
Tengah berjalan di keramaian kota , Shasa melangkahkan kaki menuju taman kota . Kakinya letih jika terus berjalan dengan hak tinggi .
"huh menyebalkan."gerutu Shasa .
Beberapa panggilan telpon suaminya dan Pak Damar selalu diabaikan . Yang ia inginkan, dirinya ingin sendiri .
" tuan tuan kau yang membuat aku mencintaimu , setelah aku buta akan cintamu dan bertahan agar pelakor itu tidak tebar pesona malah kau mengusirku dan memilih menemani pelakor itu ."
"Tuhan , kenapa yang kejahatan selalu berada di atas. Jika aku membunuhnya engkau pasti akan marah padaku ." gerutu Shasa .
klukkkkuukkk
"huh dan kau perut bisa tidak , tidak berbunyi disaat aku sedang marah . Aku tidak membawa uang ." gerutunya lagi sambil memegangi perutnya .
Mata Shasa melotot saat melihat gerobak bakso yang tak jauh dari tempatnya istirahat , air liurnya seakan akan menetes dan cacing cacing di perutnya sudah mulai minta diisi . Ia pun melihat ponsel ditangannya ,dan benarnya di pojok atas kanan kepalanya muncul lampu tanda memiliki ide .
Ia pun berjalan setengah berlari menuju ke gerobak bakso tersebut .
"pak." panggilnya pada pemilik bakso .
"aku lapar ingin baksomu 3 mangkuk saja , tapi aku tidak punya uang . Boleh aku menukar 3 mangkuk baksomu dengan ponsel milikku ?" menujukkan ponsel miliknya yang retak namun tidak terlalu parah .
__ADS_1
Tukang bakso tersebut mengerutkan dahinya . Ia menatap lekat Shasa ,
"dimana rumahnya mbak?" tanya abang bakso sopan .
"aku tidak memiliki tempat tinggal , aku baru saja diusir oleh majikanku ." ucapnya dengan wajah memelas .
"kenapa bisa?"
"hanya salah paham , apa boleh pak?" ucapnya lagi .
"baiklah ,duduk lah disitu ." Shasa duduk dengan bahagia . Setidaknya dia berhasil meyakinkan tukang bakso . Tukang bakso tersebut membuatkan 3 mangkok bakso untuk Shasa. Setelah menyiapkan ia mengantar bakso tersebut kehadapan Shasa . Dengan sigap dan cepat ia menyuapakn bakso tersebut . 3 mangkuk ludes dan habis hanya sisa kuah bakso bercampur biji cabai .
"pak ini gantinya 3 mangkok cabai tadi ." ucap Shasa .
"ambilah pak , jika saya sudah ada uang saya akan menebusnya ." meletakkan ponsel miliknya pada gerobak bakso tersebut .
Shasa berjalan kembali ke taman . Ia kembali duduk di tempatnya . Dilipatlah kedua tangannya untuk menahan dingian yang memaksa masuk kedalam badannya .
Di tempat tukang bakso, ponsel Shasa terus berdering . Layar ponselnya tertera nama Tuan Vaiz . Dengan ragu tukang bakso tersebut menekan tombol hijau dan terhubung dengan telpon Vaiz .
"sayang ,kamu dimana kau tidak menemui Pak Damar?" ucap Vaiz disebrang telpon
__ADS_1
"halo pak, bapak siapa?" tanya tukang bakso .
"ha ini siapa? bukannya ini nomor ponsel Shasa istriku?" suara Vaiz terlihat bingung .
"begini pak ,mbak tadi menukar ponselnya dengan 3 mangkuk bakso milikku . Dia bilang dia baru saja diusir oleh majikannya karna salah paham ." jelas tukang bakso tersebut .
"bapak posisi dimana? aku akan kesana." jelas Vaiz dengan wajah gelisah karna istrinya menyerahkan ponselnya pada sembarang orang .
"saya berada di taman kota pak . Bakso dengan gerobak warna coklat ."setelah mendengar penjelasan lawan bicaranya di telpon , Vaiz melajukan mobilnya menuju taman kota . Tak butuh waktu lama , mobil Vaiz berhenti di teman tersebut . Matanya mencari gerobak bakso berwarna coklat . Netranya pun menatap kearah yangbsedang dicarinya dan bergegas menemui si penjual bakso .
" pak , saya suami pemilik ponsel yang beri 3 mangkuk bakso ."
"oh iya pak ,ini ponselnya . Bukannya tadi mbaknya bilang kalau diusir majikannya pak?" penjual bakso tersebut terlihat bingung .
Vaiz mengambil ponsel milik Shasa dan membayar bakso yang telah dipesan oleh Shasa .
"bapak tau istri saya pergi kearah mana pak?" tanya Vaiz.
"oh tadi mbaknya masuk ketaman situ pak ." menunjuk arah perginya Shasa.
"baiklah pak saya permisi dulu ." Vaiz berjalan kearah taman yang ditunjuk penjual bakso . Netranya menangkap sosok istrinya yang sedang duduk di bangku taman . Ia berjalan kearah istrinya yang ternyata sedang tidur dengan posisi duduk .
__ADS_1
"bahkan setelah kau melukai orang lain dengan tanganmu kau bisa tidur seperti ini .. Aku tahu jika kau tidak akan pulang saat melakukan kesalahan." gumam Vaiz menatap manik wajah istrinya .
Vaiz mengangkat tubuh istrinya yang terlihat lelah ala bridal style menuju kearah mobilnya . Ia membuka pintu mobil dan mendudukan iatrinya disamping kemudi . Lalu ia berjalan memutari mobil membuka pintu kemudi untuknya . Lalu menjalankan mobilnya .