Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 72


__ADS_3

Usia kehamilan Shasa sudah menginjak 1 bulan ,. Rumah tangga mereka juga lebih tentram . Pagi ini , Shasa mengajak suaminya untuk membeli sarapan bubur di gerobak ujung jalan dekat kompek , Vaiz yang mulai terbiasa dengan makanan pinggiran langsung menyetujui dari pada ia harus berargument dengan istrinya .


"ambil jaketmu . Kau tidak perlu berdandan." omel Vaiz .


"sayang, semakin kesini kenapa kau yang semakin cerewet?" protes Shasa .


"jika kau tidak mau lebih baik biar pelayan yang membuatkan ."


"ya ya aku ini masih jalan sayang ." gerutu Shasa berjalan mengambil jaket miliknya .


Vaiz dan Shasa turun kebawah menuju mobil milik Vaiz yang sudah terparkir rapi di halaman rumah .


"kenapa tidak pakai motor saja sayang?" usul Shasa .


"pakai mobil lebih aman ," Vaiz membuka pintu untuk istrinya lalu berjalan sisi mobil lainnya .


"baiklah ." ucap Shasa malas .


Mobil pun melesat keluar gerbang .


"semoga tidak kehabisan . Jika kehabisan kamu yang salah ." gerutu Shasa .

__ADS_1


"jika kehabisan kita bisa membeli bubur di tempat lain , kau tidak perlu mengomel sayang ." protes Vaiz .


"tidak mau,aku hanya mau bubur di ujung jalan ."


"baiklah kita lihat masih atau tidak ." ucap Vaiz menengahi .


Sampai di depan penjual tersebut, Vaiz turun tanpa Shasa . Tak terlalu lama Vaiz berjalan kearah istrinya dengan 2 mangkuk bubur .


"kenapa tidak duduk disana?" tanya Shasa .


"aku tidak rela jika tubuhmu beesentuhan dengan orang lain ." ucap Vaiz enteng .


Vaiz menyodorkan bubur pesanan Shasa , Ia juga melahap bubur tersebut .Shasa melotot melihat suaminya telah menghabiskan bubur tersebut dengan cepat .


"aku sudah terbiasa makan jadi percernaanku sudah mau menerima ."Vaiz meraih botol minum yang selalu sedia di dalam mobilnya .


Setelah menikah Shasa selalu mengisi air di dalam botol besar dan meletakkan di dalam mobil . Ia selalu mewanti wanti suaminya agar selalu mengkonsumsi air putih setiap hari . Jika ia melupakan botol tersebut sudah di pastikan jika istrinya akan mengomelinya setiap jam . Selesai dengan acar makan buburnya,Vaiz keluar mobil untuk membayar dan mengembalikan mangkuk kepada penjual . Ia langsung kembali kedalam mobil .


" mumpung masih diluar, kau ingin kemana?" tanya Vaiz .


"kita belanja ya yank, aku bosen jika dirumah terus."

__ADS_1


"baiklah,sun dulu ." Vaiz menyodorkan pipinya didepan Shasa .


Muach muaach muach ..


3 kali kecupan mendarat pada pipi milik Vaiz ,yang di cium langsung melebarkan senyumnya . Ia langsung tancap gas saat sudah mendapat sebuah semangat untuk menyetir . Sampai di tempat , Shasa melingkarkan tangannya pada lengan Vaiz . Vaiz menggeret tangan Shasa menuju lift .


"sayang kau ini apa apaan ? kita harusnya tidak naik ke lift ." protes Shasa .


"aku tidak ingin kau kelelahan ."


"aku tidak kelelahan , harusnya kau khawatir saat kau menyerangku setiap malam ." gerutu Shasa membuat Vaiz tergelak .


Vaiz dan Shasa sudah berada di tengah tangah mall lantai atas Shasa mengajak Vaiz brand ternama . Shasa menatap tas tas mewah yang berada di tempat tersebut . Setelah puas menatap Shasa mengajak Vaiz keluar .


"kau tidak membelinya sayang?" tanya Vaiz .


"tidak itu cukup mahal, melihatnya saja aku sudah senang ." Vaiz menatap nanar istrinya . Hanya untuk sebuah tas , Shasa tidak membeli dan cukup memandang . Bahkan Jika Shasa ingin tas seharga berapa ratus juta saja ia pasti sanggup membelikan , namun istrinya selama ini tidak pernah meminta barang mewah darinya .


"apa kau meragukan suamimu ? bahkan jika kau ingin tas dengan harga berapa pun akan aku belikan sayang ." jelas Vaiz .


"sayang jika hanya untuk tas dengan harga segitu au harus pikir 2 kali, lebih baik jika kita tabung . Kita tidak tahu garis hidup kedepannya bagaiaman jika perusahaanmu bangkrut setidaknya kita masih punya tabungan bukan ." jelas Shasa menggandeng suaminya .

__ADS_1


"aku tahu, tapi jika kau ingin apapun bicara padaku . Aku akan mengabulkannya ." jelas Vaiz diacungi jempol oleh Shasa .


Setelah satu jam mengitari mall . Mereka pun kembali dengan tangan kosong tanpa membawa apapun yang di belinya yang membuat Vaiz terlihat jengkel . Namun tidak berani untuk protes


__ADS_2