengus mendengar ucapan istrinya .
Vaiz menjalankan mobilnya menuju restaurant yang biasa ia kunjungi .
"kita makan disini ." Vaiz turun diikuti Shasa .
"hanya membuka pintu saja tidak berat sayang . sudah ayo mau makan atau mau debat?" tanya Shasa
"iya iya ayo ."Shasa berjalan menggandeng suaminya dengan senyum menyungging .
Dan kini mereka sudah menyantap pesanan masing masing . Shasa melahap makanan tersebut hingga tandas . Sedangkan Vaiz hanya menggeleng menatap istrinya .
" sayang boleh aku mengganggumu makan?" tanya Shasha pelan .
"sini ." Shasa mendekat pada suaminya dan mulai mengganggu acara sarapan suaminya . Vaiz tidak terlihat risih , ia malah senang melihat istrinya yang lahap makannya walau ia tidak menikmati makannya .
Selesai menghabiskan makannannya , mereka bangikt dan kembali pulang .
"kau ingin beli sesuatu?" tanya Vaiz pada istrinya .
__ADS_1
"ingin tapi aku tidak tahu ingin apa." jelas Shasa .
"kau ini , jangan menyulitkan aku . Berfikirlah kau ingin apa jangan sampai di rumah kau minta ini itu ." ucap Vaiz .
"apa ya????" Shasa mengetuk ujung jari telunjukkan pada pipi kanannya berkali kali .
jika kau seperti itu rasanya aku ingin memakanmu , karna kau terlihat menggemaskan sekali. batin Vaiz .
"tidak sayang ,aku tidak ingin apa apa ." jelas Shasa sambil memamerkan gigi putihnya .
"kau yakin?" Shasa mengangguk .
"baiklah, kita langsung pulang ."
Vaiz menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang , 15 menit mereka sampai di halaman rumah mega kediamannya . Vaiz membuka pintu untuk Shasa .
"kenapa tidak turun?" tanya Vaiz yang sudah menunggu istrinya untuk turun .
"apa kau tidak ingin menggendongku?" Shasa mengerucutkan bibirnya .
"kau ingin aku gendong?"
"iya ." jawab singkat Shasa .
Vaiz pun langsung menggendong tubuh istrinya , ia berjalan memasuki rumah mewah mereka .
"sayang mulai hari ini kita akan tidur di bawah ." ucap Shasa .
"kenapa?" tanya Vaiz heran .
"aku lelah jika harus naik turun tangga , jika kau keberatan , kau bisa tidur di kamar tapi biarkan aku tidur di kamar bawah ." jelas Shasa.
"baiklah, kalu begitu kita langsung ke kamar baru kita ."
__ADS_1
Vaiz berjalan menuju kamar bawah dan langsung menutup pintu dengan menggunakan satu kakinya .
Mereka mengistirahatkan tubuhnya yang lelah .