Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 169


__ADS_3

Keisha POV


Disini akulah yang merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak aku wanita biasa yang sangat beruntung berhujankan cinta dan kasih sayang dari suamiku. Walau umur kita terpaut juah, dia lebih tua 11tahun dariku tapi dia pria terhebat. Kuat dan sabar menghadapi aku yang banyak maunya dan yang sangat rewel (kata suamiku sihh). Dia selalu berusaha menjadi tempat berlindungku,menjadi tempat ternyaman untukku.


Kalian pasti iri melihat rumah tanggaku. Yahhh walau aku sering marah dan katanya aku kasar sama suamiku,ya maklum namanya juga manusia biasa tempat nya salah dan khilaf. Aku bukanlah istri yang sempurna,setiap aku kecewa dan marah aku pasti memusuhi suamiku. Ya beginilah aku, sebaik baiknya orang pasti ada sifat buruknya bukan?.


Dan teruntuk suamiku, Pervaiz Taban. Perlu kau ingat aku sangat mencintaimu,untuk hari ini,esok,lusa dan selamanya. Aku selalu berdoa agar kau di beri kesehatan dan umur panjang . Dan selalu ada di samping kami berdua . Aku Mencintai mu Suamiku!!


Kheisha POV end


Shasa berdiri di balkon kamarnya,menikmati pagi hari yang sejuk dengan kicauan burung liar. Putrinya masih belum terbangun dari tidurnya dan untuk itu ia selalu menyempatkan untuk berdiri dan meregangkan otot sambil menyukuri nikmat Tuhan yang di berikan kepadanya.


Saat ia termenung dengan meletakkan kedua tangannya di sisi balkon, Shasa terkejut saat merasa pinggangnya disentuh oleh seseorang.


"sayang kau sudah bangun?" tanya Shasa setelah meredakan dari keterkejutannya.


"hmmm,morning ibu negaraku." sapa Vaiz dengan suara seraknya.


"pagi juga. Kau tidak segera mandi untuk bekerja?" tanya Shasa memutar tubuh nya menghadap suaminya.


"aku lelah , aku ingin berlibur menghabiskan waktu bertiga dengan kalian." jelas Vaiz.


"baiklah,setidaknya mandi lah dulu."


"sayang." panggil Vaiz.


"hmmmm." Shasa mendongak menatap suaminya.

__ADS_1


"aku ingin memelukmu, rasanya aku lelah. Mungkin lelahku akan hilang saat merasakan pelukan darimu." pinta Vaiz.


"uluh uluh tayangkuhh, cini cini aku peyukkk. Manjanya cayangnya akohh." ucap Shasa dengan kata yang di buat buat. Membuat Vaiz terkekeh geli mendengarnya.


"aku mencintaimu." bisik Vaiz.


"aku sudah tahu." ucap Shasa lirih.


Lama berpelukkan dan saling memejamkan mata menikmati pelukan tiba tiba kedua pasang mata terbuka saat mendengar tangisan bayi .


"baiklah sayang,kau tentu dengar bukan kalau putri kita menangis,sepertinya kau harus melepaskan pelukan ini." jelas Shasa membuat Vaiz meregangkan pelukannya sambil mendesah lirih.


"ikhlas sayang, dia putrimu." Shasa berjalan menuju putrinya sambil tertawa kecil.


Vaiz berjalan kearah sofa kamar sambil mendaratkan bokongnya. Shasa ikut duduk di samping suaminya sambil memangku putrinya. Kemudian ia membuka kancing piamanya dan mulai mengeluarkan buah dadanya untuk menyusui putrinya.


"sayang." panggil Vaiz.


"yang satu nganggur , kasian nanti iri. Biar aku aja yank mubadzir kalau gak di pakai." goda Vaiz.


"apanya yang mubadzir?"


"tuhhh, yang kayak di minum baby girl."


"mau?" tanya Shasa menatap suaminya.


"kamu kasih?" tanya Vaiz.

__ADS_1


"mau nggak?"


"mau yank." ucap Vaiz antusias.


"mau ku tonjok biar tau rasa, gak malu apa bilang gitu di depan anaknya? sini ku tonjok pantatmu biar gak pantatan. Sudah sana mandi setelah itu gantian baby nya yang mau mandi yank." ucap Shasa sambil mengepalkan tangannya.


"tapi yankk, aku kan juga iri sama Ayudia masak bapaknya nunggu bekas anaknya ,kan gak baik mending bapaknya dulu baru anaknya." goda Vaiz lagi dan lagi .


"mandi atau kelima jarimu melayang pada pantat trepesmu." ancam Shasa.


"tapi yank."


"satu ." hitung Shasa


"yank." panggil Vaiz.


"dua."


"please,setelah itu aku mandi."


"tii tii tiiiiiii." Shasa mengacungkan telapak tangannya keatas sambil menaik turunksn alisnya.


"iya mandi,aku mandi dulu,bye." Vaiz mencium pipi istrinya setelah itu berlari ke kamar mandi.


"kau lihat nak, kelakuan ayahmu semua orang bilang dia cuek dan berwibawa . Padahal suka sekali menggoda ibu." keluh Shasa pada putrinya.


Sang bayi tersebut tertawa mendengar ucapan ibunya,seolah iya paham dengan kata kata sang ibu.Membuat Shasa semakin gemas ia menciumi wajah putrinya dengan rakus.

__ADS_1


__ADS_2