Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 187


__ADS_3

"permintaan apa yang harus aku lakukan?" tanya Jessie.


"pergilah jauh dari sini,aku akan mengembalikan perusahaan milik daddy mu." jelas Vaiz.


"dan kau juga akan membebaskan daddyku bukan?"


"hmmm, kau tahu bukan kalau daddy mu sudah di jatuhi hukuman karena mencelakai istriku, jadi mana mungkin aku bisa membebaskan daddymu. Itu sudah menjadi ketentuan kepolisian jadi biarkan dia mendekam di penjara jika sudah bebas aku akan mengantarnya di tempatmu." jelas Vaiz.


"kau benar benar licik Vaiz, bebaskan daddyku atau."


"atau apa? kau mengancamku? hanya ada 2 pilihan kau pergi menjauh dan tidak akan kembali mengusik keluargaku atau kau tetap disini namun kau akan jatuh miskin sejatuh jatuhnya."


"kau mengancamku?" teriak Jessie.


"Jess, sudah pikiran baik baik apa kau mau jatuh miskin?" bisik mommy Jessie.


"tapi mom? daddy di kurung apa mommy tidak kasihan pada daddy?"


"mommy juga kasihan pada daddy tapi kita juga harus memnita perusahaan daddy yang sudah di ambil olehnya,lebih baik turuti kata katanya." jelasnya dengan pelan. Jessie terdiam menecerna setiap ucapan mommynya. Setelah lama mempertimbangkannya akhirnya ia memiliki keputusan.


"baiklah,aku akan mengikuti perintahmu siapkan segalanya untukku."


"baik,aku akan menghubungi assisetenku."

__ADS_1


Jessie dan mommy nya menatap kearah Shasa yang sedari tadi hanya terdiam . Mereka berdua saling pandang sesekali melirik Shasa. Shasa yang sedari tadi menjadi pusat perhatian hanya menatap tajam.


"ada yang salah denganku,sehingga kalian melihatku seperti itu?" tanya Shasa.


"ti.. ti.. tidak." elak mommy Jessica. Shasa hanya tersenyum sinis.


Vaiz kembali duduk di samping istrinya setelah menghubungi assistennya.


"tunggu sebentar, assistenku akan kemari memberikan berkas dan aset aset milik suamimu,setelah itu kau kau harus pergi dari sini dan tidak mengganggu ketenangan keluargaku."


"tapi daddy ku?" tanya Jessica ragu.


"jangan khawatir,aku akan meringankan hukumannya. Setelah hukuman selesai aku akan mengirimnya untuk kembali pada kalian."


Vaiz hanya tersenyum samar.


"aku bukan kalian yang suka berbohong dan merugikan orang lain." jelas Vaiz. Kedua wanita tersebut langsung diam dan menunduk . Akhirnya suasana ruang tamu hening sejenak.


"permisi tuan, nyonya." sapa Dino pada atasannya.


"ya,kemarilah." Dino mengangguk dan berjalan menuju keempat orang tersebut.


"tuan saya membawakan berkas yang anda butuhkan saat ini. Dan saya juga sudah meminta anak buah saya membereskan barang barang Mrs. Smith dan nona Jessie."

__ADS_1


" baiklah, berikan padanya untuk di tanda tangani. Apa kau sudah menyiapkan keberangkatannya?"


"sudah tuan, PERTA sudah terparkir manis dibandara dan siap untuk terbang." Vaiz mengangguk, sementara Shasa hanya mengernyitkan dahinya saat menyimak obrolan kedua pria tampan tersebut.


"baiklah, silahkan tanda tangan karena waktu anda tidak banyak dan istriku butuh istirahat."


Tanpa bicara Jessica dan mommy nya menandatangani berkas berkas yang dibutuhkan. Setelah berkas tersebut sudah di tanda tangani, giliran Vaiz lah yang menandatangani. Ia mengambil berkas yang menurutnya di butuhkan,lalu ia kembalikan pada Jessie dan mommy nya.


"baiklah, kalian bisa berngkat dan akan di antar oleh Dino sampai ke bandara."


"ya, aku pergi salam untuk daddy ku, aku menunggunya disana." ucap Jessie yang terlihat lemah. Saat ini ia sudah merasa kalah, ia juga tak menyangka jika akan berakhir seperti ini. Cintanya kandas, sementara pahlawan yang menyayangiya sedang mendekam di jeruji besi. Matanya terlihat berkaca kaca air mata yang akan keluar ditahannya.


"aku akan menyampaikan salammu padanya."


Jessie dan Mommy nya berjalan keluar rumah milik Vaiz, Shasa hanya menatap keduanya rivalnya dengan perasaan iba.


"semoga tempat barumu akan membuatmu betah disana, membuatmu bisa merenungi setiap kesalahanmu hingga akhirnya kalian bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi." batin Shasa.


"baiklah tuan nyonya saya permisi." pamit Dino diangguki oleh Vaiz dan Shasa. Dino pun menyalakan mesin mobilnya perlahan berjalan keluar pekarangan rumah megah tersebut. Shasa yang masih asik menatap mobil tersebut tersenyum samar.


"kenapa tersenyum? kau senang bukan?" tanya Vaiz pada istrinya.


"tidak, aku kasihan padanya. Pergi dengan hati yang tidak tenang karena super hero nya masih di balik jeruji besi. Sayang apa bisa dia di bebaskan?" ucap Shasa terlihat sesal.

__ADS_1


"aku belum yakin, karena ini kasusnya disengaja. Setidaknya ditempat itu akan mengubahnya menjadi pribadi yang lebih baik. Baiklah ayo kita kedalam aku sudah rindu dengan putriku." Shasa tersenyum tipis dan mengangguk. Pasangan tersebut masuk kedalam rumah dengan saling bergandengan tangan.


__ADS_2