
2 jam perjalanan telah Vaiz lewati . Kini ia sudah berada di area halaman rumahnya dan memarkirkan mobilnya .
Saat sampai di depan kamar , Vaiz membuka pintu .
Ceklek .
Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang ia rindukan sedang duduk di sofa sambil melipat tangan di dadanya .
"sayang ." panggil Vaiz sambil menyeret koper berjalan ke arah Shasa .
"hei kenapa?" Shasa mengalihkan pandangannya.
"marah? apa pelayan tersebut membuatmu jengkel ?" lanjut Vaiz namun pertanyaannya tidak di jawab .
Vaiz berdiri dan berjalan menuju walk in closet . Namun 3 langkah terhenti dan ia menyunggingkan senyumannya .
Grebbbb .
"kau jahat sekali tuan tidak menghubungiku,tidak memberiki kabar . Apa disana kau memiliki istri lain?" tanya Shasa memeluk tubuh Vaiz dari belakang .
"hah? kau tahu sayang? siapa yang memberitahumu?" ucap Vaiz mengerjai istrinya .
"jadi tuan disana tidak bekerja? tuan disana mengujungi istri lainmu?" cerca Shasa .
__ADS_1
Vaiz berusaha melonggarkan pelukan Shasa namun pelukan itu semakin erat .
"jangan di lepas tuan , aku masih merindukanmu ."
Mendengar kata rindu dari bibir Shasa seakan membuat lelah Vaiz hilang . Kini harapannya terwujud karna perubahan sikap Shasa .
"maaf sayang , toh disini aku memiliki istri tapi tidak seperti memiliki istri . Istriku bahkan sering membentakku dan mengacuhkanku ."
Shasa melepaskan pelukannya dan berdiri tertunduk . Ucapan suaminya mulai menyadarkannya dari sikap buruknya dan dosa dosanya kepada suaminya .
"maaf ." cicitnya . Air mata Shasa turun membasahi pipi mulusnya .
"ssssttttt , sudah sayang jangan di ingat lagi . Baiklah aku akan mandi dan berganti baju . boleh aku minta tolong bereskan koperku ." menunjuk dengan dagunya ke arah koper .
20 menit sudah , kini kedua pasangan yang saling merindu sudah berada di atas ranjang mereka .
"tuan , apa istri tuan melarang tuan untuk memelukku?" tanya Shasa kepada suaminya .
Vaiz terkekeh mendengar ucapan dari bibir Shasa .
"tidak ada istri lain selain kamu sayang , aku benar bekerja ." mendekat memeluk Shasa .
"maafkan aku tuan , sekarang aku merasakan menjadi dirmu . Maafkan aku telah mengabaikanmu . Maafkan aku telah menjadi istri durhaka." Shasa mengeratkan pelukannya .
__ADS_1
"tidak sayang , kau tidak menjadi istri durhaka . Lupakan! Lalu apa benar ini kau kenapa kau menjadi berubah ?" tanya Vaiz heran
"ntahlah tuan, aku hanya rindu padamu ." ucap Shasa .
"aku mencintaimu Sayang." mengecup pucuk kepala istrinya .
"tuan, aku berjanji akan menjadi istri yang baik , aku minta tolong bimbing aku ke jalan yang benar . Dan semoga aku bisa mendapatkan pahala yang lebih lagi ."
"amin , apa kau siap menjadi seorang istri? seorang istri harus melayani suami,patuh pada suami semua untu suami. Bahkan tubuhmu ini milik suami ."
"ia tuan , aku tau ." ucapnya sedikit ragu .
"terimakasih sayang , sekarang aku merasa benar benar menjadi seorang suami ." Shasa mendongak lalu menghapus air mata suaminya .
Mata indah mereka saling menatap tanpa berkedip . Hingga tatapan tersebut semakin mendekat mendekat dan mendekat . Mata Shasa mulai terpejam
"sayang,apa aku boleh meminta darimu ." tanya Vaiz .
Matanya kembali terbuka saat Vaiz meminta ijin . Shasa pun mengagguk . Vaiz pun melanjutkan aktifitas panasnya bersama sang pujaan hati .
Ia melakukan dengan hati hati karna tak ingin menyakiti istrinya .
Vaiz menyudahi kegiatan saat Shasa sudah mulai kelelahan . Ia membaringkan tubuhnya di samping istrinya sembari memeluknya . Ia berulang kali mengecup kening sang istri dan berterima kasih karna mau menerima dan melayaninya .
__ADS_1
terima kasih untukmu karna telah menerimaku , aku.berjanji akan selalu membahagiakanmu . Disaat aku lelah mengejar cinta mu kau datang dan memberikan kesempatan untukku , untuk memeperjuangkan cintamu , Cinta wanita biasa sepertimu . I LoVe You sayang . batin Vaiz .