
Pak Damar berjalan kesana kemari sambil memegang telepon . sudah berkali kali ia menghubungi Majikannya dan juga sekretarisnya akan tetapi sama sama sulit di hubungi .
Ia mencoba sekali lagi menghubungi tuannya . Dan ...
"halo ." ucap Vaiz
"syukurlah tuan , anda saya hubungi sangat sulit tuan ." keluh Pak Damar .
"ada apa pak?" tanya Vaiz dengen nada bicara terdengar bingung .
"nyonya sekarang dirumah sakit mengalami kontraksi sepertinya akan melahirkan . Tuan kapan kembali ?" tanya Pak Damar .
"apa? baiklah aku akan kembali secepatnya .Minta semua orang untuk menemani istriku ." suara Vaiz terdengar khawatir .
"baik tuan." Vaiz langsung menutup sambungan telepon secara sepihak . Pak Damar pun bernafas lega .
Vaiz yang baru saja sampai di apartment langsung mengemas pakaiannya selesai berkemas ia keluar kamar menacari sekretaris pribadinya .
"Dino." teriak Vaiz .
"iya tuan?" Dino keluar dari dapur sambil membawa secangkir kopi .
"habiskan kopimu lalu berkemaslah . Hubungi pilot pribadi kita , kita akan kembali ke Indonesia sekarang ."
"baik tuan." setelah menyesap kopi Dino langsung berkemas .
Dino membuka pintu untuk Vaiz , namun ia terkejut saat seorang wanita berdiri di depan pintu apartment.
"kau kenapa kau kesini?" tanya Vaiz .
"aku hanya ingin minta maaf , atas ucapanku yang kemarin ."
"aku sudah memaafkanmu . Biarkan aku lewat ."
__ADS_1
"kau mau kemana?"
"kembali ke Indonesia ."
"secepat ini ?" tanya Jesi .
"iya aku kembali ke Indonesia karna istriku melahirkan ."
"tapi .."
"biarkan aku pergi . Istriku lebih penting dari segalanya ." Vaiz berjalan dengan raut wajah jengkel karna sebelum pergi ia harus menjawab pertanyaan yang tidak berbobot dari Jesi .
Vaiz dan Dino menuju kearah bandara . Ia langsung menumpangi pesawat miliknya . Di dalam pesawat Vaiz terlihay harap harap cemas . Ia berfikir persalinanannya masih beberapa hari lagi dan kepulangannya masih besok. Maka dari itu ia terlihat cemas , cemas karna ia tak menemani istrinya .
"tuan , apa nyonya akan melahirkan?" tanya Sekretaris Dino sedikit berhati hati .
"iya Dino, doakan semoga istriku lancar persalinannya ."
"amin tuan ."
"apa masih lama dokter?" tanya Ibu Shasa .
"masih 8 bu ,"
"aku rasa anakku mau keluar jika ayahnya menungguinya ." ucap Shasa menahan sakit .
Karna sampai malam Shasa masih belum melahirkan , Shasa yang kadang menangis tak kuat seketika langsung mengunggingkan senyuman saat melihat suaminya masuk kedalam ruangan .
"sayang maafkan aku karna terlambat menemanimu ." ucap Vaiz penuh sesal .
"tidak apa ." Shasa meremas tangan suaminya untuk menahan rasa sakitnya . Tak berapa lama dokter tiba dan melihat ternyata benar sudah waktunya Shasa lenih berjuang untuk mengejan lagi . Dokter pun mulai melakukan persalinan dengan para perawat . Sedangkan Shasa di temani oleh suaminya .
"sekarang tarik nafas dan dorong nyonya ." ucap dokter tersebut . Shasa mulai mengejan .
__ADS_1
"sayang bismillah ayo sedikit lagi ." ucap Vaiz malah mendapat lirikan sinis dari istrinya .
Shasa tetap memegang erat tangan suaminya seolah enggan melepaskan.
"sedikit lagi nyonya , anda harus kuat." ucap dokter lagi .
Vaiz mengelap keringat istrinya yang bercucuran kadang ia juga mencium kening istrinya menyalurkan kekuatan .
Tak lama kemudian bayi tersebut keluar dan Shasa mulai lemas . Vaiz keluar ruangan menetralkan deguban jantung yang sedari tadi menyerangnya . Setelah Shasa selesai di bersihkan , Vaiz di panggil perawat untuk melihat bayinya .
"tuan , selamat bayi anda perempuan . Lahir dengan sehat dan lengkap ."
"alhamdulillah ." ucap Vaiz dengan penuh kelegaan .
Vaiz menghampiri istrinya dan langsung mencium bibir milik istrinya . Ia tersenyum bahagia kala mendengar tangisan bayinya .
"sayang , bayi kita sangat cantik sepertimu ." ucap Vaiz dengan wajah berbinar dan bahagia .
"sayang aku bahagia." tangis Shasa .
"aku juga ." Vaiz mencium punggung tangan istrinya.
"permisi tuan dan nyonya ,"
"iya dok ."
"bayinya mau saya coba untuk di tumoang kedada ibunya biar bayinya lebih kenal lagi ibunya . Dan saya ajarkan untuk meminum asi ibunya ."
"ohh silahkan dokter." Vaiz memberi ruang untuk dokter tersebut . Dokter meletakkan bayi cantik tersebut di atas Shasa sambil mengajarkan minum asi walau kadang bayi cantik tersebut masih menolak . Vaiz menatap istrinya penuh haru Shasa yang di tatap tersenyum lebar .
"I love you ." ucap Vaiz dengan lirih .
"I love you to ." balas Shasa .
__ADS_1
NB: di waktu part ini maaf jika author ada salah saat menceritakan persalinan . Karna author hanya menyimpulkan dari cerita cerita ibu hamil . Jadi author hanya menyaringnya . Soalnya author belum pernah mengalami jadi maaf jika ada kekeliruan mohon yang sudah mengalami boleh membetulkannya .