Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 64


__ADS_3

Malam ini , sepasang suami istri berada di atas ranjang king size dengan posisi saling memeluk membuat sang istri merasa nyaman .


"apa kau sudah memberitahu kabar bahagia kepada bapak dan ibu sayang?" tanya Vaiz .


"sudah, mereka turut berbahagia untuk kita ."


"hmmmm, lain kali kita akan mengundang mereka menginap disini ." ucap Vaiz diangguki Shasa .


"sayang, besok aku akan berangkat ke Prancis untuk mengembangkan bisnisku . Kau ingin ikut kesana?"


"tidak aku dirumah saja, aku hamil muda takut terjadi apa apa lebih aman jika aku dirumah saja kau berangkatlah . Berapa bulan kau kesana?" tanya Shasa .


"Mungkin sekitar satu bulan . Maaf jika keberangkatanku mendadak ." jelas Vaiz .

__ADS_1


" tak apa , aku akan menunggumu." Shasa memeluk erat Vaiz . Sebenarnya ia keberatan jika suaminya harus pergi lama ,tapi tidak mungkin ia mencegah. Ingin rasanya ia menangis disaat ia hamil muda , disaat ia butuh perhatian dari suaminya malah hsrus berpisah dari suaminya .


"aku akan merindukanmu sayang ." sahut Vaiz .


"aku juga ."


Mereka pun tidur dengan posisi saling memeluk . Saat nafas Vaiz mulai teratur tidurnya mulai nyenyak, malah Shasa yang tidak bisa tidur . Ia memandang wajah suaminya lekat . Air mata yang sedari tadi ia tahan kini memaksa keluar membanjiri pipi mulusnya .


Shasa, suamimu hanya pergi sebentar tidak lama kenapa kau malah menangis . batin Shasa .


'bu , besok Shasa minta untuk ibu menginap disini apa bisa?' Shasa meng send pesan ke ibunya .


'*maaf nak, besok ibu,bapak, dan adikmu akan berangkat ke kampung. Ada sesuatu yang penting . Gak papa kan ?'

__ADS_1


'ohh, baiklah bu. Tidak apa apa . Apa perlu Shasa ikut . Sepertinya penting sekali.'


'tidak perlu nak, hanya masalah kecil dengan budhe mu .'


'ohh, baiklah bu . Ibu,bapak,dan adek hati hati ya . Kabari kalau sudah samapai*.'


Selesai berkirim pesan, Shasa merebahkan tubuhnya pada sofa . Ia mulai melihat film di aplikasi yt dan fokus untuk menontonnya . Tak selang lama , ponsel yang tadinya berada di tangannya kini beralih di bawah sofa , mata yang dari tadi memaksa untuk melihat video kini sudah terpejam. Shasa tertidur diatas sofa .


Lewat tengah malam , Vaiz terbangun karna tidak mendapati istrinya tidur disampingnya . Matanya menangkap istrinya tertidur disofa , ia berjalan kearah istrinya . Tangan kekarnya sudah bersiap akan menggendong istrinya , namun ia urungkan. Vaiz terduduk dilantai sambil memandangi wajah manis istrinya , ia mengusap lembut pipi istrinya lalu mengecup kening , kedua mata ,hidung,kedua pipi, dagu dan berakhir pada bibir istrinya .


"apa aku mampu hidup jauh darimu , hanya karna bisnis ini aku harus meninggalkanmu sendiri disini . Apa kau akan sama sepertiku , akan selalu merindukanku saat kita berpisah sayang ?" Vaiz mengusap air matanya .


"ahhh, aku akan membereskan urusanku . Setelah itu kita akan selalu bersama ." gumamnya yang tak berkesudahan .

__ADS_1


Vaiz pun berdiri dan mengangkat tubuh istrinya ala bridal style menuju keranjang milik mereka berdua ,menyelimuti istrinya dan mencium perut rata istrinya . Vaiz ikut berbaring disamping istrinya dan merengkuh tubuh milik istrinya . Matanya tak mampu dipejamkan , ia tetap menikmati wajah damai milik istrinya . Shasa mulai menggeliat sebentar dan berganti posisi dengan memeluk suaminya . Pelukan hangat yang setiap malam ia rasakan . Bibirnya tersungging saat merasa menemukan kenyaman dalam tidurnya . Vaiz ikut memejamkan mata dan menyusul istrinya kedalam dunia kapuk . Mereka tidur dalam posisi saling berpelukan .


__ADS_2