
Kini Baby Ayu pun sudah cantik dan wangi . Shasa mengajak bayinya turun untuk sarapan .Suaminya yang sedari tadi di meja makan menunggunya untuk sarapan bersama .
"ahhh, anak ayah sudah cantik ya . Sini sama Ayah biar Ibu bisa makan ." ucap Vaiz yang sudah tak merasa mual lagi .
"no ayah, aku dengan ibu aja ." jawab Shasa dengan nada di buat seperti anak kecil .
"ahhh sayang ,kau mengajari anakmu tidak benar ." keluh Vaiz .
"siapa suruh sama anak sendiri jijik ." ledek Shasa membuat Vaiz merengut .
"aku tidak jijik , hanya saja aku ingin mual melihat pupnya ." jelas Vaiz . Shasa hanya tersenyum samar . Ia mengambil makanan untuk suaminya dan dirinya . Meski bayinya dalan gendongannya Shasa tak repot malayani suaminya dalam mengambil hidanga di meja .
"kau tidak ribet sayang, makan sambi menggendong bayi kita ?" tanya Vaiz yang melihat istrinya tengah santai melahap makanannya .
"tidak ," ucap Shasa sambil mengunyah makanan .
Tak butuh waktu lama , Shasa selesai makan lalu ia menegah segelas air .
"alhamdulillah ." ucapnya . Ia langsung berdiri dan berjalan kearah sofa . Vaiz yang juga sudah selesai langsung mengikuti istrinya dan duduk di samping istrinya . Saat kepalanya akan menunduk Shasa langsung menjauhkan bayinya dari Vaiz .
"sayang,kau ini jahat sekalai ." Shasa acuh .
"aku ingin mencium bayiku yang wangi ini ." protes Vaiz .
"no ayah ." ucap Shasa beucap seperti anak kecil .
"huh kau ini." dengus Vaiz membuat Shasa terkekeh . Shasa pun langsung menyodorkan putrinya kepada Vaiz . Vaiz pun menerima dan langsung tersenyum lebar .
"dia sangat cantik sayang dan di tambah menggemaskan ." puji Vaiz sambil menatap wajah putri kecilnya .
__ADS_1
"kau tak salah memberi nama Ayu ," ujar Shasa diangguki Vaiz .
Para pelayan yang melihat keromantisan majikannya ikut bahagia . Ia selalu berdoa semoga tak ada gangguan di dalam rumah tangga majikannya .
Di luar halaman kediaman Vaiz , terparkir 2 mobil mewah . Pemiliknya adalah Ira dan Rian yang menggendong putranya, Sita dan Arka yang membawa kado untuk Baby Ayu .
"Shasa ,yuhuuu." teriak Sita . Rombongan mereka berjalan masuk tanpa di persilahkan .
"hussst... kau ini mengganggu tidur anakku saja ."
"uupss maaf kak .Nih kado buat baby Ayu." ucap Sita menyodorkan bungkusan besar .
"thanks ya ." ucap Shasa .
"sama sama ,punya Ira juga ." menyodorkan satu lagi bungkusan .
"iya ," ucap Ira sambil menatap putranya .
"dia tampan . Siapa namanya?" tanya Shasa .
"Abbi ." ucap Ira .
"nama yang bagus . Boleh kelak dewasa kita jodohkan." ujar Shasa .
"no , aku tidak ingin besanan sama om Vaiz ." ucap Ira asal .
"hey , am om am om . Sejak kapan aku nikah sama tantemu ." protes Vaiz .
"pokoknya tidak mau ." ucap Ira yang malah ditertawakan oleh lainnya, namun hanya Vaiz yang terlihat kesal .
__ADS_1
"heh bro,lo kenapa kelihatan kesal?" tanya Rian suami Ira.
"kenapa kau bawa istrimu kesini, menjengkelkan ." gerutu Vaiz .
"kenapa kau tidak ingin besanan dengan Vaiz?" tanya Arka sambil tertawa.
"soalnya dia lebay ." ucap Ira asal membuat Vaiz melotot namun yang di pelototi acuh .
"sudah sudah jangan berantem tuh liat anak anak kita pada tidur pules nanti malah ganggu ." ucap Shasa menengahi .
"o iya ,lo pulang kapan Ra?" tanya Sita .
"lusa, suami gue harus ke kantor soalnya. " jelas Ira .
"sama gue juga lusa kembali, jadwal kuliah gue padet ." keluh Sita .
"kuliah mulu kapan nikahnya?" tanya Ira .
"bentar lagi gue bakal nikahin temen lo ." jawab Arka.
"yang bener sayang?" tanya Sita di angguki Arka .
"nah gitu dong cepet nikah biar lo gak jadi perjaka tua." timpal Vaiz yang asik menciumi anaknya .
"ho'oh padahal nikah itu enak." ujar Rian diangguki Vaiz .
"iya gue akan cepet nikahin dia , doain aja ." ucap Arka
"amin ." semua seretak mengaminkannya .
__ADS_1