
Kini setelah sarapan Vaiz dan Shasa berada di kamar , Vaiz duduk bersandar pada sofa dengan satu kaki lurus sementara kaki satunya berada di atas lantai sedangkan Shasa bersandar pada suaminya .
"sayang , apa yang kau lakukan dengan Diana?" tanya Shasa membuka suara .
"maksudmu? aku tidak melakukan apa apa." ucap Vaiz .
"aku tahu kau menghukum Diana ." Shasa memainkan jari milik suaminya .
"aku hanya ingin dia pergi jauh , sejauh mungkin aku tidak pernah menghukumnya ."
"apa kau benar?" tanya Shasa terlihat tidak yakin .
"iya sayang ,"
"baiklah ."
Maaf, aku harus bohong padamu . Aku menghukum Diana . Aku pindahkan ia di tempat terpencil .Jika aku jujur kau pasti akan memintaku melepaskan Diana . batin Vaiz .
__ADS_1
Mereka saling diam, semua terbawa dengan pikirannya masing masing .
"sayang ." panggil Vaiz setelah selesai melamun .
"hmmm," Shasa mendongak kearah suaminya .
"jika aku sudah tua apa kau masih ingin bersamaku?" tanya Vaiz kepada istrinya .
"kenapa kau tanya begitu?" tanya Shasa bingung .
"aku takut jika aku tua dan berubah menjadi pria jelek kau akan berpaling." jelas Vaiz .
"ya memang aku tampan bahkan banyak wanita yang mencariku dan berharap aku mempersunting mereka ." jelas Vaiz menyombongkan dirinya.
"sombong amat ." ucap Shasa kesal ia berdiri berjalan kearah balkon .
Vaiz mengikuti istrinya lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang .
__ADS_1
"kau suka sekali berdiri di sini sayang ." ucap Vaiz sambil mengelus perut milik istrinya .
"entahlah , aku sangat suka disini . Menghirup udara disini." jelas Shasa .
"apa kau rindu keluargamu?" tanya Vaiz .
"itu pasti tapi kita sudah kesana , ibu dan bapak juga sudah sibuk mengurus toko yang kau buatkan ." Vaiz melepaskan pelukannya dan duduk di pinggir balkon .
"Kau tahu sayang , dulu makan enak pun aku harus menunggu ayahku mendapat nasi dari orang hajatan , aku selalu berfikir jika aku besar dan sudah bekerja setiap aku punya uang aku akan membeli makanan enak . Kadang di hati merasa miris , hanya ingin sepotong ayam goreng pun aku tidak berani meminta . Dan sekarang kau lihat, bahkan aku ingin makanan apapun aku bisa memakannya, tanpa menunggu besok besok itu karnamu , bapak dan ibu punya usaha itu karanmu ,Adikku melanjutkan sekolah tanpa biaya itu karnamu semua karnamu . Benar apa yang di katakan Julie dan Diana , aku hanya orang miskin yang beruntung kau nikahi .Tapi aku bahagia, bukan karna uangmu tapi karna kau selalu mencintaiku dengan tulus , tidak memandang dari segi kemampuan , kau yang malah ingin menikahi ku bukan aku . Kau menerima caci makiku , kau diam saat aku membentakmu, disaat aku salah kau akan selalu sabar menghadapiku , kau tidak menuntutku lebih . Disitu semuanya terjadi , aku mencintaimu dan menyayangimu ." ucap Shasa tersenyum pada suaminya . Vaiz tertegun mendengar penjelasan istrinya .
"kau tahu sayang , dada ini ,tangan ini , bibir ini . Semua menjadi milikku . Disinilah di dalam dirimu ini ada kenyamanan yang selalu aku rasakan , setiap pelukanmu, ucap cinta dan sayang mu , ciumanmu rangkulan tanganmu yang selalu ada untukku itulah yang membuatku nyaman ." ucap Shasa menunjuk bagian yang disebutnya .Vaiz lengsung memeluk tubuh istrinya , ucapan istrinya membuatnya sesak di dada .
"sayang aku mencintaimu , sangat mencintaimu aku merasa jatuh cinta padamu yang kedua kalinya ." ucap Vaiz saat metengkuh tubuh Shasa lalu menghujani wajah Shasa dengan ciuman . Shasa tersenyum tulus mentap wajah suaminya , ia lalu berjinjit dan CUP .. Shasa mengecup bibir milik suaminya saat akan melepaskan ,Vaiz menahan ciuma tersebut lalu berubah menjadi lum**tan .
Karna kehabisan nafas, Vaiz melepasa ciuman tersebut dan menempelkan kening miliknya pada milik istrinya .
"I LOVE YOU ." ucap Vaiz lirih .
__ADS_1
"I LOVE YOU TO ." balas Shasa .
Vaiz kembali mencium bibir milik Shasa , dan menuntun istrinya menuju di dalam kemar, ia merebahkan istrinya diatas ranjang. Ia terus mencium lalu ciuman tersebut beralih keleher jenjang milik istrinya , Mereka sama sama menikmati sampai aktifitas panas pun terjadi.