Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 132


__ADS_3

Kini Baby Ayu pun sudah cantik dan wangi . Shasa mengajak bayinya turun untuk sarapan .Suaminya yang sedari tadi di meja makan menunggunya untuk sarapan bersama .


"ahhh, anak ayah sudah cantik ya . Sini sama Ayah biar Ibu bisa makan ." ucap Vaiz yang sudah tak merasa mual lagi .


"no ayah, aku dengan ibu aja ." jawab Shasa dengan nada di buat seperti anak kecil .


"ahhh sayang ,kau mengajari anakmu tidak benar ." keluh Vaiz .


"siapa suruh sama anak sendiri jijik ." ledek Shasa membuat Vaiz merengut .


"aku tidak jijik , hanya saja aku ingin mual melihat pupnya ." jelas Vaiz . Shasa hanya tersenyum samar . Ia mengambil makanan untuk suaminya dan dirinya . Meski bayinya dalan gendongannya Shasa tak repot malayani suaminya dalam mengambil hidanga di meja .


"kau tidak ribet sayang, makan sambi menggendong bayi kita ?" tanya Vaiz yang melihat istrinya tengah santai melahap makanannya .


"tidak ," ucap Shasa sambil mengunyah makanan .


Tak butuh waktu lama , Shasa selesai makan lalu ia menegah segelas air .


"alhamdulillah ." ucapnya . Ia langsung berdiri dan berjalan kearah sofa . Vaiz yang juga sudah selesai langsung mengikuti istrinya dan duduk di samping istrinya . Saat kepalanya akan menunduk Shasa langsung menjauhkan bayinya dari Vaiz .


"sayang,kau ini jahat sekalai ." Shasa acuh .


"aku ingin mencium bayiku yang wangi ini ." protes Vaiz .


"no ayah ." ucap Shasa beucap seperti anak kecil .


"huh kau ini." dengus Vaiz membuat Shasa terkekeh . Shasa pun langsung menyodorkan putrinya kepada Vaiz . Vaiz pun menerima dan langsung tersenyum lebar .


"dia sangat cantik sayang dan di tambah menggemaskan ." puji Vaiz sambil menatap wajah putri kecilnya .

__ADS_1


"kau tak salah memberi nama Ayu ," ujar Shasa diangguki Vaiz .


Para pelayan yang melihat keromantisan majikannya ikut bahagia . Ia selalu berdoa semoga tak ada gangguan di dalam rumah tangga majikannya .


Di luar halaman kediaman Vaiz , terparkir 2 mobil mewah . Pemiliknya adalah Ira dan Rian yang menggendong putranya, Sita dan Arka yang membawa kado untuk Baby Ayu .


"Shasa ,yuhuuu." teriak Sita . Rombongan mereka berjalan masuk tanpa di persilahkan .


"hussst... kau ini mengganggu tidur anakku saja ."


"uupss maaf kak .Nih kado buat baby Ayu." ucap Sita menyodorkan bungkusan besar .


"thanks ya ." ucap Shasa .


"sama sama ,punya Ira juga ." menyodorkan satu lagi bungkusan .


"iya ," ucap Ira sambil menatap putranya .


"dia tampan . Siapa namanya?" tanya Shasa .


"Abbi ." ucap Ira .


"nama yang bagus . Boleh kelak dewasa kita jodohkan." ujar Shasa .


"no , aku tidak ingin besanan sama om Vaiz ." ucap Ira asal .


"hey , am om am om . Sejak kapan aku nikah sama tantemu ." protes Vaiz .


"pokoknya tidak mau ." ucap Ira yang malah ditertawakan oleh lainnya, namun hanya Vaiz yang terlihat kesal .

__ADS_1


"heh bro,lo kenapa kelihatan kesal?" tanya Rian suami Ira.


"kenapa kau bawa istrimu kesini, menjengkelkan ." gerutu Vaiz .


"kenapa kau tidak ingin besanan dengan Vaiz?" tanya Arka sambil tertawa.


"soalnya dia lebay ." ucap Ira asal membuat Vaiz melotot namun yang di pelototi acuh .


"sudah sudah jangan berantem tuh liat anak anak kita pada tidur pules nanti malah ganggu ." ucap Shasa menengahi .


"o iya ,lo pulang kapan Ra?" tanya Sita .


"lusa, suami gue harus ke kantor soalnya. " jelas Ira .


"sama gue juga lusa kembali, jadwal kuliah gue padet ." keluh Sita .


"kuliah mulu kapan nikahnya?" tanya Ira .


"bentar lagi gue bakal nikahin temen lo ." jawab Arka.


"yang bener sayang?" tanya Sita di angguki Arka .


"nah gitu dong cepet nikah biar lo gak jadi perjaka tua." timpal Vaiz yang asik menciumi anaknya .


"ho'oh padahal nikah itu enak." ujar Rian diangguki Vaiz .


"iya gue akan cepet nikahin dia , doain aja ." ucap Arka


"amin ." semua seretak mengaminkannya .

__ADS_1


__ADS_2