Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 56


__ADS_3

Saat menikmati makan siangnya , mata Shasa tertuju pada sebuah meja yang diduduki oleh 1 laki laki dan satu perempuan . Matanya membulat sempurna . Ia hanya tersenyum samar kala laki laki tersebut terawa lepas .


"Sa, lo gak papa?" ucap Sari .


"gak papa mbak ."


"kayaknya gue harus kembali ke cafe deh Sa, jam istirahatnya udah habis nih ."


"oh gitu ya udah mbk kembali . mau di bungkus makanannya mbak?"


"gak usah deh . Ya udah Sa thanks ya udah traktir ." Sari berdiri dan memeluk Shasa .


"sama sama mbak , ya udah mbak hati hati ya aku masih mau disini dulu ."


"oh oke Sa, bye ." setelah Sari pergi, Shasa masih tetap manatap 2 orang tersebut. Ia pun menghampiri 2 orang tersebut penuh percaya diri .


Tangan Shasa terulur di depan wanita tersebut .


"tante , selamat ya udah sembuh dan bisa minta suamiku buat ngluangin waktu untuk makan siangnya tante ." sontak membuat Julie dan Vaiz tercekat dan membeku .


"salamat tante ,apa yang tante harapkan jadi nyata . Mendapatkan suamiku yang tampan ini ." ujar Shasa tetap menyodorkan tangannya .

__ADS_1


"sayang ." panggil Vaiz melemah .


"wah wah wah, Vaiz kau hebat sekali membohongi istrimu . Kau meminta istrimu untuk tidak mengantar makan siangmu karna kau ingin makan siang dengan tante ini." ucap Shasa bertepuk tangan . Semua mata menatap Shasa ,Vaiz dan Julie .


"sayang , ini tidak seperti yang kau fikirkan . Kita memang bertemu karna masalah bisnis ?"


"tidak perlu membela diri . Aku sedari tadi mengamatimu dari sana sayang . Kau begitu bahagia . Apa kau nyaman? Jika nyaman kau boleh lanjutkan ." Shasa akan beranjak pergi namun langkahnya dicegah oleh Vaiz .


"sayang dengarkan aku, Julie tolong jelaskan ." ucap Vaiz namun Julie hanya menggedikkan bahunya .


"kau bodoh sekali sayang, kau meminta Julie s**lan itu untuk menjelaskan padaku. Buka matamu bahkan dia lebih suka jika kita berpisah ." ucap Shasa berapi api .


"aku sudah lelah denganmu . Aku fikir kau akan benar menjauhi wanita itu tapi nyatanya kau tetap bersamanya . Enyahlah kau Vaiz ." ucap Shasa pergi dari tempat tersebut meninggalkan kartu milik Vaiz pada pelayan untuk membayar bill.


Di dalam restaurant , Vaiz terlihat marah pada Julie. Ia pun memutuskan kerja sama pada perusahaan Julie dan akan membayar kompensasinya .


"tidak , aku tidak ingin kerjasama kita putus ." tolak Julie .


"aku tidak peduli kau ingin atau tidak. Aku fikir niatmu meminta maaf itu baik . Tapi apa yang di katakan istriku itu benar kau memang pengacau ."


"Vaiz , aku tidak mau kontrak kita berhenti . Itu hanya salah paham kita bisa jelaskan pada istrimu ." ucap Julie memohon .

__ADS_1


"kenapa tidak sedari tadi, enyahlah kau Julie ." Vaiz pergi dengan wajah frustasi . Pelayan tersebut menghentikan Vaiz yang terlihat marah ia cepat cepat menyodorkan kartu kredit tanpa batas milik Shasa .


Karna emosi ,Vaiz mengendarai mobilnya tanpa haluan . Ia hanya memikirkan istrinya yang marah dan berujung sulit memaafkan . Ia juga sudah berjanji akan menjauhi Julie namun karna sebuah pekerjaan yang mengharuskan ia harus bertemu dengan wanita perusak tersebut .


"dimana istriku?" tanya Vaiz pada pelayannya .


"nyonya dikamar tuan." ucap pelayan tersebut dengan wajah tertunduk . Vaiz lengsung berlari menuju kamar miliknya dan mendapati istrinya tengah tidur diatas sofa . Saat Vaiz akan mengangkat tubuhnya . Suara Shasa membuatnya mengurungkan niatnya .


"jangan pernah sentuh aku ." ucapnya dengan mata terpejam .


"sayang, maaf itu semua tidak seperti yang kau fikirkan . Aku dan Julie disana hanya membahas bisnis yang akan kita bangun ." ucap Vaiz memelas . Tapi percuma saja , Shasa tak menanggapinya . Ia tetap memejamkan mata tanpa menjawab ucapan Vaiz .


Vaiz kesal dan menjambak rambutnya frustasi . Ia menyesali perbuatannya karna tidak lebih dulu menjelaskan kepada istrinya siapa rekan kerja yang akan di temuinya .


"sayang ." panggil Vaiz berkali kali .


"sayangmu sudah mati tuan , sekarang hanya tinggal raganya saja ." ucap Shasa dengan nada kesal lalu memunggungi suaminya . Mendengar ucapan istrinya , Vaiz langsung melemah . Ia pun berdiri dan melangkah gontai menjauhi istrinya dan berlalu pergi .


Shasa mendengar langkah kaki suaminya menjauh langsung bernafas lega .


"huh , aku tahu kau mencintaiku tapi jika aku tidak marah kau tetap tidak akan menjauhi julie ." gumam Shasa menatap pintu yang sudah tertutup .

__ADS_1


"ohhj tante kesepian, maafkan aku karna aku kau dan sahabat tercintamu itu harus berpisah ." ucap Shasa dengan sedih yang dibuat buat .


__ADS_2