
***Haloo para pembaca Mengejar Cinta Gadis Biasa , terus dukung authir dengan cara like,comment,dan vote ya .. Jangan lupa like,comment dan vote ya kak ..
thank you .. love you all ..
HAPPY READING*** ..!!!
****
Hari minggu agenda mengunjungi orang tua Shasa dan juga mertua Vaiz . Shasa sudah bangun pukul setengah 6 pagi dan menyegarkan diri dengan acara mandi pagi .
Sedang Vaiz masih menikmati tidurnya dengan dengkuran halus . Saat tangan kekar miliknya hendak menyentuh sang istri . Ia merasa di tempat tidur miliknya tidak ada tanda tanda istrinya berbaring di sampingnya .
Vaiz membuka matanya , saat ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur , telingannya menangkap suara gemercik air di dalam kamar mandi .
15 menit menunggu , pintu kamar mandi pun terbuka menampilkan sosok Shasa yang keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe berjalan ke arah walk in closet .
"tuan cepatlah mandi,kau sudah berjanji padaku mengajak ke tempat orang tuaku ." ucap Shasa .
Mendengar perintah sang istri , Vaiz berjalan menuju ke kamar mandi dengan senyum merekah karna istrinya membuka suara terlebih dulu walaupun itu hanya sebuah perintah .
30 menit menghabiskan waktu dengan mandi dan bersiap siap,Vaiz turun ke ruang makan . Vaiz kini hanya mengenakan pakaian santai memakai sneakers,celana pensil ,kaos yang tertutup dengan jaket boomber miliknya . Shasa terpaku saat menatap suaminya begitu tampan hingga pandangannya tak teralihkan .
"apa suamimu begitu tampan sayang hingga kau tak mampu mengedipkan mata?" goda Vaiz .
"apa yang anda katakan tuan,aku tidak seperti itu." ucap Shasa malu karna ketahuan mencuri pandang .
"seperti itu pun tidak masalah sayang , asal hanya suamimu saja yang kau tatap bukan laki laki lain ."mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Melihat kelakuan suaminya sontak membuat Shasa melotot . Pria yang dulu irit bicara saat belum mengenalnya kini menjadi banyak bicara dan genit.
Shasa pun melahap makanannya dengan cepat , namun karna terlalu cepat membuatnya tersedak .
uhuk..
uhuk ..
uhuk..
Shasa menepuk dadanya, suara batuk Shasa membuat kaget Vaiz , Ia pun meraih minumnya dan memberikan pada Shasa sang istri .
Shasa pun menerima dan meminum air yang diberikan Vaiz ,setelah reda batuknya Shasa menyudahi makannya .
" kok berhenti makannya?" tanya Vaiz .
"sudah tuan,aku sudah kenyang ." ucap Shasa lalu berdiri untuk meninggalkan suaminya di meja makan .
"iya ."
"bisa temani saya makan, tunggu saya selesai ." pintanya .
Shasa kembali duduk dengan kasar sambil mengerucutkan bibirnya .
"jangan cemberut Sa lakukan dengan ikhlas, atau mau bibirmu yang mengerucut seperti jamur itu aku cium ."
"ihhhhh,apa sih jangan mesum tuan tidak baik untuk kesehatan ."
__ADS_1
"loh kenapa? apa salahnya jika aku menciummu kan kita sudah sah menjadi suami istri ."
"ohhh tidak bisa ." ucap Shasa .
"bukannya tadi kamu juga seperti menciumku Sa?"
"ha? kenapa bisa begitu?"
"ya karna tanpa sadar kamu meminum digelaa yang bekasku minum bukannya seperti kamu mencium bekas bibirku lalu gimana Sa rasanya manis tidak ?" goda Vaiz .
Shasa melotot menatap suaminya , ia menatap gelas milik Vaiz .
"tidak tidak tidak,tuan tidak mungkin memberikan gelas milik tuan kepada saya." ucap Shasa sambil mengelap bibirnya .
"hahahahahaha ini Sa ,kau bahkan menghabiskan minumku sementara minumanmu masih utuh ."
DEG .
Shasa menatap gelas miliknya dan Vaiz .
ha,apa benar meneguk air minum di gelas yang sama itu namanya ciuman . Ahhhh,kenapa tadi aku tidak melihat dulu tau gitu aku juga akan menolak saat di beri minum dia apa lagi kalau aku tahu itu gelas miliknya . batin Shasa .
"habiskan makanmu saja tuan ,aku malas untuk berdebat ." ucap Shasa berjalan pergi meninggalkan Vaiz .
"hahahaha,mau kemana Sa bukannya aku memintamu untuk menemaniku ."
"bodo .." ucap Shasa menjauh .
__ADS_1
Tuhan, semoga setelah ini hatinya akan menghangat dan terbuka untukku . Setidaknya aku lega hari ini dia lebih damai dan mau berbicara padaku . batin Vaiz .
Kelegaan yang kini menjalar di dadanya . Betapa tidak lega seminggu dia mendapat penolakan istrinya dan kini mendapat angin segar karna istrinya sudah ingin berbicara padanya . Kini ia benar benar senang dan bahagia . Mungkin Vaiz akan lebih gampang mendapatkan hatinya Shasa .